5 Faktor penyebab guru sekolah swasta kurang inovatif dan berkembang

DVibd2rWsAA5d-s

Di sekolah swasta yang sehat, maju dan progresif, perbincangan bagaimana mengembangkan kapasitas, potensi dan kompetensi guru adalah menu sehari hari kepala sekolah dan yayasan pengelola. Dalam kenyataan nya belum semua sekolah swasta menyadari bahwa seorang guru adalah aset. Dibawah ini adalah hal yang masih ditemukan di sekolah swasta, kurang lebih menjadi penyebab guru kurang berkembang dan mampu berinovasi.

1.Cara pandang pengelola (yayasan) yang masih konvensional. Membangun dan membuat sekolah memang bisa dijadikan bisnis yang menggiurkan namun hanya jika kepercayaan masyarakat sudah didapatkan. Mengelola sekolah pastinya menggunakan prinsip bisnis agar tujuannya visi dan misi sekolah bisa terwujud. Meraih kepercayaan masyarakat bisa dengan cara yang mudah, cukup berikan paket penawaran masuk sekolah yang bersaing dengan sekolah sejenis dijamin orang tua siswa akan berbondong bondong masuk. Namun situasi akan jadi lain jika saat sudah menyekolahkan anaknya, orang tua siswa melihat dan merasakan pengelolaan yang seadanya dan guru anaknya yang gelisah dan tak punya passion. Cara terbaik dalam meraih kepercayaan masyarakat adalah dengan berdayakan guru sebisanya dan semampu yayasan. Lanjutkan membaca “5 Faktor penyebab guru sekolah swasta kurang inovatif dan berkembang”

Iklan

10 Resep mengembangkan guru agar mampu menjadi guru yang inovatif

D02hbD6XgAEAX-e

Merekrut guru adalah sebuah seni tersendiri. Proses perekrutan memerlukan kesiapan dari segenap pihak di sekolah untuk mencari orang yang berkarakter, karena skill atau keterampilan bisa dipelajari, sementara karakter adalah hal yang tidak akan bisa ditingkatkan karena merupakan sifat asli.

Proses perekrutan guru sangat berbahaya jika tujuan nya adalah mencari guru yang mau dibayar rendah. Tidak ada yang salah saat sekolah mencari guru yang bisa dibayar minim dikarenakan keuangan yayasan pasti akan aman sentosa. Hal yang tidak disadari adalah dampaknya akan kemana mana. Guru guru akan seperlunya saja berinovasi, keluhan orang tua siswa bahwa guru anaknya berganti ganti itu pasti dikarenakan tingkat turn over yang tinggi.

Dampak lain nya situasi ini akan menciptakan guru yang bertipe pasrah. Guru tipe pasrah adalah guru yang bersedia bertahan karena sudah PW (posisi wuenak) dikarenakan rumahnya dekat, sudah terlanjur akrab sama rekan sekerja sampai sudah malas mencari lowongan di sekolah swasta lain. Tipe guru pasrah dan tipe guru batu loncatan hanya akan membuat sekolah jalan ditempat. Dikarenakan sekolah berisi staf pengajar yang pasrah dan menjadi lupa caranya berinovasi dikarenakan semua perintah inovasi datangnya dari atas.

Dengan demikian jika semua faktor diatas tidak terjadi di sekolah anda, artinya sekolah sudah punya sistem dan standar dalam perekrutan, maka kerja selanjutnya adalah mengembangkan guru hasil perekrutan. Bagaimana cara terbaik mengembangkan guru? Lanjutkan membaca “10 Resep mengembangkan guru agar mampu menjadi guru yang inovatif”

Resep sukses wujudkan program prestasi di sekolah.

Di dinding Facebook saya beredar kesibukan sahabat rekan kepala sekolah dan guru dalam mengiringi siswa nya dI ajang O2SN dan FLS2N. Tulisan ini akan mengiringi semua rekan pendidik yang terlibat.

Semua kompetisi adalah saat semua elemen ‘mengalami’. Guru sebagai pelatih mengalami bagaimana perjalanan persiapan sampai pertandingan dan siswa pun akan berkembang jika diajak berefleksi dari pengalamannya. Ada hal yang umum saya temui di sekolah sekolah yang langganan mendapat juara dalam kompetisi nasional dan internasional.

Saya memperhatikannya sebagai cara dalam membuat sekolah sukses melahirkan atlet dan sosok yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik.
Silakan mencermati.

Tips bagi kepala sekolah yang baru menjabat

Sebuah pesan dari pembaca yang baru menempati posisi di tingkat manajemen sekolah, pertanyannya lumayan kritis dan pastinya berguna bagi semua yang membaca.

Salam Pak Agus, saya .. dari …. Saya sudah mengikuti blog guru kreatif sejak 2012 saat saya masih aktif jadi guru. Saat ini saya dimjnta untuk mengelola SMK yang baru berdiri sekitar 5 tahun. Kira-kira apa yang sebaiknya saya lakukan pertama kali untuk menjadikan ini sekolah unggul?

Berikut ini adalah jawaban dari saya:

Mencari keunikan sekolah lalu kerahkan segenap biaya dan sdm untuk membesarkannya. Misalnya cari eskul yang unik dan jarang untuk dibesarkan sebagai branding.

Pinggirkan guru guru senior (guru yang menolak berubah) . Caranya adalah buat pekerjaan, program atau project yang hanya anak muda atau guru muda bisa melakukannya. Bisa dimulai dengan penggunaan TIK, penggunaan bahasa Inggris atau pekerjaan lain dimana guru guru senior akan tunduk pada anak muda.

Fokuskan energi dan perkuat kebijakan pada: kedisiplinan guru dan siswa, waktu untuk guru merencanakan pembelajaran dalam grup atau berkelompok lakukan penguatan middle management (wakil kepala sekolah atau koordinator MGMP) dan penyelenggaraan rapat yang efektif.

Segera bentuk komisi 1-8 mengacu pada delapan standard nasional pendidikan. Hal yang dilakukan adalah: melengkapi dokumen terkait komisinya (misalnya komisi 1 standar tenaga pendidik dll). Komisi ini berlaku selama satu tahun ajaran untuk membuat sekolah selalu siap akreditasi

Minta tiap komisi membuat satu program inovasi. Saat yang sama buat komisi audit independen yang mengaudit tiap program. Mengaudit berarti menelaah pelaksanaan dan tantangan program inovasi di lapangan.

Lakukan penataan pada sistem penggajian guru, dengan prinsip sebagai berikut:
1. Tiap tahun selalu ada kenaikan menyesuaikan inflasi
2. Bagi golongan guru (berdasar hasil appraisal tahunan per 6 bulan) dengan penggolongan sebagai berikut: Golongan 1 (kenaikan paling tinggi), golongan 2. 3 dan golongan 4 (yang paling sedikit kenaikannya, hanya menyesuaikan inflasi)
3. Tiap bulan guru dinilai kinerjanya dengan sekolah memberikan pertanyaan kepada semua siswa : a. apakah kamu senang dengan pelajaran yang diajarkan oleh bpk/ibu….b. apakah kamu senang belajar dengan bpk/ibu….c. apakah pelajaran yang beliau berikan membuat mu ingin mempelajari lebih lanjut?
4. Sekolah meminta murid mencatat kehadiran guru guru di kelas untuk membudayakan prinsip ON TIME dan FULL TIME. Siswa hanya diminta mencatat kehadiran gurunya apakah on time atau tidak, jika tidak on time kenapa sebabnya. Dengan demikian guru dimonitor juga oleh siswa . Sebelumnya sekolah umumkan terlebih dahulu sistem ini agar guru tidak menjadi sensi.
5.Komponen gaji terdiri dari: nilai TOEIC/TOEFL guru, appraisal kepala sekolah dan hasil survey kepada siswa


Menimbang format pelaksanaan peningkatan kompetensi guru, antara workshop dan seminar

Kepala sekolah mestinya adalah sosok yang sangat peduli dengan kapasitas guru-gurunya. Dikarenakan semua keberhasilan maupun kegagalan seorang guru akan bermuara kepadanya. Cara yang terbaik dalam meningkatkan kompetensi guru adalah dengan pelatihan dan pendampingan. Kurikulum bisa saja berganti, namun guru lah tetap sebagai sosok pelaksana dan aktor lapangan yang menafsirkan dan melaksanakan.

Untuk itu budaya belajar bagi seorang guru sangat diperlukan. Kepala sekolah perlu membuat budaya belajar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seorang guru. Saat ini budaya belajar sangat terdukung oleh kemajua teknologi dan banyaknya sumber belajar.
Pembahasan berikut ini akan membantu anda melihat format apa saja yang bisa sekolah lakukan sebagai organisasi pembelajar demi meningkatkan kompetensi guru-gurunya.

Berikut adalah tabel perbandingannya.

4 Resep agar sekolah bisa membuat gurunya menjadi kreatif

Kreatifitas di sekolah punya makna yang luas. Masing masing pihak di sekolah baik itu guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua siswa punya sendiri makna kreativitas. Jika dilihat dari kepentingannya makna kreativitas di sekolah bisa digolongkan menjadi

  1. kreatif dalam mengajar dan menggunakan strategi/metode pembelajaran
  2. kreatif dalam membuat program-program sekolah
  3. kreatif dalam membuat eskul sekolah
  4. kreatif dalam menangani perilaku siswa.
  5. kreatif dalam mengelola kelas
  6. Kreatif dalam menghias kelas
  7. kretif dalam membuat permainan (games) yang membuat siswa senang dan terhibur.
  8. kreatif dalam menilai (menggunakan instrumen penilaian) siswa.

Semua kreativitas di atas memerlukan usaha bersama di sekolah agar bisa dilihat dan dirasakan di kelas dan dalam level sekolah secara keseluruhan. Kepala sekolah sering merasa belum mengetahui cara membuat gurunya bersedia dan mau menjadi kreatif. Padahal bagaimana sebuah sekolah dinilai bagus atau tidaknya ada dari situasi pembelajaran di kelas serta seberapa bermakna nya kegiatan yang terjadi di sekolah.

Kepala sekolah mesti punya indra keenam dalam mengembangkan sekolahnya agar bisa sukses dengan cara memberikan kesempatan guru untuk berkembang mulai dari yang ia bisa.

Seorang guru bisa saja merupakan sosok pribadi yang:

  1. Senang kegiatan luar ruang atau olahraga
  2. Senang kegiatan seni
  3. Senang kegiatan keagamaan
  4. Senang kegiatan sosial
  5. Senang kegiatan yang menggunakan IT atau teknologi
  6. Senang berkompetisi
  7. senang dunia menulis
  8. senang dengan dunia kerajinan tangan
  9. Dan lain sebagainya

Kesemuanya merupakan aset bagi sekolah. Apalagi jika sekolah bisa mengemasnya bersama kreativitas.

Berikut ini hal yang bisa sekolah lakukan untuk membuat semua guru menjadi guru kreatif di sekolahnya.

  1. sekolah bisa melakukan pemetaan kompetensi dan minat guru. ‘Siapa minatnya apa’ yang dari pemetaan itu bisa dilihat apa saja yang menjadi nilai lebih dari tiap pribadi guru yang ada di sekolah.
  2. meminta guru melakukan suatu inovasi yang kecil, sederhana dan mulai dari hal yang mereka suka. kemudian dibagikan tips nya saat rapat rutin. Misalnya meminta guru yang menyukai seni membuat dekorasi pada acara kemerdekaan di sekolah, atau guru yang punya inovasi di bidang matematika melakukan games singkat dengan siswanya di kelas. Minta guru lain memfoto atau memvideokan, minta guru yang membuat melakukan presentasi singkat 5 menit saat rapat rutin.
  3. sekolah melibatkan media sosial sebagai cara membuat guru senang dan bangga karyanya diketahui orang lain. Ada jenis guru yang tidak terlalu suka narsis atau show off, untuk itu tugaskan satu guru yang senang pada dunia TIK atau media sosial dan bisa menulis untuk menjadi reporter sekolah. Tugaskan ia untuk membuat liputan yang bisa di forward oleh guru lain. Minta semua guru mempunyai akun di IG atau facebook agar mudah di ‘tag’.
  4. Sekolah membuat rapat rutin yang terstruktur dan terjadwal. Rapat seperti ini sangat berpengaruh dalam membuat guru merasa punya lingkungan yang mendukung bagi kreativitas. Untuk level SD, sekolah bisa meminta guru paralel untuk bertemu seminggu sekali, membicarakan hal apa saja yang akan dilakukan di minggu depannya di kelas dalam pembelajaran. Di tingkat SMP dan SMA, pertemuan internal sekolah MGMP akan membuat adanya dialog antar guru mengenai inovasi yang dilakukan di kelas. Semua obrolan akan berujung pada inovasi jika sekolah mendukung dan memonitor.

Kreativitas di sekolah adalah gabungan antara keberanian membuat sebuah hal yang berbeda dilandaskan keinginan yang besar untuk menyajika sesuatu yang baru untuk siswa. Peran sekolah melalui kepala sekolah adalah membuat guru berani mencoba, melakukan supervisi dan selalu menghargai tiap pencapaian atau inovasi walaupun kecil dan sederhana.

Sekolah ‘Ramah Orang Tua’

Sebuah sekolah akan maju jika program program sekolahnya maju dan kekinian. Kekinian bagi siapa? tentunya bagi siswa yang menjadi tujuan mengapa sekolah itu ada. Uniknya di sekolah swasta sering terjadi sekolah berubah, bergerak karena di komplain oleh orang tua siswa sebagai pemangku kepentingan (yang utama).

Bagi anda yang ada di sekolah swasta tentu pernah mendengar kata kata ‘management by complain’. Artinya sekolah berubah dan mau mendengar jika wujudnya adalah keluhan dari orang tua siswa. Lupakan sejenak yang namanya Renstra atau rencana strategis atau malah progam pendidikan yang bermakna, karena di sekolah swasta bisa saja sebuah sarana dan prasarana ada dan terbeli dikarenakan orang tua siswa yang meminta serta yayasan kemudian mengiyakan tanpa berkonsultasi pada manajemen pelaksana apakah diperlukan atau tidak.

Memang sebuah keluhan dari orangtua bisa saja datang demi kemajuan siswa, atau dikarenakan orang tua siswa membandingkan sekolah anaknya dengan sekolah lainnya (dengan SPP yang sama). Namun di mata guru sebuah kebijakan yang diambil karena keluhan akan membuat manajemen sekolah menjadi tidak ada wibawanya.

Guru memang akan sangat kritis dengan kebijakan manajemen sekolah dikarenakan mereka lah yang melihat bagaimana manajemen bersikap dan merencanakan sebuah perubahan. Saatnya sekolah punya daya tahan dari keluhan dengan cara sebagai berikut;

  1. Ambil posisi menyerang, hal ini adalah istilah yang berarti manajemen sekolah melakukan pendekatan kepada orang tua siswa lewat beragam cara dan kesempatan. Cara terbaik adalah dengan membuat event yang menarik bagi orang tua siswa.
  2. Membekali guru dengan kemampuan komunikasi yang baik dengan demikian tidak semua keluhan lari ke kepala sekolah dan yayasan
  3. Manajemen sekolah punya Dewan Sekolah (School Board) dan Persatuan orang tua guru dan siswa sampai Class parent alias WOTK (Wali orang tua kelas) sebagai saluran bagi orang tua siswa dalam berpendapat demi kemajuan sekolahnya.

Sekolah yang efektif punya Action plan atau Renstra (Rencana Strategis) yang dikomunikasikan dan berlaku 1 sampai 3 tahun. Sekolah akan tenang hidupnya jika punya rencana dan program yang kesemuanya demi siswa. Hindari untuk membiarkan orang tua siswa berasumsi dan menebak nebak kemana arah sekolah akan berjalan.

Lakukan perubahan terus menerus dalam skala kecil atau besar, program pendidikan unggulan segala matpel, pembelian alat sumber belajar, pelatihan guru dan sebagainya. Semua demi membuat orang tua siswa merasa tanpa diminta, sekolah sudah tahu dan mengerti kemana mesti berubah dan melangkah.