5 jenis kelas berdasarkan tingkat kebisingan dan solusinya

original-293843-1 57c20d07256bf0cd49eca88fbe12a045

Dalam hal suara di kelas ada beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang bisa menerangkan. Ada istilah kelas yang ribut, kelas yang gaduh, kelas yang riuh, kelas yang berdengung dan kelas yang sunyi. Bahasa adalah soal rasa, perlu jam terbang  untuk bisa membedakan. Saya akan coba membantu anda mengasah rasa dalam soal bahasa.

Kelas yang ribut adalah kelas yang tidak ada aturan, dengan demikian suara yang ditimbulkan dari kelas seperti ini adalah suara yang tidak beraturan (ribut). Suara bersahut-sahutan. Biasanya hal ini dimulai dari guru yang senang memotong kata saat menjelaskan. Seperti misalnya, “anak-anak kita semua tinggal di negaraaa trooo..? Lalu siswa meneruskan pissssssss.

Kelas yang gaduh adalah kelas yang menghasilkan suara yang bercampur antara suara siswa bersahut-sahutan dan  suara pergerakan siswa selama di kelas. Biasanya karena ukuran siswa yang banyak, bangku meja yang besar membuat siswa sulit untuk bergerak. Siswa yang tidak sabar memilih untuk naik ke bangku atau meja saat bergerak.

Kelas yang riuh adalah kelas yang kedatangan guru yang pandai melucu atau membuat siswa tertawa karena humornya. Kelas yang riuh sering membuat orang salah paham, dikarenakan sepertinya kelas yang baik adalah kelas yang seperti itu, padahal tidak selalu. Jika riuhnya kebangetan maka kelas akan berubah menjadi kelas yang ribut. Apalagi jika kelas sudah mulai mengganggu kelas yang lain.

Lanjutkan membaca “5 jenis kelas berdasarkan tingkat kebisingan dan solusinya”

Penilaian autentik sebagai cara untuk menilai siswa dengan adil

assessment 1

Siswa berhak dan layak untuk dinilai dengan adil. Guru sebagai orang dewasa adalah sosok yang diharapkan integritas nya saat hadir di kelas. Siswa sebagai elemen penting di kelas perlu dinilai kinerja, karakter dan pencapaian nya.

assessment 2

Apa yang terjadi jika guru tidak kreatif dalam menggunakan instrumen penilaian? Hal yang terjadi adalah siswa akan dinilai dengan asumsi. Hal ini berbahaya sekali karena siswa hanya akan dinilai berdasarkan anggapan dan prasangka bahkan lewat ingatan yang guru ingat tentang sosok siswa nya. Jika demikian hal yang terjadi siswa akan merugi karena siswa yang dianggap ‘nakal’ atau ‘lamban dalam belajar’ akan dinilai sama seterusnya tanpa melihat usaha yang dilakukan.

 assessment 7

Apa definisi penilaian autentik, berikut ini adalah pendapat para ahli

A form of assessment in which students are asked to perform real-world tasks that demonstrate meaningful application of essential knowledge and skills — Jon Mueller

“…Engaging and worthy problems or questions of importance, in which students must use knowledge to fashion performances effectively and creatively. The tasks are either replicas of or analogous to the kinds of problems faced by adult citizens and consumers or professionals in the field.” — Grant Wiggins — (Wiggins, 1993, p. 229).

“Performance assessments call upon the examinee to demonstrate specific skills and competencies, that is, to apply the skills and knowledge they have mastered.” — Richard J. Stiggins — (Stiggins, 1987, p. 34).

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa untuk bisa menilai siswa dengan adil ada beberapa hal yang mesti guru lakukan;

  Lanjutkan membaca “Penilaian autentik sebagai cara untuk menilai siswa dengan adil”

8 cara mudah membuat kelas anda menjadi ‘hidup’.

Display yang bagus untuk dipajang di kelas anda. AIH singkatan dari (academic intervention hours)

Sebuah kelas di sebuah sekolah adalah sebuah kumpulan dari siswa (dengan tingkatan usia tertentu) diajar oleh seorang dewasa dengan perannya sebagai seorang guru, pendidik, pengajar dan saat ini adalah seorang fasilitator. Merupakan sebuah keinginan dari semua guru untuk menjadikan kelasnya menjadi kelas yang ideal, menyenangkan dan anak-anak senang belajar di dalamnya. Dalam prakteknya guru dimana saja masih berjuang untuk bisa mencapai hal diatas. Seorang rekan saya di facebook memberi istilah kelas yang ‘hidup’ untuk kelas dengan gambaran diatas.

Lantas bagaimana caranya untuk membuat kelas yang ‘hidup’

  1. guru mesti berperan sebagai orang dewasa yang matang dan menyesuaikan peran dan cara pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tingkatan usia siswa yang diajarnya. Untuk itu jika anda guru TK -SD cantumkan di RPP, kisaran umur atau usia murid anda. Atur sikap kapan berperan sebagai orang tua bagi mereka, kapan bersikap sebagai rekan yang kritis atau guru yang mengayomi keingin tahuan mereka.
  2. Atur kata-kata anda selama di kelas saat berinteraksi dengan siswa. Caranya simpel saja, selalu gunakan kata positif, titik beratkan pada perbuatan yang anda ingin siswa anda lakukan dan bukan perbuatan yang anda larang siswa anda untuk lakukan.
  3. lakukan scanning pada siswa anda. Lakukan penggolongan pada anak yang bertipe introvert dan ekstrovert. Lakukan juga pengamatan mana siswa yang belajar dengan cara visual, kinestetik (tactile), auditori, dan logis. Jika semua siswa sudah terdeteksi anda makin punya urat sabar yang panjang terhadap siswa anda.
  4. manfaatkan 6 minggu pertama anda sebagai saat untuk melakukan pembiasaan pada prosedur dan tingkah laku. Buat kesepakatan dan saat yang sama buat konsekuensi. Minta siswa membubuhkan tanda tangan dan tempel di kelas kesepakatan. Lakukan pembuatan konsekuensi dan kesepakatan bersama-sama dengan seluruh murid di hari pertama anda mengajar di tahun ajaran baru. Terapkan tanpa pandang bulu, toh ini konsekuensi dan bukan hukuman, jauh lebih gampang terapkan konsekuensi daripada hukuman. Beri pujian jika siswa sudah lakukan hal yang menjadi kesepakatan.
  5. guru mengerti kapan mesti mengelompokkan siswa, kapan mesti membuat siswa belajar secara individu. Lakukan kedua hal tersebut dengan melihat situasi di kelas.
  6. lakukan perencanaan sekeras dan sedetil mungkin yang anda bisa. semakin anda bisa kejam kepada diri sendiri sebagai guru di kelas dalam melakukan perencanaan, peluang sukses anda sebagai guru yang kreatif semakin besar.
  7. Atur interaksi anda dengan murid di kelas. Hindari berusaha akrab dan menjadi teman mereka. Bersikap standar dan profesional saja pada siswa. Saat yang sama habiskan energi anda dalam perencanaan dan penilaian pembelajaran. Siswa akan langsung dekat dan cinta pada tipe guru seperti ini. Saat yang sama tinggalkan sikap standar dan segeralah berubah menjadi guru yang penuh perhatian, jika ada siswa yang perlu dukungan, perlu support karena hal-hal ada hal buruk yang  terjadi diluar dirinya (kondisi di rumah, kondisi orang tua dll).
  8. Terapkan pendekatan saintifik dikelas dalam konteks pembelajaran walaupun hanya 45 menit, apalagi jika bisa diterapkan dalam 4 sampai 6 minggu. kelas akan hidup dan hiruk pikuk oleh keaktifan siswa.
Penjelasan pendekatan saintifik

Jadi tunggu apalagi terapkan hal diatas dan saya yakin kelas anda akan ‘hidup’, atau punya tips lain sepanjang karir anda sebagai pendidik. Silahkan berbagi di kolom komentar.

6 resep membuat display bersama dengan siswa SMP/SMA/SMK

http://www.themiddleschoolcounselor.com/2013/02/what-you-do-matters-at-mix-it-up-day.html

Kondisi ruang kelas SMP/SMA/SMK masih perlu didekorasi sedemikian rupa agar bisa membuat siswa senang dan semangat belajar. Pada saat yang sama guru SMP/SMA/SMK merasa masih harus mengejar materi/kurikulum dalam pembelajaran. Namun kelas yang baik haruslah kelas yang memotivasi dan kelas yang membuat siswa semangat.

Untuk itu hal yang bisa dilakukan guru dalam mendekor kelas bersama dengan siswa SMP/SMA/SMK adalah;

  • Menjadikannya sebagai PR atau pekerjaan rumah dengan jangka waktu dan peran masing-masing siswa dalam kelompok yang sudah diketahui oleh guru. Dengan demikian guru tetap bisa mengontrol hal apa saja dan kemana mereka akan melakukan kerja kelompok.
  • Memberi contoh hal apa saja (informasi) yang mesti masuk kedalam display

Lanjutkan membaca “6 resep membuat display bersama dengan siswa SMP/SMA/SMK”

Guru dan Administrasi, Memberatkan atau Saling Melengkapi?

Guru dan administrasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, keduanya saling mendukung dan saling memfasilitasi. Saat di PLPG saya mendengar celetukan rekan guru yang mengatakan bahwa jika guru hanya mengurus administrasi terus maka kapan mengajarnya? Rupanya bagi guru tersebut administrasi adalah RPP dan silabus kegiatan membuat membuatnya adalah sebuah hal yang menyita tenaga waktu bahkan menyita suasana hati.

Sekarang apa sih yang dimaksud administrasi buat seorang guru? Ada beberapa jawaban yang akan muncul, sepanjang pengalaman saya mengajar, kata administrasi menurut seorang guru adalah sebagai berikut;

 

·      Semua yang berhubungan dengan kertas-kertas bertumpuk dan ada deadline nya

·      Semua yang nantinya akan diperiksa oleh kepala sekolah atau pengawas

·      Dokumen pekerjaan siswa yang mesti diperiksa

·      Semua yang berhubungan dengan akreditasi sekolah

·      Semua yang berbau RPP dan silabus

·      Semua yang membuat guru tidak bisa tidur dan tidak enak makan dalam memikirkannya

·      Raport siswa yang mesti diisi

 

Nah semua informasi di atas adalah menurut saya dan bagaimana menurut anda.? Yuk sama-sama berbagi menurut anda apa yang disebut sebagai administrasi bagi seorang guru.