13 ciri guru profesional

High School Students With Teacher In Class Using Laptops

Tulisan ini pertama kali dibuat 6 November 2009

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama.

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
Baca lebih lanjut

4 hal yang mesti dikuasai guru profesional lulusan PPG

sm3t_angkatan_v_undana

Jika mendengar kata guru profesional, maka yang terbayang di kepala adalah sosok yang mumpuni dan kaya akan strategi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Ia hadir sebagai sosok yang siap mencoba hal dan strategi baru dalam pelaksanaannya. Pemerintah lewat program PPG (program pengembangan profesi guru). Saya sarikan dari blog Berkat Panggabean di portal qureta mengenai PPG

(http://www.qureta.com/post/ppg-tepat-membentuk-guru-profesional)

Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi solusi yang dipilih oleh pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas guru-guru kita.

PPG berlangsung selama 1 tahun, di mana pola pendidikannya dengan sistem asrama di berbagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang sudah diakreditasi oleh pemerintah dan mencapai indikator-indikator yang sudah ditentukan.

Memang PPG dalam beberapa tahun ini belum dilaksanakan secara umum. PPG masih dikhususkan untuk alumni-alumni Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) yang sudah mengadikan dirinya di daerah terdepan bangsa ini selama 1 tahun penuh. Dengan pengabdian ini pemerintah memberikan subsidi untuk para sajana muda ini mengikuti PPG guna menciptakan guru-guru muda yang memiliki visi-visi segar demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Pelaksanaan PPG dibagi menjadi 2 semester, di mana semester I adalah Workshop pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar, Model pembelajaran, Media Pembelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Penilaian. Di mana dalam proses workshop harus ada produk yang dihasilkan dan semuanya itu akan diuji dengan pelaksanaan Peerteaching sehingga segala perangkat tersebut akan diuji apakah sudah tepat atau tidak.

Jika masih kurang tepat maka akan direvisi. Untuk semester 2 akan ada tahap Program Pengalaman Lapangan (PPL) dimana kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah bonafit yang berada di sekitar LPTK pelaksanaan PPG tersebut. Sejalan dengan kegiatan PPL setiap peserta juga harus membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guna evaluasi kepada peserta untuk perbaikan pelaksanaan pembelajaran berikutnya.

Setelah membuat PTK maka peserta juga harus mengikuti Ujian Tulis Nasional (UTN) sebagai pengukuran kemampuan peserta. Dalam PPG ini penilaian bukan hanya dari nilai-nilai akademik akan tetapi juga ada penilaian kehidupan berasrama.

Dari penjelasan diatas bisa dicerna bahwa sudah ada niat yang baik dan besar dari pemerintah dalam menumbuhkan bibit guru profesional. Sebutan profesional datang dari tempaan yang dahsyat di lapangan. Untuk itu dalam menciptakan guru profesional agar PPG yang dilaksanakan tidak sia sia, ia memerlukan hal-hal berikut ini

  1. Guru setelah PPG mesti diberikan kemampuan berkolaborasi. Guru yang penuh akan pengetahuan dan skill akan frustasi jika berhadapan dengan suasana kerja yang keras dan tak mau berubah. Apalagi di sekolah yang aura senior dan yunior kental terasa. Ilmu yang dipunyai lulusan PPG akan padam dan mentok oleh rasa keakuan dari para senior di sekolah tempat ia ditempatkan.
  2. PPG mesti juga menyiapkan kemampuan guru untuk berperan sebagai middle management, artinya guru yang punya pengetahuan yang banyak biasanya akan otomatis diberi peran, akan sangat berguna jika seorang guru lulusan PPG punya kemampuan menggerakkan guru lainnya. Menjadi agen perubahan dan bukan hanya kaya pengetahuan namun minim inovasi.
  3. Guru profesional bukan lagi mengenai kemampuan dan pengetahuan yang banyak dan terkini, namun guru profesional adalah sosok yang tahu kapan mengeluarkan ‘senjata’apa. Dengan demikian ia mesti dibekali kemampuan adaptasi dan pembelajaran kreatif yang tidak sesuai pakem alias menyesuaikan keadaan lingkungan.
  4. Dari penjelasan diatas guru peserta PPG belum diberikan kemampuan mengenali siswa berkebutuhan khusus. Guru yang lebih senior di lapangan akan banyak bertanya pada guru yang ia anggap lebih mumpuni mengenai kondisi anak di kelasnya utamanya jika ada anak yang ‘dicurigai’ berkebutuhan khusus. Akan sangat baik sekali jika ia menjadi temoat bertanya dari guru yang ingin tahu mengenai siswa berkebutuhan khusus.

5 Ciri kepala sekolah SMK yang menginspirasi

inovasi
Ilustrasi Foto

Cerita ini adalah mengenai seorang kepala sekolah SMK yang hebat. Saya mendapatkan cerita ini dari teman baik yang terinspirasi olehnya. Kepala sekolah di SMK yang ditemui rekan saya ini adalah sosok yang tak ubahnya seorang CEO. Ia menjadi nakhoda serta pelaksana visi dari jalannya sekolah yang ia kepalai dan pertanggung jawabkan pada dinas pendidikan.

Apa bedanya kepala sekolah ini dari kepala sekolah SMK lainnya:

  1. Buatnya ukuran keberhasilan seorang kepala SMK adalah seberapa baik dunia usaha di daerahnya mengenalnya
  2. Senang menantang staffnya dengan memberangkatkan kunjungan ke luar negeri, dan selalu dikirim ke negara yang punya tatanan masyarakat yang dianggap maju dari segi kultur. Dana ia dapatkan dari kerja sama dengan dunia usaha.
  3. Ia tidak mau sekolahnya hidup dari dana BOS, buatnya SMK mesti hidup dari kerja sama dengan dunia usaha.
  4. Urusan administrasi ia serahkan pada bawahannya saat yang sama ia lakukan pendelegasian tugas dengan baik dan terkontrol.
  5. Pembawaan dan cara membawakan dirinya bukan seperti birokrat namun mirip mereka yang ada di dunia usaha. Ini penting karena target beliau adalah dunia usaha mau kerja sama dengan sekolahnya. Untuk itu ia merasa bahwa dunia usaha mesti didekati dengan pendekatan yang duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

SMK punya peran yang sangat strategis sekarang, saat yang sama angka pengangguran justru banyak yang berasal dari lulusan SMK. Sebuah tanda tanya besar. Untuk itu diperlukan kemauan dan usaha dari segenap kepemimpinan sekolah untuk mau melakukan semua hal yang mungkin dan bisa demi dekatkan siswanya pada dunia usaha.

Baca lebih lanjut

Semester genap adalah saatnya pembuktian kinerja sekolah yang efektif

Satu tahun ajaran merupakan waktu dimana sekolah melakukan kegiatan operasionalnya sebagai lembaga pendidikan. Dibagi menjadi 6 bulan maka satu tahun ajaran ada 2 semester. Memasuki semester dua adalah saat yang krusial dikarenakan hanya ada waktu 6 bulan bahkan kurang untuk menuntaskan janji kepada orang tua siswa. Tulisan ini akan membahas apa yang penting dilakukan oleh semua pemangku kepentingan yang ada di sekolah saat semester dua tiba.

Penting bagi pemilik sekolah/yayasan

  1. Melakukan perencanaan budgeting atau anggaran. Hal ini sangat penting dikarenakan anggaran mesti siap digunakan saat tahun ajaran baru tiba
  2. Melakukan promosi sekolah yang terencana dan terstruktur
  3. Saatnya belanja guru jika ada guru yang hamil atau terindikasi akan dibawa ke luar kota oleh suaminya ketika habis menikah.

Penting bagi kepala sekolah

  1. Melakukan cek dan recek hal apa saja yang perlu dilakukan demi meningkatkan kompetensi guru yang menjadi binaannya.
  2. Melakukan kompilasi sekaligus melakukan aksi terhadap keluhan, kritik atau saran dari orang tua siswa terhadap jalannya semester ganjil yang lalu.
  3. Melakukan usaha dan komunikasi yang intensif dalam rangka persiapan ujian nasional dengan membentuk komite yang efektif.
  4. Bekerja sama dengan semua pihak (tata usaha, yayasan dan orang tua siswa) dalam melakukan promosi demi mendapatkan siswa
  5. Fokus pada guru yang kinerja nya buruk di semester satu. Segera berikan ia kode agar mencari pekerjaan lain jika sudah susah untuk dibina.

Penting bagi guru kelas atau bidang studi

  1. Mengecek kembali pemetaan kemampuan siswa dan pemetaan target kurikulum agar di semester genap bisa memberikan kepada siswa pendekatan yang tepat dalam pembelajaran.
  2. Secepatnya mengajak bertemu orang tua siswa yang anaknya perlu dukungan dalam bidang akademis atau perilaku. Hal ini penting sebelum semua jadi terlambat.
  3. Menelaah atau melakukan refleksi kembali terhadap cara mengajar atau cara kepemimpinan guru di dalam kelas agar suasana kelas tambah kondusif.

Penting bagi guru yang mengajar siswa yang akan ujian nasional

  1. Mengajak bertemu orang tua siswa dan sampaikan satu persatu gambaran mengenai kesiapan anak dalam hadapi UN
  2. Ajarkan keterampilan belajar atau study skills kepada siswa dalam rangka persiapan ujian
  3. Lakukan pertemuan sebulan sekali dengan seluruh orang tua siswa yang anaknya akan ujian
  4. Melakukan analisa soal yang intensif agar matang dalam mempersiapkan siswa

Semester genap adalah ajang pembuktian, ajang perencanaan tahun ajaran baru sekaligus  ajang kerjasama yang lebih intens bagi semua pihak yang peduli pada kinerja dan karakter siswa.

Kalau anda, apa yang biasanya mengganggu pikiran dan perlu dituntaskan di semester genap?

Resep mudah mewacanakan perubahan di sekolah

B2zgrJGIIAAM8CY.jpg

Sekolah yang baik adalah sekolah yang berkembang. Berkembang berarti berubah dan hanya dengan berubah lah sebuah organisasi bisa hadapi tantangan jaman. Saat yang sama ada saja keluhan jika sebuah sekolah kerap atau sering melakukan perubahan. Siapapun dia yang ada didalam lembaga sekolah akan menolak berubah apabila perubahan tanpa dikomunikasikan dan terburu-buru.Perubahan bisa dalam hal apa saja misalnya, kurikulum, cara mengajar sampai perilaku. kesemuanya pasti demi sekolah yang makin dipercaya masyarakat.

Mengapa kami sulit untuk berubah, begini kira-kira jawaban setiap peran yang ada di sekolah

  1. yayasan (pemilik sekolah): “duh saya lelah mewacanakan perubahan, impian saya banyak dan luas tapi tidak ada yang bisa membumikan pikiran saya”
  2. kepala sekolah: “perubahan? wow ini tugas berat saya dalam melaksanakan perubahan. Hal yang pasti mudah bagi saya untuk mengajak guru berubah adalah bila perubahan datangnya dari dinas pendidikan (pemerintah) namun jika perubahan datang dari yayasan atau dari saya, pasti deh pada mikir mikir dulu”.
  3. guru: “wacana perubahan yang sampai ke guru kebanyakan hanya dalam tataran why saja, kami ini kan praktisi yang bekerja di kelas, yang kami perlukan yang aplikatif (langsung bisa diterapkan di kelas) aja deh”.
  4. orang tua siswa: ” eh iya, sekolah anak saya ada banyak sih perubahan, tapi kebanyakan mendadak dan kami para orang tua ngga diajak bicara dahulu”

Baca lebih lanjut

13 perubahan yang layak dilakukan di sekolah

cpyk3t4usaqlnfs

cc8uv3rw8aesrpb

Perubahan di sekolah termasuk hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Kebanyakan orang ingin ada di dunia pendidikan dikarenakan jam kerja yang fleksibel dan beban pekerjaan yang dipandang ringan. Padahal dengan tantangan pendidikan saat ini, hal tadi justru akan membuat dunia pendidikan jalan di tempat.

Perubahan yang dipandang menantang untuk dilakukan di sekolah adalah perubahan menuju kepada:

Baca lebih lanjut

Model Pembelajaran ‘Problem Based Learning’ sebagai cara guru mengaktifkan siswa

Selama tiga hari saya ada di Bojonegoro untuk bertemu dengan guru dari SMP dan SMA 1 Kalitidu untuk berdiskusi dan belajar bersama mengenai pembelajaran berbasis masalah.

P_20161012_145223

P_20161011_161738

Guru yang hadir adalah guru yang berasal dari mata pelajaran IPA, PAI dan Olah raga. Di awal pelatihan, saya sebagai fasilitator meminta peserta melakukan permainan top of mind, sebuah permainan dimana seseorang diminta mengingat hal apa saja yang paling ia ingat ketika sesorang menyebutkan sebuah hal. Hal yang dimaksud bisa berupa benda, istilah atau nama tempat. Ketika fasilitator menyebutkan Problem Based Learning, peserta diminta untuk menyebutkan kata kata apa yang terlintas. Peserta kemudian menyebutkan kata-kata yang ada hubungannya dengan PBL adalah

Antara lain :
Solusi Masalah, Pendekatan ilmiah, tahapan, fase,  kontekstual, Belajar aktif,  RPP, identifikasi, Pemecahan masalah,  Hasil belajar,  penyelidikan, kontekstual, analisa dan motivasi belajar

Kata-kata diatas sangat penting dalam upaya membuat guru ingat dan dengan gampang menghubungkan dirinya dengan tahapan dalam pembelajara berbasis masalah.

Baca lebih lanjut