Rasa percaya dan kepercayaan diri, adalah dua modal menjadi guru profesional

 

IMG_1170

Salah satu modal menjadi guru yang kreatif dan profesional adalah rasa percaya dan sikap percaya diri. Keduanya mungkin bukan hal yang mudah, namun sangat ampuh bagi guru guru yang baru terjun atau bahkan guru yang sudah makan asam garam di dunia pendidikan. Jika seorang guru senang dengan dunia pendidikan yang ia geluti maka seperti bidang lainnya akan ada tantangan untuk diselesaikan. Biasanya tantangan yang ada adalah:

  • sikap sesama rekan guru yang kurang mendukung
  • sikap kepala sekolah yang belum bisa berperan sebagai pemimpin
  • sikap orang tua siswa atau masyarakat yang menyerahkan semua pendidikan anaknya ke sekolah dan guru.
  • fasilitas sekolah yang kurang memadai
  • cara belajar siswa yang lambat
  • sikap siswa yang tidak semangat dalam belajar
  • kompetensi guru yang kurang.

 

Lanjutkan membaca “Rasa percaya dan kepercayaan diri, adalah dua modal menjadi guru profesional”

4 tanda guru sebagai agen perubahan 

teacher-quote
Bukan perkara mudah menemukan guru yang siap jadi agen perubahan. Bahkan guru yang punya gelar berprestasi pun belum tentu sanggup jadi agen perubahan. Dikarenakan sebagai agen perubahan perlu mental, pola pikir dan strategi agar bisa membawa siswa, sesama guru bahkan sekolah ke arah yang lebih baik.

Berikut ini adalah hal yang mesti dimiliki oleh seorang guru yang boleh dikatakan sebagai agen perubahan.

Lanjutkan membaca “4 tanda guru sebagai agen perubahan “

7 cara menyeleksi guru baru lewat media sosialnya

Penekanan agar guru selalu mengangkat semangat plurasime,kesetaraan, demokrasi dsb dalam proses pembelajaran ternyatadalam keseharian di medsos tidak seperti itu. guru takut membicarakan perbedaan yang berkaitan dengan SARA. Khawatir menyebabkan salah satu pihak ada yang merasa tersinggung apabila membicarakan sesuatu yang berbau SARA.

Bukannya menyalahkan sikap seperti ini, namun sebagai pribadi yang dewasa dengan profesi yang sama dan tahu batas-batas etika diskusi, mestinya justru lebih enak dalam menyampaikan opini secara terbuka, mendiskusikannya bahkan berdebat beradu pendapat dan argumentasi serta opini.

Dari beberapa contoh kontra produktif di atas, yang paling saya herankan dan saya sayangkan serta sangat disesalkan adalah masih banyaknya teman guru yang melakukan copas artikel, istilah, gambar, konten milik orang lain (dengan penuh kebanggaan), bahkan ada juga yang gemar menyebar HOAX dan tanpa tahu bahwa itu adalah HOAX serta apaitu HOAX (Karena baru beberapa bulan pegang android yang akun WA-nya dibuatkan oleh pelayan konter).

#Mohon maaf yang sebesar-besarnya nih teman-teman guru, saya buka sedikit dapur kita

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/maarif_setyo_nugroho/guru-medsos-dan-sikap-politik_5915e033c222bd9b538300b8

images (1)

Cuplikan artikel diatas saya sarikan dari diskusi mengenai penggunaan medsos atau media sosial untuk guru. Ingatan saya langsung terbayang saat saya meminta guru di sekolah yang pernah saya pimpin untuk ‘membereskan’ media sosial nya. Itu terjadi sekitar 3 tahun lalu dari sekarang. Jauh dari situasi dimana media sosial dianggap telah terjerumus jadi ajang fitnah. Saya minta guru untuk menampilkan jati dirinya sebagai guru. Cara yang sama juga saya terapkan saat akan menyeleksi guru.

Lanjutkan membaca “7 cara menyeleksi guru baru lewat media sosialnya”

Makna ‘Nilai’ akademis bagi orang tua siswa

​Saya tanya, sikap apa yang akan kalian ambil…..Jika kamu tau ada diantara teman2mu membicarakan dengan nyinyir dan membandingkan (dibelakangmu) anakmu yang notabene memiliki nilai akademik dibawah rata2 ….Sementara kamu menerima & sangat memahami karakter anak2mu sendiri dan jujur tidak malu menyembunyikan, mengakui segala kelebihan & kekurangan mereka sebab setiap anak memiliki talenta yg berbeda sekalipun saudara sekandung, dan karena pemahaman tersebut kamu juga tidak ingin membicarakan kekurangan anak2 orang lain….. #cumananya

Di Facebook ada banyak status yang menarik, yang saya copas disini adalah jeritan hati ibu yang tidak terima atas perlakuan orang tua anak lainnya. Buat saya hal diatas terjadi karena ada beban yang ada di pundak orang tua siswa disebabkan masalah nilai akademis anaknya. Setiap pengambilan rapor guru akan menghindari berdebat dengan orang tua siswa yang kritis perihal nilai. 

Di banyak sekolah ukuran kasta’ seorang siswa diukur dari nilai akademis. Sebuah hal yang sangat membuat miris. Gejala itu diperparah dengan sikap guru yang mau terima beres saja. Inginnya kalau bisa semua siswa dikelasnya lancar dan cepat menguasai pembelajaran yang diberikan. Coba lihat siswa TK saat mereka tiba di sekolah, mereka begitu rileks dikarenakan di usia emas itu yang mereka pikirkan hanyalah berkarya dan bersenang senang di sekolah tanpa khawatir berapa nilai yang akan ia dapatkan.

Apa yang bisa sekolah lakukan agar orang tua siswa bisa seimbang dalam memandang nilai atau pencapaian putra putrinya. 

1. Sekolah menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dengan cara lakukan hal sebagai berikut:

• Buat pertemuan awal tahun ajaran yang dilakukan per kelas.

• Buat buletin sekolah

• Adakan acara seminar orang tua sekali per tiga bulan. Undang orang yang berkenan berbagi dan bukan seleb atau motivator yang dibayar mahal.

2. Guru diberikan pelatihan dan pembekalan cara untuk:

• Berkomunikasi efektif dengan orang tua siswa.

• Penilaian autentik ala kurikulum 2013

• Melakukan penilaian dengan banyak variasi.

3. Kepala sekolah 

• Membuat kebijakan penilaian yang autentik yang mesti dipatuhi oleh guru dan diketahui oleh orang tua siswa

• Membuat format raport yang bentuknya campuran antara nilai angka dan narasi.

• Berbicara dalam setiap rapat yang dihadiri oleh orang tua bahwa nilai adalah gabungan antara usaha siswa dan sejauh mana guru berusaha membuat siswanya paham

• Membuat sistem pengambilan rapor yang efektif, sehingga semua orang tua mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai anaknya.

• Mengharuskan guru fokus pada penggunaan teknik penilaian formatif.

Diharapkan dengan langkah diatas akan tercipta komunitas di sekolah yang menghargai usaha dan tidak semata berorientasi nilai. Saat yang sama menganggap nilai yang baik adalah konsekuensi kerja keras dan antusiasme siswa dalam mempelajari sebuah pengetahuan. 

6 sebab sebuah sekolah swasta selalu diminati oleh calon orang tua siswa

Cara terbaik bagi sebuah sekolah swasta agar bisa diminati masyarakat adalah dengan melakukan perang harga dengan sekolah lain yang sejenis. Namun percayalah dunia sekolah tidak seperti itu apalagi jika sekolah anda punya keunikan.

Sayangnya tidak semua sekolah sadar bahwa unik itu penting. Ada beberapa alasan orang tua siswa seakan tak peduli masalah berapa uang sekolah yang mesti ia bayar di sekolah anaknya.

Lanjutkan membaca “6 sebab sebuah sekolah swasta selalu diminati oleh calon orang tua siswa”

Pembelajaran berbasis proyek sebagai alternatif solusi bagi materi yang padat

​[03-21, 16:20]  Kami guru di SMA banyak mengeluhkan dengan kondisi sekarang

[03-21, 16:21] Ketika kami banyak memberi latihan agar anak semakin mahir dan menguasai konsep yang ada anak mengeluh, ada yg tidak mengerjakan, atau mengerjakan dengan mencontek teman tanpa peduli bagaimana cara mendapatkannya

[03-21, 16:22] Ketika menerapkan kooperatif learning,anak2 menjadi semangat dan termotivasi tapi mereka tetap menuntut saya untuk dijelaskan ulang pada pertemuan berikutnya sehingga akibatnya harusnya satu topik selesai dlm 2jam akhirnya menjadi 4jam pelajaran

[03-21, 16:23]  Kendala kami adalah kurikulum kimia yg terlalu padat karna hanya diberikan di jenjang SMA. Berbeda dg biologi dan fisika dimana konsep sudah dikenalkan Dr SMP atau SD

[03-21, 16:23]  Kami di kelas X harus menanamkan semua konsep dasar kemudian kelas XI sudah masuk materi berat

[03-21, 16:23]  Hampir semua guru kimia tidak tuntas menyelesaikan penyampaian materi kimia pak

[03-21, 16:25] Permasalahan yg lain adalah,dalam mapel kimia banyak konsep yg terkait hitungan sedang anak penguasaan akan konsep dasar matematika (yg ditanamkan di SD dan SMP) tidak kuat. Mereka terkadang oaham konsep kimianya tapi salah dalam penyelesaiannya karna kendala penguasaan hitungan matematika

[03-21, 16:26]  Saya pernah mengajak anak2 bermain ukar tangga kimia… Galery learning… Pembuatan peta konsep, presentasi kelompok

[03-21, 16:27]  Tapi akibatnya keteteran menyelesaikan materi pak

Cuplikan diatas adalah diskusi saya dengan guru yang menyampaikan mengenai situasi terkini di kelas yang beliau ajar.

Secara singkat hal yang beliau alami adalah:

1. Guru merasa harus menambal konsep siswa yang belum kuat akan sebuah materi dan disaat yang sama banyak materi yang perlu diajarkan.

2. Guru sudah mencoba melakukan strategi pembelajaran namun malah berakibat siswa senang namun pembelajaran tidak fokus.

Lanjutkan membaca “Pembelajaran berbasis proyek sebagai alternatif solusi bagi materi yang padat”

6 cara mengelola siswa yang lambat dalam belajar

Saya seorang mahasiswa PGSD yg mengabdi di Sekolah swasta.saya di percaya oleh beberapa wali murid untuk memberikan les tambahan (bimbel), kebetula sy mengajar salah satu anak Kls 6 tetapi kemampuan berpikirnya sangat rendah, sy perlu mencoba beberapa tips & trik agar anak mengalami kemajuan dlm belajar. Bagaimana menurut bpk trik untuk anak yg kemampuan berpikir rendah dlm berpikir?Terimakasih

Kutipan diatas saya cuplik dari kolom komentar di blog ini.

Sebagai seorang guru memang akan jadi tantangan saat ada siswa yang lambat cara belajarnya. Dalam kutipan diatas si guru menyebut siswa masih dalam tahapan kemampuan berpikir tingkat rendah.

Beberapa hal yang bisa guru lakukan adalah:

1. Saat mengajarkan materi kepada siswa jenis ini, hindari untuk langsung ajarkan begitu saja pengetahuan yang anda berikan. Mulai dengan hal yang simple dan sederhana terlebih dahulu. Potong sedikit demi sedikit porsi materi yang ingin anda berikan. Tidak mengapa jika memakan waktu agak lama. Biarkan ia punya perasaan bahwa ia berhasil dan punya kemampuan. Hal yang sedang anda lakukan adalah sedang membangun pondasi. 

2. Dalam ilmu mendidik ada yang namanya prinsip ‘scaffolding’ yang intinya guru sibuk meneguhkan  pondasi terlebih dahulu baru sibuk melangkah ke jenjang penanaman materi berikutnya. Baik sekali jika guru menggunakan teknik ini. Siswa dengan bertahap akan mengerti dan menguasai materi. 

3. Lakukan tes formatif secara harian, dan per bulan. Hal ini penting untuk mengetahui dimana posisi siswa anda sekarang, guru akan tambah semangat jika tahu bahwa ada perubahan dalam diri siswa walau sedikit. Tes formatif adalah sebuah tes yang mengandalkan pada kecepatan untuk bisa segera mengetahui hasilnya.

4. Pasangkan ia dengan rekan sebaya, siswa akan lebih cepat belajar dari rekannya. Tentunya tidak untuk setiap saat. 

5. Guru sering lakukan demo atau peragaan yang menggunakan alat dan media pembelajaran. Mengajar siswa yang lambat akan lebih mudah jika siswa langsung melihat sambil melibatkan mereka dalam kegiatan.

6. Hindari bertanya dengan kata kata, “ada pertanyaan?”, dikarenakan siswa memang perlu dicek pemahamannya namun dengan cara  yang beragam dan menggunakan kata tanya yang beragam (questioning skills).

Mempunyai siswa yang berkinerja lambat adalah merupakan anugerah bagi seorang guru. Dikarenakan guru akan punya kesempatan melakukan uji coba dengan banyak metode yang kesemuanya demi siswa yang punya kepercayaan diri bahwa dirinya mampu

4 cara mudah menumbuhkan budaya tertib administrasi bagi para guru

Bicara mengenai budaya di sekolah ada beberapa macam budaya yang biasa ada dan terdapat di sekolah ada beberapa macam;

1. Budaya tepat waktu

2. Budaya tertib administrasi RPP dan lain sebagainya

3. Budaya senyum sapa dan salam

4. Budaya berprestasi

5. Budaya bersih

6. Dan lain lain

Dari sebuah perbincangan dengan sahabat, ada perkataan menarik yang saya kutip untuk anda.

Pak agus ada pribahasa mengatakan ” BISA KRN BIASA ” bagi saya pribadi yg sulit itu membiasakan diri. Dulu waktu saya mengajar di bogor itu setiap hri buat RPP sebelum masuk kekelas ditandatangani dulu dg kepala sekolah itu biasa aja nyantai, sekarang terasa berat krn tdk biasa n terbawa arus….

Bagaimana caranya agar saya bisa terbiasa lg dg kebiasaan yg baikk?

Nah menarik ya, kutipan diatas sudah bisa dicirikan bahwa sahabat saya berbicara mengenai budaya tertib administrasi di sekolah dia saat ini. Pembandingnya adalah sekolahnya yang sebelumnya.

Tulisan ini akan mengambil contoh perihal budaya tertib administrasi di sekolah.

Tips bagaimana agar sebuah hal yang baik bisa menjadi budaya di sekolah, dengan mengambil  budaya menulis RPP sebagai contoh 

1. Ada peran kepala sekolah. Kepala sekolah terlibat penuh dalam upaya membuat guru sadar dan menyadari. Tugasnya bukan sebagai penegak disiplin layaknya satpol PP namun lebih kepada mitra dalam memberikan pertanyaan kepada guru guru yang menjadi binaannya mengenai hal apa yang sudah berhasil dilakukan dan hal apa yang belum. Kepala sekolah bukan menjadi sosok yang suka mengkritik namun ia kerap bertanya apa hal yang belum berjalan. Ia melakukan pendekatan sebagai coach. 

2. Ia juga orang yang selalu membawa perihal RPP ini dalam meeting , sambil terus bertanya hal apa yang bisa ia bantu sebagai pemimpin agar guru gurunya mau membuat RPP tanpa dipaksa. Guru yang dinilai berhasil dalam menjadi sosok yang tertib administrasi diminta berbagi didepan forum mengenai resepnya. Dengan demikian sesama guru saling belajar.

3. Melekatkan point mengenai tertib administrasi dalam penilaian kinerja guru tahunan. Seorang guru adalah orang dewasa yang sebenarnya tak perlu dipaksa. Namun bagi guru yang memilih untuk tidak mematuhi atau bandel maka pilihannya ia mesti dipaksa dengan gajinya dipengaruhi oleh kinerjanya, yang salah satu ukurannya adalah tertib administrasi.

4. Guru diberikan pelatihan dan terus diingatkan bahwa semua akar dari perubahan ini agar sekolah bisa lebih baik dalam melayani siswanya. Guru juga diberikan pengetahuan terkini mengenai RPP, bukan mengenai formatnya namun lebih pada bagaimana cara mengisinya agar efektif dan bernilai.

Tertib administrasi hanya akan bisa jadi budaya jika semua pihak di sekolah menganggapnya bukan sebagai beban namun lebih kepada perjalanan agar bisa menjadi guru yang professional.

6 langkah menjadikan guru ringan dalam membuat RPP

​Pak, saya guru mapel B. Inggris SMP. Saya merasa bahwa saya baik dalam memotivasi siswa untuk semangat belajar. Tapi saya sendiri mengalami masalah dalam merencanakan pembelajaran – saya selalu merasa terbebani dengan RPP, seperti terasa berat jika harus membuat RPP per pertemuan, padahal saya sadar bahwa membuat RPP yang baik adalah salah satu tugas utama guru untuk membuat pembelajaran berjalan dengan efektif. Mohon pencerahannya pak. Terima kasih sebelumnya.

Menulis RPP memang bukan perkara sederhana. Nama dan bentuk RPP disetiap sistem pendidikan punya bentuk dan nama yang berbeda beda. Intinya tetap sama, guru dipaksa sadar dan tidak sadar untuk menyiapkan dirinya. Guru bisa saja punya tipe yang autopilot saat mengajar, artinya ia asal tampil dan berbicara di depan kelas sesuai mood dan perasaan, syukur jika masih nyambung dengan mata pelajaran yang ia ajar. Jika anda lakukan ini murid pasti jadi korban karena dapat guru yang biasa biasa saja cara mengajarnya.

Contoh jurnal elektronik

Lanjutkan membaca “6 langkah menjadikan guru ringan dalam membuat RPP”

4 cara menuju Kelas yang kondusif

B7tkCn9CQAAYLa0

Hampir semua guru mengatakan bahwa kelas yang kondusif erat kaitannya dengan masalah motivasi. Ini sesuai dengan penemuan saya terhadap banyak sekali perbincangan mengenai bagaimana meningkatkan motivasi siswa di kelas ketika sebuah kelas ingin menjadi kreatif dan inovatif.

Mari keluar dari ‘kotak’ dan kembali ‘ke dalam’ adakah hal lain yang berperan dalam menciptakan kelas yang kondusif.

Beberapa hal yang menyebabkan kelas menjadi tidak kondusif

  1. Kendali ada pada guru semata, siswa jarang diberikan pilihan dan kebebasan untuk ‘bersuara’
  2. Kelas banyak aturan dan kebanyakan berasal dari guru. Guru sering kirimkan pesan kepada siswanya, “ini kelas saya dan kamu mesti nurut sama saya!”
  3. Yang siswa ingat dari kelas yang ditempatinya adalah ‘hukuman’, dan bukan ‘support’. Guru semangatnya adalah ‘menangkap basah’ saat siswa berbuat salah dan bukan bagaimana memberikan dukungan saat siswa memerlukan
  4. Siswa merasa dirinya biasa saja saat di kelas, ia merasa gurunya tidak mengenalinya dengan baik dan guru pun tidak ada usaha agar lebih dekat dengan siswa.

CO5SS-JWUAAMxbX

Jika guru mau ia sebenarnya bisa membuat kelasnya menjadi kelas yang kondusif, caranya

  1. Buat kesepakatan dan bukan peraturan, jumlahnya pun 5 saja
  2. Utamakan dukungan terlebih dahulu kepada siswa baru nuansa ‘hukuman’
  3. Kenali siswa dengan segala cara, anda punya waktu setahun untuk bisa kenali siswa anda, perlakukan siswa anda sebagai orang yang berbeda dari siswa yang lainnya.
  4. Biasakan ada sesi brainstorming untuk minta ide dari siswa mengenai cara anda mengajar, biasanya guru lakukan ini di akhir tahun ajaran padahal waktu tersebut sudah terlambat.

Inti dari tulisan ini adalah bagaimana sebuah kelas saling mendukung dan mengutamakan proses yang baik saat kelas berlangsung. Guru hadir sebagai sosok yang mengutamakan siswanya dahulu baru konten pembelajarannya.