Peran guru dalam promosi sekolah

Pagi hari saat dalam perjalanan ke sekolah saya terkejut senang ketika mendengarkan iklan di Radio. Iklannya biasa saja hanya berupa kesaksian atau testimoni. Tapi yang istimewa iklan tersebut berasal dari sekolah saya sendiri. Kalau anda yang di luar Jakarta mungkin tidak bisa mendengar. Tetapi bila anda ada di Jakarta anda bisa mendengarnya lewat radio-radio yang target pendengarnya adalah wanita dan keluarga. Sekolah saya beriklan untuk acara promosi sekolah atau Open Day. Acara tersebut akan dilaksanakan hari Sabtu tanggal 2 Februari 2008.

Lanjutkan membaca “Peran guru dalam promosi sekolah”

Delapan pertanyaan untuk membantu menilai kinerja guru di sekolah

mbe913.jpg

Menilai kinerja guru di sekolah bukan sebuah hal yang sederhana. Perlu sebuah komunikasi yang baik di dalam sekolah sendiri untuk membuat sebuah standar penilaian yang baik. Standar penilaian kinerja guru yang baik tidak muncul begitu saja. Perlu diupayakan kesepakatan dari pihak yang akan menilai (kepala sekolah) dan guru yang akan dinilai. Dengan demikian tercapai saling pengertian bahwa proses penilaian kinerja guru, sama sekali bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi semata-mata untuk peningkatan kinerja agar sekolah dapat berjalan lebih baik lagi dalam prakteknya. Serta bagaimana agar sekolah dapat membantu guru agar lebih baik lagi dalam melakukan pembelajaran dikelas.

Lanjutkan membaca “Delapan pertanyaan untuk membantu menilai kinerja guru di sekolah”

Bagaimana merubah paradigma pembinaan guru

Profesi guru seperti profesi lainnya, membutuhkan sebuah proses aktualisasi terhadap metode serta pengetahuan baru. Caranya bisa macam-macam, dari berbicara mengenai profesionalitas dengan rekan sejawat, membaca buku kemudian mempresentasikan nya didepan teman-teman guru, sampai hadir didalam sebuah pelatihan serta seminar yang diadakan di hotel mewah. Seminar atau pelatihan tersebut biasanya diadakan saat hari aktif dan guru harus meninggalkan kelas dan siswa yang diajarnya. Waktu penyelenggaraan acara tersebut terkadang juga diadakan di hari libur, ini menyebabkan berkurangnya waktu berkualitas guru bersama keluarganya.

Lanjutkan membaca “Bagaimana merubah paradigma pembinaan guru”

Peran strategis guru komputer dalam pembelajaran di sekolah.

Mata pelajaran komputer sudah banyak menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah. Bahkan hal ini bisa menjadi daya jual bagi sekolah. Tidak jarang ditemukan gambar lab komputer pada brosur sekolah sebagai penarik minat calon orang tua murid. Dengan demikian pertanyaan menjadi timbul, apakah dengan adanya komputer di sekolah dapat menjadikan pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik.

Lanjutkan membaca “Peran strategis guru komputer dalam pembelajaran di sekolah.”

Membentuk masyarakat pembelajar di sekolah

Sekolah sebagai institusi yang menjadi bagian dari masyarakat mempunyai beberapa elemen penting di dalamnya. Para ahli biasanya menyebutnya sebagai stake holder. Di tangan mereka lah keberlanjutan sekolah digantungkan. Elemen sekolah yang dimaksud adalah guru, sebagai garda depan dalam kegiatan pembelajaran, siswa sebagai mitra pembelajaran, orang tua sebagai penghubung kehidupan anak di rumah dan di sekolah dan yang terakhir adalah mereka yang disebut sebagai leadership team, atau gabungan antara pemegang otoritas (yayasan dan lain-lain) dengan kepala sekolah sebagai pelaksana serta pemegang kendali kebijakan di lapangan.

Lanjutkan membaca “Membentuk masyarakat pembelajar di sekolah”

Melakukan observasi, mengambil pelajaran.

Apakah anda seorang guru atau anda seorang kepala sekolah?

Apabila anda seorang guru, pasti anda pernah di observasi oleh seseorang. Saat anda ingin bergabung dengan sekolah anda sekarang misalnya, pihak sekolah mungkin meminta anda untuk melakukan praktek mengajar, baik dengan murid yang sedikit atau dengan murid satu kelas. Pada saat anda sudah menjadi guru pun terkadang anda tetap di observasi untuk melihat sejauh mana anda menggunakan pendekatan terkini dalam pembelajaran serta bagaimana anda melaksanakan apa yang disebut sebagai manajeman kelas.

Lanjutkan membaca “Melakukan observasi, mengambil pelajaran.”

%d blogger menyukai ini: