4 agenda rapat yang penting dibahas di awal tahun ajaran baru

ByFqU8aIYAAd5c2

Aspek penilaian pembelajaran (assessment) menjadi andalan bagi sebuah sekolah jika ingin berkembang. Semakin aspek penilaian digarap dengan baik, sungguh-sungguh dan kebijakannya dibuat secara berkolaborasi maka tugas guru akan semakin ringan dalam mengajar. Sebuah dokumen penilaian adalah dokumen yang dipergunakan oleh guru sebagai pedoman melakukan praktek penilaian proses belajar di kelas selama satu tahun ajaran.

Mengapa penting sekali bagi sebuah sekolah untuk melakukan telaah perihal penilaian secara bersama sama  dan dibahas secara bersama- sama di awal tahun ajaran, dikarenakan ada beberapa isu yang kerap menjadi ganjalan selama satu tahun ajaran.

  1. masalah standarisasi standar penilaian, hal ini penting dikarenakan jika tidak sering dibicarakan akan ada keadaan dimana cara menilai guru tidak standar antara guru satu dan yang lain.
  2. Penetapan KKM, untuk mencegah agar angka KKM  tidak  ditetapkan dengan terburu buru dan tidak ditetapkan secara bersama oleh dewan guru.
  3. Hal lain yang berkaitan dengan penetapan cara penilaian siswa yang berprestasi di bidang olah raga dan kesenian serta siswa yang mengharumkan nama sekolah. Memang biasanya mereka yang berprestasi di bidang olah raga seringnya kurang nilai akademik nya. Jika tidak ada kesepakatan maka guru cenderung mengambil jalan yang berbeda misalnya diberi nilai pas KKM atau semau guru mapel aja.
  4. Hal yang menyangkut regulasi dan kebijakan remedial, bagaimana melaksanakan remedial serta sistem penilaian yang diberikan.

Banyak sekolah yang enggan untuk duduk bersama melakukan pembahasan hal diatas dikarenakan khawatir salah atau tidak sesuai dengan peraturan dari dinas pendidikan. Padahal jika sekolah duduk bersama dan bersepakat maka sekolah akan memunculkan dokumen penilaian yang dihasilkan secara bersama sama. Jika khawatir terjadi dead lock, maka sekolah bisa menunjuk komite kurikulum yang akan bertugas membahas masalah penilaian secara mendalam.

Saat ini saya percaya dinas pendidikan sudah lebih terbuka mempersilakan kewenangan sekolah untuk menentukan dan memutuskan secara bersama seluruh warga sekolah. Asal terus melibatkan pengawas sekolah dalam mengabarkan perubahan yang terjadi maka sebuah kebijakan pasti akan boleh dilaksanakan.

Iklan

Membungkus inovasi di sekolah dengan ‘branding’

CONTOH INOVASI SEKOLAH

Di sekolah sebuah inovasi diposisikan menjadi jawaban atau pemecahan sebuah masalah. Jika sekolah mempraktekkan asas inovasi dengan benar maka sebuah ancaman malah akan menjadi peluang. Sebuah inovasi hanya bisa lahir dari sebuah organisasi pembelajar yang berkomitmen bersama. Saat ini bukan saatnya lagi bahwa kepala sekolah adalah asal semua ide. Keberhasilan sebuah inovasi lahir karena team work antara semua pihak yang ada di sekolah , rasa percaya serta visi yang sama diantara semua pelaksana.

Sebuah Inovasi yang baik datang dari guru/warga sekolah itu sendiri, dengan maksud untuk menjawab kebutuhan atau penyelesaian masalah dengan menerapkan prinsip replikasi (ringan mudah ditiru) serta ditinjau secara berkala menggunakan prinsip POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling). Dengan demikian sekolah membiasakan dirinya untuk ‘Speak with data’, dengan cara sekolah melakukan audit internal dengan melibatkan team audit internal sekolah yang ditunjuk oleh kepala sekolah (terdiri dari guru senior dan orang yang dianggap mampu) untuk mengaudit program dan bukan melakukan audit terhadap orang per orang.

36C4ED70-AA39-6CB8-42D4-6D445C88527F

Aspek branding bisa membuat perubahan di sekolah menjadi lebih mudah dan cepat. Dengan cara memberikan penamaan yang menarik pada program-program inovasi sederhana yang berbasis sekolah yang dibuat demi menjawab kebutuhan penyelesaian masalah di sekolah.  Lanjutkan membaca “Membungkus inovasi di sekolah dengan ‘branding’”

Image result for teaching edchatKarakter anak zaman ‘now’sudah sangat berbeda dengan karakter kita saat masih bersekolah dahulu. Adapun karakteristik dari siswa kita saat ini adalah

  1. Menyukai tantangan
  2. Menyukai gratifikasi instan alias ketika mengerjakan sesuatu ingin segera dapat hasil

Dua hal diatas adalah hal yang ada hubungannya dengan proses pmbelajaran di kelas. Nah kebanyakan dari kita masih melakukan semuanya secara konvensional. Misalnya saat ada ulangan. Siswa perlu waktu seminggu untuk mengetahui hasilnya. Padahal saat mereka main gadget atau main game di smartphone, hasilnya bisa mereka ketahui langsung. Dan mereka bisa mulai lagi tanpa ada rasa takut gagal. Sementara sistem pendidikan dan pembelajaran kita masih bergantung 100 persen ke guru sebagai pengatur laku. Nah hal inilah yang menurut saya bertentangan antara sistem pembelajaran dan karakteristik siswa saat ini.

Padahal untuk bisa kalahkan tantangan abad 21 seseorang mesti punya karakter

  1. Pemecah masalah dan berpikir kritis
  2. Mampu berkolaborasi dengan orang lain dan pandai memimpin
  3. Mampu dengan cepat beradaptasi
  4. Punya inisiatif dan kewirausahaan
  5. Mampu dengan cepat mengakses dan menganalisa
  6. Punya rasa ingin tahu dan imajinasi

Penting bagi seorang guru untuk punya kemampuan dalam menumbuhkan hal diatas. Kuncinya adalah dengan memasukkannya kedalam proses pembelajaran. Banyak saya jumpai guru yang menemukan siswanya yang tidak punya motivasi dikarenakan penyebab diluar sekolah (faktor keluarga dan lain sebagainya) malah ikut larut dalam masalah siswanya. Saat yang sama lupa untuk meningkatkan mutu dari proses belajar mengajarnya di kelas. Padahal motivasi internal hanya bisa tumbuh dan ditumbuhkan lewat proses belajar mengajar yang baik. Ada 19 cara untuk memunculkan motivasi siswa kita Lanjutkan membaca

Resep menjadi guru zaman ‘now

Guru zaman ‘now tidak mesti seseorang yang berusia muda atau seorang guru yang baru saja memulai karir. Semua guru jika ia bersedia menyesuaikan diri hadapi perubahan zaman layak di sebut sebagai guru zaman ‘now. Apa saja cirinya silakan cermati berikut ini.

Lanjutkan membaca “Resep menjadi guru zaman ‘now”

Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun

Image result for change edchat

Perubahan adalah keniscayaan. Setiap lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan perlu berubah dengan berjalannya jaman dan demi memenuhi harapan orang tua siswa yang telah menyekolahkan. Setiap orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan sadar betul bahwa setiap perubahan memerlukan usaha keras dan pembiayaan yang tepat guna.

Tulisan ini adalah untuk anda para pengelola sekolah atau kepala sekolah (utamanya sekolah swasta). Jika anda guru silakan mencermati juga untuk bisa menjadi agen perubahan yang baik. Hal yang pertama mesti dilakukan adalah mengerti betul apakah sekolah impian yang anda ingin buat atau apakah tujuan perubahan. Sebagai contoh :

Menciptakan sekolah unggulan yang berlandaskan 8 Standar Nasional Pendidikan serta menjadi rujukan bagi dunia pendidikan dikarenakan programnya yang inovatif kesemuanya dalam rangka mempersiapkan siswa untuk masa depan.

Sebuah mimpi yang cukup ‘wah bukan? Nah saatnya melakukan perubahan secara bertahap. Dalam satu tahun hal yang bisa dilakukan adalah memulai serta merintis hal-hal dibawah ini:

• Kepala sekolah memulai pekerjaan tata kelola sekolah yang baik dan teratur serta punya tata kelola SDM. Terdiri dari pembuatan handbook siswa, guru dan orangtua siswa serta kebijakan lain yang penting dalam hubungannya dengan pelayanan kepada siswa guru dan orang tua siswa.
• Memulai proses untuk pembenahan disiplin kesiswaan dengan menggandeng Bidang kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling.

Lanjutkan membaca “Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun”

Andalan

9 cara meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru

images (3)Kepala sekolah dan pemilik sekolah (sekolah swasta) kerap mengalami kebingungan serta ketidakpastian dalam upaya meningkatkan kualitas mengajar dan kompetensi pribadi para guru yang mengajar di sekolahnya. Sebenarnya seberapa penting untuk meningkatkan keterampilan mengajar seorang guru?

Jika masih ragu bayangkan saja perangkat hp atau smart phone yang kehabisan baterai (low bat), seperti itulah bayangan seorang guru yang jarang dilatih dan diberikan tambahan ilmu terkini dalam mengajar. Cara mengajarnya menjadi konvensional dan kerap dikeluhkan oleh orang tua siswa. Ujung dari semuanya adalah guru menjadi tidak bersemangat dan cenderung hanya mengajar sebagai rutinitas saja.

Sebenarnya pelatihan apa yang diperlukan bagi seorang guru agar cara mengajarnya kreatif sekaligus guru menjelma menjadi sosok yang profesional dalam membawakan diri dalam keseharian dan tangkas berkomunikasi pada orang tua siswa.

Manajemen kelas yang kondusif

Mengapa pelatihan ini penting ?

  1. Guru mengetahui bagaimana mengelola kelas menyesuaikan dengan prinsip pembelajaran Abad 21
  2. Mengetahui bagaimana mengatur kelas sesuai dengan prinsip pembelajaran dalam Kurikulum 2013
  3. Mengetahui dan bisa mempraktekkan bagaimana membentuk lingkungan pembelajaran yang kondusif
  4. Mengatasi dan mencegah bullying, dari siswa ke siswa, guru ke siswa dan siswa ke guru.
  5. Memberikan siswa motivasi,  membentuk karakter siswa melalui disiplin yang positif
  6. Bagaimana membentuk kesepakatan kelas dan peraturan kelas yang dipatuhi oleh siswa.

Lanjutkan membaca “9 cara meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru”

10 tanda bahwa sekolah anda belum ‘berkarakter’

 

Sekolah adalah sebuah organisasi sekaligus lingkungan dimana setiap harinya ada interaksi dan aktivitas. Jika sebuah sekolah lalai dalam pengelolaan karakter hal yang terjadi adalah sekolah akan bernuansa negatif. Ada interaksi namun tidak mendidik, ada kegiatan namun sekedar rutinitas.

Apa ciri sekolah yang bernuansa negatif dan cenderung menjelma bukan membesarkan potensi namun menjadi lembaga yang gagal menelurkan lulusan yang siap hidup di masyarakat.

1. Sekolah tidak pernah punya standar mengenai perilaku apa yang diinginkan ada dalam keseharian di sekolah dari guru siswa dan komunitas di sekolah.

2. Keseharian aktivitas di kelas adalah catat buku sampai habis alias konvensional. Guru merasa sudah laksanakan kewajiban jika sudah berceramah di depan siswanya.

3. Kelas tidak punya kesepakatan kelas dan siswa tak pernah diajak berembuk dalam membuat kelasnya menjadi kelas yang kondusif. Setiap kejadian di kelas diselesaikan secara insidentil saja sesuai mood dari guru di hari itu.

Lanjutkan membaca “10 tanda bahwa sekolah anda belum ‘berkarakter’”