3 prinsip penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran bagi sekolah

Spotlight1015

Bagi sekolah yang sibuk dengan kegiatan ini dan itu akan sangat sayang sekali jika dilewatkan untuk mengunggah nya di media sosial. Di tiap sekolah ada komunitas yang sebenarnya adalah fans atau penggemar setia dari semua yang sekolah tampilkan di media sosial. Mereka adalah orang tua siswa, siswa, alumni serta para pemangku kepentingan di masyarakat.

Bisa saja dikatakan bahwa ini hanya terjadi di sekolah yang ada di kota besar. Dimana semua siswa dan orang tua siswa punya akses kepada smart phone. Namun di sekolah yang ada di pelosok pun kabar kegiatan tetap layak untuk disampaikan. Bayangkan bagaimana jika alumni yang telah sukses ingin mengetahui kabar sekolahnya. Akan menjadi kesempatan yang menarik bagi sekolah jika bisa berjejaring dengan alumni.
Lanjutkan membaca “3 prinsip penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran bagi sekolah”

Iklan

Penggunaan media sosial sebagai branding dan pemasaran sekolah

SBdigitalfootprint

Penggunaan media sosial di sekolah sebagai cara untuk meraih perhatian siswa dan orang tua siswa adalah sebuah keniscayaan di zaman sekarang. Sayang sekali jika sebuah sekolah melewatkan kesempatan dalam menggunakan media sosial sebagai alat untuk meraih manfaat. Memang masih ada anggapan penggunaan media sosial kelihatan tak serius dan lebih pada nuansa kesenangan serta ajang narsis. Padahal media sosial seperti website, youtube, twitter, instragam dan facebook bisa membantu sekolah menyampaikan pesan kepada khalayak ramai. Tidak hanya itu media sosial bisa juga digunakan untuk memasarkan ide atau produk kepada konsumen.

Konsep school branding dalam keperluan promosi sekolah punya dua dimensi. Dimensi pertama adalah media sosial sebagai pembentuk branding. Sebuah sekolah dengan penggunaan media sosial yang efektif akan menjadi sekolah yang terbentuk brandingnya. Misalnya sekolah yang secara konstan memuat kegiatan olahraga yang dilaksanakan sekolahnya akan dengan mudah dilekatkan dengan brand sebagai sekolah yang mahir membesarkan potensi di bidang olah raga. Hal yang sama bisa berlaku juga saat sekolah sering memuat kegiatan seni, kegiatan olimpiade (lomba-lomba), kegiatan keagamaan atau kegiatan lainnya yang secara terencana dan diniatkan oleh segenap warga sekolah untuk menjadi sekolah dengan branding tertentu.

Lanjutkan membaca “Penggunaan media sosial sebagai branding dan pemasaran sekolah”

9 prinsip yang penting dalam memasarkan sekolah anda.

Ada banyak teori mengenai bagaimana memasarkan sekolah swasta atau lembaga pendidikan swasta. Ada juga sekolah-sekolah yang tidak terlalu peduli dengan teori, yang lebih penting bagi mereka adalah cetak sebanyak-banyaknya spanduk/banner/poster/brosur dan diletakkan ditempat strategis dengan harapan menjaring calon orang tua siswa.

Desain alat promosinya pun hampir pasti bisa ditebak dengan foto kegiatan di kelas, field trip dan tak lupa discount yang menarik perhatian. Calon orang tua siswa jaman now saat ini memang masih tertarik dengan alat promosi, namun saat yang sama mereka andalkan pertimbangan orang lain lewat media sosial atau biasa disebut sebagai ‘world of mouth’.

Sila cermati prinsip dibawah ini, semoga membantu anda dalam merencanakan promosi.

  1. Memasarkan sekolah saat ini menjadi kewajiban semua pihak di sekolah. Sekolah swasta memang punya kewajiban mesti memasarkan sekolahnya, sayangnya sering dibebankan hanya pada kepala sekolah dan bagian admission sekolah.Sekolah dan orang tua siswa akan mendapatkan malapetaka jika ada salah konsep saat bagian admission memasarkan sekolah. Bayangkan jika memasarkan sekolah kepada orang tua siswa layaknya seperti memasarkan property, dengan diskon antar pembeli yang berbeda tergantung nego keras atau lembut dari si orang tua siswa. Ujung-ujungnya antar orang tua siswa akan saling membandingkan berapa diskon yang didapat. Diperlukan ketegasan dalam menentukan aspek keuangan biaya masuk.
  2. Inti dari sebuah sekolah adalah kegiatan belajar dan mengajar, silakan sekolah mulai berpromosi mengenai sekolahnya dari kegiatan inti tsb. Kegiatan lain serta sarana dan prasarana hanya jadi pelengkap saja, pemanis yang bisa membuat calon orang tua siswa tertarik.
  3. Saat memasarkan sekolah, arti ‘brand’ menjadi sangat penting, lakukan evaluasi/refleksi diri, sekarang ini saat disebutkan nama sekolah anda apa yang orang lain pikirkan? jika masih ada perbedaan atau malah kebanyakan persepsi negatif nya saatnya sekolah anda mawas diri.
  4. Apa Tagline sekolah anda? Brand lembaga pendidikan saat ini bagus bagus, coba tebak tag line ini, ‘Berprestasi tinggi dan berakhlak terpuji’. Lembaga pendidikan apakah yang punya tag line tadi? sekolah atau bimbel?
  5. Jika sebuah sekolah swasta serius dalam mengelola lembaga pendidikannya, itu berarti ia mesti berfokus dan berorientasi pada bagaimana menghadirkan ‘pengalaman belajar yang mendidik dan bermakna’ bagi setiap pemangku kepentingan di sekolahnya (siswa, guru dan orang tua siswa). Orang tua siswa mungkin akan tertarik oleh gambar fasilitas yang ‘wah’ di brosur sekolah anda, namun ketertarikan akan berubah jadi keluhan tak ada ujung ketika mutu guru yang rendah, miskin ilmu mendidik serta pembelajaran di kelas yang konvensional.
  6. Banyak sekolah yang sdh punya akun di medsosdan rajin berpromosi, dengan cerdik melakukan soft selling dgn unggah kegiatan sekolahnya. Sebuah itikad yang baik, pertanyaan selanjutnya adalah apa guru-gurunya di medsos juga lakukan hal yg sama? Nah dari sini bisa diungkap dari sudut bagaimana cara menjual sekolah yang terbaik. Menjual dengan cara ‘Soft Selling’ sangat dianjurkan dalam membuat calon orang tua siswa tertarik. Sekolah bisa melakukannya lewat serangkaian kegiatan beberapa kali dalam satu tahun ajaran. Kegiatannya bisa seminar orang tua mengenai bagaimana mendidik dengan baik dan lain sebagainya, pelatihan guru yang difasilitasi oleh guru setempat yang mengundang guru guru di sekolah sekitar untuk jadi peserta. Intinya semua kegiatan yang bisa membuat orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya merasa menyekolahkan di tempat yang tepat. Dikarenakan guru-gurunya update dengan isu terkini, tak sayang berbagi ilmu dengan sesama guru dan orang tua siswa serta sederet perasaan positif lain yang timbul karena kegiatan yang bermakna. Memang konsep soft selling dalam memasarkan sekolah mengandalkan sekali peran serta guru-guru. Soft selling akan muncul saat guru selesaikan keluhan orang tua siswa, menjadi rekan sharing orang tua siswa saat memilih sekolah dan sederet hal lain yang ada hubungannya dengan pendidikan Ujung dari semua kegiatan ini adalah komentar serta support yang positif dari orang tua siswa yang sudah ada. Ingat mereka lah agen pemasar terbaik. Pertanyannya sekarang apakah sekolah sudah cukup membuat guru guru nya mampu berbagi ilmu dan percaya diri dalam berbagi dan selesaikan masalah. Diperlukan atmosfir yang positif di sekolah hingga semua guru merasa ‘berharga’ dan diperhatikan sebagai guru sekaligus karyawan. Dengan demikian mereka jadi senang berbagi dan berpartisipasi dalam semua event marketing sebagai seorang yang profesional.
  7. “Teachers should be on the front lines of any marketing effort” kata Rob Norman, pakar marketing sekolah. Sudahkah kita berikan tanggung jawab yang sama pada para guru untuk ikut mendukung promosi sekolah, atau diam-diam guru bicara negatif soal sekolah di postingan medsos mereka. Sesungguhnya kualitas sebuah sekolah ditentukan oleh kualitas percakapan guru-gurunya di media sosial.
  8. Anda pemilik sekolah, pengurus yayasan atau kepala sekolah swasta? sudahkah anda duduk satu meja dengan semua guru, paparkan bagaimana strategi sekolah dalam menjaring calon siswa baru? atau para guru anggap persoalan marketing sekolah menjadi tanggung jawab kepsek sendirian. Di sekolah swasta sangat wajar apabila ada kesepakatan bersama bahwa banyak siswa akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan guru.
  9. Anda pemilik sekolah, pengurus yayasan atau kepala sekolah swasta? saatnya cantumkan di surat kontrak bagi karyawan/guru baru bahwa, ‘bersedia membantu memasarkan sekolah dgn cara mengajar dan bersikap profesional sekaligus ikut serta dalam event marketing”.

Prinsip diatas membantu anda fokus pada bagaimana melakukan promosi dengan cerdas dan efektif. Intinya adalah sebagai sebuah sekolah anda punya team pemasar (marketer) yang hebat, mereka adalah para guru. Cukup minta mereka mengajar dengan baik. profesional bermakna dan bersikap profesional di medsos maka semua barang cetakan anda untuk promosi (yang biayanya tidak murah) akan makin efektif dan efisien dalam menarik calon orang tua siswa.

Membuat program unggulan di sekolah

SMK 36Banyak cara sekolah kelihatan unggul dan banyak cara juga untuk mencapainya. Program unggulan bisa dirancang bisa juga terjadi tanpa disengaja. Sekolah sebagai komunitas mesti punya tujuan untuk mengangkat sebuah hal sebagai program unggulan. Manfaat dari sekolah mempunyai program unggulan adalah

  • Mudah bagi orang tua siswa mengingat apa keunggulan dari sebuah sekolah, dan berguna sekali dalam pemasaran.
  • Guru dan murid merasa punya kebanggan terhadap sekolah.
  • Siswa merasa bangga bersekolah di tempat yang punya keunggulan

Bahkan sekolah negeri pun yang nota bene tidak punya kewajiban menarik minat murid, juga perlu punya program unggulan.

Program unggulan bisa dibagi menjadi 3 yaitu;

1. Program unggulan yang bersifat akademis.

Cara yang paling gampang adalah membina murid untuk diikutsertakan lomba atau olimpiade yang berhubungan dengan mata pelajaran tertentu. Bicara soal subyek yang menjadi andalan, tidak lain berkisar antara Matematika dan sains. Olimpiade matematika dan sains sering diadakan sebagai cara untuk mengukur pemahaman terhadap konsep. Sekolah yang memilih program ini sebagai program unggulan secara rutin menjaring dan melatih muridnya agar bisa berkompetisi.

2. Program unggulan yang dihasilkan dari ekskul

Ekskul yang saua maksud adalah ekskul kesenian (musik, tari, drum band, teater dll) Olahraga dan Life skills (keterampilan hidup) seperti pramuka dan palang merah remaja.

Ciri sekolah yang memilih program unggulannya dari sisi ekskul adalah suasana sekolah yang sibuk dan ramai setelah pulang sekolah bahkan di hari libur. Banyak sekali keuntungan dari keputusan sekolah untuk mengambil program unggulan dari sisi ini. Guru dan murid terpacu untuk menghasilkan yang terbaik. Ekskul pramuka misalnya, jika dikelola dengan baik terbukti membuat karakter siswa menjadi terbentuk dan sangat berguna saat dewasa.

Jika ekskulnya berbayar, guru akan lebih semangat lagi karena menambah penghasilan. Jika sekolah dan orang tua siswa sepakat bisa juga menyewa profesional untuk melatih siswanya dalam bidang tertentu. Tentunya hal ini akan membawa konsekuensi dalam hal pembiayaan. Profesional bidang musik, vokal, drum band, tari dan drama adalah orang-orang yang bisa dilibatkan dalam memajukan program unggulan melalui ekskul di sekolah.

3. Program unggulan yang dilakukan secara terintegrasi dengan proses pembelajaran di sekolah.

Termasuk dalam program unggulan jenis ini adalah

  • reading program (program membaca, untuk siswa SD di mana siswa membaca buku secara kontinyu digolongkan dan dimonitor setiap hari oleh guru). Bagus sebagai upaya memupuk rasa cinta membaca.
  • Kedisiplinan dan bela Negara. Sekolah yang cocok untuk penerapan jenis ini adalah sekolah yang ada di komplek militer atau SMK yang disiplinnya bisa terbentuk karena kegiatannya yang bersifat militeristik dan menegakkan disiplin.

Ukuran sebuah program unggulan berhasil adalah

  • Jika surat kabar dan majalah serta televisi meliput tanpa dibayar oleh pihak sekolah. Mereka datang karena mendengar atau karena melakukan pencarian di google
  • Jika orang tua siswa ingin memasukkan ke sekolah karena ia tahu bahwa sekolah tsb unggul dalam suatu bidang tertentu berdasarkan pertimbangan yang ia terima dari orang lain.

Sebuah sekolah adalah persemaian siswa untuk bisa berkontribusi positif di masyarakat. Sekolah wajib membuat siswanya merasa bangga pada tempat ia bersekolah dan menuntut ilmu. Dengan sekolah berkonsentrasi pada program unggulan saat yang sama sekolah sedang membuat ‘branding’ atas nama sekolah dimata masyarakat. Nah sekarang apa program unggulan sekolah anda? Yuk berbagi lewat kolom komentar.