Sistem portofolio di Ananda Islamic School Secondary (SMP dan SMA)

IMG_2582 IMG_2580 IMG_2578 IMG_2579

Sebagai seorang pembelajar semua siswa di secondary diajarkan untuk menyusun dokumen pembelajarannya setiap 6 bulan sekali. Hal ini sangat penting dikarenakan pembelajaran yang dilakukan direncanakan dengan baik oleh para guru dan siswa dianggap sebagai mitra dalam pembelajaran.

Portfolio berguna sebagai sarana siswa merayakan keberhasilan pembelajaran. Karena isi dari portfolio ini siswa yang memilih berdasarkan pertanyaan dan umpan balik yang diberikan oleh semua guru yang mengajar. Misalnya ‘kegiatan mana yang paling kalian sukai’ atau ‘ jika kalian diminta mengulangi kegiatan belajar ini maka apa yang akan kalian lakukan untuk bisa hasilkan yang terbaik?’. Dengan demikian siswa belajar untuk bersikap reflektif dan belajar dari kesalahan

Strategi memberikan PR yang bermakna

Strategi memberikan PR yang bermakna

Memberikan pekerjaan rumah sepanjang niatnya membuat siswa makin tertarik pada pembelajaran yang ia lakukan di kelas silahkan saja. Hal yang mesti dihindari jika memberikan PR karena takut di komplain ortu siswa dan sebab lain di luar membuat siswa makin senang belajar

Pola pikir siswa yang kreatif

Menurut anda yang mana pola pikir siswa yang kreatif

Pola pikir 1

  • Saya memastikan diri kalau saya ini akan selalu berhasil
  • Saya sadar bahwa kemampuan saya sudah pasti dan terukur
  • Sukses = membuktikan bahwa saya pintar dan berbakat
  • Gagal berarti saya kurang berbakat atau kurang pintar
  • Gagal berarti yaa saya sudah gagal
  • Saya cuma tertarik pada hasil
  • Saya menghindari tantangan
  • Saya senang jika merasa di zona aman (merasa pintar atau berbakat)
  • Saya hanya senang punya nilai yang tinggi
  • Kalau saya gagal saya akan cari alasan atau salahkan orang lain
  • Saya merasa diri ini keren ketika
  • …tidak berbuat kesalahan
  • …ketika saya menang atau saya sempurna
  • …ketika saya bisa dan orang lain tidak bisa

Pola pikir 2

  • Saya memastikan diri kalau saya ini mau mencoba dan belajar sesuatu yang baru
  • Saya sadar bahwa kemampuan saya pasti bisa bertambah sesuai usaha
  • Sukses = siap untuk belajar hal baru lagi
  • Gagal berarti saya kurang melatih hal yang sudah menjadi kelebihan saya
  • Gagal berarti keberhasilan yang tertunda, Sakit sih ..namun it’s ok
  • Saya tertarik pada proses baru pada hasil
  • Saya mencari tantangan
  • Saya senang jika ada kesempatan untuk tumbuh dan mencoba hal baru
  • Kalau saya belajar dari kegagalan
  • Saya merasa diri ini keren ketika…
  • …mencoba dengan susah payah
  • …ketika saya bekerja keras dan melalui target yang saya tentukan sendiri

Seminar mempersiapkan putra-putri yang berkarakter di era digital di Sekolah Al Falaah

Seminar mempersiapkan putra-putri yang berkarakter di era digital

Liputan seminar di  sekolah Al Falaah Bintaro Tangsel,  17 Desember 2012

Dunia digital bisa berarti dua hal, positip dan negatif, tugas guru tahu hal negatifnya, sambil suburkan hal positifnya  Kenakalan remaja sudah ada dari dulu, dunia digital punya peran menyuburkannya, lalu tugas guru apa?  Tugas guru gunakan   hal positif, supaya murid makin tahu bahwa dunia digital banyak juga positifnya. Dunia digital adalah dunia yang sangat netral, ia cuma alat yang bisa arahkan si pengguna kemana saja. Kewajiban sekolah juga mendidik ortu dengan  cara yang positif soal teknologi  Media selalu senang meliput hal yang ‘hitam’ tentang teknologi, jangan malah guru ikut-ikutan punya pandangan  sama.  Anak selalu ingin tahu, tugas lingkungan mengarahkan dengan  cara apa? yaa belajar kembali.

Ketika guru di sekolah melarang tanpa buka upaya untuk menjelaskan dan gunakan secara positif, anak akan makin terjerumus.  Smartphone/HP yang ada di kolong meja, jauh lebih berbahaya dibanding yang ada diatas meja. Anak senang internet dan teknologi, tugas orang dewasa beri contoh positif dan pantau terus dengan  cara yang baik.

Boleh anggap dunia internet adalah dunia anak, jika kita mempelajari & menggunakan semata-mata untuk  lindunginya.  Game   suka dimainkan anak, bisa sangat berbahaya jika guru & orang tua tahunya hanya melarang tanpa alasan.   Mau tahu games apa yang  murid mainkan, googling saja, lalu pertimbangkan baik buruknya. Tantangan guru/orang tua sekarang   bersikap bijak pada teknologi, yaa belajar lagi.

Pertanyaan guru/ortu masa kini pada anaknya, “kamu main games apa PB, CS apa GTA?”  Berpikir soal bagaimana membuat murid berkarakter di jaman teknologi, saya salut pada usaha Pak Dedi Dwitagama   gunakan sosial media di sekolah. Banyak sekali apps di internet yang berguna   pembelajaran  bisa diunduh di internet, tugas guru untuk kenalkan.  Perbincangan soal bagaimana berteknologi   sehat, baik dan benar mestinya jadi perbincangan sehari-hari di sekolah. Indikator yang mesti terus stand by, dalam memandang teknologi bagi ortu dan guru adalah, indikator ‘kekerasan’ dan ‘pornografi’. Guru saat ini bahkan mesti bisa tahu siswanya akan belajar bersama ke rumah siapa sbg bentuk control.  Jadilah guru yang sadar media, ia bisa berikan gambaran positif dan negatif dari setiap media & teknologi yang  digunakan siswa.  Anak-anak sekarang terpapar ‘komik’, ‘games’ dan ‘sosial media’,

yuk selalu cari sisi positifnya

Pelatihan membuat RPP bagi guru SMK Jakarta Selatan

Pelatihan membuat RPP bagi guru SMK Jakarta Selatan

PELATIHAN DAN WORKSHOP PENYUSUNAN RPP
BERKAITAN DENGAN PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI (HIV-AIDS)
BAGI FASILITATOR PROGRAM PENDIDIKAN KESPRO (DAKU!) DI SMU/K

  1. A.     LATAR BELAKANG

Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja secara komprehensif di sekolah perlu dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan permasalahan permasalahan kesehatan seksual dan reproduksi di kalangan remaja, meliputi IMS, HIV_AIDS, kehamilan yang tak diinginkan, gender dan pelecehan/kekerasan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan standar acuan yang dijadikan dasar untuk mengembangkan materi maupun strategi pembelajarannya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran yang efektif dirancang atau dibuat RPP terlebih dahulu. RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Pengembangan RPP dikembangkan dengan mengacu kepada standar isi. RPP sebagai hasil pengembangan merupakan acuan operasinal guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk satu atau dua kali pertemuan guna menyelesaikan satu kompetensi dasar.

Saat ini materi kesehatan reproduksi dan HIV-AIDS sudah diintegrasikan pada kurikulum pendidikan dan telah ditetapkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Dalam rangka meningkatkan ketrampilan fasilitator DAKU! dalam merancang RPP, maka perlu dilakukan pelatihan dan workshop penyusunan RPP sehubungan dengan isu kesehatan reproduksi/seksual dan HIV-AIDS berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan, dengan sumber utama pada materi modul DAKU!

  1. B.      NAMA KEGIATAN

Pelatihan dan Workshop Penyusunan RPP, Pendidikan Kesehatan Reproduksi (HIV-AIDS) bagi Fasilitator Daku.

  1. C.      TUJUAN KEGIATAN

Tujuan Umum

Meningkatkan kemampuan fasilitator DAKU! dalam merancang RPP pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual serta HIV-AIDS, sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

Tujuan Khusus

–          Mengetahui hasil pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar kurikulum SMA/K, sehubungan dengan materi kesehatan reproduksi dan HIV-AIDS.

–          Mengetahui kerangka konsep dan tehnik penyusunan RPP yang efektif

–          Menyusun RPP pendidikan kesehatan reproduksi/seksual dan HIV-AIDS, sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

  1. D.     WAKTU DAN TEMPAT

Hari           : Kamis, 20 Desember 2012

Waktu        : Pukul 08.00 – 16.00 WIBB

Tempat      : Ruang Wakil Walikota Jakarta Selatan Lt.2

Jl. Prapanca, Kebayoran

  1. E.      PESERTA

Peserta pertemuan ini direncanakan diikuti oleh sekitar 20 orang guru (fasilitator DAKU!)   terdiri dari 11 sekolah

  F.       MATERI WORSKHOP

 Pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran SMA/SMK sehubungan dengan isu kesehatan reproduksi/seksual dan HIV-AIDS.

  1. Kerangka Konsep dan Tehnik Penyusunan RPP yang efektif
  2. Pengalaman Menyusun RPP dalam Pendidikan Kespro (DAKU!)
  3. Praktek menyusun atau merancang RPP dalam rangka pendidikan kespro di sekolah

 

  1. G.     Penutup

Demikian gambaran kegiatan pelatihan dan workshop penyusunan RPP sehubungan dengan pendidikan kespro dan HIV-AIDS bagi fasilitator DAKU! yang kami tuangkan dalam TOR, semoga dapat memberikan gambaran proses pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan

JADWAL ACARA

Waktu Kegiatan/Materi Keterangan
08.00 – 09.00 Pendaftaran Peserta
09.00 – 09.30 Pembukaan YPI/RWPFDisdik DKI
09.30 – 09.45 Rehat
09.45 – 10.15 Hasil Pemetaan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar YPI
10.15 – 11.30 Kerangka Konsep dan Tehnik Penyusunan RPP yang Efektif Bapak Agus Sampurno
11.30 – 12.00 Pengalaman menyusun RPP dalam pendidikan kespro dan HIV-AIDS Guru Daku!
12.00 – 13.00 Break, Makan Siang
13.00 – 14.30 Praktek Menyusun RPP, Pendidikan Kespro dan HIV-AIDS Fasilitator/ Narasumber
14.30 – 15.00 Presentasi Rancangan RPP Fasilitator
15.00 – 15.15 Rehat
15.15 – 15.45 Presentasi Rancangan RPP Fasilitator
15.45 – 16.00 Penutupan