Image result for teaching edchatKarakter anak zaman ‘now’sudah sangat berbeda dengan karakter kita saat masih bersekolah dahulu. Adapun karakteristik dari siswa kita saat ini adalah

  1. Menyukai tantangan
  2. Menyukai gratifikasi instan alias ketika mengerjakan sesuatu ingin segera dapat hasil

Dua hal diatas adalah hal yang ada hubungannya dengan proses pmbelajaran di kelas. Nah kebanyakan dari kita masih melakukan semuanya secara konvensional. Misalnya saat ada ulangan. Siswa perlu waktu seminggu untuk mengetahui hasilnya. Padahal saat mereka main gadget atau main game di smartphone, hasilnya bisa mereka ketahui langsung. Dan mereka bisa mulai lagi tanpa ada rasa takut gagal. Sementara sistem pendidikan dan pembelajaran kita masih bergantung 100 persen ke guru sebagai pengatur laku. Nah hal inilah yang menurut saya bertentangan antara sistem pembelajaran dan karakteristik siswa saat ini.

Padahal untuk bisa kalahkan tantangan abad 21 seseorang mesti punya karakter

  1. Pemecah masalah dan berpikir kritis
  2. Mampu berkolaborasi dengan orang lain dan pandai memimpin
  3. Mampu dengan cepat beradaptasi
  4. Punya inisiatif dan kewirausahaan
  5. Mampu dengan cepat mengakses dan menganalisa
  6. Punya rasa ingin tahu dan imajinasi

Penting bagi seorang guru untuk punya kemampuan dalam menumbuhkan hal diatas. Kuncinya adalah dengan memasukkannya kedalam proses pembelajaran. Banyak saya jumpai guru yang menemukan siswanya yang tidak punya motivasi dikarenakan penyebab diluar sekolah (faktor keluarga dan lain sebagainya) malah ikut larut dalam masalah siswanya. Saat yang sama lupa untuk meningkatkan mutu dari proses belajar mengajarnya di kelas. Padahal motivasi internal hanya bisa tumbuh dan ditumbuhkan lewat proses belajar mengajar yang baik. Ada 19 cara untuk memunculkan motivasi siswa kita Lanjutkan membaca “”

Iklan

Resep menjadi guru zaman ‘now

Guru zaman ‘now tidak mesti seseorang yang berusia muda atau seorang guru yang baru saja memulai karir. Semua guru jika ia bersedia menyesuaikan diri hadapi perubahan zaman layak di sebut sebagai guru zaman ‘now. Apa saja cirinya silakan cermati berikut ini.

Lanjutkan membaca “Resep menjadi guru zaman ‘now”

Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun

Image result for change edchat

Perubahan adalah keniscayaan. Setiap lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan perlu berubah dengan berjalannya jaman dan demi memenuhi harapan orang tua siswa yang telah menyekolahkan. Setiap orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan sadar betul bahwa setiap perubahan memerlukan usaha keras dan pembiayaan yang tepat guna.

Tulisan ini adalah untuk anda para pengelola sekolah atau kepala sekolah (utamanya sekolah swasta). Jika anda guru silakan mencermati juga untuk bisa menjadi agen perubahan yang baik. Hal yang pertama mesti dilakukan adalah mengerti betul apakah sekolah impian yang anda ingin buat atau apakah tujuan perubahan. Sebagai contoh :

Menciptakan sekolah unggulan yang berlandaskan 8 Standar Nasional Pendidikan serta menjadi rujukan bagi dunia pendidikan dikarenakan programnya yang inovatif kesemuanya dalam rangka mempersiapkan siswa untuk masa depan.

Sebuah mimpi yang cukup ‘wah bukan? Nah saatnya melakukan perubahan secara bertahap. Dalam satu tahun hal yang bisa dilakukan adalah memulai serta merintis hal-hal dibawah ini:

• Kepala sekolah memulai pekerjaan tata kelola sekolah yang baik dan teratur serta punya tata kelola SDM. Terdiri dari pembuatan handbook siswa, guru dan orangtua siswa serta kebijakan lain yang penting dalam hubungannya dengan pelayanan kepada siswa guru dan orang tua siswa.
• Memulai proses untuk pembenahan disiplin kesiswaan dengan menggandeng Bidang kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling.

Lanjutkan membaca “Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun”

9 cara meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru

images (3)Kepala sekolah dan pemilik sekolah (sekolah swasta) kerap mengalami kebingungan serta ketidakpastian dalam upaya meningkatkan kualitas mengajar dan kompetensi pribadi para guru yang mengajar di sekolahnya. Sebenarnya seberapa penting untuk meningkatkan keterampilan mengajar seorang guru?

Jika masih ragu bayangkan saja perangkat hp atau smart phone yang kehabisan baterai (low bat), seperti itulah bayangan seorang guru yang jarang dilatih dan diberikan tambahan ilmu terkini dalam mengajar. Cara mengajarnya menjadi konvensional dan kerap dikeluhkan oleh orang tua siswa. Ujung dari semuanya adalah guru menjadi tidak bersemangat dan cenderung hanya mengajar sebagai rutinitas saja.

Sebenarnya pelatihan apa yang diperlukan bagi seorang guru agar cara mengajarnya kreatif sekaligus guru menjelma menjadi sosok yang profesional dalam membawakan diri dalam keseharian dan tangkas berkomunikasi pada orang tua siswa.

Manajemen kelas yang kondusif

Mengapa pelatihan ini penting ?

  1. Guru mengetahui bagaimana mengelola kelas menyesuaikan dengan prinsip pembelajaran Abad 21
  2. Mengetahui bagaimana mengatur kelas sesuai dengan prinsip pembelajaran dalam Kurikulum 2013
  3. Mengetahui dan bisa mempraktekkan bagaimana membentuk lingkungan pembelajaran yang kondusif
  4. Mengatasi dan mencegah bullying, dari siswa ke siswa, guru ke siswa dan siswa ke guru.
  5. Memberikan siswa motivasi,  membentuk karakter siswa melalui disiplin yang positif
  6. Bagaimana membentuk kesepakatan kelas dan peraturan kelas yang dipatuhi oleh siswa.

Lanjutkan membaca “9 cara meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru”

10 tanda bahwa sekolah anda belum ‘berkarakter’

 

Sekolah adalah sebuah organisasi sekaligus lingkungan dimana setiap harinya ada interaksi dan aktivitas. Jika sebuah sekolah lalai dalam pengelolaan karakter hal yang terjadi adalah sekolah akan bernuansa negatif. Ada interaksi namun tidak mendidik, ada kegiatan namun sekedar rutinitas.

Apa ciri sekolah yang bernuansa negatif dan cenderung menjelma bukan membesarkan potensi namun menjadi lembaga yang gagal menelurkan lulusan yang siap hidup di masyarakat.

1. Sekolah tidak pernah punya standar mengenai perilaku apa yang diinginkan ada dalam keseharian di sekolah dari guru siswa dan komunitas di sekolah.

2. Keseharian aktivitas di kelas adalah catat buku sampai habis alias konvensional. Guru merasa sudah laksanakan kewajiban jika sudah berceramah di depan siswanya.

3. Kelas tidak punya kesepakatan kelas dan siswa tak pernah diajak berembuk dalam membuat kelasnya menjadi kelas yang kondusif. Setiap kejadian di kelas diselesaikan secara insidentil saja sesuai mood dari guru di hari itu.

Lanjutkan membaca “10 tanda bahwa sekolah anda belum ‘berkarakter’”

2 dokumen penting untuk membuat sekolah jadi berkualitas

0fca166adad1e724c56f1d3d118dfb7e

Dalam menyelenggarakan sekolah agar menjelma menjadi sekolah yang efektif diperlukan beberapa elemen yang penting. Elemen ini berfungsi agar dalam pelaksanaannya semua pihak yang ada di sebuah sekolah sebagai komunitas pendidikan dapat bekerja sama dan bisa secara penuh berkontribusi demi kemajuan sekolah.

  1. Kebijakan dan prosedur.

Adalah upaya sekolah untuk mengedepankan dirinya lewat dokumen tertulis yang berupa kebijakan. Kebijakan berguna dalam meredam hal hal yang menjadi perdebatan ‘abadi’ di sekolah misalnya

  • seragam
  • perihal pemberian PR
  • penggunan bahasa Inggris (di sekolah yang bilingual)
  • menilai kinerja guru
  • pelaksanaan field trip
  • keterlambatan siswa
  • bullying (perundungan di sekolah)
  • tata cara komunikasi dengan orang tua siswa.

daftar diatas akan lebih banyak lagi sesuai dengan hal yang dihadapi sekolah dalam pelaksanaannya. Tidak heran hal ini disebabkan kebijakan sekolah sifatnya ‘meredam’ permasalahan agar sekolah punya ‘gigi’ atau kekuatan sebagai sebuah lembaga. Kebijakan ini bersifat mengikat bagi semua komponen di sekolah (siswa, guru, pimpinan dan orang tua siswa). Sebuah kebijakan bisa ditinjau tiap dua tahun sekali. Saat sebuah kebijakan akan dibuat dan disyahkan atau akan ditinjau ulang, semua pihak akan terlibat, dari komite sekolah sampai guru akan dimintakan pendapatnya.

Berikut adalah penjelasan lengkap dari situs  https://www.thoughtco.com/draft-effective-policy-and-procedures-319457

Menulis kebijakan dan prosedur untuk sekolah merupakan bagian dari tugas seorang administrator (kepala sekolah dan manajemen). Kebijakan dan prosedur sekolah pada dasarnya adalah dokumen dimana sekolah   dioperasikan. Adalah penting bahwa kebijakan dan prosedur di sebuah sekolah selalu dimutakhirkan. Setiap dua tahun harus ditinjau dan direvisi seperlunya, dan kebijakan dan prosedur baru harus ditulis sesuai kebutuhan.

Panduan berikut adalah tip dan saran yang perlu dipertimbangkan saat   mengevaluasi kebijakan dan prosedur lama atau menulis yang baru.

MENGAPA EVALUASI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SEKOLAH PENTING?

Setiap sekolah memiliki buku pegangan siswa, buku pegangan guru dan staf , dan buku pegangan staf bersertifikat yang dilengkapi dengan kebijakan dan prosedur. Ini adalah bagian penting setiap sekolah karena mereka mengatur kejadian sehari-hari yang terjadi di sekolah.

BAGAIMANA  MENULIS KEBIJAKAN YANG AKAN MENJADI SOLUSI BAGI PERMASALAHAN DI SEKOLAH?

Kebijakan dan prosedur biasanya ditulis dengan target  tertentu, Ini termasuk siswa, guru, administrator, staf pendukung, dan bahkan orang tua.

Kebijakan dan prosedur harus ditulis agar audiens target mengerti apa yang diminta atau diarahkan pada mereka. Misalnya, sebuah kebijakan yang ditulis untuk buku pegangan siswa sekolah menengah harus ditulis di tingkat sekolah menengah dan dengan terminologi yang rata-rata akan dimengerti oleh siswa sekolah menengah.

BAGAIMANA MEMBUAT SEBUAH KEBIJAKAN MENJADI JELAS

Kebijakan Sekolah bersifat informatif dan langsung artinya informasinya tidak ambigu, dan selalu langsung ke pokok permasalahan, jelas dan ringkas. Kebijakan yang ditulis dengan baik tidak akan menimbulkan kebingungan. Kebijakan yang bagus juga selalu update. Misalnya, kebijakan yang berhubungan dengan teknologi (IT) mungkin perlu diperbarui seiring dengan pesatnya evolusi industri teknologi itu sendiri. Kebijakan yang jelas mudah dimengerti. Pembaca kebijakan seharusnya tidak hanya memahami makna kebijakan tapi juga memahami nada dan alasan yang mendasari kebijakan itu ditulis.

KAPAN  MENAMBAH KEBIJAKAN BARU ATAU MEREVISI SEBUAH KEBIJAKAN?

Kebijakan harus ditulis dan / atau direvisi sesuai kebutuhan. Buku pegangan siswa dan semacamnya harus ditinjau setiap tahun. Pimpinan sekolah harus didorong untuk menyimpan dokumentasi semua kebijakan dan prosedur yang mereka rasa perlu ditambahkan atau direvisi saat tahun ajaran berjalan. Ada saatnya sekolah perlu  menerapkan kebijakan baru atau revisi yang berlaku segera dalam tahun ajaran, namun sebagian besar waktu, kebijakan baru atau revisi harus mulai berlaku pada tahun ajaran berikutnya atau dua tahun sekali.

Lanjutkan membaca “2 dokumen penting untuk membuat sekolah jadi berkualitas”

Makna ‘Nilai’ akademis bagi orang tua siswa

​Saya tanya, sikap apa yang akan kalian ambil…..Jika kamu tau ada diantara teman2mu membicarakan dengan nyinyir dan membandingkan (dibelakangmu) anakmu yang notabene memiliki nilai akademik dibawah rata2 ….Sementara kamu menerima & sangat memahami karakter anak2mu sendiri dan jujur tidak malu menyembunyikan, mengakui segala kelebihan & kekurangan mereka sebab setiap anak memiliki talenta yg berbeda sekalipun saudara sekandung, dan karena pemahaman tersebut kamu juga tidak ingin membicarakan kekurangan anak2 orang lain….. #cumananya

Di Facebook ada banyak status yang menarik, yang saya copas disini adalah jeritan hati ibu yang tidak terima atas perlakuan orang tua anak lainnya. Buat saya hal diatas terjadi karena ada beban yang ada di pundak orang tua siswa disebabkan masalah nilai akademis anaknya. Setiap pengambilan rapor guru akan menghindari berdebat dengan orang tua siswa yang kritis perihal nilai. 

Di banyak sekolah ukuran kasta’ seorang siswa diukur dari nilai akademis. Sebuah hal yang sangat membuat miris. Gejala itu diperparah dengan sikap guru yang mau terima beres saja. Inginnya kalau bisa semua siswa dikelasnya lancar dan cepat menguasai pembelajaran yang diberikan. Coba lihat siswa TK saat mereka tiba di sekolah, mereka begitu rileks dikarenakan di usia emas itu yang mereka pikirkan hanyalah berkarya dan bersenang senang di sekolah tanpa khawatir berapa nilai yang akan ia dapatkan.

Apa yang bisa sekolah lakukan agar orang tua siswa bisa seimbang dalam memandang nilai atau pencapaian putra putrinya. 

1. Sekolah menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan dengan cara lakukan hal sebagai berikut:

• Buat pertemuan awal tahun ajaran yang dilakukan per kelas.

• Buat buletin sekolah

• Adakan acara seminar orang tua sekali per tiga bulan. Undang orang yang berkenan berbagi dan bukan seleb atau motivator yang dibayar mahal.

2. Guru diberikan pelatihan dan pembekalan cara untuk:

• Berkomunikasi efektif dengan orang tua siswa.

• Penilaian autentik ala kurikulum 2013

• Melakukan penilaian dengan banyak variasi.

3. Kepala sekolah 

• Membuat kebijakan penilaian yang autentik yang mesti dipatuhi oleh guru dan diketahui oleh orang tua siswa

• Membuat format raport yang bentuknya campuran antara nilai angka dan narasi.

• Berbicara dalam setiap rapat yang dihadiri oleh orang tua bahwa nilai adalah gabungan antara usaha siswa dan sejauh mana guru berusaha membuat siswanya paham

• Membuat sistem pengambilan rapor yang efektif, sehingga semua orang tua mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai anaknya.

• Mengharuskan guru fokus pada penggunaan teknik penilaian formatif.

Diharapkan dengan langkah diatas akan tercipta komunitas di sekolah yang menghargai usaha dan tidak semata berorientasi nilai. Saat yang sama menganggap nilai yang baik adalah konsekuensi kerja keras dan antusiasme siswa dalam mempelajari sebuah pengetahuan.