Manajemen sekolah sebagai tulang punggung perwujudan visi dan misi

 

173bfc48c251583788da491e0ce45219

Sebagai sebuah organisasi pembelajar, penting bagi sekolah untuk mempunyai sebuah team yang menjadi suporter bagi perubahan. Mereka adalah manajemen sekolah, sebenarnya  siapa saja yang bisa disebut sebagai manajemen sekolah :

  1. Kepala Sekolah
  2. Wakasek Kesiswaan
  3. Wakasek Kurikulum
  4. Wakasek Humas
  5. Wakasek Sarana Prasarana
  6. Kepala TU atau tata usaha
  7. Koordinator Jenjang
  8. Koordinator BK

Penting bagi team diatas untuk punya bayangan mengenai bagaimana sebenarnya sekolah yang ideal atau sekolah impian itu seperti yang biasa tergambar dalam visi dan misi. Berikut ini adalah gambaran sekolah yang impian dengan 3 faktor utama sebagai kunci.

Lanjutkan membaca “Manajemen sekolah sebagai tulang punggung perwujudan visi dan misi”

6 Perubahan yang mesti diantisipasi oleh sekolah sebagai institusi pendidikan

85579eea127470c30ae9f82990c93a55

Di luar dunia persekolahan ada banyak hal yang terjadi, kata perubahan sepertinya sudah jadi makanan sehari- hari dari para pelaku bisnis. Sedihnya sekolah masih melakukan praktek praktek yang sama tanpa sedikitpun terpapar atau masuk ke perubahan yang sekarang sedang menderu deru diluar sana. Semua bidang saat ini sedang melakukan usaha terbaiknya agar bisa bertahan. Dalam dunia persekolahan, dunia sedang memasuki apa yang disebut sebagai era  6 C, yaitu:

Lanjutkan membaca “6 Perubahan yang mesti diantisipasi oleh sekolah sebagai institusi pendidikan”

8 peran kepala sekolah yang berhasil

012a00c909b3284f1d1cb5e0f35802df

Saat mengarahkan perubahan di sekolah, seorang kepala sekolah mesti punya kemampuan memimpin (lead) dan bukan sekedar kemampuan mengelola (manage). Manajemen sekolah yang menjadi bawahannya langsung pun adalah juga sekelompok orang yang mesti punya kemampuan memimpin dan menjadi follower (pengikut yang supportif).

Peran kepemimpinan seperti apa yang kepala sekolah mesti miliki dalam menghadapi tantangan abad 21 ini?

Lanjutkan membaca “8 peran kepala sekolah yang berhasil”

​6 Tips melakukan seleksi kepala sekolah dari internal sekolah

Artikel ini hanya akan relevan dalam lingkup Sekolah swasta. Di sebuah sekolah swasta yang  mapan, akan banyak tersedia guru guru yang masa mengajarnya cukup lama dan mumpuni. Apalagi jika sekolah Itu sehat bisa membayar dengan pantas gaji guru yang bekerja di dalamnya. Biasanya ada banyak guru yang bertahan mengajar bahkan sejak sekolah itu berdiri. 
Lalu datanglah saat sekolah memerlukan pemimpin baru dikarenakan pemimpin lama pensiun atau pindah memimpin di sekolah lain. Jika yayasan ingin memilih kepala sekolah dari dalam ini tipsnya.

  1. Pilih guru yang punya masa kerja lebih dari 5 tahun. Masa kerja penting untuk mengukur kesetiaan.
  2. Berikan waktu 2 minggu untuk masa pendaftaran. Menjadi kepala sekolah adalah keputusan yang besar dalam hidup seorang guru yang begitu mencintai kelas dan murid yang ia ajar. Kandidat juga perlu meyakinkan orang terdekat bahwa keputusan yang ia ambil Benar.
  3. Lakukan wawancara semua kandidat, sekolah mungkin punya kandidat namun sekolah wajib mewawancarai semua orang yang berminat. Waktu wawancara paling lama 1 jam.
  4. Gender bisa guru pria atau guru wanita, semua punya hak yang sama. Kecuali jika sekolah anda beranggapan lain.
  5. Pilih yang rekam jejaknya baik, ia adalah sosok yang bisa menempatkan diri. Jika ia masih terhitung muda perhatikan cara ia bergaul dan menempatkan diri. Apakah ia bisa bersinar karena menginjak orang lain? Jangan pilih anak muda yang pintar dan bagus cara mengajarnya namun bersedia korbankan orang lain demi kecemerlangannya. Hindari juga memilih guru senior yang cakap dalam bekerja namun ‘batu’ dalam sifat dan cara berpikir. 
  6. Silakan pilih orang yang ambisius. Tinggal  pertimbangkan, apakah ambisinya demi kemaslahatan bersama atau sekedar demi kepentingannya pribadi.

Memilih kepala sekolah dari ‘dalam’, bukan berarti sekolah meniadakan aspek publikasi. Pasang iklan secara internal dan eksternal. Secara internal sekolah bisa umumkan lewat email internal, atau simpel saja, print tempel atau bagikan pada semua guru. Secara eksternal pasang iklan di situs lowongan kerja online atau surat kabar. Biarkan mereka yang berminat berpikir bahwa ini   kompetisi yang adil dan terbuka. 

Guru yang bagus menurut orang tua siswa belum tentu bagus menurut sekolah.

Di sekolah swasta masalah keluar masuk guru bisa menjadi masalah besar bagi orang tua siswa. Apalagi jika sekolah tidak mempunyai sistem yang benar dalam mengelola sekolahnya. Maka sekolah akan bergantung pada sosok-sosok guru yang menurut orang tua adalah guru yang bagus. Padahal……

  • guru yang bagus menurut orang tua belum tentu bagus menurut sekolah
  • guru yang bagus menurut orang tua biasanya sangat kritis terhadap sekolah, tanpa tedeng aling-aling ia akan menyerang kebijakan sekolah saat berbicara dengan orang tua
  • seorang guru yang bagus menurut orang tua biasanya besar kepala, merasa sekolah bergantung padanya dan senang mengancam bahwa jika ia pindah maka sekolah akan hancur atau murid-muridnya akan ikut pindah bersamanya.

Orang tua siswa tidak bisa disalahkan dalam hal ini, wajar mereka berharap sekali pada guru anaknya dan mudah sekali menilai bahwa seorang guru ‘bagus’ hanya karena gurunya sayang dan perhatian pada anaknya padahal dalam sikap dan profesionalisme sebagai guru belum tentu memenuhi syarat.

Selayaknya lah sekolah menggantungkan diri pada apa yang namanya sistem dalam mengelola guru. Sistem tersebut antara lain

  • guru dinilai kinerjanya satu semester sekali
  • kepala sekolah tampil sebagai sosk yang menjalankan sistem sekaligus sebagai role model dalam menjalankan sistem tsb
  • Sekolah menulis dan punya kurikulum sendiri, secara bahu membahu semua guru menulis kurikulumnya dan ditinjau selama 3 tahun sekali
  • kenaikan gaji guru pertahun berdasarkan kinerja
  • sekolah punya kebijakan (policy) yang mengatur hal-hal yang penting untuk diketahui guru dan orang tua

Dengan demikian tidak akan ada lagi yang namanya guru yang merasa dirinya favorit dicintai orang tua sampai bisa berlaku sinis terhadap sekolahnya sendiri. Dikarenakan 

  • Sekolah punya kurikulum yang siapapun bisa menjalankan
  • sekolah punya aturan tingkah laku, semua guru cara mengajarnya sama, sama bagusnya 

Saatnya sekolah mengandalkan sistem dan tidak mengandalkan sosok guru, karena guru manusia biasa ia akan sedikit jual mahal jika ia merasa ada yang perlu padanya.