Keseimbangan antara aspek akademis dan pembinaan karakter adalah kunci sekolah menjadi unggul dan inovatif.

IMG_4509

Sekolah yang berniat menjadi sekolah yang unggul dan inovatif mesti sudah bisa mengatakan dirinya selesai (move on) pada hal yang sifatnya kecil-kecil (remeh temeh). Masalah kedisiplinan, kerapihan seragam, motivasi siswa serta semua bentuk masalah kedisiplinan khas siswa adalah hal yang bisa saja dianggap ‘kecil’. Kecil jika dibandingkan dengan tantangan masa depan yang berat dan penuh tantangan di abad 21 ini. Kedisiplinan guru juga mesti dianggap kecil oleh kepala sekolah yang dirinya fokus pada pengembangan sekolahnya, dikarenakan ia punya segudang cara untuk menundukkan guru yang bermasalah.

Jika sekolah masih dipusingkan oleh hal yang kecil, membuat sekolah menjadi tidak fokus mempersiapkan siswa. Saatnya kerja bersama semua pihak di sekolah dalam mengentaskan hal tersebut dengan kepemimpinan kepala sekolah yang menggunakan tipe kepemimpinan Pedagogical leadership dijamin pasti berdampak pada perubahan kinerja siswa dan guru.

Lanjutkan membaca “Keseimbangan antara aspek akademis dan pembinaan karakter adalah kunci sekolah menjadi unggul dan inovatif.”

Iklan

5 fakta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa

Apakah guru guru disekolah kita sudah melakukan komunikasi efektif dengan orang tua? Apakah orang tua siswa merasa guru anaknya memahami perkembangan anak dengan baik? Dua pertanyaan inilah yang membuat kedudukan orang tua siswa di sekolah menjadi sangat penting dalam strategis.

Inti dari jawaban dari dua pertanyaan diatas adalah mutu komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa. Beberapa fakta yang bisa disampaikan mengenai pola komunikasi antara ekolah dengan orang tua siswa antara lain:

1. Orang tua siswa tidak bisa menerima berita yang mendadak mengenai perkembangan anaknya.

2. Orang tua cenderung senang mendengar berita yang baik baik saja mengenai anaknya.

3. Orang tua senang diundang ke sekolah untuk mendengarkan ahli dalam seminar parenting namun tidak suka jika dipanggil ke sekolah karena perilaku anaknya.

4. Saat di sekolah ada masalah, orang tua siswa lebih percaya pada sesama orang tua siswa dibanding percaya pada sekolah atau guru anaknya.

5. Sekolah sering mengeluh bahwa jika ada acara rapat di sekolah, yang datang itu itu saja.

Bagaimana cara terbaik dalam melayani keingin tahuan orang tua siswa terhadap perkembangan anaknya. Lanjutkan membaca “5 fakta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa”

IEP sebagai alat guru dalam mendokumentasikan usaha mengubah siswa.

IEP

Guru sering merasa usahanya sia -sia dalam mengubah siswa, baik perilaku maupun akademisnya. Parahnya lagi siswa yang belum berhasil diubah kemudian diwariskan kepada guru lainnya di tingkat yang lebih tinggi saat anak itu naik kelas. Guru yang terwariskan anak yang bermasalah sering memulai usahanya dari awal. Dikarenakan tidak adanya alat dokumentasi yang bisa merekam jejak usaha guru sebelumnya. Gunakan prinsip SMART dalam penyusunannya spesifik, terukur, tercapai, relevan dan dibatasi waktu.

Apa itu IEP?

Sebagian guru menyebutnya kontrak belajar. Sebuah hal yang mirip namun IEP mempersyaratkan dukungan orang tua siswa yang penuh agar siswa bisa berhasil. Silakan dilihat format pada tulisan ini.

Fungsi IEP apa saja?

1. Alat perencanaan dan sebagai alat untuk mereview langkah yang telah dilakukan
2. Sebagai cara positif mendukung siswa yang memerlukan dukungan support akademis dan perilaku di sekolah
3. Digunakan oleh guru dalam mendokumentasi langkah apa yang ia lakukan pada siswanya. Lanjutkan membaca “IEP sebagai alat guru dalam mendokumentasikan usaha mengubah siswa.”

4 perubahan yang mesti anda lakukan jika ingin serius mengajar siswa jaman ‘now’

The_Generations.width-1000

Generasi Z yang lahir di tahun 2000 an bisa juga disebut generasi jaman now. Merekalah yang sering dikeluhkan oleh para guru saat pelatihan, saat obrolan santai sesama guru dan segenap pemakluman lain dikarenakan ketidak mengertian akan potensi mereka.
Jika anda serius membaca judul status ini berarti memang hasrat anda untuk mengajar dengan sebaik-baiknya generasi jaman ‘now memang besar. Saya berharap keinginan anda yang besar sejalan dengan keinginan untuk lakukan perubahan. Minimal perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Sebab saat guru berniat mendidik generasi jaman ‘now maka sederet perubahan akan menjadi makanan sehari-hari saat mengajar, mendidik bahkan dalam cara berpikir.

Perubahan apa saja yang diperlukan jika anda serius ingin mendidik generasi jaman now?

1. Mesti siap ubah mindset dari yg mengajar demi nilai menjadi mengajar demi pemahaman, alias ‘teaching for understanding’. Dengan sendiri dan bekerja sama (dalam team) guru lakukan langkah-langkah sbb 1) mengidentifikasi topik, konsep, dan keterampilan yang patut dipahami; 2) membingkai tujuan yang membantu siswa berfokus pada aspek terpenting dari topik tersebut; 3) melibatkan siswa dalam menantang pengalaman belajar yang membantu membangun dan menunjukkan pemahaman mereka; dan 4) mengembangkan praktik penilaian yang membantu memperdalam pemahaman siswa.
Ada beberapa tahapan dalam melihat seberapa jauh siswa sudah paham apa yang guru ajarkan.
a. Siswa yang benar-benar paham akan dapat ‘menjelaskan’
b. Siswa yang benar-benar paham akan dapat ‘menginterpretasikan’
c. Siswa yang benar-benar paham akan dapat ‘mengaplikasikan’
d. Siswa yang benar-benar paham akan dapat melihat ‘perspektif’
e. Siswa yang benar-benar paham akan dapat menunjukkan ‘empati’
Tidak heran jika sekolah yang baik dan menyenangkan akan berujung pada lulusannya yang berkarakter. Hal ini dikarenakan guru yang mengajar tidak berhenti pada siswanya kemudian bisa menjelaskan hal yang ia terangkan alias sekedar ada dalam ranah pengetahuan namun juga bisa melekatkan pada tindakan (action) sebagai hasil dari penguasaan pengetahuan yang diberikan guru. Lanjutkan membaca “4 perubahan yang mesti anda lakukan jika ingin serius mengajar siswa jaman ‘now’”

5 prinsip agar kepala sekolah mampu menjadi ‘marketer’ sekolah yang handal

pemasaran sekolah

Di sekolah swasta urusan penerimaan siswa baru adalah urusan kepala sekolah juga. Jika anda yang sedang membaca artikel ini adalah seorang kepala sekolah, maka artikel ini diharapkan akan sedikit banyak membantu bagaimana anda ‘berjualan’ mencari siswa baru.

Sebagai kepala sekolah anda mungkin diserahkan tanggung jawab untuk memimpin sekolah dikarenakan faktor berikut ini

Lanjutkan membaca “5 prinsip agar kepala sekolah mampu menjadi ‘marketer’ sekolah yang handal”

4 cara agar sekolah punya akuntabilitas (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)

AboutUs

extIstilah Akuntabilitas di sekolah adalah situasi dimana sekolah diminta untuk jadi sekolah yang bisa dipercaya. Rasa percaya hadir dari pembuktian. Pembuktian yang terbaik adalah dengan melibatkan banyak metode dan hasil dari keikut sertaan semua pihak yang ada di sekolah. Rasa percaya juga bisa hadir dikarenakan batas batas kekakuan sudah terlewati.

Lanjutkan membaca “4 cara agar sekolah punya akuntabilitas (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)”

Menyoal transparansi di sekolah swasta (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)

b27cb79a-7b75-44c1-910f-24980235f8da

442e6558-3637-4ed1-bbe1-df32f200d2ed

14782230028_c9be0c9e9d_z

Transparansi bukan cuma soal keuangan. Bagi sebuah sekolah swasta yang meniatkan dirinya memajukan pendidikan, sikap transparan dan akuntabilitas adalah dua hal yang mesti ada. Sekolah swasta adalah juga lembaga publik yang menerima dana publik untuk dikelola.

Transparansi berarti bersedia membuka diri pada publik mengenai data yang menjadi hak publik. Sebuah sekolah yang masih kurang terbuka pada publik akan mengakibatkan menurunnya kepercayaan orang tua siswa. Apalagi di sekolah swasta yang inginnya punya banyak siswa maka akan sangat terlarang untuk bersikap ini, atau mengatakan melakukan transparansi berarti menelanjangi diri sendiri.

Mengapa sekolah swasta berpikir dua kali untuk melakukan transparansi?

1. Pemilik sekolah khawatir orang tua siswa tahu berapa profit yang mereka ambil
2. Pemilik sekolah khawatir orang tua siswa akan tahu berapa pinjaman yang diambil dari bank
3. Pemilik sekolah khawatir orang tua siswa akan campur tangan dalam pengelolaan
4. Pemilik sekolah merasa sekolahnya akan mudah dipengaruhi pengelolaannya oleh orang tua siswa

Lanjutkan membaca “Menyoal transparansi di sekolah swasta (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)”