Job description sebagai sarana semua komponen di sekolah bekerja dan bersikap

http://michellefischer.files.wordpress.com/2010/01/jobdescription3.jpg

“Teman kita ini sebenarnya apa sih pekerjaannya, kok kita lagi sibuk koreksi pekerjaan anak-anak dia main suruh-suruh aja” Tanya seorang guru pada guru lainnya, tidak lama setelah ia menolak disuruh oleh guru lainnya mengerjakan sesuatu.

Cerita diatas banyak terjadi di sekolah. Seorang guru marah dan kesal karena disuruh oleh guru lainnya. Mengapa hal itu bisa terjadi, yuk kita ikuti paparan berikut ini.

Sekolah yang efektif punya ciri yang jelas dan berbeda dari sekolah yang biasa. Ciri yang paling kuat adalah sekolah yang efektif bisa memunculkan potensi individu (kepala sekolah, guru dan karyawan) yang ada di dalamnya. Potensi yang saya maksud adalah potensi dari setiap individu untuk maju bersama dan menyumbangkan potensi yang terbaiknya untuk sekolah tempat ia belajar, mengajar dan mencari nafkah untuk keluarganya.

Cara terbaik adalah dengan menempatkan seseorang pada posisinya. Banyak sekolah yang menganut asas, semua orang mesti ‘serba bisa’. Secara kasat mata cara ini mungkin bagus, semua orang akan terlihat sibuk dan bekerja. Apalagi jika mempunyai atasan yang ‘galak’ maka semua orang bekerja menurut ukuran atasan yang galak tadi. Tidak ada ukuran yang jelas, tepat dan terukur untuk mengukur kinerjanya, karena sepanjang sang atasan senang maka selesailah pekerjaannya. Sebaliknya si atasan akan cape hati, lelah mental dan pikiran karena bawahannya hanya akan bekerja dan menurut padanya jika ia galak. Dengan demikian control terhadap pekerjaan bukan datang dari sistem namun dari individu. Hal yang banyak terjadi adalah jika si atasan lengah maka pekerjaan akan jadi berkurang kualitasnya dan karyawan akan bekerja hanya untuk mencari aman.

Cara untuk membuat sekolah punya cara mengontrol keberhasilan pekerjaaan individunya antara lain dengan membuat ‘job description’ atau penjelasan mengenai tugas apa yang sebenarnya di emban atau menjadi tanggung jawab seseorang. Job description akan membuat karyawan yang sudah baik kinerjanya akan semakin baik kinerjanya dan membuat semua orang tahu batas dan wewenangnya.

Di sekolah siapa saja yang mesti punya job description?

  • Kepala sekolah
  • Guru
  • Coordinator bidang atau wakil kepala sekolah
  • Tata usaha
  • Sekertaris
  • Serta jabatan-jabatan yang pekerjaannya bersinggungan dengan bagian lain

Point apa saja yang mesti ada di dalam Job description

  • Uraian singkat kepada siapa jabatan tersebut mesti bertanggung jawab
  • Menerangkan tugas dan kewajiban secara detail dan jelas untuk dibaca oleh pihak lain
  • Kepada siapa ia mesti berkolaborasi (bekerja sama)
  • Kepada siapa ia mesti berkoordinasi
  • Rapat apa dan dengan siapa yang mesti ia hadiri
  • Program apa yang mesti ia buat (jika ada)
  • Event apa yang mesti ia selenggarakan (jika ada)
  • Dokumen apa yang mesti ia lengkapi

Setelah ada job description apa yang mesti sekolah lakukan?

  • Taruh di portal internal milik sekolah di internet sehingga semua orang jelas
  • Sisipkan di teacher handbook sehingga semua orang bisa menelaah dan membaca

Dalam banyak perselisihan di sekolah antar guru dengan guru, guru dengan admin atau guru dengan yayasan atau kepala sekolah cara mengatasinya gampang yaitu dengan cara kembali semuanya kepada job description masing-masing. Karena didalam organisasi sekolah seperti sekarang ini, sekolah cukup beruntung jika mendapat guru atau karyawan yang ber tipe ‘job description’, yang bekerja sesuai job description dan sesuai gaji yg diberikan. Apalagi jika bisa mendapat guru atau karyawan yang dengan suka rela bekerja di luar job description sepanjang pekerjaannya sendiri sudah selesai. Sebagai penutup tulisan ini hanya sekolah yg bisa memberikan otonomi yang ‘bertanggung jawab’ pada guru-gurunya yang akan berhasil menjadi sekolah yang efektif dan menjadi tumpuan kepercayaan masyarakat.

 

Iklan

Ciri guru yang mengajar dengan baik di kelas

Mengajar yang baik bukan sekedar membuat anak sibuk sepanjang waktu.  Diperlukan strategi untuk membuat murid yang ada di kelas tetap fokus dan senang belajar sampai jam pelajaran berakhir. Nah sekarang semuanya bergantung pada cara guru mengajar.

Semua pihak yang ada di sekolah punya hak untuk menilai dan mencermati bagaimana pengajaran yang baik itu dilakukan. Bahkan orang tua siswa pun yang bukan berprofesi sebagai pendidik bisa merasakan apakah seorang guru mengajar dengan baik atau tidak.

Indikator di bawah ini adalah hasil pengamatan  dan hal yang saya rasakan jika seorang guru mengajar dengan baik

  • saat menerangkan jelas, bicaranya sesuai dengan tingkatan umur siswa
  • setelah memberikan tugas tidak lantas duduk di mejanya sendiri lalu asyik dengan laptop atau hape nya
  • setelah memberikan tugas ia berjalan-jalan untuk memastikan anak-anak mengerti dan memotivasi anak yang sedang kesulitan
  • rajin bertanya yang membuat siswa berpikir keras
  • membawa sesuatu di tangannya, bukan cuma sekedar buku pegangan namun alat peraga dan hal yang bisa membuat siswanya paham
  • komunikasi di kelas berjalan dengan baik. Guru mendengarkan siswa saat siswa bertanya, saat guru menerangkan siswa mendengar dan tidak ada satupun yang berbicara
  • murid rileks karena tugas dari gurunya membuat ia bisa katakan ada dirinya sendiri; “aku bisa…”
  • murid yang selesai duluan punya pekerjaan untuk dilakukan

Murid senang pada guru yang siap dalam mengajar dan guru yang tenang saat mendapatkan kesulitan atau pertanyaan yang sulit dari muridnya. Semua guru bisa dan mampu mengajar dengan baik asal ia pelihara alur komunikasi, budaya saling menghormati dan menempatkan diri dalam posisi siswa.

Ingin pembelajaran yang sibuk dan fokus di kelas? ini caranya

Kegiatan yang membuat anak bekerja sama sangat bagus sekali diterapkan di kelas

Menjadi guru berarti menjadi sutradara. Ia adalah sosok yang mesti pandai mengatur skenario di kelasnya. Untuk bisa jadikan kelas yang guru ajar menjadi aktif, sibuk sekaligus menyenangkan ini caranya.

  • pikirkan tujuan singkat di awal (misalnya anak bisa menguasai konsep pembilangan atau anak bisa membedakan antara peribahasa dan ungkapan)
  • coret-coret ide anda pada RPP atau peta konsep sebagai sarana untuk merencanakan pembelajaran
  • cari koleksi strategi yang bisa digunakan, strateginya upayakan yang bernuansa cooperative learning atau belajar dengan bekerja sama
  • bagi waktu pembelajaran anda menjadi 3 hal, pembukaan, kegiatan inti dan refleksi. tanpa refleksi kegiatan pembelajaran hanya akan jadi kegiatan yang tanpa makna
  • gunakan TIK, bisa edmodo dengan laptop mereka masing-masing atau gunakan hand phone untuk mencari bahan di internet
  • guru ceramah sebentar saja kemudian aktivitas, jika dalam aktivitas siswa menemui jalan buntu, hentikan kelas untuk kemudian lakukan instruksi ulang
  • buat kesepakatan di awal untuk memberi tahu siswa kapan berhenti bekerja dan kapan mesti mendengarkan dll
  • guru santai dan rileks, biarkan kejutan terjadi di pembelajaran. Usahakan sabar pada siswa yang mencari perhatian.
  • pikirkan bagaimana cara menilai dan apa yang dinilai dari siswa selama kegiatan berlangsung

Sebuah kegiatan pembelajaran bukan merupakan proses yang hasilnya pasti bagus. Semuanya proses yang memerlukan kesabaran dan upaya untuk mau mencoba. Semuanya demi siswa agar mereka fokus belajar dan sebagai guru, kita merasa berhasil memberikan yang terbaik.