Resep menjadi guru zaman ‘now

Guru zaman ‘now tidak mesti seseorang yang berusia muda atau seorang guru yang baru saja memulai karir. Semua guru jika ia bersedia menyesuaikan diri hadapi perubahan zaman layak di sebut sebagai guru zaman ‘now. Apa saja cirinya silakan cermati berikut ini.

Lanjutkan membaca “Resep menjadi guru zaman ‘now”

Iklan

Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun

Image result for change edchat

Perubahan adalah keniscayaan. Setiap lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan perlu berubah dengan berjalannya jaman dan demi memenuhi harapan orang tua siswa yang telah menyekolahkan. Setiap orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan sadar betul bahwa setiap perubahan memerlukan usaha keras dan pembiayaan yang tepat guna.

Tulisan ini adalah untuk anda para pengelola sekolah atau kepala sekolah (utamanya sekolah swasta). Jika anda guru silakan mencermati juga untuk bisa menjadi agen perubahan yang baik. Hal yang pertama mesti dilakukan adalah mengerti betul apakah sekolah impian yang anda ingin buat atau apakah tujuan perubahan. Sebagai contoh :

Menciptakan sekolah unggulan yang berlandaskan 8 Standar Nasional Pendidikan serta menjadi rujukan bagi dunia pendidikan dikarenakan programnya yang inovatif kesemuanya dalam rangka mempersiapkan siswa untuk masa depan.

Sebuah mimpi yang cukup ‘wah bukan? Nah saatnya melakukan perubahan secara bertahap. Dalam satu tahun hal yang bisa dilakukan adalah memulai serta merintis hal-hal dibawah ini:

• Kepala sekolah memulai pekerjaan tata kelola sekolah yang baik dan teratur serta punya tata kelola SDM. Terdiri dari pembuatan handbook siswa, guru dan orangtua siswa serta kebijakan lain yang penting dalam hubungannya dengan pelayanan kepada siswa guru dan orang tua siswa.
• Memulai proses untuk pembenahan disiplin kesiswaan dengan menggandeng Bidang kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling.

Lanjutkan membaca “Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun”

10 Kiat Sukses mengelola perilaku siswa di satu kelas

Mengelola perilaku satu siswa saja sudah sering membuat guru pusing, apakah lagi mengelola perilaku siswa satu kelas. Ini yang sering guru pikirkan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa sebuah perilaku itu menular. Baik dan buruk, seorang siswa bisa menularkan atau tertular perilaku dari siswa lainnya.

Ada cara untuk guru bisa mengendalikan perilaku satu siswa bahkan satu kelas

1. Bersikap konsisten. Konsisten akan membuat guru tidak disukai oleh siswa yang gemar mencari celah agar perilakunya tak patutnya bisa diterima.
2. Jika ada hal yang membuat suasana kelas tidak kondusif, jangan tunggu waktu lama, segera cari akarnya, lalu selesaikan.
3. Lakukan perkataan dan perbuatan yang persuasive pada siswa. Misalnya dengan katakan ke seluruh kelas, terima kasih kepada …. yang telah bersikap baik hari ini.
4. Selalu gunakan kata menurutmu? Kata tanya tadi akan memberikan siswa pilihan sehingga ia merasa tidak dikekang. Bisa juga dipakai untuk siswa yang besar atau lebih kecil, dengan selalu lah berikan ia pilihan saat ingin mengarahkan perilaku nya, tentunya semuanya adalah pilihan yang direncanakan oleh guru.
5. Kritik siswa saat anda berhadap-hadapan dan tidak ada orang lain, namun pujilah siswa di depan orang lain. Pasti siswa akan senang karena merasa diberikan umpan balik yang positif. Lanjutkan membaca “10 Kiat Sukses mengelola perilaku siswa di satu kelas”

3 prinsip mengelola perilaku siswa di kelas

Manajemen perilaku siswa bisa disebut sebagai keterampilan dasar seorang guru. Jika ia sukses mengelola perilaku siswanya maka urusan kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih mudah. Beberapa prinsip yang penting yang perlu diingat sehubungan dengan kegiatan pengelolaan perilaku siswa dan pengelolaan kegiatan pembelajaran adalah:

1. Jika pembelajaran anda aktif kreatif dan menyenangkan di kelas, maka sebagai guru anda akan sedikit sekali mengalami masalah perilaku siswa.  Hal ini sudah hampir pasti dikarenakan siswa yang senang dengan pembelajaran gurunya akan mudah diatur dan dikendalikan perilakunya. Lakukan banyak variasi dalam mengajar, dijamin anda bebas dari masalah perilaku siswa di kelas.

2. Saat mengajar guru tidak bisa memaksa siswanya untuk senang dengan dirinya. Urusan siswa senang tidak senang pada dirinya bukanlah sebuah hal yang penting untuk guru pikirkan. Urusan guru adalah menghadirkan pembelajaran sebaik baiknya dengan strategi dan metode pembelajaran yang pas dan terkini. Kelas akan tidak kondusif jika guru sekuat tenaga meminta siswa untuk menyenangi diri dan pribadinya. Mengajarlah dengan efektif maka siswa akan senang dengan anda. Lanjutkan membaca “3 prinsip mengelola perilaku siswa di kelas”

Resep membuka PAUD di lingkungan Rukun Warga

Sumber : http://bit.ly/2qtYg8J

Gerakan membuka PAUD di lingkungan tempat tinggal masyarakat adalah hal yang mesti diapresiasi. DI Jakarta Rukun Warga diberikan kesempatan untuk membuka PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Sebagai lembaga PAUD mesti dikelola dengan baik dan profesional juga, memang dalam pelaksanaan yang banyak berperan adalah para ibu di lingkungan yang bersedia menjadi sukarelawan. Namun hal ini bukan berarti sebuah paud tidak bisa dikelola dengan baik, profesional dan tetap menjunjung prinsip mendidik.

Beberapa fakta yang bisa saya sampaikan mengenai penyelenggaraan PAUD di lingkungan rukun warga

1. Bertempat di kantor RW
2. Perlu punya izin penyelenggaraan PAUD (pihak RW bisa membantu mengurus)
3. Kepala sekolah bisa ibu Ketua RW atau orang yang dipercaya
4. Ada minimal 4 orang guru, direkrut dari lingkungan sekitar (ibu-ibu yang bersedia menjadi volunteer)
5. Menerima siswa dengan uang pendaftaran untuk membeli seragam dan ada uang bayaran bulanan dibawah 50 ribu
6. Siswa berumur 3 sampai 5 tahun
7. Berlangsung dua kali seminggu selama satu jam
8. Ada dibawah naungan HIMPAUDI
Lanjutkan membaca “Resep membuka PAUD di lingkungan Rukun Warga”

IEP sebagai alat guru dalam mendokumentasikan usaha mengubah siswa.

IEP

Guru sering merasa usahanya sia -sia dalam mengubah siswa, baik perilaku maupun akademisnya. Parahnya lagi siswa yang belum berhasil diubah kemudian diwariskan kepada guru lainnya di tingkat yang lebih tinggi saat anak itu naik kelas. Guru yang terwariskan anak yang bermasalah sering memulai usahanya dari awal. Dikarenakan tidak adanya alat dokumentasi yang bisa merekam jejak usaha guru sebelumnya. Gunakan prinsip SMART dalam penyusunannya spesifik, terukur, tercapai, relevan dan dibatasi waktu.

Apa itu IEP?

Sebagian guru menyebutnya kontrak belajar. Sebuah hal yang mirip namun IEP mempersyaratkan dukungan orang tua siswa yang penuh agar siswa bisa berhasil. Silakan dilihat format pada tulisan ini.

Fungsi IEP apa saja?

1. Alat perencanaan dan sebagai alat untuk mereview langkah yang telah dilakukan
2. Sebagai cara positif mendukung siswa yang memerlukan dukungan support akademis dan perilaku di sekolah
3. Digunakan oleh guru dalam mendokumentasi langkah apa yang ia lakukan pada siswanya. Lanjutkan membaca “IEP sebagai alat guru dalam mendokumentasikan usaha mengubah siswa.”

7 ciri sekolah yang inovatif

Apa itu Sekolah Inovatif?

Sekolah Inovatif adalah sebuah sekolah melakukan pendekatan terhadap dunia pendidikan dari perspektif baru. Ada banyak jenis Sekolah Inovatif, beberapa bergelar sekolah Adiwiyata, sekolah menyenangkan, sekolah ramah anak dan lain lain.

Secara umum mereka semua memiliki seperangkat karakteristik yang biasanya ada yaitu:

  1. Sekolah yang mempunyai ide pendidikan yang berani, kreatif dan inovatif serta mampu diterapkan di kelas.
  2. Sekolah yang memiliki standar yang tinggi untuk siswa dan staf saat yang sama mempunyai tingkat keterlibatan orang tua dan masyarakat yang tinggi.
  3. Tingkat eksperimen metode, pendekatan atau strategi pendidikan serta belajar mengajar yang tinggi. Kesemuanya digunakan untuk meningkatkan keberhasilan siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda. Setiap proses pembelajaran di sekolah memberikan tingkat pengalaman belajar yang tinggi pada siswanya.
  4. Data siswa, hasil penilaian siswa serta bukti peningkatan keberhasilan siswa yang terdokumentasikan lewat sistem informasi manajemen sekolah .
  5. Semangat pengabdian dan profesionalitas yang tinggi dan keterlibatan staf yang penuh mendukung usaha menghadirkan yang terbaik bagi siswa.
  6. Melakukan usaha yang keras dan terstruktur untuk menjadi sekolah STEM (Seni-Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik, dan Matematika)
  7. Kemitraan yang baik demi mengarah pada akses yang baik ke perguruan tinggi. (tingkat SMA) Kemitraan yang mengarah pada sertifikasi industri (untuk SMK)

Menjadi sekolah inovatif bukan tidak mungkin. Cara yang paling baik adalah kerja bersama antar guru, kepala sekolah, orang tua siswa dan semua pemangku kepentingan dalam memberikan layanan serta proses belajar mengajar yang bermakna.