33 tanda sekolah anda perlu berinovasi.

Impian semua pemimpin di sekolah agar kualitas guru gurunya meningkat. Kualitas guru yang baik adalah jaminan mutu sebuah sekolah. Perubahan dalam bidang pendidikan adalah keniscayaan. Utamanya dalam bagaimana melakukan perubahan pada diri individu yang ada di sekolah. Dikarenakan tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri.

Sering sekolah terjebak hanya memperhatikan komplen dari orang tua siswa baru kemudian bersedia melakukan perubahan. Padahal tanda atau sinyal untuk perubahan sudah sangat kentara sekali. Hanya saja sekolah kurang peka untuk melihat adanya kebutuhan bagi sekolah untuk berubah.

Dibawah ini adalah daftar bahwa sekolah anda harus segera berubah.

1. Sekolah bersuasana ‘datar’ dan pekerjaan guru hanya rutinitas semata. Kesibukan di sekolah hanya pada saat pembuatan rapor dan akreditasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sebelum tahun ajaran berakhir kepala sekolah duduk bersama dengan guru atau koordinator. Mendiskusikan event apa saja yang akan dilakukan satu tahun ke depan. Termasuk pendanaan dan siapa saja yang akan terlibat dalam kepanitiaan. Jika event sudah direncanakan maka guru akan bersemangat dan bersedia meluangkan waktu. Apalagi jika sudah direncanakan jauh jauh hari dan terprogram. Bagi event menjadi event hari besar nasional, event yang ada hubungannya dengan BK (kampanye anti bullying dll) sampai event olah raga. Kesemuanya akan mengasah kreativitas guru.

2. Sekolah minim program. Semua kesibukan hanya berkisar akademis saja atau upaya mendisiplinkan guru dan siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Aturlah urusan disiplin guru diatur dalam buku aturan pegawai (code of conduct). Untuk urusan disiplin siswa diatur dalam kebijakan aturan disiplin siswa. Kedua aturan tadi sebaiknya diperbaharui tiap dua tahun sekali. Sekolah yang minim program terjadi karena kepala sekolah dan guru memandang satu tahun ajaran sebagai kegiatan belajar mengajar yang diakhiri oleh acara pengambilan rapor saja.

3. Guru diposisikan hanya untuk mengajar. Guru tidak diberdayakan untuk punya ‘project’ yang mengasah kreativitasnya di sekolah.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manfaatkan sesi umpan balik saat supervisi guru sebagai cara untuk berkomunikasi antara kepala sekolah dengan guru. Setiap guru pasti punya impian bagi sekolahnya dan siswa yang ia ajar. Rangkum mimpi tersebut dengan mimpi guru lain yang sejenis dalam satu sekolah bahkan satu gugus atau kecamatan. Biasanya mimpinya tidak jauh jauh dari aspek literasi, teknologi dalam pembelajaran, kedisplinan siswa sampai aspek lingkungan hidup dan sarana prasarana. Kesemuanya pastinya jika terwujud akan bermanfaat bagi anak didik dan sekolah. Pastikan apa targetnya dan time line pencapaian dalam waktu satu tahun. Kepala sekolah menjadi jalan bagi guru gurunya untuk bisa saling berkolaborasi wujudkan mimpi di dalam dan di luar sekolah. Mimpi hanya bisa diwujudkan dengan kreativitas. Pimpinan berperan sebagai fasilitator bagi kreativitas guru yang dipimpinnya.

4. Suasana rapat di sekolah hanya satu arah belum ada dialog antara peserta rapat.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jadikan rapat anda efektif. Caranya adalah Membuat agenda rapat. Menentukan jumlah undangan rapat. Pastikan tepat sasaran sesuai tujuan rapat dan jenis rapat. Mencatat hal penting dalam rapat. Mengontrol berjalannya rapat. Tepat waktu. Hindari penggunaan gadget selama rapat. Usahakan durasi rapat singkat. Rapat tidak harus duduk. Bisa juga dilakukan sambil berdiri atau berjalan kaki. Tentunya menyesuaikan situasi, pengikut rapat dan agenda rapat.

5. Guru diposisikan bersaing dengan sesamanya dan bukan berkolaborasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manusia tentu makhluk yang kompetitif (gemar bersaing). Dalam sebuah lembaga pendidikan yang sehat makna persaingan ditransformasikan menjadi kolaborasi. Sebuah makna yang berarti kerjasama dan saling mendukung untuk sebuah tujuan besar. Jika sebuah sekolah masih ada istilah guru favorit atau kelas favorit maka sekolah sudah gagal dalam membentuk sebuah tujuan bersama. Keberhasilan sekolah dihasilkan dari kerjasama banyak pihak dan dukungan semua pemangku kepentingan. Tidak ada ‘Superman’ yang ada adalah ‘Superteam’. Tiap akhir tahun ajaran kepala sekolah menentukan target pencapaian tahun berikutnya. Tidak harus soal akademis. Target pencapaian bisa apa saja tergantung tantangan yang sekolah hadapi. Siapa yang paling tahu tantangan apa yang sekolah hadapi? mereka adalah guru dan orang tua siswa. Ajak komite sekolah untuk lakukan curah pendapat. Jika target pencapaian sudah didapat maka bentuk tim tim kecil yang akan mengerjakan target dan pencapaian. Dalam setahun kepala sekolah sibuk memantau tiap tim dan minta mereka rutin mempresentasikan kemajuan kerjanya dalam rapat yang dihadiri oleh semua pihak. Sebuah tujuan yang baik adalah tujuan yang masuk akal, berorientasi solusi dan selalu dikontrol dalam pengerjaannya. Semua akan mendapatkan manfaat dari situasi ini. Kerja kolaborasi akan berbuah budaya kerja dan kepemimpinan.

6. Guru tidak merasa dirinya dipercaya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah membuat struktur organisasi yang dinamis. Waka kurikulum, sarpras dan kesiswaan digilir tiap dua tahun. Buat proses pemilihan yang transparan dan memungkinkan siapa saja yang punya potensi untuk maju. Dalam setiap kegiatan rutin atau hari besar selalu angkat orang yang berganti ganti sebagai ketua yang berhak memilih teamnya sendiri. Hal ini demi membuat semua guru punya kesempatan untuk memimpin. Proses dalam berorganisasi di sekolah akan membuat guru timbul kepercayaan bahwa dirinya adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa memimpin.

7. Kiprah guru di luar sekolah dibatasi dan bukan difasilitasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kiprah guru diluar sekolah bisa berarti ikut pelatihan, memberikan pelatihan sampai berorganisasi. Jika sekolah ingin gurunya menjadi kreatif maka peluang berkegiatan diluar sekolah mesti dibuka lebar. Kepala sekolah hanya harus mengingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa di sekolah. Jika ada kegiatan diluar itu maka guru sebaiknya menyiapkan diri dan penggantinya agar siswa yang menjadi tanggung jawabnya tidak terlantar. Sekolah mempunyai daftar siapa saja guru yang punya kapasitas berikan pelatihan sampai guru mana saja yang perlu ikut pelatihan di luar sekolah. Kepala sekolah harus memegang data tersebut dan memastikan bahwa kiprah guru di luar sekolah sama suksesnya dengan kiprah ia di dalam sekolah.

8. Guru dibiarkan di zona nyaman, padahal pendidikan itu dinamis

Inovasi yang bisa dilakukan: Peran pemimpin sangat diperlukan disini. Pemimpin yang senang dengan pujian akan menikmati memanjakan guru asal semua guru menuruti apa keinginannya. Guru dibiarkan di zona nyaman dan tidak diberikan kesempatan melakukan inovasi. Bukannya membuat sibuk gurunya dengan meminta mereka melakukan inovasi tapi malah mengejar kepatuhan bawahan pada pimpinan. Semua inovasi yang diizinkan adalah inovasi yang dimengerti oleh pimpinannya. Awalnya guru akan senang senang saja menjalankan ABS atau Asal Bapak Senang. Lama kelamaan mereka akan gerah sendiri karena pekerjaan sebagai pendidik menjadi tidak menarik lagi karena pimpinan menjalankan agenda nya sendiri dan bukan melibatkan semua pihak untuk menentukan tujuan dan kolaborasi kerja bersama mencapai tujuan yang disepakati.

9. Guru muda/guru baru dibiarkan tercemar oleh guru lama yang apatis dan sudah bosan dengan profesinya.

Inovasi yang bisa dilakukan. Sibukkan semua guru dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna. Pimpinan cepat lakukan pemetaan mana guru senior yang kerjanya nyinyir dan cenderung menjadi provokator. Guru muda diberikan peran dan tips cara mengajak yang senior bekerja. Mereka yang senior perlu diberikan posisi yang diminta pertimbangan. Dengan demikian mereka akan senang terlibat dan tidak mengganggu program. Jika ada senior yang memilih untuk menjadi sosok yang negatif maka akan menjadi tugas kepala sekolah untuk membenahi. Supervisi guru juga bisa menjadi ajang bagi guru senior dan yunior kembali mengingat posisinya sebagai bagian dari team. Dikarenakan dalam situasi supervisi akan ada refleksi yang akan membuat individu guru kembali menjadi sosok yang profesional.

10. Sekolah gagal mengenali guru yang mulai terkena gejala burn out. Cirinya lelah mental, apatis sampai frustasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Siapa saja bisa mengalami burnout. Ada macam macam penyebabnya. Hal yang sekolah bisa lakukan adalah sekolah melakukan variasi antara target yang tinggi bagi guru di kelas nya, menjaga pengupahan dan jenjang karier sampai memberikan tanggung jawab lebih dari sekedar mengajar.

11. Sekolah membiarkan adanya pemimpin informal.

Inovasi yang bisa dilakukan: sekolah melakukan berdasarkan prinsip asset based management. Setiap orang memiliki potensi yang bisa diberdayakan. Potensi dan aset individu perlu dikenali dan diidentifikasi. Dalam pengembangan sekolah semua potensi perlu diajak bicara dan diskusi. Pemimpin informal tidak selamanya menjadi batu sandungan bagi sebuah usaha perubahan. Syaratnya adalah sekolah punya perangkat standar dan aturan. Jika orang itu adalah pemimpin informal yang punya jiwa yang baik. Maka ia akan merasa dirinya adalah bagian dari perubahan positif. Jika pemimpin informal itu adalah sosok yang tidak punya niat baik dengan standar dan aturan yang dimiliki sekolah ia akan tersingkir dan akan menjadi tidak relevan bagi orang orang disekitarnya.

12. Sekolah tidak punya cara/sistim dalam mendukung guru untuk lebih berhasil.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah melakukan penilaian, supervisi dan evaluasi diri bagi guru. Penilaian dan supervisi guru di sekolah seharusnya menjadi proses menyeluruh dan mendukung bagi pengembangan seorang guru. Proses penilaian kinerja guru mestinya dirancang untuk memastikan bahwa semua guru memiliki keterampilan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalankan peran mereka sebagai guru secara efektif. Cara yang paling efektif dalam menilai guru adalah dengan observasi dan evaluasi diri guru. Jika tujuan utama penilaian kepada guru adalah untuk menginformasikan pengembangan profesional dan mempromosikan pembelajaran, maka observasi dan evaluasi diri guru dapat memberikan alat yang berharga untuk memacu refleksi diri guru dan mencapai tujuan formatif sebagai seorang pendidik.

13. Relasi sekolah dan guru hanya sekedar memberikan upah/gaji

Inovasi yang bisa dilakukan: Proses perencanaan anggaran di sekolah selain untuk penggajian dan kesejahteraan mesti juga dialokasikan untuk biaya pelatihan dan pengembangan kompetensi. Sekolah yang baik adalah mempersiapkan guru gurunya dalam menjadi pendidik yang profesional. Bagaimana jika sudah dididik kemudian keluar karena ada tawaran gaji lebih tinggi? untuk itulah sekolah perlu menyiapkan cara agar karya cipta intelektual semua yang ada di sekolah tidak terbawa pergi saat si empunya pergi. Kalaupun guru yang sudah dididik tetap pergi anggap itu adalah sumbangan sekolah bagi masyarakat pendidikan dengan memberikan guru guru nya yang terbaik. Ada banyak situasi yang membuat seorang guru tetap bertahan mengajar di satu sekolah selama bertahun tahun selain masalah kesejahteraan juga karena pelatihan yang baik dan aplikatif.

14. Supervisi guru berlangsung datar dan formalitas saja. Guru tidak pernah ditanya ingin melakukan apa agar proses belajarnya lebih bermakna pasca supervisi guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Supervisi guru juga mesti memberikan kesempatan pada guru untuk membuat ‘personal goal setting’. Apa itu personal goal setting? Goal setting adalah proses yang kuat untuk berpikir tentang masa depan yang ideal bagi si pembuat, memotivasi diri sendiri untuk mengubah visi tentang masa depan dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan. Apa manfaat goal setting? Dengan melakukan goal-setting, guru akan memiliki tujuan jelas, sehingga guru dapat mengambil keputusan atau beraktivitas sehari-hari dengan arah yang sejalan dengan tujuan tersebut dan tidak lagi bingung. Kepala sekolah sebagai atasan dengan mudah bisa memandu dan mendampingi guru guru nya dikarenakan ia mengetahui arah pengembangan diri anak buahnya.

15. Sekali guru lakukan kesalahan maka sekolah akan langsung memberikan label negatif tanpa coaching dan pembinaan.

Inovasi yang bisa dilakukan: Melakukan kesalahan adalah kewajaran dalam proses melayani siswa di sekolah. Itulah sebabnya sekolah perlu mempunyai visi misi (yang selalu diupdate) yang kemudian diterjemahkan dan diturunkan dalam bentuk kebijakan (policy), peraturan dan SOP. Semua perangkat yang sudah didiskusikan dan disosialisasikan bersama sama dengan semua pihak di sekolah. Jika sekolah sudah mempunyai perangkat tadi maka kepala sekolah sebagai atasan hanya perlu mengingatkan dan mengajak gurunya kembali ke jalur yang sudah ditentukan bersama. Tidak perlu ada label negatif kepada guru yang melakukan kesalahan jika ada aturan yang jelas dan kepala sekolah fokus pada perbaikan.

16. Guru diterima bekerja bukan karena karakternya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi banyak sekolah swasta cara terbaik menghemat anggaran adalah dengan menerima fresh graduate atau yang baru lulus kuliah. Cara terbaik di saat ini untuk melihat karakternya adalah dengan meminta akun media sosial nya. Cukup meminta nama akunnya saja dan bukan passwordnya. Cara ini adalah cara terbaik untuk melihat bagaimana ia bersikap dan bermedia sosial. Jika ada hal hal yang tidak patut yang ia lakukan sebagai seorang calon pendidik hal ini bisa menjadi pertimbangan apakah ia layak diterima atau tidak. Saat sudah diterima pun guru mesti dipagari dengan kebijakan dan aturan yang membuatnya akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter.

17. Sekolah tidak punya peta jalan bagi seorang guru untuk berkembang.

Inovasi yang bisa dilakukan: Di sekolah negeri jenjang kepangkatan guru sudah diatur sedemikian rupa. Sementara di sekolah swasta ada banyak pilihan dan cara dalam menerapkan jenjang kepangkatan guru yang akan memberikan guru gambaran pengembangan dirinya sebagai profesional. Di sekolah swasta cara yang bisa diambil adalah menguatkan jabatan middle management. Apa yang dimaksud middle management? Manajemen menengah atau dalam profesinya adalah manajer menengah tugasnya membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau bisa juga karyawan operasional. Jabatan middle management di sekolah bisa saja merupakan koordinator year level, koordinator mata pelajaran, koordinator BK dan sejenisnya yang bisa membuat guru punya pengalaman memimpin. Jabatan middle management digilir selama satu atau dua tahun ajaran. Dengan demikian semua guru punya kesempatan dan pengalaman memimpin. Jika guru kenyang memimpin ia akan mudah diminta menjadi kepala sekolah atau diterima menjadi pemimpin di sekolah lain.

18. Hubungan atasan dan bawahan kaku. Guru tidak pernah/jarang mendapatkan umpan balik (feedback) bermutu.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah menempatkan dirinya juga sebagai pembelajar. Dengan tekun ia memonitor hasil belajar mengajar guru gurunya. Dengan demikan semua diskusi dengan guru adalah soal mutu pengajaran. Kepala sekolah dengan sabar mendengar jika guru guru nya perlu dukungan. Jika Kepala sekolah semata menempatkan dirinya sebagai sosok pemimpin yang haus kuasa dan selalu minta dihormati maka tak akan pernah guru dapatkan umpan balik konstruktif mengenai mutu pengajarannya. Dikarenakan rapat dan pertemuan dengan atasan isinya hanya mendengarkan isi pembicaraan satu arah yang isinya bahkan terus menerus diulang sampai bawahan yang hadir menjadi hapal. Guru akan bisa maju jika isi pembicaraan antara kepala sekolah dengan guru hanyalah soal bagaimana meningkatkan mutu belajar mengajar dan bukan yang lain.

19. Sekolah jarang kedatangan ahli yang bisa membantu guru mengembangkan cara mengajarnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jika mendatangkan seorang ahli perlu biaya yang besar, maka saatnya sekolah menumbuhkan budaya belajar. Budaya yang dimaksud adalah meminta setiap guru untuk tampil berbagi pengetahuan yang didapatkannya dari beragam sumber tiap minggunya. Misalnya dari buku, youtube atau seminar/pelatihan yang diikutinya baik online atau offline. Dengan demikian setiap minggunya setiap orang mendapatkan giliran tampil dan memaksa ia untuk belajar kembali demi bisa tampil didepan sesama rekan guru dengan baik dan lancar. Ada banyak manfaat salah satunya guru menjadi punya keterampilan public speaking yang akan membuat ia tampil percaya diri di depan KKG atau MGMP. Merupakan cara terbaik dan saat bersamaan sekolah jika ada dana tetap harus menghadirkan pembicara yang tentunya bukan orang yang hanya mengerti teori namun juga merupakan pembicara yang aplikatif dan saran sarannya mampu diterapkan di kelas oleh guru guru yang ikut pelatihannya.

20. Sekolah membiarkan guru gurunya lebih banyak berceramah di kelas daripada memfasilitasi siswanya agar aktif.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah harus menjadi orang yang kemudian mengawasi bagaimana guru nya mengajar. Jika ada guru yang duduk saja saat mengajar hampir pasti pembelajarannya monoton. Kepala sekolah perlu membuat semacam prosedur singkat bagaimana mengajar. Bagi tahapan mengajar menjadi empat yaitu pembukaan (berisi permainan ice breaking yang menggugah siswa), front loading (pembukaan materi yang memicu keingintahuan siswa atau kuis singkat demi mengingatkan siswa), pembelajaran inti (berisi siswa bekerja sama dalam kelompok dengan teknik pembelajaran kooperatif) sampai kemudian penutup (berisi test singkat yang berisi kuis yang membuat guru tahu bagaimana siswa belajar dan apa hal yang masih perlu diubah). Nah dari tahapan tadi hampir tidak menyisakan kesempatan guru bersantai. Apabila kepala sekolah melihat ke kelas maka yang akan dilihat adalah kesibukan guru dan siswa dalam belajar dan melakukan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan.

21. Orang tua siswa dilibatkan hanya bila ada perlunya saja.

Inovasi yang bisa dilakukan: Orang tua siswa di sekolah adalah sosok yang perlu sangat berhati hati dalam pelibatannya. Kemajuan sekolah sedikit banyak bergantung pada orang tua siswa. Intinya lakukan pelibatan yang jelas dan terstruktur. Sekolah tetap sebagai lembaga yang memgang kendali dengan mengandalkan pada tujuan dan visi misi sekolah. Dari situ semua usaha pelibatan orang tua siswa didefinisikan. Pembagiannya sederhana kapan dan dalam urusan apa orang tua siswa dilibatkan. Semua orang tua siswa senang diajak merencanakan sebuah kegiatan dan senang merasa terlibat. Dari sini sekolah bisa memulainya dengan pembagian peran yang membuat orang tua siswa merasa dihargai dan dilibatkan tentunya dengan tidak melanggar prinsip bahwa lembaga sekolah lah yang berwenang mendidik anak anak dan mengelola guru gurunya. Orang tua siswa bisa dilibatkan dalam hari besar agama dan nasional serta dalam acara dimana kehadiran orang tua dirasakan siswa dan guru membantu dan memperlancar. Sebuah hal yang terlarang bagi sekolah untuk mendekati orang tua siswa karena ingin orang tua menyumbang bagi kegiatan di sekolah atau membantu membelikan alat dan fasilitas sekolah. Biarkan proses itu berjalan dengan alami dengan pembagian peran yang masuk akal tanpa pihak orang tua merasa dirinya dimanfaatkan.

22. Hubungan guru senior dan guru yunior di sekolah tidak kondusif. Guru senior gemar mengkritik dan guru yunior sering makan hati karena tingkah rekannya yang senior.

Inovasi yang bisa dilakukan: Hal-hal yang bisa dilakukan kepala sekolah dalam hal ini adalah: Jika membuat team untuk kegiatan dan masalah apapun, selalu buat komposisi guru yunior dan guru senior secara seimbang, dengan demikian semua orang jadi belajar bekerja sama. Saat ada guru yang keluar dari sekolah untuk bekerja di sekolah lain untuk alasan apapun selalu lakukan wawancara dengan guru tersebut. Wawancara berguna untuk ketahui bagaimana situasi pekerjaan antara senior dan yunior serta jika ada masalah apakah usulnya akan perubahan. Guru yang akan keluar biasanya lebih blak-blakan dalam berpendapat karena dirasa sudah tidak ada beban lagi. Kepada guru yunior katakan bahwa sekolah siap menerima masukan demi perbaikan dan bukannya guru yunior mesti ikuti tata cara di sekolah tapi sekolah yang mesti ikuti saran guru baru sepanjang inovatif dan bertujuan baik. Karena bisa saja guru yunior tersebut berasal dari sekolah yang lebih baik atau punya kelebihan dalam bidang tertentu yang bisa memajukan sekolah.

23. Sekolah membiarkan sesama guru nyinyir jika ada rekannya yang kreatif di kelas. Akibatnya timbul praktik melabeli guru lainnya dengan label aneh, cari muka dan label buruk lainnya saat ada guru yang berusaha kreatif.

Inovasi yang bisa dilakukan: Arti kata “nyinyir” dalam bahasa gaul ? Cerewet. Terlalu banyak mengomentari. Arti yang lain adalah suka ngomel bersifat mengejek atau memandang rendah. Jika ada praktek ini di sekolah anda berarti ada budaya yang tidak baik yang berlaku. Budaya ini bahkan cenderung toksik atau meracuni sendi sendi kehidupan sebagai pendidik profesional. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan rutin untuk semua guru tanpa terkecuali. Dengan demikian semua guru punya tanggung jawab yang sama. Jika sekolah ingin lakukan bedah kelas (mendisplay/menghias kelas sehingga representatif) lakukan secara bergantian atau menggunakan sistem arisan sehingga semua kelas dikerjakan bersama dengan kreatif. Adakan selalu acara berbagi pengetahuan sehingga semua yang nyinyir akan larut menjadi sosok yang bersedia berbagi dan menghargai orang lain karena dipaksa secara halus untuk menjadi sosok orang yang senang belajar dan berbagi.

24. Inovasi guru kurang dihargai. Penilaian kinerja di sekolah subyektif dan bukan berdasar pada bukti pencapaian seorang guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Guru yang profesional dinilai kinerjanya tiap tahun ajaran selama satu semester sekali. Kepala sekolah lah yang berperan dalam menilai kinerja guru dikarenakan

  • Peran kepala sekolah sebagai lead learner atau pemimpin para pembelajar
  • Kepala sekolah sebagai penjamin mutu pendidik yang ada di sekolahnya
  • Kepala sekolah adalah orang yang bertugas menjadi coach bagi guru gurunya
  • Kepala sekolah adalah orang yang memastikan guru gurunya mengajar dengan baik

Menilai kinerja guru mempunyai beberapa prinsip

  • Keterbukaan dengan kriteria penilaian yang terbuka dan bisa dengan gampang diakses
  • Berlandaskan dengan 4 kompetensi guru
  • Mengutamakan prinsip guru yang baik adalah guru yang efektif dan kreatif dalam mengajar dan berjiwa profesional dalam membawakan diri sebagai guru
  • Kepala sekolah melihat dan mengobservasi guru saat mengajar dengan perjanjian (tidak mendadak)
  • Ada sesi feed back
  • Ada raport guru yang bersifat narasi (dikeluarkan setahun dua kali)
  • Bukan berdasarkan kedekatan dengan pimpinan
  • Berujung pada (berdampak) perubahan kesejahteraan

25. Pelatihan untuk guru hanya berkisar pada motivasi saja. Guru jarang diasah kompetensinya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi guru dan sekolah, pelatihan sangat penting, ibarat HP guru juga perlu di’charge’ supaya semangat dalam mengajar. Sayangnya pelatihan guru biasanya ‘hit and run’ alias materinya menempel sebentar terus hilang entah kemana. Belum lagi tema pelatihan yang datangnya dari atas alias dari pemilik atau pimpinan sekolah, guru semakin kurang tertarik.

Ciri pelatihan guru yang efektif adalah pembicara atau fasilitatornya adalah guru juga. Berisi tips & trik aplikatif supaya langsung bisa diterapkan. Guru dimotivasi lewat grafik, film dokumenter, artikel terkini di koran serta hal lain yang membuat guru bersedia belajar dan berubah

Ramuan pelatihan guru yang aplikatif terdiri dari motivasi 10%, tips & trik mengajar 70%, background teori 20%. Sekolah boleh memotivasi habis-habisan gurunya agar semangat mengajar & cinta pada profesinya, namun tetap hal yang aplikatif yang tetap dinanti.

26. Sekolah lalai dalam menyimpan kreativitas guru gurunya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah minta guru membuat blog pribadi yang dikompilasikan ke dalam situs website sekolah. Blog sebagai sebuah alat untuk berefleksi sangat layak untuk digunakan para pendidik. Pendidik yang sadar bahwa dunia mengajar adalah dunia dimana seseorang memungut serpihan kebajikan dan kebijakan dalam keseharian untuk kemudian dihantarkan pada siswa akan senang melakukan blogging. Blogging disisi lain juga bisa dijadikan sarana untuk berkhayal (berdasarkan kurikulum lho) mengenai hal apa saja yang akan dilakukan seorang guru di minggu mendatang dan setelah ia melakukan rencananya di kelas ia akan update mengenai hal apa yang kurang atau sudah terjadi di kelas. Saat semua pendidik dalam satu sekolah sudah menulis blog maka dengan mudah sesama guru, kepala sekolah, siswa dan orang tuanya akan senang untuk melihat kembali jalannya pembelajaran karena semua tersimpan rapi di blog.

27. Sekolah meyuburkan komunitas ‘yes man’ atau ‘asal bapak senang’ dan bukan komunitas pembelajar.

Inovasi yang bisa dilakukan: Berikut ini adalah cara yang bisa ditempuh menuju pembentukan masyarakat pembelajar disekolah.

1. Melakukan pembinaan kompetensi guru yang berkelanjutan. Hal ini sangat diperlukan untuk memelihara kompetensi serta kemampuan guru untuk bisa menjadi profesional saat mengajar dikelas. Untuk mewujudkan pembinaan ini sekolah bisa mengadakan pembinaan kompetensi dengan memanggil ahli dari luar komunitas sekolah atau dari dalam sekolah sendiri. Pihak leadership team dengan demikian perlu membuka diri dan memberikan dukungan baik secara dana maupun kebijakan yang menyuburkan prektek berbagi pengetahuan ini.

2. Pelatihan yang diadakan perlu memperhatikan prinsip berikut ini.

  • Relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh guru.
  • Bersifat metode praktek dan langsung bisa dipraktek kan dikelas.
  • Merupakan sebuah keterampilan yang bisa membantu guru dalam banyak haldi dunia pembelajaran. Misalnya pelatihan mengenai pemetaan pemikiran. Guru dapat menggunakan metode penedekatan belajar ini dalam setiap subyek mata pelajaran.
  • Belajar aktif. Hindari jenis pelatihan yang membuat peserta duduk diam dan hanya mendengarkan saja.
  • Lintas kurikulum. Dengan mengunakan prinsip ini semua guru akan mendapat manfaatnya.

3. Mulailah mencari dan mengkalkulasi minat atau keahlian yang bisa dibagi dari dalam komunitas sekolah dulu.

Buatlah daftar keahlian dari semua komunitas sekolah. Hal-hal yang biasanya menjadi minat, pengalaman atau keahlian dari guru yang dapat dibagi dengan teman sejawatnya adalah

  • Teknologi.
  • Kebutuhan khusus, mengajar anak yang berkebutuhan khusus
  • Matematika
  • Permainan untuk mendukung pembelajaran
  • Manajemen kelas
  • Manajeman perilaku anak
  • Mengelola orang tua
  • Buku terbaru yang bermanfaat bagi pendidikan
  • Berbagi pengalaman sepulang dari acara atau workshop di luar sekolah. Sekolah hanya perlu membiayai satu atau dua orang untuk datang, setelah itu orang yang datang harus berpresentasi membagi pengetahuannya.
  • Hal-hal lain yang sifatnya praktis dan dirasa berguna dan membantu tugas guru sehari-hari.

4. Waktu untuk berbagi.

  • Hari -hari khusus, biasanya 3 hari menjelang tahun ajaran dimulai
  • Pertemuan antara guru bidang studi, di dalam atau diluar sekolah (gugus)
  • Setelah jam pelajaran berakhir
  • Serta waktu-waktu yang memungkinkan lainnya untuk diadakan pelatihan singkat yang bermanfaat.
  • Rapat seluruh guru

Komunitas yes man atau ABS (asal bapak senang) terbentuk karena guru guru terjepit pada tipe atasan yang menginginkan satu suara pada setiap masalah alias menggunakan pendekatan otoriter. Sehingga daripada ribut atau memakan waktu lebih baik iyakan saja yang penting aman.

28. Sekolah membiarkan guru gurunya punya standar sendiri sendiri dalam mengelola kelasnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membuat standar prosedur dalam guru mengelola kelas. Sekolah menyediakan dua jenis aturan. Pertama adalah aturan yang berlaku di sekolah secara menyeluruh. Ia bersifat umum dan mengacu kepada aturan yang bersifat mengikat semua dalam lingkup satu sekolah. Aturan yang bersifat satu sekolah ini kemudian dimasukkan ke dalam aturan bagi siswa yang dimasukkan ke dalam buku saku siswa atau student handbook.
Yang kedua adalah sekolah membolehkan tiap wali kelas membuat aturan yang bersifat mengikat di kelasnya saja. Tentu saja aturannya menerapkan teknik disiplin yang positif. Disiplin positif merupakan pendekatan mendidik anak untuk melakukan kontrol diri dan pembentukan kepercayaan diri. Disiplin berbeda sama sekali dengan hukuman meskipun disiplin sering diterapkan dengan menggunakan teknik hukuman.Cara mengajarkan disiplin positif pada anak. Kenalkan disiplin sejak dini. Rutinitas adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak dan dapat membantu dalam proses belajar disiplin anak. Diskusikan setiap aturan dan kesepakatan yang dibuat. Berikan konsekuensi logis. Bersikap tegas, bukan marah.
Jika sekolah membiarkan guru punya standar sendiri maka akan dikenal guru killer, guru kejam, guru galak atau sebaliknya guru lembek, guru santuy yang membuat harga diri guru menjadi berkurang. Jika situasi ini yang terjadi maka guru tidak akan efektif mengajar. Ia hanya akan sibuk mendisiplinkan siswa selama satu tahun ajaran dan menyalahkan siswa jika target pembelajarannya tidak tercapai. Padahal guru lah yang tidak berhasil memastikan aturan kedisplinan dijalankan dengan baik. Dengan demikian diperlukan campur tangan sekolah lewat aturan yang mengatur perilaku siswa dengan konsisten, komitmen dan adil.

29. Sekolah membiarkan sebuah kasus (dilakukan guru atau siswa) yang sebenarnya merupakan sebuah puncak gunung es.

Inovasi yang dilakukan: Sekolah tidak pernah menganggap enteng masalah yang terjadi di sekolah. Baik itu situasi antar guru dan siswa, guru dan guru, guru dan kepala sekolah sampai antara guru dan orang tua siswa. Semua masalah didata dan dicarikan jalan keluar. Masalah yang sering terjadi adalah bullying dari siswa ke siswa, guru ke siswa bahkan siswa ke guru biasanya dianggap hal biasa saja di sekolah yang tidak efektif. Di sekolah yang efektif aturan diberlakukan dan ditinjau secara rutin (2 tahun sekali) sesuai dengan kasus yang terjadi. Tiap kasus didokumentasikan dan dicarikan jalan keluar dengan mengandalkan solusi jangka panjang. Sekolah tampil sebagai lembaga yang mau belajar dari kesalahan tidak susah untuk meminta maaf jika ada kelalaian dari staf atau pelayanan lembaga kepada siswa dan orang tua siswa. Dalam penerapan sangsi semua pihak dilibatkan dengan tujuan mendidik sambil memikirkan solusi jangka panjang. Dengan demikian semua peristiwa dimaknai dan dijadikan tangga menuju keberhasilan mendidik dan menciptakan generasi yang lebih baik.

30. Guru kesulitan menjawab jika ditanya apa karakter/budaya sekolahnya

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah memulai menanamkan budaya sekolah lewat penerjemahan visi misi sekolah terlebih dahulu. Bagaimana jika visi misi sekolah lama tidak terupdate? nah saatnya sekolah memutakhirkan terlebih dahulu visi misinya sesuai tantangan zaman. Tahap berikutnya adalah menurunkan definisi dari visi misi dan tujuan sekolah menjadi jenis jenis karakter yang kemudian menjadi andalan sekolah dalam bersaing dengan sekolah lain dalam hal mutu lulusan. Profil Pelajar IB (atau biasa disebut sebagai Learner Profile) terdiri dari sepuluh atribut, yang bersama-sama mengekspresikan nilai-nilai yang melekat pada rangkaian pendidikan internasional IB (IBO 2008). Budaya yang dikembangkan antara lain: (inquirer) penanya, berpengetahuan, pemikir, komunikator, berprinsip, berpikiran terbuka, peduli, pengambil risiko, seimbang dan reflektif.

Cara mengembangkan budaya di sekolah sebagai sebuah komunitas

  1. Yayasan, kepala sekolah dan guru duduk bersama membicarakan mengenai karakter/budaya apa yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan jaman
  2. Membentuk kelompok kerja (work group) yang tugasnya membuat detail sikap atau perilaku yang diinginkan sesuai dengan tingkatan kelas. Artinya untuk satu karakter misalnya ‘bekerja sama’ klas TK sampai kelas 2 duduk bersama membicarakan detail sikap yang diinginkan dari sebuah karakter kerja sama. Kemudian kelas 3 sampai kelas 6 dan seterusnya.
  3. Jika sudah didapatkan dimulailah proses ‘memasyarakatkannya’. Karakter yang sudah didapat dari hasil rapat dengan seluruh komunitas sekolah dibuatkan deskripsi singkatnya.
  4. Proses memasyarakatkan yang saya maksud adalah;
  • Sekolah mengadakan pelatihan dan workshop bagi para guru
  • Sekolah mencetak poster 2 versi  (untuk diluar sekolah dan untuk didalam kelas) yang berisi karakter serta penjelasannya
  • Sekolah mengadakan workshop dan pelatihan untuk guru, admin atau tata usaha dan orang tua.

Tugas Guru dalam mensosialisasikan budaya

  1. Memberi saran pada works group mengenai karakter apa saja yang kira-kira cocok untuk diterapkan di sekolah
  2. Menempelkan karakter yang sudah sekolah cetak untuk ditempel di kelas masing-masing.
  3. Menggunakan kalimat yang berisi karakter saat memuji siswa, dan saat percakapan sehari-hari di kelas misalnya “Andi kamu hebat sekali karena hari ini percaya diri berpresentasi tampil di depan teman-teman mu.

Tugas kepala sekolah dan kepala bidang kurikulum dalam mensosialisasikan budaya/karakter

  1. Membuat desain raport penilaian yang didalamnya tertera karakter
  2. Memastikan guru untuk menggunakan penilaian yang mencakup karakter-karakter yang sudah menjadi persetujuan.

31. Visi misi sekolah sudah lama tidak diupdate dan hanya menjadi pajangan yang guru dan murid bahkan sudah tidak peduli lagi dengan butir dan isinya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membentuk gugus tugas yang bekerja sama membuat kembali visi misi sekolah. Cara membuat kembali visi misi sekolah. Bersama dengan semua pemangku kepentingan menentukan tujuan perusahaan. Secara bersama mempertimbangkan nilai-nilai sekolah. Visi misi sekolah menjelaskan bagaimana sekolah akan beroperasi. Visi misi berorientasi masa depan. Visi misi tidak ambigu.

Visi dan misi merupakan elemen yang sangat penting dalam sekolah, dimana visi dan misi digunakan agar dalam operasionalnya bergerak pada track yang diamanatkan oleh para stakeholder dan berharap mencapai kondisi yang diinginkan dimasa yang akan datang sebagai sebuah perwujudan dari tujuan. Sebuah sekolah yang tidak memiliki visi dan misi yang jelas, tentulah akan berdampak pada keadaan yang tidak terkontrol serta tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai masa depan.

32. Sekolah tidak mengatur bagaimana etika relasi antara guru dan guru, guru dan siswa, guru dan orang tua siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membuat kode etik bagi guru gurunya. Kode Etik menjelaskan standar perilaku profesional yang mendorong kepatuhan terhadap nilai-nilai di sekolah. Ini memberikan kerangka kerja bagi guru untuk mendukung pengambilan keputusan etis sehari-hari sebagai pendidik. Kode etik yang dibuat oleh sekolah memberikan panduan dan memprioritaskan nilai-nilai untuk mempengaruhi cara para profesional menjalankan tanggung jawab yang mereka rasakan dan mewujudkan pengetahuan etis sebagai pendidik. Ada berbagai kemungkinan pendekatan kode etik yang mengidentifikasi tujuan pendidikan dan mengartikulasikan peran guru. Kode etik bisa mengenai seragam, cara berpakaian, cara bersikap sampai cara berkomunikasi dengan profesional. Kode etik ini dibukukan dan menjadi panduan bagi semua pihak.

33. Angka turn over (pergantian) atau keluar masuk guru yang sering.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah menyeimbangkan antara aspek tantangan dalam pekerjaan dan aspek kesejahteraan. Jika sekolah terlalu fokus pada kesejahteraan guru tanpa memberikan tantangan maka guru akan kehilangan keasikan bekerja dan cenderung sibuk pada rutinitas saja. Sebaliknya jika tantangan pekerjaan saja tanpa fokus pada kesejahteraan maka guru akan mudah patah semangat. Hal yang menyebabkan guru pindah ke sekolah lain adalah mungkin saja masalah kesejahteraan, masalah atasan atau kerja sama dengan sesama guru. Sekolah yang efektif sibuk mencari jalan keluar agar guru gurunya betah tanpa memaksa atau memanjakan.

Demikian hal yang bisa saya rangkum dan menjadi tanda atau sinyal bagi perbaikan sebuah sekolah menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik.

5 cara sukses sekolah merancang kurikulumnya sendiri.

Siapakah anda yang sedang membaca tulisan ini? sudah berapa lama anda menjadi pendidik? berapa jenis kurikulum yang anda lalui? jika anda pernah mengajar dengan pendekatan CBSA, KBK, KTSP, Kurikulum 2013 dan terakhir adalah kurikulum darurat. Selamat anda adalah manusia segala jaman. Nah gelar anda akan bertambah lagi dengan adanya Kurikulum prototype yang akan segera diluncurkan.

Kurikulum adalah belahan jiwa bagi seorang guru. Sedihnya perlakuan guru terhadap kurikulum seperti kekasih yang tidak disayang dan diperhatikan. Diserahkannya kurikulum itu pada buku paket atau diserahkan pada penilaian orang katanya begini dan katanya begitu.

Kurikulum juga sering disalah artikan sebagai semata hanya RPP. Padahal RPP adalah turunannya. RPP adalah skenario dari kurikulum yang sudah dipetakan dan ditafsirkan. Sebenarnya dengan perubahan terus menerus pada kurikulum apa sih yang guru mesti ingat dan camkan agar tetap bisa memperhatikan belahan jiwanya itu?

1. Kurikulum dari pemerintah adalah standar minimum isinya adalah hal-hal esensial yang relevan bagi semua siswa

2. Pemerintah selalu hanya memberikan kerangka dan struktur dasar kurikulum.

3. Tugas sekolah adalah melakukan kerja bersama internal dan eksternal untuk menyusun sendiri penafsirannya terhadap kurikulum yang ada.

4. Tiap sekolah mempunyai hak untuk melakukan penafsiran terhadap kurikulum demi menyesuaikan situasi dan kondisi siswa di sekolahnya masing masing.

Mulai dari mana jika ingin sekolah anda punya kurikulum yang khas dan berciri. Silahkan gunakan tahapan ini

1. Identifikasikan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah pernyataan hasil yang menangkap secara spesifik pengetahuan, keterampilan, sikap apa yang harus dapat ditunjukkan oleh siswa setelah mengikuti pembelajaran. Gunakan taksonomi Bloom sebagai panduan. Taksonomi Bloom adalah model hierarki tujuan pembelajaran yang dapat membantu guru membangun rencana pelajaran.

2. Tentukan apakah bukti bahwa siswa anda sudah menguasai pembelajaran yang anda berikan. Apakah siswa cukup menjawab pertanyaan pada test, mampu menulis laporan, melakukan eksperimen atau membaca data. Guru lah yang mesti mempunyai standar apakah muridnya sudah menguasai materi. Kecerdasan majemuk sangat membantu bagi anda mempunyai cara yang kreatif bagaimana seorang siswa dapat dikatakan ‘paham’.

3. Rencanakan test atau ujian yang menarik. Pilih jenis instrumen yang menarik dan membuat siswa terpacu dan tertarik untuk mengerjakan. Jika guru cenderung hanya memberikan satu jenis test saja maka siswa akan mudah bosan. Bukan lagi saatnya belajar hanya untuk mengerjakan test tertulis semata. Perlu ada upaya memvariasikan jenis penilaian.

4. Membuat RPP yang dinamis yang menjadi pedoman dan bukan sekedar naskah biasa. RPP harus dirancang untuk mengarahkan siswa menuju tujuan pembelajaran. Dari RPP yang ada sudah jelas tugas apa yang harus siswa kerjakan. Guru harus memiliki kebebasan untuk mengubah atau menyesuaikan rencana pelajaran berdasarkan kebutuhan belajar siswanya.

5. Lakukan terus penyesuaian. Jika sudah ada dokumen kurikulum bercirikan sekolah anda lakukan selalu survey kepada guru dan siswa serta orang tua yang menggunakannya. Di revisi tiap dua tahun sekali. Demi memastikan bahwa kurikulum tetap tanggap terhadap perubahan jaman.

Tugas sekolah lah yang berwenang mengembangkan kurikulum operasional yang relevan dan menjadi panduan bagi guru untuk melakukan pembelajaran di kelas. Jika sekolah belum mampu.

Sekolah bisa duduk bersama dengan sekolah sekolah yang ada dalam gugusnya atau minimal satu kecamatan. Hal ini sangat baik dalam rangka mengkondisikan sekolah sekolah disekitar untuk berjalan bersama dalam berinovasi.

Meyakinkan dinas pendidikan setempat pun menjadi mudah dikarenakan sebuah hal yang dilakukan bersama sama akan terlihat sebagai upaya perbaikan dan kreativitas.

7 Nilai lebih guru bertipe kepribadian Introvert

Apa yang dimaksud dengan introvert? Introvert adalah jenis kepribadian yang cenderung lebih fokus kepada perasaan dan pikiran yang berasal dari dalam diri.

Apakah anda sebagai guru punya ciri dibawah ini?

  1. Panas dingin saat acara ambil raport tiba, dikarenakan akan bertemu dengan orang tua siswa.
  2. Tahun ajaran baru deg degan dengan jenis orang tua apa yang akan menjadi mitra selama satu tahun ajaran kedepan
  3. Panas dingin ketika diminta berbicara depan rapat besar.

Jika iya selamat anda adalah guru bertipe introvert.

Tiga hal diatas adalah bukti bahwa sebagai guru, karier anda terus bertumbuh. Rasa tidak enak, deg degan datang karena anda sedang masuk ke hal yang baru. Bayangkan jika seorang guru dalam karirnya tidak ada tantangan, maka yang terjadi ia akan masuk ke zona nyaman dan tidak mau mencoba hal baru.

Namun sadar bahwa diri anda adalah guru bertipe kepribadian introvert juga merupakan hal yang penting dikarenakan titik tolak kesuksesan seorang pendidik datang dari mengerti dengan baik perihal lebih dan kurang dirinya sebagai pribadi.

Saat yang sama jangan sedih dahulu karena sebagai guru yang introvert anda punya kelebihan lho

  1. Sangat baik dalam berbicara dengan orang tua siswa (one on one) alias bicara dari hati ke hati. kemampuan ini sangat khas kaum introvert ia mudah dekat dan akrab dengan orang perorang.
  2. Punya kemampuan yang baik dalam mengolah anak anak yang introverts
  3. Punya kemampuan yang baik dalam menelaah perasaan siswa anda
  4. Anda bukan guru yang pemalu. Menyebut diri anda sendiri sebagai pemalu adalah sebuah kesalahan besar, karena anda adalah seseorang yang penuh empati, senang berperan sebagai penghubung, dan sosok yang fleksibel yang analitis dan kreatif.
  5. Sosok pendengar yang baik, yang suka mendengarkan sebelum berbicara, dan seringkali memiliki ide terbaik setelah ngobrol ngalor ngidul
  6. Gemar memperhatikan anak-anak yang berkeliaran tanpa pengawasan saat di sekolah, dan para introvert juga yang seringnya berempati melihat kolega yang membutuhkan dukungan ekstra.
  7. Senang memberi perhatian yang detail dan menyenangkan. Karena guru bertipe ini memberikan penghargaan dengan memberi perhatian.

Menjadi guru yang introvert adalah sebuah kelebihan dan keberuntungan. Mereka adalah sosok yang tenang, gemar berintrospeksi, dan menyukai hubungan mendalam dan sebaliknya malah kelelahan oleh interaksi sosial yang berlebihan.

Dikarenakan udara sekolah menjadi tambah lengkap dan segar ketika anda hadir dengan empati dan rasa perhatian pada siswa dan rekan sekerja.
Anda mungkin tampak kikuk di keramaian namun saat sudah terlibat dengan obrolan dengan seseorang anda akan menjelma menjadi orang yang menarik dan enak dijadikan rekan diskusi.

Orang tua siswa pun senang karena punya guru bagi anaknya yang perhatian dan memberikan perhatian pada saat yang tepat dan dibutuhkan. Nah dalam mendidik generasi Z saat ini, dunia pendidikan bergantung dan mengharapkan konstribusi dari para guru yang introvert ini.

Exit ticket : sebuah cara mengakhiri kelas dengan sukses

Seorang guru dalam mengakhiri kelas yang menjadi tanggung jawabnya mesti punya cara dan taktik. Alih alih siswa yang jika ditanyakan ‘apakah ada pertanyaan?’ pasti akan menjawab tidak ada. Ada istilah exit ticket yang berarti tiket yang guru berikan kepada siswa saat ia akan keluar dari kelas.

Saatnya guru mempunyai cara untuk membuat siswanya berpikir mengenai materi atau kegiatan yang ia ajarkan. Dibawah ini adalah pertanyaan yang bisa memandu guru dalam bertanya kepada siswa saat mengakhiri kelas yang ia ampu.

  1. Apa kata atau istilah baru yang kamu baru dengar hari ini?
  2. Sebutkan satu hal yang akan kamu ubah atau tambahkan dari pelajaran hari ini?
  3. Apa yang kamu rasakan dari pelajaran hari ini?
  4. Jika kita semua akan melakukan kuis di pertemuan berikutnya, apa hal yang kamu ingin lakukan/persiapkan?
  5. Bagaimana kamu akan menceritakan pelajaran hari ini kepada teman sekelas yang tidak hadir?
  6. Apa bagian favorit mu dari pelajaran hari ini?
  7. Apa yang mengejutkan mu tentang kelas hari ini?
  8. Hal apa yang kamu inginkan saya sebagai guru untuk mengubah di kelas ?
  9. Jika kamu diminta memberikan tambahan pertanyaan pada kuis hari ini, pertanyaan apa yang akan kamu tambahkan?
  10. Bagaimana cara mu membantu teman sekelas yang masih belum mengerti pelajaran hari ini?
  11. Sebutkan satu hal yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
  12. Apa bagian termudah dari pelajaran di kelas hari ini?
  13. Bagaimana pelajaran hari ini berhubungan dengan pelajaran sebelumnya?
  14. Menurut mu pelajaran selanjutnya akan membahas apa?
  15. Apa bagian tersulit dari kelas hari ini?

Diharapkan dengan guru mempunyai tehnik bertanya seperti diatas. Maka siswa akan keluar ruangan dengan niat dan pertanyaan baru dibenaknya. Guru pun akan lebih siap dalam mengajar di kelas dan kesempatan berikutnya dikarenakan mendapatkan umpan balik dari siswa.

Penilaian formatif tipe tanpa teknologi dan menggunakan teknologi. Mana yang cocok untuk anda?

Penilaian Formatif mengacu pada proses berkelanjutan yang dilakukan siswa dan guru ketika mereka:

  1. Fokus pada tujuan pembelajaran.
  2. Mengambil tolak ukur dan mencatat di mana hasil pekerjaan siswa saat ini dalam kaitannya dengan tujuan akhir pembelajaran.
  3. Mengambil tindakan yang diperlukan untuk bergerak lebih dekat ke tujuan pembelajaran.

Ada dua cara dalam melakukan Penilaian Formatif. Ada dengan teknologi yang minim serta teknologi Jarak Jauh yang dapat mempermudah pengumpulan data terkait Penilaian Formatif.

Penilaian formatif minim teknologi.

Berikut ini cara berteknologi rendah yang berbeda untuk mengukur pemahaman siswa:

  1. Pemeriksaan Siswa Individu-Ini bisa sangat bagus tidak hanya untuk penilaian formatif tetapi juga untuk kondisi sosial-emosional siswa .
  2. Breakout room-Penilaian formatif dapat memberi tahu kita banyak tentang apa yang siswa pahami tentang pembelajaran dan mana yang dilakukan. Sekarang dengan breakout room kelompok di Zoom, Teams, dan Google Meet, Anda tidak hanya dapat mengidentifikasi apa yang dibutuhkan siswa, tetapi juga memberikan lebih banyak instruksi langsung kepada kelompok yang lebih kecil.
  3. Tiket Masuk/Keluar-Memiliki form sederhana yang dapat Anda minta agar siswa menjelaskan apa yang mereka pelajari hari itu atau pembelajaran apa yang masih mengalami kesulitan dapat menjadi alat yang berharga dalam pembelajaran jarak jauh.
    Ide Tiket Masuk
    – Identifikasi 3 poin yang Anda ingat dari pelajaran kemarin
    – Hal yang paling menarik minat saya tentang topik ini sejauh ini adalah__
    – Saat ini saya merasa _ tentang pelajaran ini karena saya __
    Ide Tiket Keluar
    – Apa 3 poin yang Anda ambil dari pelajaran hari ini?
    – Apa 3 hal yang masih kamu ragukan?
    – Apa yang Anda harapkan untuk dipelajari dalam pelajaran kita berikutnya?

Penilaian formatif dengan menggunakan teknologi.

Plickers adalah alat pembelajaran gratis, dapat diakses, dan menarik yang digunakan oleh jutaan guru di seluruh dunia untuk menilai siswa mereka dan mengumpulkan hasil secara instan di kelas. Sebagai guru, Anda akan memiliki akses ke akun Plickers gratis.

Padlet. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan tanggapan individu terhadap sebuah pertanyaan, mengurutkannya ke dalam kategori, dan membuat representasi dari kurasi yang kemudian dapat dibagikan kepada siswa? Padlet dapat menyelesaikan tugas seperti itu dalam waktu kurang dari satu menit! Siswa dapat mengetik tanggapan mereka (secara anonim atau terkait dengan nama mereka) untuk sebuah pertanyaan atau prompt, yang kemudian muncul di Padlet (papan buletin virtual). Guru dapat memperbarui tampilan secara real-time dan mencari masukan siswa untuk mengkategorikan tanggapan atau menunjukkan hubungan.

Tiktok. Sesuai untuk siswa sekolah menengah (yang mungkin sudah mengunduh aplikasi populer di perangkat seluler mereka), guru dapat menugaskan siswa untuk membuat video TikTok berdurasi 60 detik atau kurang untuk menunjukkan pemahaman mereka. Siswa dapat membuat simulasi, sandiwara, analogi, atau ilustrasi pada aplikasi serbaguna dan mudah digunakan ini.

Formative, yang juga dikenal sebagai GoFormative, adalah alat berbasis web yang memungkinkan guru membuat penilaian, tugas, atau tugas formatif digital yang mudah diakses dari perangkat elektronik apa pun: laptop, tablet, atau smartphone

Poll Everywhere adalah layanan online yang memungkinkan guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Siswa menjawab pertanyaan menggunakan ponsel, Twitter, atau browser web mereka. Baik pertanyaan maupun tanggapan siswa ditampilkan secara langsung di Keynote, PowerPoint, dan/atau di web.

Socrative adalah sistem respons siswa berbasis cloud yang dikembangkan pada tahun 2010 oleh siswa sekolah pascasarjana yang berbasis di Boston. Hal ini memungkinkan guru untuk membuat kuis sederhana yang dapat dilakukan siswa dengan cepat di laptop – atau, lebih sering, melalui komputer tablet kelas atau ponsel cerdas mereka sendiri

Nearpod adalah alat online yang memungkinkan guru menggunakan pengajaran berbasis slide baik di kelas maupun dari jarak jauh (hybrid). Guru dapat membuat banyak sumber belajar interaktif berbeda yang memungkinkan siswa untuk terlibat dan belajar melalui perangkat mereka atau satu layar di dalam ruangan

Workshop Dua Hari untuk Guru & Pengelola Taman Bacaan Pelangi di Labuan Bajo Flores

Pelatihan Taman Bacaan Pelangi [Rainbow Reading Gardens yang kedua kalinya ini bertema “Metode Mengajar Kreatif, Tumbuhkan Minat Baca Anak”, di Labuan Bajo, Flores selama dua hari pada 14-15 Desember 2013 dan dihadiri oleh 40 lebih guru dari Manggarai Barat & pengelola TBP dari NTT dan NTB.

foto diambil dari

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.554150694667111.1073741837.274081229340727&type=3

Di sekolah yang efektif ‘gedung dan bangunan (prasarana fisik)’ sama pentingnya dengan ‘kurikulum dan program’

Sekolah bukan sekedar bangunan fisik tapi adalah hubungan interaksi antar warganya demi wujudkan pendidikan yang berkualitas.

‘Gedung milik sendiri dan permanen’ adalah bahasa yang sering digunakan oleh pengelola sekolah dalam memasarkan sekolahnya. Kata-kata tadi tercetak di brosur, spanduk dan materi promosi lain yang bertujuan untuk menarik minat calon orang tua murid. Tidak heran karena banyak orang tua siswa calon orang tua murid yang jadikan gedung dan fasilitas sebagai ukuran. Maklum kalau bisa orang tua ingin anaknya bersekolah di sekolah yang gedung dan fasilitasnya memadai.

Sebagai ukuran pertama, sebuah sekolah akan dilihat dan dipercaya  jika gedung dan fasilitasnya kelihatan permanen dan nyaman. Layaknya konsumen, calon orang tua murid juga gunakan penilaian-penilaian saat memilih sekolah untuk buah hatinya, dan biasanya memang yang dijadikan penilaian pertama adalah bentuk fisik dan fasilitas sekolah.

Nah saat memilih sekolah untuk anaknya, calon orang tua siswa biasanya akan langsung berpikir bahwa sekolah yang gedungnya bagus, program-progam dan kurikulumnya pasti bagus. Padahal belum tentu. Maklum orang tua siswa terkadang masih berpikir secara awam dan lurus-lurus saja.

Dalam prakteknya pada beberapa kasus banyak pengelola sekolah yang memulai dengan keinginan kuat membawa sekolahnya ke dalam tujuan pendidikan tertentu lewat program-program. Kemudian program-programnya itu yang menuntun mereka dalam  melengkapi sarana dan prasarana fisik. Green school yang ada di Bali misalnya, sekolah tersebut adalah sekolah internasional yang sadar betul bahwa anak sejak dini mesti dikenalkan oleh pentingnya manjaga dan mencintai lingkungan. Sekolah tersebut bagaikan menyindir sekolah-sekolah yang mengatakan dirinya mencintai lingkungan namun sambil belajar di ruang AC dan anak-anak yang menjadi murid jarang terkena cahaya matahari. Sekolah alam yang sekarang banyak dibuka oleh individu yang peduli lingkungan juga bisa dijadikan contoh, betapa konsep dan program bisa menuntun pengelola dalam melengkapi sarana dan prasarana.

Gambar

Gambar

sumber: http://didikanantha.blogspot.com/2011/02/green-school-bali.html

Pengelola sekolah perlu mengetahui dengan pasti kemana arah ia membawa lembaga pendidikannya. Saya tidak mengatakan bahwa semua sekolah mesti jadi sekolah alam, namun minimal konsentrasi antara membangun software dan hardware dalam sebuah sekolah bisa terbagi secara adil.

Secara singkat yang saya maksud hardware (perangkat keras) dari sebuah sekolah antara lain;

  1. Gedung  dan ruang kelas yang ada karya dan pekerjaan anak-anak beserta furniture  yang selalu dirawat dan memenuhi standar
  2. Buku teks dan alat serta sumber belajar bagi guru
  3. Resepsionis tempat menerima tamu untuk kepentingan sekolah
  4. Toilet yang pantas nyaman dan bersih
  5. Ruang laboratorium (sains dan lain sebagainya)
  6. Ruang perpusatakaan beserta isinya
  7. Ruang guru yang aman, nyaman dan bersih
  8. Tempat menunggu bagi orang tua
  9. Sarana olah raga

Sementara software (perangkat lunak) dari sebuah sekolah yang efektif adalah

1. Guru yang profesional (yang diseleksi lewat seleksi yang baik dan pelatihan yang terus menerus) yang punya kemampuan dalam

  • Mengelola kelas dengan baik dan menomor satukan siswa dalam pembelajaran
  • Punya standar terhadap kualitas pekerjaannya
  • Punya kemampuan mengelola kurikulum
  • Ramah dan sopan terhadap orang tua siswa, bisa membawa diri dan senang belajar hal yang baru serta berpikiran terbuka

2. Program sekolah yang ditata dan direncanakan dengan baik yang meliputi:

  • Program bagi siswa baru
  • Program bagi siswa yang memerlukan bantuan akademis
  • Program event olahraga, seni, keagamaan dan program lain yang menyeimbangkan potensi siswa dari sisi akademis dan karakter
  • Program yang mengikutsertakan siswa dalam kehidupan masyarakat (community service)
  • Program ekstra kurikuler yang bermakna dan dijalankan oleh guru dari dalam dan luar sekolah.
  • Program konseling bagi siswa
  • Serta banyak sekali program yang bias dihasilkan oleh guru yang kompak dan kreatif.

3. Kurikulum

  • jelas mengacu pada kurikulum nasional atau mencampurnya dengan kurikulum negara lain atau menggunakan kerangka kerja dari badan tertentu di luar negeri
  • jelas dalam  pemilahan dan dibangun dan dikembangkan oleh guru-guru dari dalam sekolah sendiri
  • jelas strukturnya dan standarnya

Silahkan anda membandingkan antar keduanya. Jelas sekali perbedaanya. Jika kemampuan sekolah dalam membangun fisik (bangunan dan lain sebagainya) disesuaikan dengan program. Maka sekolah akan lebih tepat sasaran dan terasa sekali suasana yang dinamis, karena bahkan saat sebuah bangunan baru akan dimulai pengerjaannya segenap komunitas sekolah sudah tahu untuk apa sarana fisik tersebut dan apa urgensinya dibangun sarana tersebut.

Namun sebaliknya jika semata sekolah mengejar dan menargetkan fisik sekolah tanpa pernah melirik program, maka bersiaplah sekolah akan mengalami gonta ganti guru, orang tua siswa yang mengeluh terus dari satu masalah ke masalah lainnya. Bahkan bisa saja terjadi sarana fisik sudah rusak duluan sebelum terpakai.  Serta sederet masalah lain karena fisik sekolah ‘berlari kencang’ meninggalkan program sekolah di belakang.

Sebagai kesimpulan dari tulisan ini, baik program dan pengadaan sarana fisik sekolah keduanya memerlukan biaya. Namun selalu ada jalan untuk memaksimalkan pengeluaran dan membuat orang tua siswa semakin percaya. Caranya dengan selalu menempatkan programsekolah dan  prasarana fisik sekolah sama pentingnya. Karena prasarana fisik mungkin tidak akan ada habisnya jika terus dikerjakan, dan saat yang sama orang tua siswa mengukur dan mengerti sekali bahwa sekolah yang bagus ada karena program-program dan inovasinya dalam menghadapi tantangan zaman.

Berbagi sudut pandang di sekolah, sebagai pengelola, guru dan orang tua siswa

8035424219_8fa6e1766e_b

Banyak yang menyangka mengelola sekolah sama dengan mengelola perusahaan, kantor dan tempat kerja lainnya. Prinsipnya memang sama seperti tempat kerja lainnya, ada produk barang dan jasa. Di sekolah produk berarti mutu lulusan yang dihasilkan, jasa berarti bagaimana pelanggan dalam hal ini orang tua murid merasa didengar dan diakomodir. Tentunya sesuai dengan kemampuan sekolah dan guru, baik dari segi keahlian, biaya tenaga dan waktu. Sebuah sekolah adalah sebuah komunitas dengan pengelola sekolah, kepala sekolah, guru, admin dan orang tua siswa menjadi elemennya. Semuanya berbagi tugas tanggung jawab agar siswa bisa merasakan hasil dan manfaatnya. Ujung-ujungnya akan tercipta sekolah sehat yang jadi kepercayaan masyarakat.

Sebagai elemen di sekolah tentu semua punya sudut pandang dan soal bagaimana menyatukan sudut pandang tersebut mari kita bahas satu persatu.

Sebagai pengelola sekolah/yayasan punya pandangan atau punya keinginan;

  • guru-guru yang menjadi pelaksana di lapangan bekerja profesional dan tepat waktu
  • guru tahu tugas dan kewajiban
  • guru mengajar anak didik dengan kasih sayang
  • admin bekerja dengan baik mengelola keuangan serta berkomunikasi yang sehat dengan orang tua siswa sebagai marketing
  • orang tua siswa mau mengerti kesulitan serta kerumitan dalam mengatur sekolah
  • guru yang sadar bahwa dirinya adalah pendidik

Sebagai guru

  • ingin di upah dengan layak dan sesuai sebagai seorang yang profesional
  • ingin merasa dipercaya
  • ingin sekolah mencukupi kebutuhan mengajarnya(kertas dll)  dan semuanya dipenuhi tanpa waktu yang lama
  • ingin di berikan iklim bekerja yang sehat tanpa paksaan dan semua berdasarkan kesadaran yang diawasi oleh sistem
  • ingin dibiarkan belajar terus supaya cara mengajarnya menjadi makin baik dari hari ke hari
  • ingin melihat sekolahnya terus berkembang
  • ingin merasa bahwa sekolah menghargai dirinya sebagai individu yang mempunyai tugas mendidik manusia yang menjadi generasi masa depan
  • ingin menjadikan admin di sekolah sebagai mitra atau partner dalam mendidik siswa dan bukan sebagai orang yang mengawasi guru
  • ingin menjadikan orang tua siswa sebagai mitra dalam mendidik anaknya

sebagai orang tua siswa

  • ingin melihat guru anaknya nyaman mengajar, karena mereka yakin kalau guru nyaman maka mengajarnya juga makin bagus kepada anaknya
  • ingin melihat sekolah anaknya terus berkembang
  • ingin didengar keinginannya oleh sekolah
  • ingin komunikasi yang jernih antar sekolah dan orang tua
  • ingin melihat sekolah punya program yang bagus dan tidak hanya menarik bayaran namun dengan program yang itu-itu saja
  • ingin anaknya dihargai semua potensinya, karena hidup dan kehidupan tidak cuma soal nilai
  • ingin melihat sekolah menggunakan uang yang sudah dibayarkannya dengan cara yang maksimal
  • ingin anaknya memandang sekolah sebagai tempat yang menyenangkan

Kata orang bijak tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dengan kerja sama yang baik dan komunikasi yang efektif apapun jadi mungkin. Sekolah yang bagus sekarang bukan karena guru-gurunya saja yang bagus dan jempolan atau fasilitasnya yang memadai, sekolah yang bagus ada karena kerja sama.

berikut adalah hal yang bisa sekolah lakukan sebagai sebuah komunitas pembelajar

  • Sekolah mesti mengaktifkan organisasi POMG serta komite sekolah dengan demikian sekolah punya relasi yang positif dengan orang tua siswa
  • guru mesti sering dilatih sehingga ia merasa profesional
  • guru di percaya dan dihargai, hindari menerapkan disiplin ala pabrik oada guru, misalnya dengan memotong gaji jika tidak masuk atau jika melanggar terhadap suatu peraturan
  • jika guru melanggar, kepala sekolah yang mesti bertindak dan mengingatkan
  • sekolah mesti mencari sosok kepala sekolah yang bisa mengayomi semua elemen. Ia adalah sosok yang sayang pada guru, menghargai pemilik sekolah dan ingin berbuat yang terbaik bagi orang tua siswa
  • pengupahan dan penggajian dilakukan dengan struktur dan bukan sekedar dengan lama kerja atau senioritas, dengan demikian semua guru ditantang untuk jadi kreatif
  • sekolah mesti ubah format rapor yang hanya mengandalkan angka, selipkan juga karakter
  • Sekolah mesti sering lakukan kegiatan yang membuat anak senang bersekolah karena kegiatannya bukan hanya belajar dengan buku teks dan mendengarkan ceramah guru

 

Serba serbi penggunaan buku teks di sekolah

Buku teks adalah mitra saat guru mengajar di kelas. Bagi orang tua siswa buku teks adalah sarana untuk mengukur apa yang anaknya lakukan di sekolah. Tidak jarang orang tua siswa berang apabila buku teks yang sudah dibeli dengan harga mahal tidak terisi penuh. Padahal tugas guru bukan mengabdi pada buku teks. Tugas guru yang sebenarnya adalah mengajar dengan startegi belajar yang menarik dan terkini sehingga murid senang belajar bersamanya. Buku teks mesti di kembalikan kepada porsinya yaitu sebagai mitra guru mengajar dan bukan hal yang utama. Banyak buku teks yang bagus namun untuk ajarkan konsep, guru tetap mesti gunakan alat peraga dan bukan sekedar buku teks.

Beberapa tanda bahwa sekolah dan guru terlalu menggantungkan diri pada buku teks adalah;

  • Keputusan soal pemilihan buku teks tidak melibatkan guru, padahal guru adalah orang yang mestinya bertanggung jawab penuh atas pengajaran di kelas.
  • Guru kadang merasa bahwa buku teks terlalu susah untuk diajarkan atau bahkan terlalu mudah bagi murid-muridnya dan kurang menantang bagi siswanya
  • Siswa yang  kritis dan kreatif, biasanya senang jika gurunya tampil kreatif di kelas, dan akan  mengeluh jika cuma diminta kerjakan buku teks, ‘bosan’ katanya.
  • Masuk kelas guru langsung mengatakan, “anak-anak buka dan kerjakan halaman ……” tanpa menerangkan lebih lanjut dan langsung meminta anak-anak menghapal atau mengerjakan halaman yang ditentukan.
  • Saat kurikulum KTSP tematik untuk SD kelas 1-3 diluncurkan oleh diknas di tahun 2006, alih-alih guru jadi bekerja sama untuk membuat unit pembelajaran, yang terjadinya  guru malah cuma ganti buku teks. Hal yang sama bisa saja terjadi di kurikulum tahun 2013

Akibat dari ketergantungan antara guru dan buku teks yang akan dirasakan oleh guru dan sekolah adalah

  • Pembelajaran di sekolah jadi kurang kreatif dan ‘kurang menggigit’ serta sekolah jadi tidak punya ciri khas. Hal ini benar adanya mengingat pembelajaran antara satu sekolah dengan sekolah yang lain akan sama saja jika mereka menggunakan buku teks yang sama
  • Guru jadi manja dan kurang mau bereksplorasi, padahal ciri guru professional adalah ia seorang sosok yang gemar mencari ide baru dan keluar dari pakem yang selama ini ada demi memuaskan rasa ingin tahu siswanya
  • Orang tua siswa akan stress sendiri melihat buku teks yang materinya terkadang sulit dan membuat orang tua siswa kesulitan mengajarkan kepada anaknya.
  • Sekolah akan stress sendiri dikejar-kejar oleh orang tua siswa yang mengukur keberhasilan belajar anaknya bukan dari pemahaman dan perubahan pengetahuan atau sikap namun dari penuh tidaknya buku teks milik anaknya.
  • Siswa akan terlihat bisa mengerjakan sebuah soal di buku teks namun akan kebingungan jika bentuk soalnya diganti
  • Di rumah bersama guru lesnya, siswa akan dilatih untuk mengerjakan soal di buku teks, bahkan melingkari tipis-tipis atau menghapalkan jawabanya duluan untuk kemudian ia akan terlihat bisa mengerjakan ketika ada di kelas

Untuk mengatasi ketergantungan yang tidak sehat guru terhadap buku teks berikut ini adalah hal yang mesti dilakukan oleh sekolah

  • Minta guru untuk berkelompok dan membentuk komite yang menulis sendiri kurikulum (scope and sequence)nya. Bisa mulai dari bidang studi inti seperti ; IPA, IPS, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.  Dengan demikian guru punya kemampuan untuk menulis sendiri pembelajarannya. Manfaatnya akan terjadi tahap dan kesesuaian dalam setiap tingkatan kelas. Dan di sekolah akan tercipta guru yang kreatif, yang  pandai memodifikasi buku teks, sebab ia tahu pasti kemampuan dan kualitas siswanya sendiri
  • Sekolah mesti adakan pelatihan mengenai startegi belajar mengajar agar guru punya koleksi strategi yang banyak dalam mengajar siswanya.
  • Saat membuat silabus, guru mesti menghindari untuk hanya berpatokan dengn buku teks siswa agar supaya indicator, SK dan KD nya selaras

Saatnya guru jadikan buku teks hanya sebagai salah satu sumber rujukan,sebagai seorang professional  ia tetap punya proyek pembelajaran dengan muridnya. Buku teks bukan kurikulum, buku teks berisi penafsiran pembuatnya terhadap kurikulum, sebagai seorang professional anda juga bisa lho. Kurikulum terbuka untuk ditafsirkan dipetakan saatnya jadikan buku teks sebagai salah satu mitra dan rujukan dalam mengajar.

 

Pertemuan guru dan orang tua di awal tahun, bagaimana sebaiknya?

 

image
image

image

Pertemuan guru dan orang tua di awal tahun ajaran punya peranan yang strategis dalam menentukan arah kerjasama antara sekolah dan rumah setahun penuh ajaran. Jika suasana pertemuan antara guru dan orang tua berlangsung positif maka sekolah akan menjelma jadi sekolah yang  sehat dan efektif. Sebenarnya apa makna penting pertemuan awal tahun ajaran, mari kia bahas satu persatu;

Bagi orang tua siswa ketika sekolah mengundang dirinya maka ia akan merasa;

  • Membuat dirinya merasa dihargai
  • Makin yakin bahwa ia telah memilih sekolah yang tepat bagi anaknya
  • Merasa bahwa saluran komunikasi di sekolah tempat ia menyekolahkan anaknya sehat dan bisa mendengar
  • Sebagai orang tua siswa ia mendapat bayangan apa saja hal yang akan berlangsung dan terjadi di sekolah dan kelas anaknya
  • Orang tua bisa mengenal lebih dekat guru anaknya

Bagi guru ketika ia berdiri di depan orang tua siswanya untuk berpresentasi maka ia akan merasa;

  • Menjadi guru profesional karena dirinya sendiri yang menjelaskan program kepada orang tua siswa yang ada di kelasnya sendiri
  • Makin percaya diri bahwa dirinya bisa menyampaikan yang terbaik kepada murid di kelasnya karena komunikasi sejak dini sudah terbangun di awal tahun ajaran

Berikut ini adalah mekanisme penyelenggaraan pertemuan awal tahun ajaran antara guru dan orang tua siswa

  • Diselenggarakan di hari ketiga di minggu kedua di awal tahun ajaran
  • Undangan dikirim satu minggu sebelumnya
  • Berlangsung paling lama satu jam
  • Berisi Tanya jawab, presentasi guru serta diskusi ringan mengenai hal yang penting untuk diketahui selama satu tahun ajaran
  • Topik pertemuan dibagi menjadi dua hal besar, pertama mengenai akademis dan kedua mengenai rutinitas yang menunjang produktivitas selama satu tahun ajaran
  • Diadakan di hari kerja setelah siswa pulang sekolah
  • Guru bidang studi pun ikut berkeliling memperkenalkan dirinya kepada orang tua siswa di tiap kelas
  • Diselenggarakan di kelas masing-masing, dengan menggabungkan 2 kelas menjadi satu dan guru-gurunya pun bergabung
  • Guru membuat presentasi yang berisi data pribadi dan apa saja yang akan dibahas di sepanjang satu tahun ajaran pada bidang studi matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan lain-lain
  • Presentasi yang guru buat juga berisi peraturan apa saja yang penting untuk guru ketahui, rutinitas serta hal-hal yang sifatnya jika diketahui akan membuat seorang siswa bisa sukses melalui satu tahun ajaran.
  • Orang tua yang hadir diminta mengisi daftar hadir di sertai kolom untuk mengisi nomor telepon agar mudah dihubungi jika ada jawaban mengenai pertanyaan yang ia berikan saat parent teacher meeting dan belum bisa dijawab oleh guru

Pertemuan antara guru dan orang tua yang sukses di tahun ajaran semakin meneguhkan  cara pandang guru yang sukses saat  selesaikan masalah di sekolah, karena iajadi mudah  tempatkan dirinya dari sisi siswa, orang tua siswa dan kepala sekolah. Orang tua siswa pun jadi dilatih untuk tidak begitu saja menyerahkan anaknya bulat-bulat ke sekolah tanpa kerja sama dan kontribusi nyata pada proses pembelajaran.

 

%d blogger menyukai ini: