Sekolah dilanda krisis, kok bisa?

crisis_ahead

Bukan negara saja yang rentan terkena krisis. Sebuah sekolah bisa juga terkena krisis. Krisis bisa datang dari mana saja, dari dalam sekolah dan dari luar sekolah. Krisis akan membuat guru tidak bisa tenang dalam mengajar, dampaknya bisa luas dan panjang bahkan bisa membuat sekolah itu tutup.

Apa saja krisis yang bisa melanda sekolah

  • Krisis kepercayaan. Jika ini terjadi gawat sekali, ada pihak yang kurang bisa berkomunikasi pastinya. Krisis ini biasanya dimulai dari ketidak puasan. Guru kepada sekolahnya, kepala sekolah kepada gurunya, guru pada kepala sekolahnya, orang tua siswa pada sekolah atau orang tua siswa pada guru anaknya. Penyebabnya bisa macam-macam, yang paling sering terjadi ada pihak yang tidak mau belajar dan kurang mau mendengar. Sehingga krisis menjadi makin parah dan dalam.
  • Krisis guru. Guru yang keluar masuk dan keluar di tengah jalan akan membuat sekolah guncang. Saatnya sekolah memelihara dengan baik guru-gurunya.
  • Krisis alat dan sumber mengajar. Hal ini biasanya terjadi karena pihak sekolah salah urus atau bahkan tidak mau keluarkan dana untuk pembelian alat mengajar dan lain sebagainya.
  • Konflik dengan masyarakat sekitar. Sekolah mesti berhati-hati untuk selalu mengutamakan siswa jika ini terjadi. Masalah legalitas lahan bisa jadi penyebab. Banyak sekolah kemudian, menjadi sengketa lahannya karena permasalahan hukum yang diluar kuasa guru dan kepala sekolah.

Lanjutkan membaca “Sekolah dilanda krisis, kok bisa?”

10 karakter guru yang bagus untuk dijadikan guru di sekolah anda

Picture_4_crop380w

Menyeleksi guru adalah pekerjaan ‘abadi’ dari seorang kepala sekolah. Sekolah mengandalkan kepala sekolah dalam mencari guru yang pantas dan cocok mengajar di kelas. Seperti semua proses seleksi, proses menyeleksi guru juga punya resiko dan hal yang mesti diwaspadai. Untuk itu saya mencoba menguraikan kriteria guru seperti apa yang pantas untuk direkrut sebagai guru di sekolah anda.

1.       Sesuai visi misi sekolah

Cari lah guru yang sesuai dengan visi misi sekolah anda. Sayangnya banyak sekolah yang merekrut guru hanya karena mau digaji kecil atau kenalan si A atau saudaranya si B. Sebelum merekrut resapi kembali visi misi sekolah anda dan rasakan apakah kandidat yang ada di depan anda ini cocok atau tidak dengan visi misi sekolah anda dalam hal kepribadian, cara komunikasi dan filosofinya terhadap pendidikan.

2.       Mengerti paedagogi

Banyak guru yang bukan berasal dari fakultas keguruan. Untuk guru yang punya latar belakang seperti ini tanya apa alasannya menjadi guru, dan bagaimana cara ia memandang dunia belajar mengajar. Kalau meragukan berarti kandidat ini hanya ingin jadikan profesi guru sebagai batu loncatan untuk ke pekerjaan berikutnya. Bahkan dari fakultas keguruan pun mesti ditanya kembali filosofi pendidikanya, jika kurang menyertakan aspek siswa atau anak didik, jangan lah diterima karena tipe guru seperti ini adalah tipe guru ‘teacher centered’

3.       Tahu latar belakang sekolah

Silahkan bertanya menurutnya bagaimana sekolah anda. Jika analisanya dalam dan baik sebagai masukan. Selamat! Anda sudah menemukan guru yang tepat

4.       Yang bisa bertanya saat diminta bertanya

Guru yang bagus senang bertanya. Proses seleksi bukan sekedar kandidat guru ditanya-tanya oleh kepala sekolah namun juga ada saatnya si calon mesti bertanya. Minta ia bertanya sesuatu mengenai sekolah anda, jika pertanyaannya bermutu dan cerdas berarti ia adalah guru yang cocok

5.       Punya kemampuan komunikasi yang bagus

Carilah guru yang sopan, tau etika dan punya komunikasi yang bagus. Guru yang punya komunikasi yang bagus akan membantu perannya sebagai guru. Namun tanya hati kecil anda juga sebagai kepala sekolah, apakah komunikasinya yang bagus ini positif atau negatif. Karena komunikasi yang negatif akan membuat sekolah anda bernuansa negatif juga. Silahkan mencari guru yang pandai menempatkan diri tidak terlampau serius namun juga tidak cengengesan

6.       Berpakaian pantas

Tidak perlu mahal, guru yang professional tahu bagaimana berpakaian pantas dan nyaman. Guru dengan bau badan berarti punya hal yang belum ia lakukan dengan benar dalam soal kebersihan.

7.       Meminta gaji yang sesuai

Guru professional tahu bagaimana cara menghargai diri sendiri. Guru yang meminta gaji terlampau murah atau mahal perlu diteliti lagi latar belakangnya. Jika sekolah sudah bisa memakai UMR sebagai patokan akan lebih baik lagi.

8.       Punya blog atau twitter yang aktif

Merupakan nilai lebih jika calon guru punya blog dan twitter yang aktif. Lihat tulisan atau lini masanya. Cari guru yang tidak galau dan berpikiran positif, guru yang sukanya mengeluh, mencaci dan berkata kasar di social media jangan direkrut sebagai guru.

9.       Menulis email dengan benar

Jika anda menerima lamaran lewat email, maka lihat cara dia menulis email. Banyak sekali calon guru yang saat melamar hanya menulis email kosong sambil diselipi CV dan surat lamaran pada attachmentnya, calon guru yang seperti ini perlu belajar banyak soal etika dalam dunia online. Ada juga guru yang menggunakan nama tidak resmi dan tidak serius. Misalnya “adindaimoet@yahoo.com atau  Azischayankkamu@yahoo.com dan sejenisnya yang mencerminkan belum dewasanya ia sebagai pribadi.

10.   Pengalaman penting namun bukan segalanya

Sekolah yang baik mengandalkan pada system dan bukan pada orang per orang. Menerima guru yang sudah pengalaman memang penting, namun lebih penting menerima guru yang mau berubah dan bersedia menerima masukan.

 

 

5 peran kepala sekolah di abad 21, Laporan dari pembukaan pelatihan 10 modul untuk Kepala sekolah se Bandung dan sekitarnya, dengan tema ‘Menuju sekolah yang berkualitas’

Saya sedang mempersiapkan peralatan sebelum presentasi di hadapan 120 lebih pemimpin sekolah yang hadir.

Kepala sekolah saat ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru untuk memimpin secara efektif baik dari sisi biaya maupun wewenang. Untuk itu menurut Administrator Pendidikan Iowa State profesor dan penulis blog Dangerously Irrelevant, Scott McLeod menyatakan, “jika para kepala sekolah tidak mengerti, maka semua itu tidak akan terjadi.” Untuk ” terjadi”, hari ini para kepala sekolah harus mempunyai peran sebagai visioner, agen perubahan, kepala, role model dan manajer.

Selama hampir 4 jam bersama 120 lebih kepala sekolah yang hadir di gedung pos Jalan Banda Bandung, saya berdiskusi bersama dan berbagi mengenai tantangan memimpin sekolah di abad 21 ini. Acara ini sekaligus sebagai pembuka mata acara workshop berseri 10 modul yang diadakan oleh lambaga Sekolah Tunai Indonesia. Selama 10 pertemuan ke depan  para kepala sekolah yang beruntung ini akan terlibat dalam workshop dengan berbagai topik yang akan memberi arah untuk mereka dalam menyelami dan memimpin di arus perubahan, persaingan yang kian dahsyat ini

'Menuju sekolah yang berkualitas' dambaan dan tujuan kita bersama

Lanjutkan membaca “5 peran kepala sekolah di abad 21, Laporan dari pembukaan pelatihan 10 modul untuk Kepala sekolah se Bandung dan sekitarnya, dengan tema ‘Menuju sekolah yang berkualitas’”

%d blogger menyukai ini: