Guru yang baik senang belajar kembali

Perubahan bisa datang dari mana saja. Seorang guru senior yang masa kerja nya lama akan tertegun melihat seorang guru muda begitu lincahnya memanfaatkan komputer untuk mengajar. Sebaliknya seorang guru muda yang bersemangat akan tertegun melihat bagaimana seorang guru senior dengan mudah mengatur perilaku siswanya. Jika guru yang saya sebutkan diatas sadar maka mereka akan berubah.

Perubahan bisa terjadi hanya jika guru belajar kembali. Sebagai contoh guru senior mulai tanya-tanya bagaimana menggunakan komputer, sedang guru yunior belajar mengendalikan siswa tanpa amarah pada guru senior.

Setiap sekolah berisi banyak guru dengan berbagai macam latar belakang. Dahulu ukurannya sempit sekali yang ada hanya

  • guru galak (kepada siapa saja, kepada sesama guru, atasan dan apalagi pada siswanya)
  • guru ‘baik’ (gampangan mudah dikendalikan oleh siswa dan orang tua)
  • guru baik, ikhlas dan bagus cara mengajarnya
  • guru biasa-biasa saja (ada dan tidak ada dia sama saja, cara mengajarnya standar banget)

Nah saat ini ukuran setiap guru bukan lagi pada sifatnya namun pada apa yang ia bisa berikan pada sekolah. Yang saya maksud bisa berikan adalah, apa yang seorang guru bisa inspirasikan teman sejawat.

Banyak sebenarnya yang guru bisa bagi sesamanya lewat ‘sharing’ singkat 20 menit cukup untuk berbagi ilmu pada sesama guru. Bisa dalam acara rapat rutin mingguan, 2 mingguan sampai awal tahun ajaran. Sekolah mesti mulai memikirkan untuk tidak hanya andalkan pelatihan dari diknas dan sejenisnya. Saatnya sesama guru satu sekolah berbagi.

Topik yang bisa dibahas.

  • Penanganan siswa (manajemen perilaku siswa)
  • menggunakan komputer untuk mengajar dan membuat lembar kerja siswa.
  • di SD misalnya cara mengajarkan matematika yang kreatif
  • dan banyak lagi topik yang menarik sesuaikan dengan

Anda bisa tambahkan lagi topik dengan hal lain yang menjadi potensi di sekolah anda. Misalnya di antara guru anda ada guru yang menjadi seorang penulis, minta ia berbagi mengenai karier penulisannya, dan sederet potensi yang kita bisa ambil dari tiap guru yang ada di sekolah kita.

Tulisan ini mengajak kita semua sebagai guru untuk belajar kembali, jeli melihat potensi guru dan terbuka untuk ilmu yang diberikan dari sesama guru.

Selamat belajar dan menjadi pembelajar kembali..

Iklan

Mental guru yang positif ciri sekolah yang efektif

Guru yang bermental positif itu sulit dicari namun mudah dibentuk. Kebanyakan guru akan memulai niatnya dengan mencari nafkah untuk diri dan keluarganya,sebuah hal yang sangat manusiawi. Dalam perjalanannya sekolah dengan sistem nya akan membentuknya menjadi guru yang bermental seperti apa, apakah guru yang bermental negatif atau positif.

Ada juga guru yang dari sana nya bermental positif, ia menjalani keseharian nya sebagai pengajar dengan mental positif, bebas dari buruk sangka dan mau menang sendiri.

Sebenarnya ciri guru yang bermental positif itu apa saja ya, silakan simak poin di bawah ini

  • mudah diajak kerja sama, baginya semua orang punya keunggulan di bidang masing-masing, saatnya sebagai guru anggap guru yang lain juga punya potensi
  • senang mempertanyakan namun mudah untuk diyakinkan. Demi kemajuan ia senang mempertanyakan sesuatu namun ia mudah diyakinkan jika alasannya masuk akal. Jika yang ia tanyakan belum terwujud ia dengan senang hati membantu
  • menjaga hati-hati harga diri dan perasaan orang lain, dalam bekerja sama ia tidak menganggap diri nya paling benar dan menganggap kesalahan orang lain sebagai ‘kiamat’
  • punya empati pada orang lain, empati berarti memperingatkan orang lain akan potensi kesalahan yang akan ia buat atau membantu se bisa dan semampu yang ia bisa jika ada hal yang menurutnya layak untuk dibenahi.
  • berprasangka baik terhadap seseorang. seperti kata pepatah “Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat” yang artinya kesalahan diri sendiri tidak terlihat, kesalahan orang lain terlihat. Berprasangka baik berarti membuat perasaan kita tidak dalam posisi iri dan dengki terhadap orang lain.
  • Mudah meminta maaf. Ia adalah sosok yang mudah meminta maaf dan menghindari sikap defensif jika terjadi masalah. Bersikap defensif bisa juga diartikan sebagai mau menang sendiri dan merasa benar. Mungkin memang bukan kesalahan kita namun lebih dahulu meminta maaf akan langsung meredakan masalah.

Sekarang apa yang bisa sekolah lakukan agar mempunyai guru yang bermental positif?

  • membuat sistem evaluasi guru yang tidak hanya menekankan pada kemampuan mengajar namun juga sikap guru sebagai individu dalam keseharian
  • meyakinkan semua guru bahwa menjadi guru yang ahli di bidangnya memang bagus namun lebih bagus jika jadi guru yang senang berbagi pengetahuan dan berempati pada sesama guru
  • berkonsentrasi paa budaya kerja. Budaya kerja terbentuk karena pembiasaan, contoh dan pengawasan serta supervisi. Jika sekolah biasa berkonsentrasi pada budaya yang positif maka guru akan merasa bahwa dirinya dihargai karena kontribusi dan bukan karena lama atau seberapa seniornya ia di sekolah tersebut.
  • membuat sistem berbentuk peraturan dan perundangan yang membuat guru selalu bersikap positif dengan membuat ‘code of conduct’ Isinya mengatur apa yang boleh dan tidak boleh guru lakukan kepada sesamanya. Dalam kata, sikap dan perbuatan

Akhirnya sudah saatnya guru bersikap yang sama seperti ia berharap pada muridnya. Jika ia harapkan murid senang berbagi dan bekerja sama, seperti itulah yang mesti ia lakukan pada sesama guru, serta sederet sikap dan karakter positif yang ia inginkan terjadi pada muridnya mesti juga ia terapkan pada rekan nya sesama guru.

Jadi selamat bersikap, bertingkah laku menjadi guru yang positif.

Liputan Pelatihan ‘Guru Kreatif berbasis KTSP’

Tema pelatihan selama satu hari di SMPN 1 Babelan Bekasi hari Sabtu 28 Januari 2012 adalah ‘Guru Kreatif berbasis KTSP’. Berikut ini adalah beberapa inti dari pelatihan yang berlangsung selama sehari. Mudah-mudahn berguna untuk anda

Pendidikan Abad 21

  •  situasi pendidikan abad 21, sebuah masa dimana guru dan siswa sama-sama menjadi pembelajar.
  • Tidak ada lagi klaim bahwa tugas siswa lah belajar dan tugas guru lah ‘mengguyur’ siswa dengan ilmu.
  • saingan guru bukan lagi hanya televisi tetapi juga ‘guru-guru lain yang ada di sosial media’. Saat ini jika siswa punya akun di twitter dengan cepat ia bisa menjadi ‘pengikut’ bagi bintang olah raga pujaannya atau ‘pengikut’ bagi penyanyi pujaan. Jika ingin belajar gaya tarian terbaru yang sedang menjadi ‘trend’ ia bisa melihatnya di youtube
  • Guru mesti menjadi pendamping siswa dalam mengarungi lautan informasi yang tiada batasnya.

Guru Kreatif dan KTSP

  •  KTSP adalah perangkat kurikulum yang siap dikembangkan oleh guru yang kreatif atau yang berusaha untuk menjadi kreatif
  • Ukuran seorang guru telah menjadi seorang guru yang kreatif saat mengembangkan KTSP adalah ia memberikan ‘warna’ pada RPP yang ia buat
  • RPP adalah sebuah rencana yang dikembangkan guru agar di kelas siswa menjadi senang belajar dan yakin bahwa hal yang ia pelajari berguna bagi masa depannya.
  • KTSP adalah ‘Action’ bagi seorang guru yang terencana dan terdokumentasi
  • Isi RPP sedapat mungkin memahami cara siswa belajar, bukan memaksakan cara guru dalam mengajar pada siswanya.

 Menggunakan Edmodo di kelas

  •  Edmodo adalah facebook untuk pendidikan
  • Saya langsung membuatkan halaman untuk SMPN 1 Babelan di edmodo sehingga sesudah workshop pun mereka masih dengan gampang mengontak dan berbagi ilmu dengan saya
  • Guru dan siswa yang sudah akrab dengan FB langsung senang ketika tahu semua cara hampir sama seperti FB
  • Edmodo adalah kelas virtual bagi guru
  • Di edmodo sesama siswa tidak bisa saling kontak kecuali di dalam grup yang dibuat oleh gurunya.
  • edmodo memberikan jalan keluar bagi guru yang ingin membuat pembelajaran  di dunia maya dengan aman dan  gratis

Guru-guru yang hadir juga mempelajar bagaimana memberi tugas yang menarik sekaligus bermakna pada siswa dengan mengikuti konsep Taksonomi Bloom, sebuah konsep yang dibuat oleh benyamin Bloom.

Semua guru yang hadir sangat bersemangat, mudah-mudah hal ini menjadi awal bagi perubahan dan kemajuan yang positip bagi SMPN1 Babelan Bekasi. Terima kasih tidak terhingga untuk bapak Nurul Yakin yang telah menjadi kontak saya sebelum dan sesudah pelatihan.

Workshop satu hari guru Kiat Guru Kreatif untuk guru-guru TK bersama Erlass Prokreatif” di gedung TK Erlass Jl Sawo Manila, Senin 31 Oktober 2011

Semua orang bisa mengajar namun belum tentu bisa mengajar TK atau PAUD. Mengajar TK atau PAUD berarti mengajar anak yang sedang ada di masa keemasannya. Sebuah masa dimana potensi anak sedang berkembang dan saat yang tepat untuk membuatnya menjadi seorang pembelajar yang mandiri dan haus pengetahuan. Bersama guru-guru TK dan PAUD yang ada di seputaran Jakarta timur dan selatan saya berbagi dan memotivasi bagaimana cara terbaik untuk menjadi seorang guru TK dan PAUD yang bisa menjawab tantangan abad 21. Pelatihan kali ini  mengasyikkan karena saya bekerja sama dgn para ahli mengajar anak usia dini

Sesi 1

membuka wawasan soal bagaimana guru Pendidikan anak usia dini bisa menyesuaikan diri dengan jaman

  • Karekteristik pembelajaran untuk Usia dini
  • Tantangan jaman adalah menjadikan siswa senang belajar, dengan cara mereka belajar dan belajar dari siapapun yang ada di sekitar mereka

 Sesi 2

guru yang hadir berdiskusi mengenai gaya belajar siswa, ini adalah cara agar guru bisa makin ‘mengerti’ siswanya

  • guru mendiskusikan strategi belajar yg cocok utk anak dengan gaya belajar
  • kinestetik, auditory dan visual
  • guru yang hadir di bagi menjadi kelompok yang saling berbagi kisah sukses dalam menggunakan pedekatan variatif dalam mengajar anak usia dini

Lanjutkan membaca “Workshop satu hari guru Kiat Guru Kreatif untuk guru-guru TK bersama Erlass Prokreatif” di gedung TK Erlass Jl Sawo Manila, Senin 31 Oktober 2011″

Workshop guru “Pengelolaan Kelas dan membuat pajangan (display)” di SDIT Buah Hati Condet Jakarta Timur 15 Oktober 201

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada rekan saya bertanya kenapa dari dulu sampai sekarang pajangan kelas isinya gambar Teuku Umar, Dewi Sartika, Kartini dan pahlawan revolusi ? Menurut saya pajangan kelas yang berisi gambar pahlawan bagus juga asal disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung. Dengan demikian dibutuhkan kreativitas guru dalam merencanakan dan menyesuaikan dengan topic yang sedang berlangsung.

Menjadi guru kreatif yang pandai mengelola kelas dan mendisplay hasil karya siswa di kelas bukan perkara mudah. Guru dengan profil tadi adalah guru yang selalu berusaha menjadi orang yang senantiasa ingin tahu dan mendalami bagaimana perasaan siswa yang menjadi muridnya. Dengan mendalami perasaan seorang murid, mata guru yang bersangkutan akan terbuka lebar. Terbuka yang saya maksud adalah ia menjelma menjadi sosok seorang yang mau belajar terus demi memnuhi standar terbaik pelayanan pada siswanya sekaligus menapaki jenjang karier sebagai pendidik professional. Apa perasaan anda sebagai murid ketika kelasnya sepi dan sebaliknya apa perasaan anda ketika kelas bernuansa ramai dan menyegarkan mata serta informatif saat bersamaan. Di SDIT Buah Hati saya berbagi bersama guru-guru yang hadir mengenai bagaimana mengelola kelas dan membuat pajangan (display) yang menarik di kelas.  Untuk anda para pembaca saya sajikan beerapa hal yang penting

  • display yg baik adalah pajangan hasil karya siswa yg sdah di nilai & diberi feed back oleh guru
  • display bukan sekedar pajangan, ia adalah alat pembelajaran dan sarana
  • memotivasi siswa.
  • Buatlah hiasan yang menarik untuk pinggiran papan pajangan. Bisa gunakan kertas
  • yang digunting dengan membentuk pola
  • Gunakan waktu luang siswa untuk membantu kita membuat display atau pajangan di
  • kelas
  • inti   menaruh sesuatu pd tempatnya, mengatur meja kursi sesuai strategi belajar
  • saat menata kelas, standarnya jgn diri anda sbg guru, tapi murid, merekalah pemilik
  • utama kelas
  • sekarang restoran taruh dapurnya malah di depan, bukan di belakang lagi, di sekolah, kelas juga begitu jd ‘showcase’
  • mendisplay dan menata kelas memang capek, apalagi kalau anda tdk terbiasa rapih
  • menghias dan menata kelas bukan monopoli guru tk atau sd saja, guru SMA pun
  • wajib
  • siapa pun yg merasa mengajar adalah panggilan, merasa bahwa ‘menghias kelas’ itu adalah kewajiban

Saat saya membahas ini di twitter ada rekan guru berbaik hati memberikan masukan berikut adalah masukannya

@irantimega: libatkan siswa dalam menata kelas, tanamkan pengertian kelas adalah rumah ke-2 mrk

RT @irantimega: Sbyk mgkn gunakan hasil karya siswa dalam mendisplay. Siswa jd bangga dan kegiatan bljr kelas terekam

Serba-serbi menciptakan kelas yang hidup (Refleksi workshop guru kreatif di Sekolah Islam Terpadu Al Izzah Taman Adyasa Tangerang)

Ini adalah kunjungan saya yang kedua di sekolah Islam Terpadu Al Izzah Tigaraksa Tangerang.  Bersama 25 guru yang bersemangat tanggal 10 Juli 2010, saya membahas cara dan metode untuk menjadikan kelas tempat kita mengajar menjadi kelas yang hidup. Berikut ini adalah ringkasan pembahasannya.

Lanjutkan membaca “Serba-serbi menciptakan kelas yang hidup (Refleksi workshop guru kreatif di Sekolah Islam Terpadu Al Izzah Taman Adyasa Tangerang)”

7 cara menjadi guru bimbingan belajar yang sukses. (Refleksi workshop bagi guru di i-brain Optima Kebayoran Baru)

Pada tanggal 31 Juli 2010  saya mendapat kesempatan langka untuk berbagi dengan para guru bimbingan belajar. Di mata saya merekalah para mitra sejati para guru disekolah formal dalam membelajarkan siswa di kelas. Banyak orang tua yang terbantu atas peran mereka dalam membelajarkan kembali siswa dirumah. Seperti kita ketahui banyak orang tua yang mempercayakan putra putrinya kepada guru bimbingan belajar dalam membantu pendalaman belajar di rumah.

Lembaga I Brain OPTIMA sebagai lembaga binmbingan belajar yang terletak di Kebayoran Baru mengundang saya untuk berbagi kepada para guru yang baru akan bergabung dengan lembaga tersebut.

Rasa salut saya yang tinggi kepada pengelola, dikarenakan sedari awal mereka sudah menyadari betapa pembinaan kompetensi guru sangatlah vital. Bersama 25 guru yang hadir  saya berbagi mengenai prinsip yang bisa dilakukan agar bisa menjadi guru bimbingan belajar yang berhasil dan disukai oleh siswa. Lanjutkan membaca “7 cara menjadi guru bimbingan belajar yang sukses. (Refleksi workshop bagi guru di i-brain Optima Kebayoran Baru)”