33 tanda sekolah anda perlu berinovasi.

Impian semua pemimpin di sekolah agar kualitas guru gurunya meningkat. Kualitas guru yang baik adalah jaminan mutu sebuah sekolah. Perubahan dalam bidang pendidikan adalah keniscayaan. Utamanya dalam bagaimana melakukan perubahan pada diri individu yang ada di sekolah. Dikarenakan tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri.

Sering sekolah terjebak hanya memperhatikan komplen dari orang tua siswa baru kemudian bersedia melakukan perubahan. Padahal tanda atau sinyal untuk perubahan sudah sangat kentara sekali. Hanya saja sekolah kurang peka untuk melihat adanya kebutuhan bagi sekolah untuk berubah.

Dibawah ini adalah daftar bahwa sekolah anda harus segera berubah.

1. Sekolah bersuasana ‘datar’ dan pekerjaan guru hanya rutinitas semata. Kesibukan di sekolah hanya pada saat pembuatan rapor dan akreditasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sebelum tahun ajaran berakhir kepala sekolah duduk bersama dengan guru atau koordinator. Mendiskusikan event apa saja yang akan dilakukan satu tahun ke depan. Termasuk pendanaan dan siapa saja yang akan terlibat dalam kepanitiaan. Jika event sudah direncanakan maka guru akan bersemangat dan bersedia meluangkan waktu. Apalagi jika sudah direncanakan jauh jauh hari dan terprogram. Bagi event menjadi event hari besar nasional, event yang ada hubungannya dengan BK (kampanye anti bullying dll) sampai event olah raga. Kesemuanya akan mengasah kreativitas guru.

2. Sekolah minim program. Semua kesibukan hanya berkisar akademis saja atau upaya mendisiplinkan guru dan siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Aturlah urusan disiplin guru diatur dalam buku aturan pegawai (code of conduct). Untuk urusan disiplin siswa diatur dalam kebijakan aturan disiplin siswa. Kedua aturan tadi sebaiknya diperbaharui tiap dua tahun sekali. Sekolah yang minim program terjadi karena kepala sekolah dan guru memandang satu tahun ajaran sebagai kegiatan belajar mengajar yang diakhiri oleh acara pengambilan rapor saja.

3. Guru diposisikan hanya untuk mengajar. Guru tidak diberdayakan untuk punya ‘project’ yang mengasah kreativitasnya di sekolah.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manfaatkan sesi umpan balik saat supervisi guru sebagai cara untuk berkomunikasi antara kepala sekolah dengan guru. Setiap guru pasti punya impian bagi sekolahnya dan siswa yang ia ajar. Rangkum mimpi tersebut dengan mimpi guru lain yang sejenis dalam satu sekolah bahkan satu gugus atau kecamatan. Biasanya mimpinya tidak jauh jauh dari aspek literasi, teknologi dalam pembelajaran, kedisplinan siswa sampai aspek lingkungan hidup dan sarana prasarana. Kesemuanya pastinya jika terwujud akan bermanfaat bagi anak didik dan sekolah. Pastikan apa targetnya dan time line pencapaian dalam waktu satu tahun. Kepala sekolah menjadi jalan bagi guru gurunya untuk bisa saling berkolaborasi wujudkan mimpi di dalam dan di luar sekolah. Mimpi hanya bisa diwujudkan dengan kreativitas. Pimpinan berperan sebagai fasilitator bagi kreativitas guru yang dipimpinnya.

4. Suasana rapat di sekolah hanya satu arah belum ada dialog antara peserta rapat.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jadikan rapat anda efektif. Caranya adalah Membuat agenda rapat. Menentukan jumlah undangan rapat. Pastikan tepat sasaran sesuai tujuan rapat dan jenis rapat. Mencatat hal penting dalam rapat. Mengontrol berjalannya rapat. Tepat waktu. Hindari penggunaan gadget selama rapat. Usahakan durasi rapat singkat. Rapat tidak harus duduk. Bisa juga dilakukan sambil berdiri atau berjalan kaki. Tentunya menyesuaikan situasi, pengikut rapat dan agenda rapat.

5. Guru diposisikan bersaing dengan sesamanya dan bukan berkolaborasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manusia tentu makhluk yang kompetitif (gemar bersaing). Dalam sebuah lembaga pendidikan yang sehat makna persaingan ditransformasikan menjadi kolaborasi. Sebuah makna yang berarti kerjasama dan saling mendukung untuk sebuah tujuan besar. Jika sebuah sekolah masih ada istilah guru favorit atau kelas favorit maka sekolah sudah gagal dalam membentuk sebuah tujuan bersama. Keberhasilan sekolah dihasilkan dari kerjasama banyak pihak dan dukungan semua pemangku kepentingan. Tidak ada ‘Superman’ yang ada adalah ‘Superteam’. Tiap akhir tahun ajaran kepala sekolah menentukan target pencapaian tahun berikutnya. Tidak harus soal akademis. Target pencapaian bisa apa saja tergantung tantangan yang sekolah hadapi. Siapa yang paling tahu tantangan apa yang sekolah hadapi? mereka adalah guru dan orang tua siswa. Ajak komite sekolah untuk lakukan curah pendapat. Jika target pencapaian sudah didapat maka bentuk tim tim kecil yang akan mengerjakan target dan pencapaian. Dalam setahun kepala sekolah sibuk memantau tiap tim dan minta mereka rutin mempresentasikan kemajuan kerjanya dalam rapat yang dihadiri oleh semua pihak. Sebuah tujuan yang baik adalah tujuan yang masuk akal, berorientasi solusi dan selalu dikontrol dalam pengerjaannya. Semua akan mendapatkan manfaat dari situasi ini. Kerja kolaborasi akan berbuah budaya kerja dan kepemimpinan.

6. Guru tidak merasa dirinya dipercaya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah membuat struktur organisasi yang dinamis. Waka kurikulum, sarpras dan kesiswaan digilir tiap dua tahun. Buat proses pemilihan yang transparan dan memungkinkan siapa saja yang punya potensi untuk maju. Dalam setiap kegiatan rutin atau hari besar selalu angkat orang yang berganti ganti sebagai ketua yang berhak memilih teamnya sendiri. Hal ini demi membuat semua guru punya kesempatan untuk memimpin. Proses dalam berorganisasi di sekolah akan membuat guru timbul kepercayaan bahwa dirinya adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa memimpin.

7. Kiprah guru di luar sekolah dibatasi dan bukan difasilitasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kiprah guru diluar sekolah bisa berarti ikut pelatihan, memberikan pelatihan sampai berorganisasi. Jika sekolah ingin gurunya menjadi kreatif maka peluang berkegiatan diluar sekolah mesti dibuka lebar. Kepala sekolah hanya harus mengingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa di sekolah. Jika ada kegiatan diluar itu maka guru sebaiknya menyiapkan diri dan penggantinya agar siswa yang menjadi tanggung jawabnya tidak terlantar. Sekolah mempunyai daftar siapa saja guru yang punya kapasitas berikan pelatihan sampai guru mana saja yang perlu ikut pelatihan di luar sekolah. Kepala sekolah harus memegang data tersebut dan memastikan bahwa kiprah guru di luar sekolah sama suksesnya dengan kiprah ia di dalam sekolah.

8. Guru dibiarkan di zona nyaman, padahal pendidikan itu dinamis

Inovasi yang bisa dilakukan: Peran pemimpin sangat diperlukan disini. Pemimpin yang senang dengan pujian akan menikmati memanjakan guru asal semua guru menuruti apa keinginannya. Guru dibiarkan di zona nyaman dan tidak diberikan kesempatan melakukan inovasi. Bukannya membuat sibuk gurunya dengan meminta mereka melakukan inovasi tapi malah mengejar kepatuhan bawahan pada pimpinan. Semua inovasi yang diizinkan adalah inovasi yang dimengerti oleh pimpinannya. Awalnya guru akan senang senang saja menjalankan ABS atau Asal Bapak Senang. Lama kelamaan mereka akan gerah sendiri karena pekerjaan sebagai pendidik menjadi tidak menarik lagi karena pimpinan menjalankan agenda nya sendiri dan bukan melibatkan semua pihak untuk menentukan tujuan dan kolaborasi kerja bersama mencapai tujuan yang disepakati.

9. Guru muda/guru baru dibiarkan tercemar oleh guru lama yang apatis dan sudah bosan dengan profesinya.

Inovasi yang bisa dilakukan. Sibukkan semua guru dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna. Pimpinan cepat lakukan pemetaan mana guru senior yang kerjanya nyinyir dan cenderung menjadi provokator. Guru muda diberikan peran dan tips cara mengajak yang senior bekerja. Mereka yang senior perlu diberikan posisi yang diminta pertimbangan. Dengan demikian mereka akan senang terlibat dan tidak mengganggu program. Jika ada senior yang memilih untuk menjadi sosok yang negatif maka akan menjadi tugas kepala sekolah untuk membenahi. Supervisi guru juga bisa menjadi ajang bagi guru senior dan yunior kembali mengingat posisinya sebagai bagian dari team. Dikarenakan dalam situasi supervisi akan ada refleksi yang akan membuat individu guru kembali menjadi sosok yang profesional.

10. Sekolah gagal mengenali guru yang mulai terkena gejala burn out. Cirinya lelah mental, apatis sampai frustasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Siapa saja bisa mengalami burnout. Ada macam macam penyebabnya. Hal yang sekolah bisa lakukan adalah sekolah melakukan variasi antara target yang tinggi bagi guru di kelas nya, menjaga pengupahan dan jenjang karier sampai memberikan tanggung jawab lebih dari sekedar mengajar.

11. Sekolah membiarkan adanya pemimpin informal.

Inovasi yang bisa dilakukan: sekolah melakukan berdasarkan prinsip asset based management. Setiap orang memiliki potensi yang bisa diberdayakan. Potensi dan aset individu perlu dikenali dan diidentifikasi. Dalam pengembangan sekolah semua potensi perlu diajak bicara dan diskusi. Pemimpin informal tidak selamanya menjadi batu sandungan bagi sebuah usaha perubahan. Syaratnya adalah sekolah punya perangkat standar dan aturan. Jika orang itu adalah pemimpin informal yang punya jiwa yang baik. Maka ia akan merasa dirinya adalah bagian dari perubahan positif. Jika pemimpin informal itu adalah sosok yang tidak punya niat baik dengan standar dan aturan yang dimiliki sekolah ia akan tersingkir dan akan menjadi tidak relevan bagi orang orang disekitarnya.

12. Sekolah tidak punya cara/sistim dalam mendukung guru untuk lebih berhasil.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah melakukan penilaian, supervisi dan evaluasi diri bagi guru. Penilaian dan supervisi guru di sekolah seharusnya menjadi proses menyeluruh dan mendukung bagi pengembangan seorang guru. Proses penilaian kinerja guru mestinya dirancang untuk memastikan bahwa semua guru memiliki keterampilan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalankan peran mereka sebagai guru secara efektif. Cara yang paling efektif dalam menilai guru adalah dengan observasi dan evaluasi diri guru. Jika tujuan utama penilaian kepada guru adalah untuk menginformasikan pengembangan profesional dan mempromosikan pembelajaran, maka observasi dan evaluasi diri guru dapat memberikan alat yang berharga untuk memacu refleksi diri guru dan mencapai tujuan formatif sebagai seorang pendidik.

13. Relasi sekolah dan guru hanya sekedar memberikan upah/gaji

Inovasi yang bisa dilakukan: Proses perencanaan anggaran di sekolah selain untuk penggajian dan kesejahteraan mesti juga dialokasikan untuk biaya pelatihan dan pengembangan kompetensi. Sekolah yang baik adalah mempersiapkan guru gurunya dalam menjadi pendidik yang profesional. Bagaimana jika sudah dididik kemudian keluar karena ada tawaran gaji lebih tinggi? untuk itulah sekolah perlu menyiapkan cara agar karya cipta intelektual semua yang ada di sekolah tidak terbawa pergi saat si empunya pergi. Kalaupun guru yang sudah dididik tetap pergi anggap itu adalah sumbangan sekolah bagi masyarakat pendidikan dengan memberikan guru guru nya yang terbaik. Ada banyak situasi yang membuat seorang guru tetap bertahan mengajar di satu sekolah selama bertahun tahun selain masalah kesejahteraan juga karena pelatihan yang baik dan aplikatif.

14. Supervisi guru berlangsung datar dan formalitas saja. Guru tidak pernah ditanya ingin melakukan apa agar proses belajarnya lebih bermakna pasca supervisi guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Supervisi guru juga mesti memberikan kesempatan pada guru untuk membuat ‘personal goal setting’. Apa itu personal goal setting? Goal setting adalah proses yang kuat untuk berpikir tentang masa depan yang ideal bagi si pembuat, memotivasi diri sendiri untuk mengubah visi tentang masa depan dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan. Apa manfaat goal setting? Dengan melakukan goal-setting, guru akan memiliki tujuan jelas, sehingga guru dapat mengambil keputusan atau beraktivitas sehari-hari dengan arah yang sejalan dengan tujuan tersebut dan tidak lagi bingung. Kepala sekolah sebagai atasan dengan mudah bisa memandu dan mendampingi guru guru nya dikarenakan ia mengetahui arah pengembangan diri anak buahnya.

15. Sekali guru lakukan kesalahan maka sekolah akan langsung memberikan label negatif tanpa coaching dan pembinaan.

Inovasi yang bisa dilakukan: Melakukan kesalahan adalah kewajaran dalam proses melayani siswa di sekolah. Itulah sebabnya sekolah perlu mempunyai visi misi (yang selalu diupdate) yang kemudian diterjemahkan dan diturunkan dalam bentuk kebijakan (policy), peraturan dan SOP. Semua perangkat yang sudah didiskusikan dan disosialisasikan bersama sama dengan semua pihak di sekolah. Jika sekolah sudah mempunyai perangkat tadi maka kepala sekolah sebagai atasan hanya perlu mengingatkan dan mengajak gurunya kembali ke jalur yang sudah ditentukan bersama. Tidak perlu ada label negatif kepada guru yang melakukan kesalahan jika ada aturan yang jelas dan kepala sekolah fokus pada perbaikan.

16. Guru diterima bekerja bukan karena karakternya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi banyak sekolah swasta cara terbaik menghemat anggaran adalah dengan menerima fresh graduate atau yang baru lulus kuliah. Cara terbaik di saat ini untuk melihat karakternya adalah dengan meminta akun media sosial nya. Cukup meminta nama akunnya saja dan bukan passwordnya. Cara ini adalah cara terbaik untuk melihat bagaimana ia bersikap dan bermedia sosial. Jika ada hal hal yang tidak patut yang ia lakukan sebagai seorang calon pendidik hal ini bisa menjadi pertimbangan apakah ia layak diterima atau tidak. Saat sudah diterima pun guru mesti dipagari dengan kebijakan dan aturan yang membuatnya akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter.

17. Sekolah tidak punya peta jalan bagi seorang guru untuk berkembang.

Inovasi yang bisa dilakukan: Di sekolah negeri jenjang kepangkatan guru sudah diatur sedemikian rupa. Sementara di sekolah swasta ada banyak pilihan dan cara dalam menerapkan jenjang kepangkatan guru yang akan memberikan guru gambaran pengembangan dirinya sebagai profesional. Di sekolah swasta cara yang bisa diambil adalah menguatkan jabatan middle management. Apa yang dimaksud middle management? Manajemen menengah atau dalam profesinya adalah manajer menengah tugasnya membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau bisa juga karyawan operasional. Jabatan middle management di sekolah bisa saja merupakan koordinator year level, koordinator mata pelajaran, koordinator BK dan sejenisnya yang bisa membuat guru punya pengalaman memimpin. Jabatan middle management digilir selama satu atau dua tahun ajaran. Dengan demikian semua guru punya kesempatan dan pengalaman memimpin. Jika guru kenyang memimpin ia akan mudah diminta menjadi kepala sekolah atau diterima menjadi pemimpin di sekolah lain.

18. Hubungan atasan dan bawahan kaku. Guru tidak pernah/jarang mendapatkan umpan balik (feedback) bermutu.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah menempatkan dirinya juga sebagai pembelajar. Dengan tekun ia memonitor hasil belajar mengajar guru gurunya. Dengan demikan semua diskusi dengan guru adalah soal mutu pengajaran. Kepala sekolah dengan sabar mendengar jika guru guru nya perlu dukungan. Jika Kepala sekolah semata menempatkan dirinya sebagai sosok pemimpin yang haus kuasa dan selalu minta dihormati maka tak akan pernah guru dapatkan umpan balik konstruktif mengenai mutu pengajarannya. Dikarenakan rapat dan pertemuan dengan atasan isinya hanya mendengarkan isi pembicaraan satu arah yang isinya bahkan terus menerus diulang sampai bawahan yang hadir menjadi hapal. Guru akan bisa maju jika isi pembicaraan antara kepala sekolah dengan guru hanyalah soal bagaimana meningkatkan mutu belajar mengajar dan bukan yang lain.

19. Sekolah jarang kedatangan ahli yang bisa membantu guru mengembangkan cara mengajarnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jika mendatangkan seorang ahli perlu biaya yang besar, maka saatnya sekolah menumbuhkan budaya belajar. Budaya yang dimaksud adalah meminta setiap guru untuk tampil berbagi pengetahuan yang didapatkannya dari beragam sumber tiap minggunya. Misalnya dari buku, youtube atau seminar/pelatihan yang diikutinya baik online atau offline. Dengan demikian setiap minggunya setiap orang mendapatkan giliran tampil dan memaksa ia untuk belajar kembali demi bisa tampil didepan sesama rekan guru dengan baik dan lancar. Ada banyak manfaat salah satunya guru menjadi punya keterampilan public speaking yang akan membuat ia tampil percaya diri di depan KKG atau MGMP. Merupakan cara terbaik dan saat bersamaan sekolah jika ada dana tetap harus menghadirkan pembicara yang tentunya bukan orang yang hanya mengerti teori namun juga merupakan pembicara yang aplikatif dan saran sarannya mampu diterapkan di kelas oleh guru guru yang ikut pelatihannya.

20. Sekolah membiarkan guru gurunya lebih banyak berceramah di kelas daripada memfasilitasi siswanya agar aktif.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah harus menjadi orang yang kemudian mengawasi bagaimana guru nya mengajar. Jika ada guru yang duduk saja saat mengajar hampir pasti pembelajarannya monoton. Kepala sekolah perlu membuat semacam prosedur singkat bagaimana mengajar. Bagi tahapan mengajar menjadi empat yaitu pembukaan (berisi permainan ice breaking yang menggugah siswa), front loading (pembukaan materi yang memicu keingintahuan siswa atau kuis singkat demi mengingatkan siswa), pembelajaran inti (berisi siswa bekerja sama dalam kelompok dengan teknik pembelajaran kooperatif) sampai kemudian penutup (berisi test singkat yang berisi kuis yang membuat guru tahu bagaimana siswa belajar dan apa hal yang masih perlu diubah). Nah dari tahapan tadi hampir tidak menyisakan kesempatan guru bersantai. Apabila kepala sekolah melihat ke kelas maka yang akan dilihat adalah kesibukan guru dan siswa dalam belajar dan melakukan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan.

21. Orang tua siswa dilibatkan hanya bila ada perlunya saja.

Inovasi yang bisa dilakukan: Orang tua siswa di sekolah adalah sosok yang perlu sangat berhati hati dalam pelibatannya. Kemajuan sekolah sedikit banyak bergantung pada orang tua siswa. Intinya lakukan pelibatan yang jelas dan terstruktur. Sekolah tetap sebagai lembaga yang memgang kendali dengan mengandalkan pada tujuan dan visi misi sekolah. Dari situ semua usaha pelibatan orang tua siswa didefinisikan. Pembagiannya sederhana kapan dan dalam urusan apa orang tua siswa dilibatkan. Semua orang tua siswa senang diajak merencanakan sebuah kegiatan dan senang merasa terlibat. Dari sini sekolah bisa memulainya dengan pembagian peran yang membuat orang tua siswa merasa dihargai dan dilibatkan tentunya dengan tidak melanggar prinsip bahwa lembaga sekolah lah yang berwenang mendidik anak anak dan mengelola guru gurunya. Orang tua siswa bisa dilibatkan dalam hari besar agama dan nasional serta dalam acara dimana kehadiran orang tua dirasakan siswa dan guru membantu dan memperlancar. Sebuah hal yang terlarang bagi sekolah untuk mendekati orang tua siswa karena ingin orang tua menyumbang bagi kegiatan di sekolah atau membantu membelikan alat dan fasilitas sekolah. Biarkan proses itu berjalan dengan alami dengan pembagian peran yang masuk akal tanpa pihak orang tua merasa dirinya dimanfaatkan.

22. Hubungan guru senior dan guru yunior di sekolah tidak kondusif. Guru senior gemar mengkritik dan guru yunior sering makan hati karena tingkah rekannya yang senior.

Inovasi yang bisa dilakukan: Hal-hal yang bisa dilakukan kepala sekolah dalam hal ini adalah: Jika membuat team untuk kegiatan dan masalah apapun, selalu buat komposisi guru yunior dan guru senior secara seimbang, dengan demikian semua orang jadi belajar bekerja sama. Saat ada guru yang keluar dari sekolah untuk bekerja di sekolah lain untuk alasan apapun selalu lakukan wawancara dengan guru tersebut. Wawancara berguna untuk ketahui bagaimana situasi pekerjaan antara senior dan yunior serta jika ada masalah apakah usulnya akan perubahan. Guru yang akan keluar biasanya lebih blak-blakan dalam berpendapat karena dirasa sudah tidak ada beban lagi. Kepada guru yunior katakan bahwa sekolah siap menerima masukan demi perbaikan dan bukannya guru yunior mesti ikuti tata cara di sekolah tapi sekolah yang mesti ikuti saran guru baru sepanjang inovatif dan bertujuan baik. Karena bisa saja guru yunior tersebut berasal dari sekolah yang lebih baik atau punya kelebihan dalam bidang tertentu yang bisa memajukan sekolah.

23. Sekolah membiarkan sesama guru nyinyir jika ada rekannya yang kreatif di kelas. Akibatnya timbul praktik melabeli guru lainnya dengan label aneh, cari muka dan label buruk lainnya saat ada guru yang berusaha kreatif.

Inovasi yang bisa dilakukan: Arti kata “nyinyir” dalam bahasa gaul ? Cerewet. Terlalu banyak mengomentari. Arti yang lain adalah suka ngomel bersifat mengejek atau memandang rendah. Jika ada praktek ini di sekolah anda berarti ada budaya yang tidak baik yang berlaku. Budaya ini bahkan cenderung toksik atau meracuni sendi sendi kehidupan sebagai pendidik profesional. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan rutin untuk semua guru tanpa terkecuali. Dengan demikian semua guru punya tanggung jawab yang sama. Jika sekolah ingin lakukan bedah kelas (mendisplay/menghias kelas sehingga representatif) lakukan secara bergantian atau menggunakan sistem arisan sehingga semua kelas dikerjakan bersama dengan kreatif. Adakan selalu acara berbagi pengetahuan sehingga semua yang nyinyir akan larut menjadi sosok yang bersedia berbagi dan menghargai orang lain karena dipaksa secara halus untuk menjadi sosok orang yang senang belajar dan berbagi.

24. Inovasi guru kurang dihargai. Penilaian kinerja di sekolah subyektif dan bukan berdasar pada bukti pencapaian seorang guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Guru yang profesional dinilai kinerjanya tiap tahun ajaran selama satu semester sekali. Kepala sekolah lah yang berperan dalam menilai kinerja guru dikarenakan

  • Peran kepala sekolah sebagai lead learner atau pemimpin para pembelajar
  • Kepala sekolah sebagai penjamin mutu pendidik yang ada di sekolahnya
  • Kepala sekolah adalah orang yang bertugas menjadi coach bagi guru gurunya
  • Kepala sekolah adalah orang yang memastikan guru gurunya mengajar dengan baik

Menilai kinerja guru mempunyai beberapa prinsip

  • Keterbukaan dengan kriteria penilaian yang terbuka dan bisa dengan gampang diakses
  • Berlandaskan dengan 4 kompetensi guru
  • Mengutamakan prinsip guru yang baik adalah guru yang efektif dan kreatif dalam mengajar dan berjiwa profesional dalam membawakan diri sebagai guru
  • Kepala sekolah melihat dan mengobservasi guru saat mengajar dengan perjanjian (tidak mendadak)
  • Ada sesi feed back
  • Ada raport guru yang bersifat narasi (dikeluarkan setahun dua kali)
  • Bukan berdasarkan kedekatan dengan pimpinan
  • Berujung pada (berdampak) perubahan kesejahteraan

25. Pelatihan untuk guru hanya berkisar pada motivasi saja. Guru jarang diasah kompetensinya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi guru dan sekolah, pelatihan sangat penting, ibarat HP guru juga perlu di’charge’ supaya semangat dalam mengajar. Sayangnya pelatihan guru biasanya ‘hit and run’ alias materinya menempel sebentar terus hilang entah kemana. Belum lagi tema pelatihan yang datangnya dari atas alias dari pemilik atau pimpinan sekolah, guru semakin kurang tertarik.

Ciri pelatihan guru yang efektif adalah pembicara atau fasilitatornya adalah guru juga. Berisi tips & trik aplikatif supaya langsung bisa diterapkan. Guru dimotivasi lewat grafik, film dokumenter, artikel terkini di koran serta hal lain yang membuat guru bersedia belajar dan berubah

Ramuan pelatihan guru yang aplikatif terdiri dari motivasi 10%, tips & trik mengajar 70%, background teori 20%. Sekolah boleh memotivasi habis-habisan gurunya agar semangat mengajar & cinta pada profesinya, namun tetap hal yang aplikatif yang tetap dinanti.

26. Sekolah lalai dalam menyimpan kreativitas guru gurunya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah minta guru membuat blog pribadi yang dikompilasikan ke dalam situs website sekolah. Blog sebagai sebuah alat untuk berefleksi sangat layak untuk digunakan para pendidik. Pendidik yang sadar bahwa dunia mengajar adalah dunia dimana seseorang memungut serpihan kebajikan dan kebijakan dalam keseharian untuk kemudian dihantarkan pada siswa akan senang melakukan blogging. Blogging disisi lain juga bisa dijadikan sarana untuk berkhayal (berdasarkan kurikulum lho) mengenai hal apa saja yang akan dilakukan seorang guru di minggu mendatang dan setelah ia melakukan rencananya di kelas ia akan update mengenai hal apa yang kurang atau sudah terjadi di kelas. Saat semua pendidik dalam satu sekolah sudah menulis blog maka dengan mudah sesama guru, kepala sekolah, siswa dan orang tuanya akan senang untuk melihat kembali jalannya pembelajaran karena semua tersimpan rapi di blog.

27. Sekolah meyuburkan komunitas ‘yes man’ atau ‘asal bapak senang’ dan bukan komunitas pembelajar.

Inovasi yang bisa dilakukan: Berikut ini adalah cara yang bisa ditempuh menuju pembentukan masyarakat pembelajar disekolah.

1. Melakukan pembinaan kompetensi guru yang berkelanjutan. Hal ini sangat diperlukan untuk memelihara kompetensi serta kemampuan guru untuk bisa menjadi profesional saat mengajar dikelas. Untuk mewujudkan pembinaan ini sekolah bisa mengadakan pembinaan kompetensi dengan memanggil ahli dari luar komunitas sekolah atau dari dalam sekolah sendiri. Pihak leadership team dengan demikian perlu membuka diri dan memberikan dukungan baik secara dana maupun kebijakan yang menyuburkan prektek berbagi pengetahuan ini.

2. Pelatihan yang diadakan perlu memperhatikan prinsip berikut ini.

  • Relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh guru.
  • Bersifat metode praktek dan langsung bisa dipraktek kan dikelas.
  • Merupakan sebuah keterampilan yang bisa membantu guru dalam banyak haldi dunia pembelajaran. Misalnya pelatihan mengenai pemetaan pemikiran. Guru dapat menggunakan metode penedekatan belajar ini dalam setiap subyek mata pelajaran.
  • Belajar aktif. Hindari jenis pelatihan yang membuat peserta duduk diam dan hanya mendengarkan saja.
  • Lintas kurikulum. Dengan mengunakan prinsip ini semua guru akan mendapat manfaatnya.

3. Mulailah mencari dan mengkalkulasi minat atau keahlian yang bisa dibagi dari dalam komunitas sekolah dulu.

Buatlah daftar keahlian dari semua komunitas sekolah. Hal-hal yang biasanya menjadi minat, pengalaman atau keahlian dari guru yang dapat dibagi dengan teman sejawatnya adalah

  • Teknologi.
  • Kebutuhan khusus, mengajar anak yang berkebutuhan khusus
  • Matematika
  • Permainan untuk mendukung pembelajaran
  • Manajemen kelas
  • Manajeman perilaku anak
  • Mengelola orang tua
  • Buku terbaru yang bermanfaat bagi pendidikan
  • Berbagi pengalaman sepulang dari acara atau workshop di luar sekolah. Sekolah hanya perlu membiayai satu atau dua orang untuk datang, setelah itu orang yang datang harus berpresentasi membagi pengetahuannya.
  • Hal-hal lain yang sifatnya praktis dan dirasa berguna dan membantu tugas guru sehari-hari.

4. Waktu untuk berbagi.

  • Hari -hari khusus, biasanya 3 hari menjelang tahun ajaran dimulai
  • Pertemuan antara guru bidang studi, di dalam atau diluar sekolah (gugus)
  • Setelah jam pelajaran berakhir
  • Serta waktu-waktu yang memungkinkan lainnya untuk diadakan pelatihan singkat yang bermanfaat.
  • Rapat seluruh guru

Komunitas yes man atau ABS (asal bapak senang) terbentuk karena guru guru terjepit pada tipe atasan yang menginginkan satu suara pada setiap masalah alias menggunakan pendekatan otoriter. Sehingga daripada ribut atau memakan waktu lebih baik iyakan saja yang penting aman.

28. Sekolah membiarkan guru gurunya punya standar sendiri sendiri dalam mengelola kelasnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membuat standar prosedur dalam guru mengelola kelas. Sekolah menyediakan dua jenis aturan. Pertama adalah aturan yang berlaku di sekolah secara menyeluruh. Ia bersifat umum dan mengacu kepada aturan yang bersifat mengikat semua dalam lingkup satu sekolah. Aturan yang bersifat satu sekolah ini kemudian dimasukkan ke dalam aturan bagi siswa yang dimasukkan ke dalam buku saku siswa atau student handbook.
Yang kedua adalah sekolah membolehkan tiap wali kelas membuat aturan yang bersifat mengikat di kelasnya saja. Tentu saja aturannya menerapkan teknik disiplin yang positif. Disiplin positif merupakan pendekatan mendidik anak untuk melakukan kontrol diri dan pembentukan kepercayaan diri. Disiplin berbeda sama sekali dengan hukuman meskipun disiplin sering diterapkan dengan menggunakan teknik hukuman.Cara mengajarkan disiplin positif pada anak. Kenalkan disiplin sejak dini. Rutinitas adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak dan dapat membantu dalam proses belajar disiplin anak. Diskusikan setiap aturan dan kesepakatan yang dibuat. Berikan konsekuensi logis. Bersikap tegas, bukan marah.
Jika sekolah membiarkan guru punya standar sendiri maka akan dikenal guru killer, guru kejam, guru galak atau sebaliknya guru lembek, guru santuy yang membuat harga diri guru menjadi berkurang. Jika situasi ini yang terjadi maka guru tidak akan efektif mengajar. Ia hanya akan sibuk mendisiplinkan siswa selama satu tahun ajaran dan menyalahkan siswa jika target pembelajarannya tidak tercapai. Padahal guru lah yang tidak berhasil memastikan aturan kedisplinan dijalankan dengan baik. Dengan demikian diperlukan campur tangan sekolah lewat aturan yang mengatur perilaku siswa dengan konsisten, komitmen dan adil.

29. Sekolah membiarkan sebuah kasus (dilakukan guru atau siswa) yang sebenarnya merupakan sebuah puncak gunung es.

Inovasi yang dilakukan: Sekolah tidak pernah menganggap enteng masalah yang terjadi di sekolah. Baik itu situasi antar guru dan siswa, guru dan guru, guru dan kepala sekolah sampai antara guru dan orang tua siswa. Semua masalah didata dan dicarikan jalan keluar. Masalah yang sering terjadi adalah bullying dari siswa ke siswa, guru ke siswa bahkan siswa ke guru biasanya dianggap hal biasa saja di sekolah yang tidak efektif. Di sekolah yang efektif aturan diberlakukan dan ditinjau secara rutin (2 tahun sekali) sesuai dengan kasus yang terjadi. Tiap kasus didokumentasikan dan dicarikan jalan keluar dengan mengandalkan solusi jangka panjang. Sekolah tampil sebagai lembaga yang mau belajar dari kesalahan tidak susah untuk meminta maaf jika ada kelalaian dari staf atau pelayanan lembaga kepada siswa dan orang tua siswa. Dalam penerapan sangsi semua pihak dilibatkan dengan tujuan mendidik sambil memikirkan solusi jangka panjang. Dengan demikian semua peristiwa dimaknai dan dijadikan tangga menuju keberhasilan mendidik dan menciptakan generasi yang lebih baik.

30. Guru kesulitan menjawab jika ditanya apa karakter/budaya sekolahnya

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah memulai menanamkan budaya sekolah lewat penerjemahan visi misi sekolah terlebih dahulu. Bagaimana jika visi misi sekolah lama tidak terupdate? nah saatnya sekolah memutakhirkan terlebih dahulu visi misinya sesuai tantangan zaman. Tahap berikutnya adalah menurunkan definisi dari visi misi dan tujuan sekolah menjadi jenis jenis karakter yang kemudian menjadi andalan sekolah dalam bersaing dengan sekolah lain dalam hal mutu lulusan. Profil Pelajar IB (atau biasa disebut sebagai Learner Profile) terdiri dari sepuluh atribut, yang bersama-sama mengekspresikan nilai-nilai yang melekat pada rangkaian pendidikan internasional IB (IBO 2008). Budaya yang dikembangkan antara lain: (inquirer) penanya, berpengetahuan, pemikir, komunikator, berprinsip, berpikiran terbuka, peduli, pengambil risiko, seimbang dan reflektif.

Cara mengembangkan budaya di sekolah sebagai sebuah komunitas

  1. Yayasan, kepala sekolah dan guru duduk bersama membicarakan mengenai karakter/budaya apa yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan jaman
  2. Membentuk kelompok kerja (work group) yang tugasnya membuat detail sikap atau perilaku yang diinginkan sesuai dengan tingkatan kelas. Artinya untuk satu karakter misalnya ‘bekerja sama’ klas TK sampai kelas 2 duduk bersama membicarakan detail sikap yang diinginkan dari sebuah karakter kerja sama. Kemudian kelas 3 sampai kelas 6 dan seterusnya.
  3. Jika sudah didapatkan dimulailah proses ‘memasyarakatkannya’. Karakter yang sudah didapat dari hasil rapat dengan seluruh komunitas sekolah dibuatkan deskripsi singkatnya.
  4. Proses memasyarakatkan yang saya maksud adalah;
  • Sekolah mengadakan pelatihan dan workshop bagi para guru
  • Sekolah mencetak poster 2 versi  (untuk diluar sekolah dan untuk didalam kelas) yang berisi karakter serta penjelasannya
  • Sekolah mengadakan workshop dan pelatihan untuk guru, admin atau tata usaha dan orang tua.

Tugas Guru dalam mensosialisasikan budaya

  1. Memberi saran pada works group mengenai karakter apa saja yang kira-kira cocok untuk diterapkan di sekolah
  2. Menempelkan karakter yang sudah sekolah cetak untuk ditempel di kelas masing-masing.
  3. Menggunakan kalimat yang berisi karakter saat memuji siswa, dan saat percakapan sehari-hari di kelas misalnya “Andi kamu hebat sekali karena hari ini percaya diri berpresentasi tampil di depan teman-teman mu.

Tugas kepala sekolah dan kepala bidang kurikulum dalam mensosialisasikan budaya/karakter

  1. Membuat desain raport penilaian yang didalamnya tertera karakter
  2. Memastikan guru untuk menggunakan penilaian yang mencakup karakter-karakter yang sudah menjadi persetujuan.

31. Visi misi sekolah sudah lama tidak diupdate dan hanya menjadi pajangan yang guru dan murid bahkan sudah tidak peduli lagi dengan butir dan isinya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membentuk gugus tugas yang bekerja sama membuat kembali visi misi sekolah. Cara membuat kembali visi misi sekolah. Bersama dengan semua pemangku kepentingan menentukan tujuan perusahaan. Secara bersama mempertimbangkan nilai-nilai sekolah. Visi misi sekolah menjelaskan bagaimana sekolah akan beroperasi. Visi misi berorientasi masa depan. Visi misi tidak ambigu.

Visi dan misi merupakan elemen yang sangat penting dalam sekolah, dimana visi dan misi digunakan agar dalam operasionalnya bergerak pada track yang diamanatkan oleh para stakeholder dan berharap mencapai kondisi yang diinginkan dimasa yang akan datang sebagai sebuah perwujudan dari tujuan. Sebuah sekolah yang tidak memiliki visi dan misi yang jelas, tentulah akan berdampak pada keadaan yang tidak terkontrol serta tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai masa depan.

32. Sekolah tidak mengatur bagaimana etika relasi antara guru dan guru, guru dan siswa, guru dan orang tua siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membuat kode etik bagi guru gurunya. Kode Etik menjelaskan standar perilaku profesional yang mendorong kepatuhan terhadap nilai-nilai di sekolah. Ini memberikan kerangka kerja bagi guru untuk mendukung pengambilan keputusan etis sehari-hari sebagai pendidik. Kode etik yang dibuat oleh sekolah memberikan panduan dan memprioritaskan nilai-nilai untuk mempengaruhi cara para profesional menjalankan tanggung jawab yang mereka rasakan dan mewujudkan pengetahuan etis sebagai pendidik. Ada berbagai kemungkinan pendekatan kode etik yang mengidentifikasi tujuan pendidikan dan mengartikulasikan peran guru. Kode etik bisa mengenai seragam, cara berpakaian, cara bersikap sampai cara berkomunikasi dengan profesional. Kode etik ini dibukukan dan menjadi panduan bagi semua pihak.

33. Angka turn over (pergantian) atau keluar masuk guru yang sering.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah menyeimbangkan antara aspek tantangan dalam pekerjaan dan aspek kesejahteraan. Jika sekolah terlalu fokus pada kesejahteraan guru tanpa memberikan tantangan maka guru akan kehilangan keasikan bekerja dan cenderung sibuk pada rutinitas saja. Sebaliknya jika tantangan pekerjaan saja tanpa fokus pada kesejahteraan maka guru akan mudah patah semangat. Hal yang menyebabkan guru pindah ke sekolah lain adalah mungkin saja masalah kesejahteraan, masalah atasan atau kerja sama dengan sesama guru. Sekolah yang efektif sibuk mencari jalan keluar agar guru gurunya betah tanpa memaksa atau memanjakan.

Demikian hal yang bisa saya rangkum dan menjadi tanda atau sinyal bagi perbaikan sebuah sekolah menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik.

Resep sukses menjadi guru profesional dan berkarakter di era 4.0

Saat saya tidak punya judul untuk ditulis. Saya biasa melihat judul judul seminar yang ada di google. Alhasil judul tulisan kali ini seperti judul seminar bukan? Menjadi guru profesional adalah sebuah perjalanan. Dikarenakan ia memerlukan karakter baik yang menjadi energi sukses mencapai tujuan. Apa saja tipsnya? silakan dicermati sesuai judul diatas.

  1. Jadikan mengajar sebagai misi anda. Akan ada bedanya sesorang yang menjadikan mengajar sebagai misi dan seseorang yang menjadikan profesi mengajar sebagai murni pekerjaan sekedar cari uang. Apa misi anda? mendidik anak bangsa kah atau membuat siswa punya daya saing di masa depan. Hanya anda yang tahu. Hal yang pasti harus sebuah hal yang positif dan terhubung dengan masa depan anak didik. Buat brand anda sendiri di media sosial sebagai guru profesional. Caranya hati hati saat bermedsos dan bagikan hal yang sudah pasti bermanfaat bagi orang lain saja.
  2. Refleksikan kembali bagaimana cara anda melalui hari hari sulit anda dalam berkarier. Hari hari sulit yang saya maksud bisa macam macam. Dari diomeli oleh orang tua siswa sampai mendapatkan siswa yang bermasalah dengan perilaku. Percayalah bahwa cara anda mengendalikan pikiran dan perasaan adalah yang paling penting. Fokus pada apa yang bisa anda bisa kontrol dan segera cari bantuan agar masalah anda lekas selesai.
  3. Perlahan mengubah karakter diri sendiri. Miliki tujuan dalam karier dan arahkan kesana semua daya dan upaya. Namun semua upaya anda dalam mewujudkan karakter diri akan percuma saat bertemu dengan orang yang toksik. Ciri mereka adalah: Membuat kita merasa bersalah. Manipulatif. Tak pernah meminta maaf. Tidak konsisten. Selalu menciptakan drama.
  4. Bagaimana cara menghindarinya? Putuskan percakapan. Berani katakan ‘Tidak’. Abaikan. Pergi saat mereka bahas topik negatif. Jika ia adalah atasan anda buang semua perkataannya dari pikiran anda dan lanjutkan hidup. Jangan Biarkan mereka memengaruhi anda secara emosional. Jangan terlalu banyak memberi penjelasan kepada orang tipe toksik.
  5. Hadapi tantangan. Jalani hari hari dimana semua terasa sulit. Tabah saat menghadapi apapun yang ada didepan jalan yang sedang ditempuh demi kebaikan. Mundur sedikit tak apa untuk kemudian maju dengan pesat dengan ilmu dan perspektif yang baru.
  6. Menerima kritik. Segera cari apa yang bisa dilakukan dengan saran yang diterima. Jadikan masukan sebagai tangga menuju pencapaian berikutnya. Menempatkan sekolah dan siswa di atas diri sendiri. Terobsesi untuk mencari solusi pada masalah belajar mengajar dan menjadi guru profesional, bukan masalah pribadi.
  7. Hati hati dan pandai memilih teman. Hindari menjadikan sesama guru yang hanya berorientasi materi dan sedang alami kelelahan jiwa (burn out) sebagai teman. Ciri cirinya adalah orang tersebut apatis, selalu berburuk sangka pada keadaan serta frustasi. Ingat pikiran dan perilaku jelek akan menular.
  8. Perilaku siswa tidak ada hubungannya dengan pribadi atau harga diri anda. Bersikaplah tenang saat siswa ada yang bermasalah dengan perilaku. Pelajari dan cari tahu dari guru guru yang pernah mengajarnya agar anda dapatkan resep dalam menimbulkan sisi baik anak tersebut.
  9. Perhatikan penampilan. Terlalu modis juga jangan. Pastikan bahwa orang lain nyaman berada didekat anda. Mari berpenampilan profesional saat yang sama juga tetap enak dilihat dan sesuai dengan di tingkat apa anda mengajar.
  10. Bersikap waspada dan hati hati saat di keramaian dan saat bersama dengan orang lain di tempat umum di sekolah. Bisa di ruang guru atau dalam acara di sekolah. Lakukan observasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Amati kebiasaan dan cara orang orang yang ada di sekitar anda agar tidak salah langkah. Hindari memonopoli barang atau alat kerja milik bersama.
  11. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Guru yang lain akan terlihat lebih sukses kalau yang dibandingkan adalah masa kerja atau jabatan. Bandingkan diri anda dalam kaca mata inovasi. Jika anda terbiasa berinovasi maka orang lain akan melihat kinerja dan pencapaian yang anda berikan pada sekolah dan bukan siapa anda dan sudah berapa lama anda mengajar.
  12. Pintar memotivasi diri sendiri. Saat anda kelelahan dan tidak punya motivasi. Ingat ingat murid anda di masa lalu yang karena anda sikap dan perilakunya sudah berbeda atau bahkan menjadi orang yang berhasil. Syukuri bahwa anda adalah bagian dari sebuah keberhasilan orang yang anda didik.

Pekerjaan seorang guru sebenarnya sangat simpel. Ada prinsip Mark (nilai), Plan (rencanakan) dan Teach (ajarkan). Ketiga prinsip tadi yang anda harus terus latih, poles dan refleksikan terus sudah sebaik apa anda melakukannya.

Cara terbaik adalah gunakan teknologi, kerjakan hal yang sulit dahulu dengan relaks dan fokus. Pahami diri anda sendiri dan punya ukuran khusus diri anda sendiri mengenai sosok guru yang sukses dalam mendidik dan terbuka untuk masukan dari siapapun. Dijamin anda akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter. Selamat mencoba

Penilaian formatif tipe tanpa teknologi dan menggunakan teknologi. Mana yang cocok untuk anda?

Penilaian Formatif mengacu pada proses berkelanjutan yang dilakukan siswa dan guru ketika mereka:

  1. Fokus pada tujuan pembelajaran.
  2. Mengambil tolak ukur dan mencatat di mana hasil pekerjaan siswa saat ini dalam kaitannya dengan tujuan akhir pembelajaran.
  3. Mengambil tindakan yang diperlukan untuk bergerak lebih dekat ke tujuan pembelajaran.

Ada dua cara dalam melakukan Penilaian Formatif. Ada dengan teknologi yang minim serta teknologi Jarak Jauh yang dapat mempermudah pengumpulan data terkait Penilaian Formatif.

Penilaian formatif minim teknologi.

Berikut ini cara berteknologi rendah yang berbeda untuk mengukur pemahaman siswa:

  1. Pemeriksaan Siswa Individu-Ini bisa sangat bagus tidak hanya untuk penilaian formatif tetapi juga untuk kondisi sosial-emosional siswa .
  2. Breakout room-Penilaian formatif dapat memberi tahu kita banyak tentang apa yang siswa pahami tentang pembelajaran dan mana yang dilakukan. Sekarang dengan breakout room kelompok di Zoom, Teams, dan Google Meet, Anda tidak hanya dapat mengidentifikasi apa yang dibutuhkan siswa, tetapi juga memberikan lebih banyak instruksi langsung kepada kelompok yang lebih kecil.
  3. Tiket Masuk/Keluar-Memiliki form sederhana yang dapat Anda minta agar siswa menjelaskan apa yang mereka pelajari hari itu atau pembelajaran apa yang masih mengalami kesulitan dapat menjadi alat yang berharga dalam pembelajaran jarak jauh.
    Ide Tiket Masuk
    – Identifikasi 3 poin yang Anda ingat dari pelajaran kemarin
    – Hal yang paling menarik minat saya tentang topik ini sejauh ini adalah__
    – Saat ini saya merasa _ tentang pelajaran ini karena saya __
    Ide Tiket Keluar
    – Apa 3 poin yang Anda ambil dari pelajaran hari ini?
    – Apa 3 hal yang masih kamu ragukan?
    – Apa yang Anda harapkan untuk dipelajari dalam pelajaran kita berikutnya?

Penilaian formatif dengan menggunakan teknologi.

Plickers adalah alat pembelajaran gratis, dapat diakses, dan menarik yang digunakan oleh jutaan guru di seluruh dunia untuk menilai siswa mereka dan mengumpulkan hasil secara instan di kelas. Sebagai guru, Anda akan memiliki akses ke akun Plickers gratis.

Padlet. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan tanggapan individu terhadap sebuah pertanyaan, mengurutkannya ke dalam kategori, dan membuat representasi dari kurasi yang kemudian dapat dibagikan kepada siswa? Padlet dapat menyelesaikan tugas seperti itu dalam waktu kurang dari satu menit! Siswa dapat mengetik tanggapan mereka (secara anonim atau terkait dengan nama mereka) untuk sebuah pertanyaan atau prompt, yang kemudian muncul di Padlet (papan buletin virtual). Guru dapat memperbarui tampilan secara real-time dan mencari masukan siswa untuk mengkategorikan tanggapan atau menunjukkan hubungan.

Tiktok. Sesuai untuk siswa sekolah menengah (yang mungkin sudah mengunduh aplikasi populer di perangkat seluler mereka), guru dapat menugaskan siswa untuk membuat video TikTok berdurasi 60 detik atau kurang untuk menunjukkan pemahaman mereka. Siswa dapat membuat simulasi, sandiwara, analogi, atau ilustrasi pada aplikasi serbaguna dan mudah digunakan ini.

Formative, yang juga dikenal sebagai GoFormative, adalah alat berbasis web yang memungkinkan guru membuat penilaian, tugas, atau tugas formatif digital yang mudah diakses dari perangkat elektronik apa pun: laptop, tablet, atau smartphone

Poll Everywhere adalah layanan online yang memungkinkan guru mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Siswa menjawab pertanyaan menggunakan ponsel, Twitter, atau browser web mereka. Baik pertanyaan maupun tanggapan siswa ditampilkan secara langsung di Keynote, PowerPoint, dan/atau di web.

Socrative adalah sistem respons siswa berbasis cloud yang dikembangkan pada tahun 2010 oleh siswa sekolah pascasarjana yang berbasis di Boston. Hal ini memungkinkan guru untuk membuat kuis sederhana yang dapat dilakukan siswa dengan cepat di laptop – atau, lebih sering, melalui komputer tablet kelas atau ponsel cerdas mereka sendiri

Nearpod adalah alat online yang memungkinkan guru menggunakan pengajaran berbasis slide baik di kelas maupun dari jarak jauh (hybrid). Guru dapat membuat banyak sumber belajar interaktif berbeda yang memungkinkan siswa untuk terlibat dan belajar melalui perangkat mereka atau satu layar di dalam ruangan

13 perubahan yang layak dilakukan di sekolah

cpyk3t4usaqlnfs

cc8uv3rw8aesrpb

Perubahan di sekolah termasuk hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang ingin ada di dunia pendidikan dikarenakan jam kerja yang fleksibel dan beban pekerjaan yang dipandang ringan. Padahal dengan tantangan pendidikan saat ini, hal tadi justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.

Perubahan yang dipandang menantang untuk dilakukan di sekolah adalah perubahan menuju kepada:

Lanjutkan membaca “13 perubahan yang layak dilakukan di sekolah”

3 Tipe kemitraan guru dan kepala sekolah


Di sekolah swasta, seorang guru saat menjalani proses perekrutan hampir pasti akan diwawancarai oleh kepala sekolah. Jika diterima sejak itu akan terjalin pola hubungan kerja yang ada beberapa tipe macamnya.
1. Tipe boss dan karyawan

Hubungan kerja jenis ini rawan konflik karena kepala sekolah hanya akan melakukan kontak dengan gurunya jika gurunya ada kesalahan atau kepala sekolah ingin menyuruh sesuatu. Selama satu tahun ajaran bisa dihitung kapan interaksi terjadi. Interaksi yang formal biasa terjadi saat supervisi.

2. Tipe coach dan mentor

Pola interaksi atau hubungan ini bisa terjadi jika kepala sekolah sadar betul bahwa guru adalah kunci sukses sebuah perubahan di sekolah. Selama satu tahun ajaran beberapa kali guru dan kepala sekolah rutin bertemu. Kedua belah pihak punya semacam catatan yang berisi target serta strategi apa dan dalam jangka waktu berapakah sebuah sasaran akan dicapai. Kepala sekolah mulai dari kelebihan yang dimiliki guru gurunya, guru menjadi terbuka karena ia tahu kepala sekolah peduli dan sudi membantu agar ia sukses dalam berkarier sebagai pendidik.

3. Tipe ahli dan pemberi tugas.

Tipe interaksi ini biasa terjadi pada guru yang dianggap ahli dan mumpuni. Sekolah bahkan tidak memberikan job des pada guru ini. Guru menentukan sendiri target targetnya. Kepala sekolah jadi pihak yang memberi kebebasan dan tinggal memberikan gambaran hal apa yang ia ingin guru tersebut. Secara rutin kedua belah pihak bertemu untuk mengecek target ketercapaian .

Tipe yang manakah yang sedang anda jalani sekarang?

Hal apakah yang menurut anda akan membawa keberhasilan dalam pola kemitraan guru dan kepala sekolah?

Mari berbagi lewat kolom komentar.

Tips Menyatukan guru senior dan guru yunior di sekolah

Guru juga manusia biasa, saat berkenaan dengan pertemanan sesama guru adakalanya persoalan senior dan yunior mengemuka. Guru yang senior merasa paling pengalaman dan guru yang yunior atau masuk belakangan dianggap tidak tahu apa-apa. Padahal bisa saja orang yang dianggap yunior bisa saja lebih berpengalaman dalam hal lain dan ditempat lain bahkan jika orang itu lebih muda. Karena umur bukan ukuran seseorang berpengalaman atau tidak. Jika tidak hati hati dalam hal ini sekolah akan terjerumus menjadi tempat yang tidak menyenangkan dan guru akan mudah pindah hanya karena suasana kerja yang tidak kondusif.

Banyak sekolah yang ambil cara gampang dalam menyatukan si senior dan yunior dengan cara adakan kegiatan outing, outbond dan sejenisnya. Sah saja jika sekolah punya dana yang banyak, namun ada cara yang bersifat tahan lama dan bisa menjadi budaya yang positif dari sebuah sekolah. Karena semua orang jadi berkontribusi semampu mereka.

Lanjutkan membaca “Tips Menyatukan guru senior dan guru yunior di sekolah”

Budaya sekolah yang sehat membuat sekolah menjadi efektif

Bj-spX3IIAAhMg0Budaya dalam sebuah organisasi adalah hal yang penting, sangat penting sampai-sampai menentukan arah perubahan sebuah sekolah. Sekolah yang memilih untuk menjalankan sekolah sesuai dengan rutinitas saja tanpa berusaha menumbuhkan budaya akan menuai ‘capek hati’ dan ‘capek pikiran’ karena pergerakannya hanya dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Tanpa adanya budaya sebagai pondasi yang membuat guru-guru lebih kuat dan siswa jadi senang belajar.

Apa saja budaya sekolah yang penting dan layak untuk dikembangkan?

  • Aspek budaya yang menyangkut nilai-nilai yang baik atau values. Guru akan mudah patah semangat jika bekerja di sekolah yang tidak punya values. Semua values adalah semua hal yang baik, dalam Islam ada Akhlakul Kharimah yang penting untuk menjadi pegangan dalam sesama manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Jika sekolah punya nilai yang positif maka guru dan siswa akan berlomba-lomba memberikan sumbangan kontribusi bagi kemajuan sekolah. Peran pimpinan sekolah dan yayasan juga memainkan hal yang sangat penting dalam penanaman nilai di sekolah sebagai contoh dan sebagai pihak yeng menentukan tolak ukur keberhasilan penanaman nilai-nilai, tentunya dengan menyertakan semua elemen yang ada di sekolah seperti orang tua, siswa, guru dan komunitas.
  • Budaya menghadirkan pengalaman belajar dan memimpin. Sekolah yang baik dengan niat yang baik mengajak siswanya untuk bersuara dan punya andil dalam pengambilan keputusan. Organisasi seperti OSIS atau Student Council akan membuat mereka merasa senang dilibatkan dan didengar suaranya. Siswa juga akan dihadapkan pada contoh kasus yang penting dalam organisasinya, diharapkan siswa bisa merasakan contoh kasus-contoh kasus yang membuat aspek kepemimpinannya berkembang. Apalagi jika secara intensif guru diberikan dorongan untuk melibatkan siswanya dikelas dalam upaya memberikan pengalaman belajar, sekolah mesti selangkah lebih maju dalam membuat pengetahuan masuk kedalam pikiran siswanya dengan tidak lagi sekedar mengajak mereka menghafal namun sudah sampai pada tataran mengerti karena mengalami.
  • Budaya Inovasi: Inovasi adalah semua hal yang bisa guru dan sekolah lakukan dalam membuat praktek pembelajaran menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tugas sekolah membuat gurunya tidak takut salah dan nyaman dalam berinovasi. Tugas guru adalah memantapkan hati bahwa inovasi yang ia lakukan penting sebagai cara membuat dirinya berarti sebagai guru professional dengan cara berinovasi demi siswa. Sekolah yang efektif menyediakan pembiayaan dan dukungan secara struktur agar kreativitas dan inovasi bisa berkembang sesuai dengan kemampuan.
  • Budaya kerja sama: Bagaimana guru baru dan guru senior bekerja sama? Bagaimana guru dan siswa bekerja sama? Bagaimana guru dan orang tua siswa bekerja sama, bagaimana kepala sekolah dan guru bekerja sama, bagaimana kepala sekolah dan orang tua siswa bekerja sama? Sampai bagaimana sekolah dan masyarakat bekerja sama. Kesemua pertanyaan tadi membuat sekolah makin maju dan berkembang. Sekolah di jaman sekarang makin tidak bisa berdiri sendiri, sekolah yang lalai membina budaya bekerjasama dan berkolaborasi melewatkan bantuan dari orang lain yang mestinya bisa membuat sekolahnya makin maju dan berkembang dengan cara yang unik dan tiada duanya. Prinsip kerja sama adalah meniadakan ego untuk satu tujuan, sebuah sekolah yang baik menomorsatukan siswa diatas segala-galanya.

 

Tips menjadi sekolah swasta yang dipercaya oleh orang tua siswa.

BrAwjKjCcAIA32XBpz6Po_CQAEM5qY

Setiap sekolah punya ‘penggemarnya’ sendiri-sendiri. Sekolah negeri digemari oleh tipe orang tua yang sangat senang memanfaatkan fasilitas negara (walaupun ia mampu) atau yang terpaksa mesti (karena keterbatasan dana) memanfaatkan sekolah gratis di sekolah negeri. Sementara sekolah swasta diminati oleh orang tua siswa yang merasa mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang meminta bayaran SPP yang lumayan atau sebaliknya diminati oleh ketidak inginan anaknya masuk ke sekolah negeri karena satu dan lain hal.

Tulisan ini akan membahas mengenai sekolah swasta yang SPP dan uang pangkalnya cukup lumayan. Tipe sekolah swasta ini uniknya diburu oleh orang tua siswa. Mendekati tahun ajaran kapasitas kelasnya cepat penuh dan diminati oleh para orang tua yang menginginkan mutu pendidikan terbaik bagi anaknya. Sementara ada sekolah swasta juga yang susah sekali mendapat murid walau sudah sibuk berpromosi lama sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai. Padahal sarana fisiknya bagus, guru-gurunya senior dan pengalaman serta biayanya bersaing dengan sekolah lain.

Mengapa ada sekolah yang begitu banjir peminat? Ini sebabnya

  • Sekolah mampu menjaga kepercayaan orang tua siswa terutama dari aspek keuangan. Aspek keuangan adalah hal yang paling penting karena orang tua mengukur lari kemana uang pangkal atau uang SPP yang dibayarkan. Apakah kembali pada anaknya dalam bentuk pelayanan yang terbaik yang mengutamakan siswa atau berlalu begitu-begitu saja. Orang tua siswa akan mengukur seberapa sekolah sudah menjadi amanah dengan kemampuan analisa masing-masing. Jika sekolah gagal mencapai apa yang disebut analisa kasar terhadap seberapa yang dibayarkan dan yang kembali kepada siswa dalam bentuk pelayanan, maka sekolah mesti bersiap panen complain dari orang tua siswa. Indikator yang bisa dilihat adalah pelayanan fisik dan non fisik yang terus ditingkatkan. Sekolah memperbaharui fasilitas fisiknya di setiap libur sekolah dan mau mendengar jika ada masukan orang tua siswa secara langsung atau lewat lembaga yang sudah ditunjuk. Soal keuangan ini sangat sensitif karena banyak pemilik sekolah yang ingin segera cepat impas (break even point) dan ingin segera untung, padahal prinsipnya sederhana saja jika 10 tahun pertama sekolah itu amanah dan dapat dipercaya maka orang tua siswa akan berduyun-duyun datang menyekolahkan anaknya. Bahkan sekolah sampai harus menolak siswa.
  • Sekolah punya pengelolaan komunikasi yang baik kepada orang tua siswa. Sekolah tampil sebagai lembaga yang berwibawa. Ada lembaga dewan sekolah, ada lembaga persatuan orang tua murid dan guru, ada perwakilan komite setiap kelas yang siap menampung apa saja yang menjadi kepedulian orang tua siswa. Sekolah berkomunikasi dengan jalur-jalur resmi yang baik, jelas dan terukur secara online maupun offline, secara tertulis maupun secara lisan. Orang tua siswa tidak dibuat bingung karena garis komunikasi sekolah jelas dan menggunakan bahasa yang dipertimbangkan masak-masak sebelum disampaikan pada siswa. Sekolah yang bertipe seprti ini akan terhindar dari konflik yang tidak perlu. Konflik yang saya maksud adalah konflik orang tua yang vokal menyuarakan keluhan karena saat yang sama orang tua dididik untuk mau menyalurkan pendapatnya lewat organisasi resmi dan bersedia menerima apapun hal yang sudah menjadi keputusan, sepanjang keputusannya diputuskan lewat lembaga resmi yang dibentuk oleh sekolah.
  • Sekolah memanusiakan guru-gurunya. Banyak pemilik sekolah swasta yang berasal dari bidang bisnis lain yang kemudian tergerak hatinya untuk membuat sekolah. Para individu pemilik sekolah punya gaya masing-masing dalam mengelola sumber daya manusianya, ada yang semata menganggap guru-guru yang mengajar di sekolahnya sebagai buruh yang mesti bekerja secara fisik dan kasat mata. Tipe pemilik seperti ini biasanya tegas dan keras saat menghukum (bahkan dengan potongan gaji) bagi setiap kesalahan dan pada saat yang sama menginginkan guru bekerja keras dengan sempurna dan sebaik-baiknya. Ada juga tipe pemilik sekolah yang menganggap guru dan memanusiakannya sebagai mitra memajukan sekolah dan bukan sekedar alat pencari keuntungan. Nuansa pembinaan kepada guru pun bernuansa ‘coaching’ yang membesarkan potensi dan menghargai kesalahan sebagai upaya untuk belajar untuk bisa semakin baik di masa depan. Guru dilatih agar mampu bekerja dengan professional dan dihargai secara financial (tergantung kemampuan sekolah). Saat yang sama diberikan pengarahan jika lakukan kesalahan. Jika orang tua siswa merasa bahwa guru anaknya dimanusiakan maka ia akan senang hati menyekolahkan anaknya disitu dan bahkan merekomendasikannya pada orang lain (kerabat dan saudara)
  • Sekolah pandai mengatur penyelenggaraan aspek akademis dan non akademis selama satu tahun ajaran. Orang tua siswa akan berpikir ulang untuk menyekolahkan anaknya ditempat yang suasana pembelajarannya masih sama seperti ia sekolah dulu (banyak hapalan atau guru yang otoriter) atau bahkan sebaliknya sekolah akan begitu saja mengiyakan keinginan orang tua yang masih ‘kolot’ cara pandangnya, misalnya mengukur segala sesuatu dari nilai angka. Seperti yang sudah saya tulis di awal, saatnya sekolah percaya diri bahwa visi misi sekolahnya lah yang penting untuk direalisasikan dengan cara yang demokratis sekolah menampung juga saran serta ide agar dalam praktek mewujudkan visi misi, orang tua tetap merasa bahwa sekolah tempat menyekolahkan anaknya adalah sekolah yang mempersiapkan anak-anaknya untuk masa depan.

Jika semua faktor diatas sudah dilaksanakan oleh sebuah sekolah swasta dijamin sekolah tersebut akan lekat di benak orang tua siswa sebagai sekolah yang bagus mutunya dan dipercaya. Lupakan dulu anggaran promosi yang besar, orang tua siswa lebih suka mendengarkan rekomendasi antar orang tua siswa (dari mulut ke mulut) apalagi sekarang jaman media sosial, segala kebaikan dan keburukan sekolah anda akan menyebar dengan cepat dan dahsyat efeknya.

Jadi selamat menjadi sekolah yang mau belajar dan cepat beradaptasi terhadap kebutuhan orang tua siswa.

3 P di sekolah yang efektif (Place, People and Profit)

Tiga hal yang menjadi judul artikel ini menjadi ‘agak aneh’ ketika diterapkan di sekolah. Sepertinya konsep diatas hanya cocok untuk dunia wirausaha. Namun saatnya sekolah membuka diri untuk menggunakan konsep yang berasal dari luar konsep pendidikan. Berikut ini adalah paparan saya mengenai konsep diatas dalam konsep persekolahan.

 

Place (tempat)

Sekolah yang nyaman dan bersih membuat semua yang belajar dan bekerja didalamnya merasa senang, bangga dan terhormat. Sebaliknya sekolah juga bisa mencapai standar yang tadi saya sebutkan dalam konsep yang sederhana sesuai kemampuan. Inti dari konsep ‘place’ adalah sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi siswa dan tempat yang nyaman bagi guru untuk berkarya sebagai professional. Bagus dan aman tidak perlu mahal karena untuk apa jika sekolah yang bagus gedungnya namun guru keluar masuk atau orang tua merasa dikecewakan dan sibuk complain kemana mana.  Soal ‘tempat ‘ bisa juga diartikan sebagai atmosfir, sejatinya sebagai tempat mendidik sekolah mesti bernuansa pendidikan dan bukan bisnis atau (maaf) tempat penitipan anak.

 

People (manusia)

Ketika bicara ‘people’ yang ada di bayangan saya adalah guru-guru yang ada di sekolah. Sebagai sekolah swasta Ananda Islamic School percaya sekali bahwa guru mesti diberdayakan dan bukan diperdayakan. Dua kata yang mirip namun beda makna.

Gurudan karyawan di sekolah  diberdayakan dengan cara

  • di dengar apa keinginan yang bisa membuatnya jadi semakin professional
  • menciptakan nuansa kerja yang positif dan bebas dari prasangka negatif
  • ada nuansa saling menghormati antar guru, guru dengan orang tua siswa, guru dan siswa serta siswa dan guru.
  • Membuat suatu system dimana mereka merasa dihargai karena kinerja dan bukan karena kedekatan personal
  • Menghargai pencapaiannya sebagai pribadi sebagai guru dan sebagai orang yang punya keinginan dan cita-cita
  • Berusaha mempercaya guru dan berbaik sangka . Berbaik sangka diajarkan dengan jelas dalam Agama Islam dan jadi penyembuh dari berbagai macam penyakit hati. Sekolah yang sehat bebas dari ‘penyakit hati’ seperti gossip dll.

Profit

Bicara profit mohon dibedakan dengan membicarakan uang atau kekayaan. Sekolah yang bagus dan baik memang perlu dana. Namun profit disini saya artikan sebagai keuntungan yang dihasilkan sekolah dan diberikan kembali kepada masyarakat.  Kepada yang mengelola pun kata ‘profit’ bisa diartikan sebagai berkah (sebuah hal yang jika kita percaya tidak bisa dinilai dengan uang0 atau ‘priceless’. Jika kedua prinsip yang sebelumnya (Place and People) dijalankan sekolah akan mendapatkan profit sebagai konsekuensi. Profit yang saya maksud antara lain lulusan yang dihasilkan punya kontribusi pada masyarakat, guru-guru nya berprestasi, siswanya cemerlang dalam akhlak dan akademis. Sementara sekolah tidak perlu pusing lagi soal dana karena murid mengantri untuk masuk karena cerita yang beredar mengenai sekolah ini sangat harum dan menjadikan semua calon orang tua merasa cocok dan senang menyekolahkan anaknya .

Dengan demikian jelaslah bahwa profit hanya datang setelah usaha yang keras dalam hal sarana dan prasarana (Place) dan orang-orang yang bekerja di dalamnya (people) merasa betah dan mempercayakan sebagian episode dalam hidupnya bekerja bersama sekolah tsb. Jadi selamat bekerja keras saya ucapkan bagi semua orang yang peduli pada pendidikan yang terbaik untuk generasi Indonesia sekarang dan masa depan.

 

Cara sukses hadapi akreditasi sekolah

Akreditasi SDS Islam Ananda ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? Foto-foto yang diambil saat akreditasi Sekolah Dasar Islam Ananda. 
Thanks to @Toni_amrizal

Bagi setiap guru kata ‘akreditasi’ membuat kening berkerut dan hati berdebar-debar. Tidak heran karena kata akreditasi mengacu pada pekerjaan administrasi yang bertumpuk dan penyiapannya sedari jauh hari. Padahal sejatinya akreditasi dengan segala prosesnya hadir untuk membuat sekolah makin maju kearena akreditasi sekolah punya serangkaian criteria dan syarat yang mesti dipenuhi

Dari blog bapak Akhmad Sudrajat saya mendapatkan pengertian dan tahap akreditasi sebagai berikut..

Akreditasi sekolah kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang. untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan., berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebagai bentuk akuntabilitas publik  yang dilakukan dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan

Bagi sekolah yang akan diakreditasi ada bagusnya juga untuk jauh-jauh hari bersiap dan mengumpulkan semua bahan yang kemudian akan diteliti dan dilihat oleh tim asesor. Berikut ini adalah daftar hal apa saja yang mesti disiapkan

Persiapan akreditasi

Dari sisi waktu

  • Mesti siap dengan panggilan atau pemberitahuan dari dinas atau jadwal yang berubah
  • Lembur bagi guru yang akan mengerjakan
  • Meluangkan waktu supaya guru rapat dan mengerjakan tugas pengumpulan data

Dari sisi tenaga guru dan kepala sekolah yang menyiapkan

  • Dibagi dalam focus grup, satu grup satu standar penilaian
  • Disamakan dulu pengertiannya mengenai KTSP berdasarkan standar kurikulum nasional
  •  Info terbaru mesti terus digali oleh kepala sekolah dengan cara melakukan kontak yang intensif dengan pengawas
  •  Administrasi kepala sekolah

Dari sisi sekolah

  •  Membuat banner visi misi yang terlihat
  • Printer yang ada di sekolah mesti juga disiapkan yang baik agar maksimal dalam membantu guru mencetak bukti dokumen.
  • Serta alat tulis kantor untuk keperluan penjilidan dan penulisan
  • Ada kalanya dalam persiapannya guru mesti lembur saatnya sekolah menunjukkan dukungan dengan menyediakan keperluan makan dan minum untuk keperluan lembur.
  • Mempersiapkan SK bagi tenaga kepustakaan
  • Menyiapkan papan data guru/kegiatan inventaris/grafik perkembangan dll
  • Foto presiden dan wakilnya serta lambang Negara
  • Bendera merah putih

Dari sisi persiapan pada orang tua siswa

  •  Lakukan sosialisasi visi misi
  •   Libatkan komite dalam persiapan akreditasi
  • Daftar hadir orang tua siswa ketika menghadiri rapat
  • Dokumen apa saja yang perlu disiapkan (di scan jika diperlukan)
  • Buku induk
  •  Buku klapper
  • Buku pembinaan kurikulum
  • Notulen rapat
  •  Daftar hadir rapat yang ada tanda tangan peserta rapat
  • SK guru dan karyawan
  • Kegiatan ekstra kurikuler
  • RPP prota dan prosem yang sudah ditanda tangani oleh kepala sekolah
  • Penilaian
  • Data supervisi kepala sekolah
  • Catatan surat masuk dan keluar
  • Buku tamu dinas
  • Berita acara setiap kegiatan
  • Surat tugas untuk setiap kegiatan misalnya mengirim guru untuk seminar workshop dll
  • Surat dari dinas setempat bahwa sekolah telah melaksanakan kurikulum KTSP
  • Notulen rapat penentuan KKM
  • MOU kerja sama dengan lembaga lain
  •  EDS (evaluasi diri sekolah)
  • Ijasah semua guru (foto kopi)
  • SK pembentukan komisi akreditasi
  • Kelengkapan data siswa
  • Prestasi guru
  • Data dan  foto Extra kurikuler yang dilengkapi dengan foto dan narasi kegiatan
  • Portfolio siswa (online dan offline) digital atau berupa bukti fisik
  • Karya siswa yang perlu didokumentasikan
  • Mempersiapkan foto
  • Kegiatan akademis dan non akademis
  • Setiap arsip foto diberikan nama dan kegiatan yang jelas, minimal pada folder
  • Sarana dan prasarana

Koordinasi sangatlah penting dari pihak kepala sekolah mengenai arsip apa saja yang diperlukan dalam akreditasi. Misalnya foto dipusatkan kedalam satu folder khusus di server jika sekolah anda sudah mempunyai atau ada seseorang yang ditunjuk untuk urusan foto selama satu tahun ajaran. Dengan demikian gampang mencarinya.

Sebenarnya akreditasi ini adalah ukuran sejauh mana setiap guru merasa punya loyalitas pada sekolah tempat ia mengajar. Karena dalam prosesnya gurulah yang mempersiapkan segalanya. Karena mustahil kepala sekolah mempersiapkannya sendiri. Tentunya rasa loyalitas ini hadir karena pembinaan yang baik juga dari sekolah sebagai pengayom para guru. Akreditasi yang sukses dalam prosesnya tentu akan berdampak yang baik pada hasilnya.

%d blogger menyukai ini: