13 perubahan yang layak dilakukan di sekolah

cpyk3t4usaqlnfs

cc8uv3rw8aesrpb

Perubahan di sekolah termasuk hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang ingin ada di dunia pendidikan dikarenakan jam kerja yang fleksibel dan beban pekerjaan yang dipandang ringan. Padahal dengan tantangan pendidikan saat ini, hal tadi justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.

Perubahan yang dipandang menantang untuk dilakukan di sekolah adalah perubahan menuju kepada:

Lanjutkan membaca “13 perubahan yang layak dilakukan di sekolah”

3 Tipe kemitraan guru dan kepala sekolah


Di sekolah swasta, seorang guru saat menjalani proses perekrutan hampir pasti akan diwawancarai oleh kepala sekolah. Jika diterima sejak itu akan terjalin pola hubungan kerja yang ada beberapa tipe macamnya.
1. Tipe boss dan karyawan

Hubungan kerja jenis ini rawan konflik karena kepala sekolah hanya akan melakukan kontak dengan gurunya jika gurunya ada kesalahan atau kepala sekolah ingin menyuruh sesuatu. Selama satu tahun ajaran bisa dihitung kapan interaksi terjadi. Interaksi yang formal biasa terjadi saat supervisi.

2. Tipe coach dan mentor

Pola interaksi atau hubungan ini bisa terjadi jika kepala sekolah sadar betul bahwa guru adalah kunci sukses sebuah perubahan di sekolah. Selama satu tahun ajaran beberapa kali guru dan kepala sekolah rutin bertemu. Kedua belah pihak punya semacam catatan yang berisi target serta strategi apa dan dalam jangka waktu berapakah sebuah sasaran akan dicapai. Kepala sekolah mulai dari kelebihan yang dimiliki guru gurunya, guru menjadi terbuka karena ia tahu kepala sekolah peduli dan sudi membantu agar ia sukses dalam berkarier sebagai pendidik.

3. Tipe ahli dan pemberi tugas.

Tipe interaksi ini biasa terjadi pada guru yang dianggap ahli dan mumpuni. Sekolah bahkan tidak memberikan job des pada guru ini. Guru menentukan sendiri target targetnya. Kepala sekolah jadi pihak yang memberi kebebasan dan tinggal memberikan gambaran hal apa yang ia ingin guru tersebut. Secara rutin kedua belah pihak bertemu untuk mengecek target ketercapaian .

Tipe yang manakah yang sedang anda jalani sekarang?

Hal apakah yang menurut anda akan membawa keberhasilan dalam pola kemitraan guru dan kepala sekolah?

Mari berbagi lewat kolom komentar.

Tips Menyatukan guru senior dan guru yunior di sekolah

Guru juga manusia biasa, saat berkenaan dengan pertemanan sesama guru adakalanya persoalan senior dan yunior mengemuka. Guru yang senior merasa paling pengalaman dan guru yang yunior atau masuk belakangan dianggap tidak tahu apa-apa. Padahal bisa saja orang yang dianggap yunior bisa saja lebih berpengalaman dalam hal lain dan ditempat lain bahkan jika orang itu lebih muda. Karena umur bukan ukuran seseorang berpengalaman atau tidak. Jika tidak hati hati dalam hal ini sekolah akan terjerumus menjadi tempat yang tidak menyenangkan dan guru akan mudah pindah hanya karena suasana kerja yang tidak kondusif.

Banyak sekolah yang ambil cara gampang dalam menyatukan si senior dan yunior dengan cara adakan kegiatan outing, outbond dan sejenisnya. Sah saja jika sekolah punya dana yang banyak, namun ada cara yang bersifat tahan lama dan bisa menjadi budaya yang positif dari sebuah sekolah. Karena semua orang jadi berkontribusi semampu mereka.

Lanjutkan membaca “Tips Menyatukan guru senior dan guru yunior di sekolah”

Budaya sekolah yang sehat membuat sekolah menjadi efektif

Bj-spX3IIAAhMg0Budaya dalam sebuah organisasi adalah hal yang penting, sangat penting sampai-sampai menentukan arah perubahan sebuah sekolah. Sekolah yang memilih untuk menjalankan sekolah sesuai dengan rutinitas saja tanpa berusaha menumbuhkan budaya akan menuai ‘capek hati’ dan ‘capek pikiran’ karena pergerakannya hanya dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Tanpa adanya budaya sebagai pondasi yang membuat guru-guru lebih kuat dan siswa jadi senang belajar.

Apa saja budaya sekolah yang penting dan layak untuk dikembangkan?

  • Aspek budaya yang menyangkut nilai-nilai yang baik atau values. Guru akan mudah patah semangat jika bekerja di sekolah yang tidak punya values. Semua values adalah semua hal yang baik, dalam Islam ada Akhlakul Kharimah yang penting untuk menjadi pegangan dalam sesama manusia dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Jika sekolah punya nilai yang positif maka guru dan siswa akan berlomba-lomba memberikan sumbangan kontribusi bagi kemajuan sekolah. Peran pimpinan sekolah dan yayasan juga memainkan hal yang sangat penting dalam penanaman nilai di sekolah sebagai contoh dan sebagai pihak yeng menentukan tolak ukur keberhasilan penanaman nilai-nilai, tentunya dengan menyertakan semua elemen yang ada di sekolah seperti orang tua, siswa, guru dan komunitas.
  • Budaya menghadirkan pengalaman belajar dan memimpin. Sekolah yang baik dengan niat yang baik mengajak siswanya untuk bersuara dan punya andil dalam pengambilan keputusan. Organisasi seperti OSIS atau Student Council akan membuat mereka merasa senang dilibatkan dan didengar suaranya. Siswa juga akan dihadapkan pada contoh kasus yang penting dalam organisasinya, diharapkan siswa bisa merasakan contoh kasus-contoh kasus yang membuat aspek kepemimpinannya berkembang. Apalagi jika secara intensif guru diberikan dorongan untuk melibatkan siswanya dikelas dalam upaya memberikan pengalaman belajar, sekolah mesti selangkah lebih maju dalam membuat pengetahuan masuk kedalam pikiran siswanya dengan tidak lagi sekedar mengajak mereka menghafal namun sudah sampai pada tataran mengerti karena mengalami.
  • Budaya Inovasi: Inovasi adalah semua hal yang bisa guru dan sekolah lakukan dalam membuat praktek pembelajaran menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tugas sekolah membuat gurunya tidak takut salah dan nyaman dalam berinovasi. Tugas guru adalah memantapkan hati bahwa inovasi yang ia lakukan penting sebagai cara membuat dirinya berarti sebagai guru professional dengan cara berinovasi demi siswa. Sekolah yang efektif menyediakan pembiayaan dan dukungan secara struktur agar kreativitas dan inovasi bisa berkembang sesuai dengan kemampuan.
  • Budaya kerja sama: Bagaimana guru baru dan guru senior bekerja sama? Bagaimana guru dan siswa bekerja sama? Bagaimana guru dan orang tua siswa bekerja sama, bagaimana kepala sekolah dan guru bekerja sama, bagaimana kepala sekolah dan orang tua siswa bekerja sama? Sampai bagaimana sekolah dan masyarakat bekerja sama. Kesemua pertanyaan tadi membuat sekolah makin maju dan berkembang. Sekolah di jaman sekarang makin tidak bisa berdiri sendiri, sekolah yang lalai membina budaya bekerjasama dan berkolaborasi melewatkan bantuan dari orang lain yang mestinya bisa membuat sekolahnya makin maju dan berkembang dengan cara yang unik dan tiada duanya. Prinsip kerja sama adalah meniadakan ego untuk satu tujuan, sebuah sekolah yang baik menomorsatukan siswa diatas segala-galanya.

 

Tips menjadi sekolah swasta yang dipercaya oleh orang tua siswa.

BrAwjKjCcAIA32XBpz6Po_CQAEM5qY

Setiap sekolah punya ‘penggemarnya’ sendiri-sendiri. Sekolah negeri digemari oleh tipe orang tua yang sangat senang memanfaatkan fasilitas negara (walaupun ia mampu) atau yang terpaksa mesti (karena keterbatasan dana) memanfaatkan sekolah gratis di sekolah negeri. Sementara sekolah swasta diminati oleh orang tua siswa yang merasa mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang meminta bayaran SPP yang lumayan atau sebaliknya diminati oleh ketidak inginan anaknya masuk ke sekolah negeri karena satu dan lain hal.

Tulisan ini akan membahas mengenai sekolah swasta yang SPP dan uang pangkalnya cukup lumayan. Tipe sekolah swasta ini uniknya diburu oleh orang tua siswa. Mendekati tahun ajaran kapasitas kelasnya cepat penuh dan diminati oleh para orang tua yang menginginkan mutu pendidikan terbaik bagi anaknya. Sementara ada sekolah swasta juga yang susah sekali mendapat murid walau sudah sibuk berpromosi lama sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai. Padahal sarana fisiknya bagus, guru-gurunya senior dan pengalaman serta biayanya bersaing dengan sekolah lain.

Mengapa ada sekolah yang begitu banjir peminat? Ini sebabnya

  • Sekolah mampu menjaga kepercayaan orang tua siswa terutama dari aspek keuangan. Aspek keuangan adalah hal yang paling penting karena orang tua mengukur lari kemana uang pangkal atau uang SPP yang dibayarkan. Apakah kembali pada anaknya dalam bentuk pelayanan yang terbaik yang mengutamakan siswa atau berlalu begitu-begitu saja. Orang tua siswa akan mengukur seberapa sekolah sudah menjadi amanah dengan kemampuan analisa masing-masing. Jika sekolah gagal mencapai apa yang disebut analisa kasar terhadap seberapa yang dibayarkan dan yang kembali kepada siswa dalam bentuk pelayanan, maka sekolah mesti bersiap panen complain dari orang tua siswa. Indikator yang bisa dilihat adalah pelayanan fisik dan non fisik yang terus ditingkatkan. Sekolah memperbaharui fasilitas fisiknya di setiap libur sekolah dan mau mendengar jika ada masukan orang tua siswa secara langsung atau lewat lembaga yang sudah ditunjuk. Soal keuangan ini sangat sensitif karena banyak pemilik sekolah yang ingin segera cepat impas (break even point) dan ingin segera untung, padahal prinsipnya sederhana saja jika 10 tahun pertama sekolah itu amanah dan dapat dipercaya maka orang tua siswa akan berduyun-duyun datang menyekolahkan anaknya. Bahkan sekolah sampai harus menolak siswa.
  • Sekolah punya pengelolaan komunikasi yang baik kepada orang tua siswa. Sekolah tampil sebagai lembaga yang berwibawa. Ada lembaga dewan sekolah, ada lembaga persatuan orang tua murid dan guru, ada perwakilan komite setiap kelas yang siap menampung apa saja yang menjadi kepedulian orang tua siswa. Sekolah berkomunikasi dengan jalur-jalur resmi yang baik, jelas dan terukur secara online maupun offline, secara tertulis maupun secara lisan. Orang tua siswa tidak dibuat bingung karena garis komunikasi sekolah jelas dan menggunakan bahasa yang dipertimbangkan masak-masak sebelum disampaikan pada siswa. Sekolah yang bertipe seprti ini akan terhindar dari konflik yang tidak perlu. Konflik yang saya maksud adalah konflik orang tua yang vokal menyuarakan keluhan karena saat yang sama orang tua dididik untuk mau menyalurkan pendapatnya lewat organisasi resmi dan bersedia menerima apapun hal yang sudah menjadi keputusan, sepanjang keputusannya diputuskan lewat lembaga resmi yang dibentuk oleh sekolah.
  • Sekolah memanusiakan guru-gurunya. Banyak pemilik sekolah swasta yang berasal dari bidang bisnis lain yang kemudian tergerak hatinya untuk membuat sekolah. Para individu pemilik sekolah punya gaya masing-masing dalam mengelola sumber daya manusianya, ada yang semata menganggap guru-guru yang mengajar di sekolahnya sebagai buruh yang mesti bekerja secara fisik dan kasat mata. Tipe pemilik seperti ini biasanya tegas dan keras saat menghukum (bahkan dengan potongan gaji) bagi setiap kesalahan dan pada saat yang sama menginginkan guru bekerja keras dengan sempurna dan sebaik-baiknya. Ada juga tipe pemilik sekolah yang menganggap guru dan memanusiakannya sebagai mitra memajukan sekolah dan bukan sekedar alat pencari keuntungan. Nuansa pembinaan kepada guru pun bernuansa ‘coaching’ yang membesarkan potensi dan menghargai kesalahan sebagai upaya untuk belajar untuk bisa semakin baik di masa depan. Guru dilatih agar mampu bekerja dengan professional dan dihargai secara financial (tergantung kemampuan sekolah). Saat yang sama diberikan pengarahan jika lakukan kesalahan. Jika orang tua siswa merasa bahwa guru anaknya dimanusiakan maka ia akan senang hati menyekolahkan anaknya disitu dan bahkan merekomendasikannya pada orang lain (kerabat dan saudara)
  • Sekolah pandai mengatur penyelenggaraan aspek akademis dan non akademis selama satu tahun ajaran. Orang tua siswa akan berpikir ulang untuk menyekolahkan anaknya ditempat yang suasana pembelajarannya masih sama seperti ia sekolah dulu (banyak hapalan atau guru yang otoriter) atau bahkan sebaliknya sekolah akan begitu saja mengiyakan keinginan orang tua yang masih ‘kolot’ cara pandangnya, misalnya mengukur segala sesuatu dari nilai angka. Seperti yang sudah saya tulis di awal, saatnya sekolah percaya diri bahwa visi misi sekolahnya lah yang penting untuk direalisasikan dengan cara yang demokratis sekolah menampung juga saran serta ide agar dalam praktek mewujudkan visi misi, orang tua tetap merasa bahwa sekolah tempat menyekolahkan anaknya adalah sekolah yang mempersiapkan anak-anaknya untuk masa depan.

Jika semua faktor diatas sudah dilaksanakan oleh sebuah sekolah swasta dijamin sekolah tersebut akan lekat di benak orang tua siswa sebagai sekolah yang bagus mutunya dan dipercaya. Lupakan dulu anggaran promosi yang besar, orang tua siswa lebih suka mendengarkan rekomendasi antar orang tua siswa (dari mulut ke mulut) apalagi sekarang jaman media sosial, segala kebaikan dan keburukan sekolah anda akan menyebar dengan cepat dan dahsyat efeknya.

Jadi selamat menjadi sekolah yang mau belajar dan cepat beradaptasi terhadap kebutuhan orang tua siswa.

3 P di sekolah yang efektif (Place, People and Profit)

Tiga hal yang menjadi judul artikel ini menjadi ‘agak aneh’ ketika diterapkan di sekolah. Sepertinya konsep diatas hanya cocok untuk dunia wirausaha. Namun saatnya sekolah membuka diri untuk menggunakan konsep yang berasal dari luar konsep pendidikan. Berikut ini adalah paparan saya mengenai konsep diatas dalam konsep persekolahan.

 

Place (tempat)

Sekolah yang nyaman dan bersih membuat semua yang belajar dan bekerja didalamnya merasa senang, bangga dan terhormat. Sebaliknya sekolah juga bisa mencapai standar yang tadi saya sebutkan dalam konsep yang sederhana sesuai kemampuan. Inti dari konsep ‘place’ adalah sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi siswa dan tempat yang nyaman bagi guru untuk berkarya sebagai professional. Bagus dan aman tidak perlu mahal karena untuk apa jika sekolah yang bagus gedungnya namun guru keluar masuk atau orang tua merasa dikecewakan dan sibuk complain kemana mana.  Soal ‘tempat ‘ bisa juga diartikan sebagai atmosfir, sejatinya sebagai tempat mendidik sekolah mesti bernuansa pendidikan dan bukan bisnis atau (maaf) tempat penitipan anak.

 

People (manusia)

Ketika bicara ‘people’ yang ada di bayangan saya adalah guru-guru yang ada di sekolah. Sebagai sekolah swasta Ananda Islamic School percaya sekali bahwa guru mesti diberdayakan dan bukan diperdayakan. Dua kata yang mirip namun beda makna.

Gurudan karyawan di sekolah  diberdayakan dengan cara

  • di dengar apa keinginan yang bisa membuatnya jadi semakin professional
  • menciptakan nuansa kerja yang positif dan bebas dari prasangka negatif
  • ada nuansa saling menghormati antar guru, guru dengan orang tua siswa, guru dan siswa serta siswa dan guru.
  • Membuat suatu system dimana mereka merasa dihargai karena kinerja dan bukan karena kedekatan personal
  • Menghargai pencapaiannya sebagai pribadi sebagai guru dan sebagai orang yang punya keinginan dan cita-cita
  • Berusaha mempercaya guru dan berbaik sangka . Berbaik sangka diajarkan dengan jelas dalam Agama Islam dan jadi penyembuh dari berbagai macam penyakit hati. Sekolah yang sehat bebas dari ‘penyakit hati’ seperti gossip dll.

Profit

Bicara profit mohon dibedakan dengan membicarakan uang atau kekayaan. Sekolah yang bagus dan baik memang perlu dana. Namun profit disini saya artikan sebagai keuntungan yang dihasilkan sekolah dan diberikan kembali kepada masyarakat.  Kepada yang mengelola pun kata ‘profit’ bisa diartikan sebagai berkah (sebuah hal yang jika kita percaya tidak bisa dinilai dengan uang0 atau ‘priceless’. Jika kedua prinsip yang sebelumnya (Place and People) dijalankan sekolah akan mendapatkan profit sebagai konsekuensi. Profit yang saya maksud antara lain lulusan yang dihasilkan punya kontribusi pada masyarakat, guru-guru nya berprestasi, siswanya cemerlang dalam akhlak dan akademis. Sementara sekolah tidak perlu pusing lagi soal dana karena murid mengantri untuk masuk karena cerita yang beredar mengenai sekolah ini sangat harum dan menjadikan semua calon orang tua merasa cocok dan senang menyekolahkan anaknya .

Dengan demikian jelaslah bahwa profit hanya datang setelah usaha yang keras dalam hal sarana dan prasarana (Place) dan orang-orang yang bekerja di dalamnya (people) merasa betah dan mempercayakan sebagian episode dalam hidupnya bekerja bersama sekolah tsb. Jadi selamat bekerja keras saya ucapkan bagi semua orang yang peduli pada pendidikan yang terbaik untuk generasi Indonesia sekarang dan masa depan.

 

Cara sukses hadapi akreditasi sekolah

Akreditasi SDS Islam Ananda ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? ?????????????????????? Foto-foto yang diambil saat akreditasi Sekolah Dasar Islam Ananda. 
Thanks to @Toni_amrizal

Bagi setiap guru kata ‘akreditasi’ membuat kening berkerut dan hati berdebar-debar. Tidak heran karena kata akreditasi mengacu pada pekerjaan administrasi yang bertumpuk dan penyiapannya sedari jauh hari. Padahal sejatinya akreditasi dengan segala prosesnya hadir untuk membuat sekolah makin maju kearena akreditasi sekolah punya serangkaian criteria dan syarat yang mesti dipenuhi

Dari blog bapak Akhmad Sudrajat saya mendapatkan pengertian dan tahap akreditasi sebagai berikut..

Akreditasi sekolah kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang. untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan., berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebagai bentuk akuntabilitas publik  yang dilakukan dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan

Bagi sekolah yang akan diakreditasi ada bagusnya juga untuk jauh-jauh hari bersiap dan mengumpulkan semua bahan yang kemudian akan diteliti dan dilihat oleh tim asesor. Berikut ini adalah daftar hal apa saja yang mesti disiapkan

Persiapan akreditasi

Dari sisi waktu

  • Mesti siap dengan panggilan atau pemberitahuan dari dinas atau jadwal yang berubah
  • Lembur bagi guru yang akan mengerjakan
  • Meluangkan waktu supaya guru rapat dan mengerjakan tugas pengumpulan data

Dari sisi tenaga guru dan kepala sekolah yang menyiapkan

  • Dibagi dalam focus grup, satu grup satu standar penilaian
  • Disamakan dulu pengertiannya mengenai KTSP berdasarkan standar kurikulum nasional
  •  Info terbaru mesti terus digali oleh kepala sekolah dengan cara melakukan kontak yang intensif dengan pengawas
  •  Administrasi kepala sekolah

Dari sisi sekolah

  •  Membuat banner visi misi yang terlihat
  • Printer yang ada di sekolah mesti juga disiapkan yang baik agar maksimal dalam membantu guru mencetak bukti dokumen.
  • Serta alat tulis kantor untuk keperluan penjilidan dan penulisan
  • Ada kalanya dalam persiapannya guru mesti lembur saatnya sekolah menunjukkan dukungan dengan menyediakan keperluan makan dan minum untuk keperluan lembur.
  • Mempersiapkan SK bagi tenaga kepustakaan
  • Menyiapkan papan data guru/kegiatan inventaris/grafik perkembangan dll
  • Foto presiden dan wakilnya serta lambang Negara
  • Bendera merah putih

Dari sisi persiapan pada orang tua siswa

  •  Lakukan sosialisasi visi misi
  •   Libatkan komite dalam persiapan akreditasi
  • Daftar hadir orang tua siswa ketika menghadiri rapat
  • Dokumen apa saja yang perlu disiapkan (di scan jika diperlukan)
  • Buku induk
  •  Buku klapper
  • Buku pembinaan kurikulum
  • Notulen rapat
  •  Daftar hadir rapat yang ada tanda tangan peserta rapat
  • SK guru dan karyawan
  • Kegiatan ekstra kurikuler
  • RPP prota dan prosem yang sudah ditanda tangani oleh kepala sekolah
  • Penilaian
  • Data supervisi kepala sekolah
  • Catatan surat masuk dan keluar
  • Buku tamu dinas
  • Berita acara setiap kegiatan
  • Surat tugas untuk setiap kegiatan misalnya mengirim guru untuk seminar workshop dll
  • Surat dari dinas setempat bahwa sekolah telah melaksanakan kurikulum KTSP
  • Notulen rapat penentuan KKM
  • MOU kerja sama dengan lembaga lain
  •  EDS (evaluasi diri sekolah)
  • Ijasah semua guru (foto kopi)
  • SK pembentukan komisi akreditasi
  • Kelengkapan data siswa
  • Prestasi guru
  • Data dan  foto Extra kurikuler yang dilengkapi dengan foto dan narasi kegiatan
  • Portfolio siswa (online dan offline) digital atau berupa bukti fisik
  • Karya siswa yang perlu didokumentasikan
  • Mempersiapkan foto
  • Kegiatan akademis dan non akademis
  • Setiap arsip foto diberikan nama dan kegiatan yang jelas, minimal pada folder
  • Sarana dan prasarana

Koordinasi sangatlah penting dari pihak kepala sekolah mengenai arsip apa saja yang diperlukan dalam akreditasi. Misalnya foto dipusatkan kedalam satu folder khusus di server jika sekolah anda sudah mempunyai atau ada seseorang yang ditunjuk untuk urusan foto selama satu tahun ajaran. Dengan demikian gampang mencarinya.

Sebenarnya akreditasi ini adalah ukuran sejauh mana setiap guru merasa punya loyalitas pada sekolah tempat ia mengajar. Karena dalam prosesnya gurulah yang mempersiapkan segalanya. Karena mustahil kepala sekolah mempersiapkannya sendiri. Tentunya rasa loyalitas ini hadir karena pembinaan yang baik juga dari sekolah sebagai pengayom para guru. Akreditasi yang sukses dalam prosesnya tentu akan berdampak yang baik pada hasilnya.