Menjadi Kepala Sekolah yang ‘Memudahkan’.

Dear principal,
Your job is not to make people work harder.
Your responsibility to help your team achieve their goals, let them know that their work matters, and then recognize and reward those who consistently help the team deliver timely, high quality and positive outcomes.

Menjadi kepala sekolah adalah sebuah posisi tambahan. Sejatinya tiap orang yang ada di sekolah adalah guru. Kepala sekolah adalah sosok pemimpin yang membawahi semua guru yang ada di lingkungan sekolahnya. Seorang guru yang menjadi kepala sekolah hanya akan bisa memimpin dengan baik jika dirinya dahulu adalah seorang guru yang baik.

Seperti kata pepatah, kekuasaan bisa melenakan, jika seorang kepala sekolah lalai maka ia akan lupa bahwa dirinya ada sebagai pemimpin untuk memudahkan guru gurunya.
Bagaimana atau apa yang bisa ia lakukan untuk memudahkan guru sebagai bawahannya?

1. RPP.
Dalam pengumpulan RPP, lakukan pengumpulan secara mingguan saja. Minta guru membuat dua jenis dokumen. Pertama adalah semacam diary yang membuat guru mengisinya secara online (gunakan google docs) yang memuat kegiatan apa saja yang ia lakukan dengan kelas yang diajar. Dengan mengklik link nya kepala sekolah akan tahu gurunya mengajar di minggu ini.

2. Pengambilan rapor.
Gunakan metode ‘Student led conference’, dalam membuat guru dan orang tua siswa senang melakukan acara pengambilan rapor karena situasi yang terjadi adalah siswa yang akan berbicara mengenai kemajuan pembelajarannya dan komitmen apa yang ia ingin lakukan di semester depan.

Dua hal diatas dijamin bisa mengurangi stres guru. Saat yang sama juga akan membuat panik guru yang tidak siap. Ingat memudahkan bukan berarti memanjakan.

Iklan

5 fakta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa

Apakah guru guru disekolah kita sudah melakukan komunikasi efektif dengan orang tua? Apakah orang tua siswa merasa guru anaknya memahami perkembangan anak dengan baik? Dua pertanyaan inilah yang membuat kedudukan orang tua siswa di sekolah menjadi sangat penting dalam strategis.

Inti dari jawaban dari dua pertanyaan diatas adalah mutu komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa. Beberapa fakta yang bisa disampaikan mengenai pola komunikasi antara ekolah dengan orang tua siswa antara lain:

1. Orang tua siswa tidak bisa menerima berita yang mendadak mengenai perkembangan anaknya.

2. Orang tua cenderung senang mendengar berita yang baik baik saja mengenai anaknya.

3. Orang tua senang diundang ke sekolah untuk mendengarkan ahli dalam seminar parenting namun tidak suka jika dipanggil ke sekolah karena perilaku anaknya.

4. Saat di sekolah ada masalah, orang tua siswa lebih percaya pada sesama orang tua siswa dibanding percaya pada sekolah atau guru anaknya.

5. Sekolah sering mengeluh bahwa jika ada acara rapat di sekolah, yang datang itu itu saja.

Bagaimana cara terbaik dalam melayani keingin tahuan orang tua siswa terhadap perkembangan anaknya. Lanjutkan membaca “5 fakta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa”

5 prinsip agar kepala sekolah mampu menjadi ‘marketer’ sekolah yang handal

pemasaran sekolah

Di sekolah swasta urusan penerimaan siswa baru adalah urusan kepala sekolah juga. Jika anda yang sedang membaca artikel ini adalah seorang kepala sekolah, maka artikel ini diharapkan akan sedikit banyak membantu bagaimana anda ‘berjualan’ mencari siswa baru.

Sebagai kepala sekolah anda mungkin diserahkan tanggung jawab untuk memimpin sekolah dikarenakan faktor berikut ini

Lanjutkan membaca “5 prinsip agar kepala sekolah mampu menjadi ‘marketer’ sekolah yang handal”

4 cara agar sekolah punya akuntabilitas (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)

AboutUs

extIstilah Akuntabilitas di sekolah adalah situasi dimana sekolah diminta untuk jadi sekolah yang bisa dipercaya. Rasa percaya hadir dari pembuktian. Pembuktian yang terbaik adalah dengan melibatkan banyak metode dan hasil dari keikut sertaan semua pihak yang ada di sekolah. Rasa percaya juga bisa hadir dikarenakan batas batas kekakuan sudah terlewati.

Lanjutkan membaca “4 cara agar sekolah punya akuntabilitas (refleksi NEC 2017 Sampoerna University)”

4 tips melibatkan kepala sekolah, guru dan siswa sebagai ‘marketing’ sekolah

Ketika suatu sekolah sudah berdiri dan berjalan selebihnya adalah di tangan pelaksana lapangan yaitu kepsek dan guru.. Sebagai marketing terbesar..karena output merupakan “bukti real” pelayanan

Dari Bu Julima di kolom komentar blog ini

 

C6UPMRxXQAAj92X

Kata kata diatas sangat menarik jika dilekatkan pada bagaimana sekolah memasarkan dirinya. Saatnya semua staff di sekolah jadi orang yang dengan sadar memasarkan sekolahnya. Tugas utama kepala sekolah dan guru di sekolah adalah mendidik dan mengajar siswa. Namun dalam kaitannya dengan memasarkan sekolah, semua pihak mesti bahu membahu. Orang tua siswa suka sekali dengan cerita yang otentik mengenai sebuah sekolah. Apa yang guru dan kepala sekolah ceritakan mengenai sekolahnya bisa saja dikatakan sebagai usaha untuk mempengaruhi namun konsumen sekarang bisa bedakan mana cerita asli autentik atau cerita yang dibuat dalam rangka promosi.

Lanjutkan membaca “4 tips melibatkan kepala sekolah, guru dan siswa sebagai ‘marketing’ sekolah”

4 tips strategis mikro teaching guru TIK

Mengajar matpel TIK memang sangat menantang. Di satu sisi siswa kita sekarang sangat terampil menggunakan TIK, di sisi lain siswa tetap perlu mendapatkan pembelajaran dari guru yang pandai menstimulasi dan membuat pembelajaran TIK menjadi bekal siswa dalam menjalani kariernya sebagai pembelajar.

Tulisan ini berguna jika anda mengajar TIK atau akan melakukan micro teaching TIK di sekolah yang anda lamar.

  1. Buat RPP sedetail mungkin, RPP bisa juga menyertakan mind map atau peta pikiran mengenai bagaimana tahap anda akan mengajar. Orang lain akan membayangkan bagaimana anda akan mengajar dengan membaca pemaparan anda di RPP. Buat RPP anda sendiri, menggunakan RPP orang lain hanya akan membuat anda tidak fasih dalam laksanakan proses pembelajaran.
  2. Selalu masukkan aspek pembelajaran kooperatif saat anda mengajar, apapun metode/strategi/ model yang digunakan selalu lakukan tahap ini

model-pembelajaran-kooperatif-11-638.jpg

3. Dalam pembelajaran TIK guru tidak bisa lagi andalkan dirinya sebagai satu satunya sumber. Ia mesti utamakan faktor eksplorasi. Untuk itu guru mesti gunakan cara seperti di bawah ini untuk lebih membuat siswa mengerti ada di tahap pengetahuan yang mana ia berada saat gurunya bertanya. Dengan seringnya guru mengecek pemahaman siswa maka siswa akan mudah dilacak sejauh mana siswa tahu bahwa ia ‘tidak tahu’.

376b57e6485c49e506c0292363014b01

4. Saat mengajar TIK penting bagi guru untuk mempunyai team ahli yang bisa membantu guru dalam memberikan masukan pada rekannya. Pilih siswa yang punya kemampuan lebih, caranya berikan kuis singkat dan pilih siswa yang bisa menjawab. Dengan mempunyai siswa yang bisa membantu, kelas akan menjelma jadi tempat dimana antar siswa terjadi transfer pengetahuan, tidak hanya dari guru ke siswa tapi juga siswa ke siswa.

3 penyebab pendidik merasa sulit menulis di blog

Ikatlah makna dengan menulis. Begitu kata para motivator bidang menulis bilang. Sebagai praktisi pendidikan mari kita bicara hal yang praktis dalam kaitannya dengan manfaat menulis. Menulis sebenarnya kegiatan yang biasa saja. Saat menulis RPP itu juga  bisa digolongkan kegiatan ‘menulis’. Atau saat guru lakukan ‘copas’ RPP pun sebenarnya ia sedang meramu tulisan.

Nah mengapa tidak sekalian saja menulis dijadikan kebiasaan. Dikarenakan besarnya manfaat dalam menulis bagi praktisi pendidikan. Tulisan ini akan membahas mudahnya menyebar ide dan insipirasi kepada sesama pendidik melalui blog. Menulis di blog bisa membuat seseorang menjadi guru, murid dan mentor saat bersamaan. Sebelumnya mari mendiskusikan dahulu cara menjadikan menulis sebagai kebiasaan dengan tips dari saya sebagai berikut:

1. Menulislah singkat singkat saja. Saya terinspirasi betul dengan Seth Godin yang tiap hari menulis diblognya dengan singkat namun padat pengetahuan dan intisari pengalaman.

B6sL-IlCIAARCme
Seth Godin

2. Jika sudah terbiasa menulis maka akan merasa kurang jika belum menutup hari dengan menulis.
3. Menuliskah dimana saja dan dengan alat apa saja. Saat saya menulis tulisan ini saya gunakan fasilitas notes di smart phone saya, sambil menikmati perjalanan berangkat kerja dengan komuter di pagi hari. Jadi tidak mesti menunggu berhadapan dengan laptop atau komputer baru menulis.

photo

Jika demikian mengapa bagi sebagian pendidik menulis di blog itu menjadi hal yang memberatkan, padahal dengan terampil dan menarik mereka menulis status di update media sosial mereka dengan tulisan menyentuh dan menggugah semangat? hal-hal berikut ini adalah bisa menjadi kemungkinan jawabannya

  1. menulis di blog perlu waktu lama untuk bisa dikenal publik atau bahkan bisa ‘tercium’ oleh mesin pencari google. Tidak ada instant gratification seperti kita menulis di facebook yang dalam waktu sekejap bisa dapatkan ‘jempol’ atau likes
  2. menulis di blog dianggap perlu punya latar belakang teori padahal tidak selalu. Blog lebih bernuansa ‘diary’ atau refleksi pengalaman.
  3. menulis blog dianggap seperti menulis makalah ilmiah yang membuat pendidik merasa mesti tampil ‘sempurna’. Jika pendidik itu kemudian berhasil menulis biasanya kemudian blognya menjadi lama diisi kembali dikarenakan energinya habis dan menjadi kehilangan selera untuk mengisinya kembali. Lebih baik menulis singkat. padat dan jelas daripada sekali menulis sempurna lalu setelah itu hilang.

Bayangkan jika semua pendidik berkenan berbagi pengalamannya lewat tulisan, singkat dan bersemangat, dijamin pendidikan Indonesia menjadi maju dan berkembang dalam waktu yang cepat. Hal ini dikarenakan cerita dari ‘lapangan’ bisa dibagi dan dibaca dan dijadikan inspirasi oleh si pembaca untuk diterapkan di sekolahnya masing-masing.