Pentingnya relasi guru dengan siswa sebagai penentu kesuksesan mengajar

Guru di lapangan masih sering kesulitan mendahulukan antara menjadi ‘dekat’ dengan siswa atau berusaha keras membelajarkan siswa (mengajarkan matpel yang menjadi tanggung jawab).

Dekat dengan siswa disini bisa berarti:

1. Peduli
2. Antusias
3. Mengerti
4. Menghormati
5. Percaya
6. Memotivasi
7. Bersedia berusaha ekstra

Faktor diatas perlu dilihat dalam cara pandang sebagai guru abad 21. Karena jika dilihat dalam kacamata pendidik jaman ‘old’ pastinya banyak faktor diatas adalah justru tugas nya siswa kepada gurunya.

Guru mestinya mengusahakan dan mengutamakan kedekatan dan keterlibatan siswa sebagai hal yang utama sementara pencapaian serta hasil prestasi siswa adalah hal kedua. Sebuah hal yang tidak mudah bukan?

Lanjutkan membaca “Pentingnya relasi guru dengan siswa sebagai penentu kesuksesan mengajar”

Iklan

Saatnya sekolah memberi ‘nilai lebih’ saat proses akreditasi di sekolah

DSC_0462_1478664252
Suasana saat akreditasi. (sumber: http://sma2-jkt.tarakanita.or.id/)

Mempersiapkan akreditasi sekolah bukanlah kemudian membuat sekolah dalam suasana ‘perang’ dan membuat sekolah tidak nyaman. Akreditasi adalah sarana sekolah lakukan refleksi diri. Secara singkat refleksi bisa berarti sekolah membuka diri ditelaah oleh pihak ketiga dalam hal ini dinas pendidikan setempat. Saat ditelaah sekolah mesti ada bukti. Sebuah bukti yang baik bukan berisi print kertas yang berlembar lembar namun juga bisa lewat yang namanya website sampai bukti komunikasi internal di sekolah lewat email dll.

Lewat artikel ini saya akan mengulas hal yang bisa menjadi nilai lebih saat sekolah diakreditasi lewat ukuran 8 Standar Nasional Pendidikan. Tentunya ulasan saya melengkapi instrumen dari dinas pendidikan

Lanjutkan membaca “Saatnya sekolah memberi ‘nilai lebih’ saat proses akreditasi di sekolah”