Rapat yang efektif cermin budaya sekolah yang sehat

eff2Gambar dari: :

Daur kerja guru masa kini; mengajar, merencanakan, rapat dan menilai pekerjaan siswa

Mengapa rapat yang efektif mesti terjadi di sekolah kita, berikut ini sebabnya

  1. Rapat bisa jadi cara efektif menyatukan pendapat dan penyebarluasan informasi
  2. Rapat yang efektif membuat guru semakin profesional saat menjalankan tugas karena ia jadi pribadi yang update informasi dan mantap dalam melaksanakan tugasnya

Pembaca yang baik, artikel yang sedang anda baca ini termasuk ke dalam artikel mengenai pengelolaan sekolah, untuk membaca lengkap artikel ini silahkan menuju ke situs majulahsekolahku.com. Situs majulah sekolahku adalah situs yang menjadi jawaban dari hiruk pikuk dan dinamisnya dunia persekolahan dan pengelolaan sekolah menuju sekolah efektif. Selamat membaca.

Iklan

Tanda-tanda guru profesional sebelum mengajar, ketika mengajar dan setelah mengajar

Gambar

Selalu menarik membicarakan mengenai apa dan bagaimana guru profesional itu apalagi membicarakannya dengan sesama guru. Menurut blog pak Akhmad Sudrajat guru profesional itu

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan mumpuni dalam melaksanakan tugas jabatan guru.

Bila ditinjau secara lebih dalam, terdapat beberapa karakteristik profesionalisme guru. Rebore (1991) mengemukakan enam karakteristik profesionalisme guru, yaitu: (1) pemahaman dan penerimaan dalam melaksanakan tugas, (2) kemauan melakukan kerja sama secara efektif dengan siswa, guru, orang tua siswa, dan masyarakat, (3) kemampuan mengembangkan visi dan pertumbuhan jabatan secara terus menerus, (4) mengutamakan pelayanan dalam tugas, (5) mengarahkan, menekan dan menumbuhkan pola perilaku siswa, serta (6) melaksanakan kode etik jabatan.

Sementara itu, Glickman (1981) memberikan ciri profesionalisme guru dari dua sisi, yaitu kemampuan berpikir abstrak (abstraction) dan komitmen (commitment). Guru yang profesional memiliki tingkat berpikir abstrak yang tinggi, yaitu mampu merumuskan konsep, menangkap, mengidentifikasi, dan memecahkan berbagai macam persoalan yang dihadapi dalam tugas, dan juga memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Komitmen adalah kemauan kuat untuk melaksanakan tugas yang didasari dengan rasa penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, Welker (1992) mengemukakan bahwa profesionalisme guru dapat dicapai bila guru ahli (expert) dalam melaksanakan tugas, dan selalu mengembangkan diri (growth). Glatthorm (1990) mengemukakan bahwa dalam melihat profesionalisme guru, disamping kemampuan dalam melaksanakan tugas, juga perlu mempertimbangkan aspek komitmen dan tanggung jawab (responsibility), serta kemandirian (autonomy)..

 

Penjelasan diatas sebenarnya cukup untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan guru profesional itu, namun sesuai judul diatas akan saya paparkan beberapa tanda guru profesional;

sebelum mengajar

  • mempersiapkan diri dengan melihat jam, jam berapa ia mesti ada di kelas
  • mengecek selama seharian ia ada di kelas mana saja
  • adakah hal yang ia mesti lakukan selain kewajiban mengajar, misalnya ada janji dengan orang tua murid atau yang lainnya
  • mengecek buku catatan apakah ada yang mesti ia khususkan, misalnya di kelas ada siswa yang perlu bantuan khusus atau yang lainnya
  • mengecek lagi apakah rencana mingguan pembelajarannya sudah lengkap sampai dengan penilaian
  • menambah sumber belajar jika masih ada waktu (foto kopi dll)

ketika mengajar

  • menyapa murid (utamakan murid yang introvert atau tertutup karena murid yang exstrovert akan menyapa anda duluan)
  • memulai dengan berdoa
  • menggunakan cara 30 persen penjelasan di awal, 60 persen aktivitas yang kreatif dan 10 persen refleksi kegiatan
  • berkeliling dan tidak duduk saja di meja guru
  • berbicara dan melihat pekerjaan siswa saat mereka sedang beraktivitas (sempatkan melihat siswa yang cepat bekerjanya, sedang bekerjanya dan yang biasanya lambat dalam bekerja)
  • biasakan tersenyum, berbicara yang jelas dan tahu tidak mudah terpancing jika ada siswa yang berperilaku kurang menyenangkan
  • mengakhiri pengajaran di kelas dengan motivasi sambil mereview apa yang sudah dipelajari

Setelah mengajar

  • langsung lengkapi RPP dan langsung memberi note apa saja yang sudah atau belum berhasil
  • minum air putih untuk mengembalikan stamina
  • jika masuk ke ruang guru yang berisik atau ada obrolan yang diluar konteks pendidikan segera gunakan head set untuk dengarkan musik di HP atau laptop agar diri kita terhindar dari obrolan yang sia-sia
  • lihat jadwal mesti mengajar di kelas mana lagi
  • menulis di blog atau lihat time line twitter anda yang berisi ucapan atau kicauan para pendidik hebat

Tips bagi sekolah yang ingin menerapkan Kurikulum 2013

 

Gambar

Menerapkan hal yang baru mesti ada tantangannya. Termasuk menerapkan kurikulum 2013, pemerintah dalam hal ini sebagai penentu dan pelaksanaan kebijakan sudah melakukan pelatihan 52 jam secara bergilir kepada guru-guru demi terlaksananya penerapan kurikulum 2013. Tidak itu saja, kepala sekolah pun mesti alami 72 jam pelatihan.

Namun bila sekolah anda belum termasuk yang terpilih atau sudah terpilih namun belum semua, apa yang mesti anda lakukan sebagai kepala sekolah atau pengelola sekolah. Dibawah ini hal yang menjadi pertanyaan mengenai kurikulum 2013 dari sisi guru sebagai pengguna

1. Bagaimana pengembangan materi pelajaran yang kontekstual dan bagaimana penerapan strategi/metode pembelajaran yang berbasis saintifik?

Tips nya

Guru mesti dibekali dengan ketrampilan bagaimana agar membuat siswa mampu bekerja sama lewat pembelajaran yang memunculkan kreativitas.

Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:

  • Observing [mengamati]
  • Questioning [menanya]
  • Associating [menalar]
  • Experimenting [mencoba]
  • Networking [Membentuk jejaring]

Cara terbaik adalah guru diminta untuk membuat perencanaan pembelajaran dengan sistem kolegial atau bekerja sama dengan satu team. Dengan demikian di tiap team misalnya team kelas 1 atau kelas 3 mesti ada yang sudah ikut pelatihan kurikulum 2013. Kepala sekolah atau wakil bidang kurikulum juga bisa melakuan mentoring menemani tiap team dalam membuat perangkat pembelajarannya atau jika di SMP dan SMA menemani tiap faculty atau departemen dalam rangka pembuatan perangkat.  Silahkan menganalisa lewat teori Kate Murdoch mengenai Inquiry based learning

GambarGambarGambarGambar

2. Bagaimana melakukan penerapan teknik penilaian autentik dan apa saja jenis instrumennya
Penjelasan:
Penilaian autentik adalah sekolah menggunakan penilaian formatif dan sumatif dan sekuat tenaga menyeimbangkan antara keduanya.
Penilaian formatif dilakukan selama pembelajaran berlangsung, guru melakukan ulasan dan observasi di ruang kelas. Guru menggunakan penilaian formatif dan umpan balik siswa untuk meningkatkan metode pembelajaran selama proses belajar mengajar.
Penilaian sumatif biasanya digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program dan layanan instruksional pada akhir bab atau unit tematik atau pada waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari penilaian sumatif adalah untuk membuat penilaian kompetensi siswa setelah fase pembelajaran selesai.

Contoh penilaian autentik:

Penilaian Formatif

Catatan anekdotal siswa,  Kuis dan esai, diagnostik tes, Guru mewawancarai siswa, Role play, guru lakukan Observasi dan Siswa mengevaluasi diri sendiri

Penilaian sumatif
Tes akhir semester, Proyek Pribadi siswa, Presentasi lisan, Pameran siswa, Esay, Tugas Performance / proyek dan Debat

Gambar

 

Pertemuan guru dan orang tua di awal tahun, bagaimana sebaiknya?

 

image
image

image

Pertemuan guru dan orang tua di awal tahun ajaran punya peranan yang strategis dalam menentukan arah kerjasama antara sekolah dan rumah setahun penuh ajaran. Jika suasana pertemuan antara guru dan orang tua berlangsung positif maka sekolah akan menjelma jadi sekolah yang  sehat dan efektif. Sebenarnya apa makna penting pertemuan awal tahun ajaran, mari kia bahas satu persatu;

Bagi orang tua siswa ketika sekolah mengundang dirinya maka ia akan merasa;

  • Membuat dirinya merasa dihargai
  • Makin yakin bahwa ia telah memilih sekolah yang tepat bagi anaknya
  • Merasa bahwa saluran komunikasi di sekolah tempat ia menyekolahkan anaknya sehat dan bisa mendengar
  • Sebagai orang tua siswa ia mendapat bayangan apa saja hal yang akan berlangsung dan terjadi di sekolah dan kelas anaknya
  • Orang tua bisa mengenal lebih dekat guru anaknya

Bagi guru ketika ia berdiri di depan orang tua siswanya untuk berpresentasi maka ia akan merasa;

  • Menjadi guru profesional karena dirinya sendiri yang menjelaskan program kepada orang tua siswa yang ada di kelasnya sendiri
  • Makin percaya diri bahwa dirinya bisa menyampaikan yang terbaik kepada murid di kelasnya karena komunikasi sejak dini sudah terbangun di awal tahun ajaran

Berikut ini adalah mekanisme penyelenggaraan pertemuan awal tahun ajaran antara guru dan orang tua siswa

  • Diselenggarakan di hari ketiga di minggu kedua di awal tahun ajaran
  • Undangan dikirim satu minggu sebelumnya
  • Berlangsung paling lama satu jam
  • Berisi Tanya jawab, presentasi guru serta diskusi ringan mengenai hal yang penting untuk diketahui selama satu tahun ajaran
  • Topik pertemuan dibagi menjadi dua hal besar, pertama mengenai akademis dan kedua mengenai rutinitas yang menunjang produktivitas selama satu tahun ajaran
  • Diadakan di hari kerja setelah siswa pulang sekolah
  • Guru bidang studi pun ikut berkeliling memperkenalkan dirinya kepada orang tua siswa di tiap kelas
  • Diselenggarakan di kelas masing-masing, dengan menggabungkan 2 kelas menjadi satu dan guru-gurunya pun bergabung
  • Guru membuat presentasi yang berisi data pribadi dan apa saja yang akan dibahas di sepanjang satu tahun ajaran pada bidang studi matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan lain-lain
  • Presentasi yang guru buat juga berisi peraturan apa saja yang penting untuk guru ketahui, rutinitas serta hal-hal yang sifatnya jika diketahui akan membuat seorang siswa bisa sukses melalui satu tahun ajaran.
  • Orang tua yang hadir diminta mengisi daftar hadir di sertai kolom untuk mengisi nomor telepon agar mudah dihubungi jika ada jawaban mengenai pertanyaan yang ia berikan saat parent teacher meeting dan belum bisa dijawab oleh guru

Pertemuan antara guru dan orang tua yang sukses di tahun ajaran semakin meneguhkan  cara pandang guru yang sukses saat  selesaikan masalah di sekolah, karena iajadi mudah  tempatkan dirinya dari sisi siswa, orang tua siswa dan kepala sekolah. Orang tua siswa pun jadi dilatih untuk tidak begitu saja menyerahkan anaknya bulat-bulat ke sekolah tanpa kerja sama dan kontribusi nyata pada proses pembelajaran.

 

Membuat tiga bagian penting di sekolah swasta (guru, kepala sekolah, yayasan dan orang tua siswa) bekerja sama menciptakan sekolah unggulan

 
image

image

Di sekolah swasta berlaku sebutan atau jargon, ‘pelanggan adalah raja’. Jargon ini memang benar adanya, namun untuk konteks di sekolah jargon ini sebaiknya dihindari. Apa jadinya jika orang tua siswa hanya dianggap raja tanpa sedikitpun diminta untuk melakukan kolaborasi dan kemitraan demi suksesnya pembelajaran anaknya di sekolah. Kemitraan yang baik bermula dari semua pihak di sekolah tahu hak dan kewajiban sehingga terciptalah sebuah harmoni yang akan membawa perbaikan terus menerus yang baik bagi perkembangan sebuah sekolah.

Sebenarnya apa peran tiap-tiap bagian dari sekolah (guru, kepala sekolah, yayasan dan orang tua siswa) agar tercipta sebuah sekolah yang efektif?

Peran guru

  • Mengajar dengan baik di kelas, semampunya dan sekreatif mungkin
  • Berkomunikasi yang efektif dengan orang tua siswa
  • Perlakukan orang tua siswa dengan hormat, tahu batas sebagai guru yang professional.
  • Memperlakukan siswa dengan baik dan dicarikan jalan keluar jika terjadi kesulitan dalam belajar

dan tingkah laku

  • Bekerja sama dengan sesama guru agar tercipta atmosfir kerja yang baik dalam berinteraksi sebagai guru professional
  • Bekerja sama dengan kepala sekolah, jadikan kepala sekolah mitra ketika ada persoalan

Peran kepala sekolah

  • Mewujudkan visi misi yang sudah digariskan oleh yayasan
  • Merencanakan pelatihan yang terbaik untuk guru-gurunya
  • Menjadi pemimpin yang baik yang menguasai kurikulum, pembelajaran , pengajaran serta penilaian kepada siswa
  • Memimpin guru melakukan penyesuaian dan pembuatan kurikulum sehingga sekolah punya standar yang terbaik dalam kurikulum
  • Membantu siswa mengatasi masalah disiplin siswa
  • Melakukan komunikasi dengan nuansa yang positif dengan guru dan mengelola guru dengan cara yang baik hingga guru merasa diayomi dihormati dan semangat mengajar dan belajar
  •  Mendeteksi dengan cepat potensi sumber konflik di sekolah hingga dengan cepat dicarikan jalan keluar
  • Bekerja sama dengan orang tua siswa dan yayasan dalam mengelola sekolah dalam keseharian
  • Membuat keputusan dengan cepat dan mensosialisasikannya kepada komunitas sekolah
  • Bersama dengan guru membuat anggaran yang tepat,bertanggung jawab dan maksimal mendukung pembelajaran.

Peran orang tua siswa

  • Mengerti dengan baik dan jelas visi misi sekolah
  • Berperan dalam komite sekolah atau POMG yang didalamnya orang tua siswa bisa berperan sebagai pihak yang memberi usul dalam pengembangan sekolah (fasilitas dan sarana dan prasana fisik)
  • Bermitra dengan guru dalam membuat atmosfir yang menyenangkan bagi anak untuk belajar
  • Datang dan berperan aktif dalam rapat dengan guru atau ikut serta sebagai peserta yang aktif di dalam pelatihan yang di adakan oleh sekolah

Peran yayasan

  • Mempercayakan pengelolaan pelaksanaan praktek pendidikan terbaik pada kepala sekolah dan guru
  • Menjadi pihak yang memikirkan pengembangan dan menentukan arah dari pengembangan sekolah yang kemudian di konsultasikan saat rapat dengan komite sekolah
  • Memberikan perhatian pada upaya pemberian kesempatan pada siswa berprestasi bisa lewat pemberian beasiswa dan lain sebagainya
  • Memberikan support pada upaya sekolah memajukan diri lewat Teknologi Informasi atau sarana prasarana yang diperlukan oleh sekolah sebagai sebuah institusi
  • Memikirkan sumber pendanaan agar kegiatan sekolah bisa dilaksanakan dengan baik serta guru mendapat support untuk melakukan proses kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menarik di sekolah

Ketika semua elemen berusaha yang terbaik lewat komunikasi, kerjasama dan sistem yg rutin di ‘update'”maka semua anak yang bersekolah di sekolah tersebut akan muncul potensinya. Anak pintar bukan semata karena gurunya, anak kita pintar karena kerjasama yang baik antara seluruh elemen di sekolah

 

Menulis rencana pembelajaran di blog? ide bagus lho

Blog sebagai sebuah alat untuk berefleksi sangat layak untuk digunakan para pendidik. Pendidik yang sadar bahwa dunia mengajar adalah dunia dimana seseorang memungut serpihan kebajikan dan kebijakan dalam keseharian untuk kemudian dihantarkan pada siswa akan senang melakukan blogging.

Blogging disisi lain juga bisa dijadikan sarana untuk berkhayal (berdasarkan kurikulum lho) mengenai hal apa saja yang akan dilakukan seorang guru di minggu mendatang dan setelah ia melakukan rencananya di kelas ia akan update mengenai hal apa yang kurang atau sudah terjadi di kelas.

Gambar

Di Ananda Islamic School Jakarta Barat, bersama guru SMP dan SMA yang bersemangat saya berbagi mengenai kegiatan blogging, sebuah kegiatan yang cocok untuk dilakukan pendidik abad 21

silahkan nikmati blog mereka

http://puspascience.blogspot.com/

http://pendidikmulia.blogspot.com/

http://ademarwoto.blogspot.com/

http://efarianti.blogspot.com/

http://mustatirohelsaudin.blogspot.com/