4 tanda guru sebagai agen perubahan 

teacher-quote
Bukan perkara mudah menemukan guru yang siap jadi agen perubahan. Bahkan guru yang punya gelar berprestasi pun belum tentu sanggup jadi agen perubahan. Dikarenakan sebagai agen perubahan perlu mental, pola pikir dan strategi agar bisa membawa siswa, sesama guru bahkan sekolah ke arah yang lebih baik.

Berikut ini adalah hal yang mesti dimiliki oleh seorang guru yang boleh dikatakan sebagai agen perubahan.

Read More »

2 dokumen penting untuk membuat sekolah jadi berkualitas

0fca166adad1e724c56f1d3d118dfb7e

Dalam menyelenggarakan sekolah agar menjelma menjadi sekolah yang efektif diperlukan beberapa elemen yang penting. Elemen ini berfungsi agar dalam pelaksanaannya semua pihak yang ada di sebuah sekolah sebagai komunitas pendidikan dapat bekerja sama dan bisa secara penuh berkontribusi demi kemajuan sekolah.

  1. Kebijakan dan prosedur.

Adalah upaya sekolah untuk mengedepankan dirinya lewat dokumen tertulis yang berupa kebijakan. Kebijakan berguna dalam meredam hal hal yang menjadi perdebatan ‘abadi’ di sekolah misalnya

  • seragam
  • perihal pemberian PR
  • penggunan bahasa Inggris (di sekolah yang bilingual)
  • menilai kinerja guru
  • pelaksanaan field trip
  • keterlambatan siswa
  • bullying (perundungan di sekolah)
  • tata cara komunikasi dengan orang tua siswa.

daftar diatas akan lebih banyak lagi sesuai dengan hal yang dihadapi sekolah dalam pelaksanaannya. Tidak heran hal ini disebabkan kebijakan sekolah sifatnya ‘meredam’ permasalahan agar sekolah punya ‘gigi’ atau kekuatan sebagai sebuah lembaga. Kebijakan ini bersifat mengikat bagi semua komponen di sekolah (siswa, guru, pimpinan dan orang tua siswa). Sebuah kebijakan bisa ditinjau tiap dua tahun sekali. Saat sebuah kebijakan akan dibuat dan disyahkan atau akan ditinjau ulang, semua pihak akan terlibat, dari komite sekolah sampai guru akan dimintakan pendapatnya.

Berikut adalah penjelasan lengkap dari situs  https://www.thoughtco.com/draft-effective-policy-and-procedures-319457

Menulis kebijakan dan prosedur untuk sekolah merupakan bagian dari tugas seorang administrator (kepala sekolah dan manajemen). Kebijakan dan prosedur sekolah pada dasarnya adalah dokumen dimana sekolah   dioperasikan. Adalah penting bahwa kebijakan dan prosedur di sebuah sekolah selalu dimutakhirkan. Setiap dua tahun harus ditinjau dan direvisi seperlunya, dan kebijakan dan prosedur baru harus ditulis sesuai kebutuhan.

Panduan berikut adalah tip dan saran yang perlu dipertimbangkan saat   mengevaluasi kebijakan dan prosedur lama atau menulis yang baru.

MENGAPA EVALUASI KEBIJAKAN DAN PROSEDUR SEKOLAH PENTING?

Setiap sekolah memiliki buku pegangan siswa, buku pegangan guru dan staf , dan buku pegangan staf bersertifikat yang dilengkapi dengan kebijakan dan prosedur. Ini adalah bagian penting setiap sekolah karena mereka mengatur kejadian sehari-hari yang terjadi di sekolah.

BAGAIMANA  MENULIS KEBIJAKAN YANG AKAN MENJADI SOLUSI BAGI PERMASALAHAN DI SEKOLAH?

Kebijakan dan prosedur biasanya ditulis dengan target  tertentu, Ini termasuk siswa, guru, administrator, staf pendukung, dan bahkan orang tua.

Kebijakan dan prosedur harus ditulis agar audiens target mengerti apa yang diminta atau diarahkan pada mereka. Misalnya, sebuah kebijakan yang ditulis untuk buku pegangan siswa sekolah menengah harus ditulis di tingkat sekolah menengah dan dengan terminologi yang rata-rata akan dimengerti oleh siswa sekolah menengah.

BAGAIMANA MEMBUAT SEBUAH KEBIJAKAN MENJADI JELAS

Kebijakan Sekolah bersifat informatif dan langsung artinya informasinya tidak ambigu, dan selalu langsung ke pokok permasalahan, jelas dan ringkas. Kebijakan yang ditulis dengan baik tidak akan menimbulkan kebingungan. Kebijakan yang bagus juga selalu update. Misalnya, kebijakan yang berhubungan dengan teknologi (IT) mungkin perlu diperbarui seiring dengan pesatnya evolusi industri teknologi itu sendiri. Kebijakan yang jelas mudah dimengerti. Pembaca kebijakan seharusnya tidak hanya memahami makna kebijakan tapi juga memahami nada dan alasan yang mendasari kebijakan itu ditulis.

KAPAN  MENAMBAH KEBIJAKAN BARU ATAU MEREVISI SEBUAH KEBIJAKAN?

Kebijakan harus ditulis dan / atau direvisi sesuai kebutuhan. Buku pegangan siswa dan semacamnya harus ditinjau setiap tahun. Pimpinan sekolah harus didorong untuk menyimpan dokumentasi semua kebijakan dan prosedur yang mereka rasa perlu ditambahkan atau direvisi saat tahun ajaran berjalan. Ada saatnya sekolah perlu  menerapkan kebijakan baru atau revisi yang berlaku segera dalam tahun ajaran, namun sebagian besar waktu, kebijakan baru atau revisi harus mulai berlaku pada tahun ajaran berikutnya atau dua tahun sekali.

Read More »

6 sebab sebuah sekolah swasta selalu diminati oleh calon orang tua siswa

Cara terbaik bagi sebuah sekolah swasta agar bisa diminati masyarakat adalah dengan melakukan perang harga dengan sekolah lain yang sejenis. Namun percayalah dunia sekolah tidak seperti itu apalagi jika sekolah anda punya keunikan.

Sayangnya tidak semua sekolah sadar bahwa unik itu penting. Ada beberapa alasan orang tua siswa seakan tak peduli masalah berapa uang sekolah yang mesti ia bayar di sekolah anaknya.

Read More »

​4 alasan mengapa ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​guru BK adalah ‘jantungnya’ sebuah sekolah yang efektif

Sebuah sekolah adalah hasil dari kerja sama semua pihak. Sayangnya yang sibuk bekerja kebanyakan hanya kepala sekolah dan wakilnya. Padahal ada satu sosok yang bisa dilibatkan yaitu guru BK.

Mengapa saat ini guru BK dipandang makin strategis dalam membuat sekolah jadi efektif?

1. Guru BK punya kemampuan mendengar, ia cocok jika berperan sebagai negoisator atau mediator jika sekolah sedang ada konflik dengan orang tua siswa, atau bahkan dengan sesama guru.

2. Guru BK punya kemampuan untuk berikan dukungan pada siswa yang bermasalah, tanpa mesti terburu lakukan hukuman.

3. Guru BK punya kemampuan menyambungkan sekolah dengan lembaga lain diluar sekolah. Dengan alumni sekolah juga dengan mudah bisa terkoneksi. 

4. Guru BK punya kemampuan untuk luncurkan program yang sifatnya pencegahan, ia bisa dengan mudah bekerja sama dengan lembaga yang terkait misal BNN  dalam soal narkoba.

Jika anda merasa 4 hal diatas adalah hal yang baru, berarti peran guru BK di sekolah anda baru sebatas hanya sebagai pemadam kebakaran atau polisi sekolah. Belum bersifat proaktif karena belum diberikan peran dan tanggung jawab setara kepala sekolah.

4 ide mengakhiri tahun ajaran dengan menyenangkan

quote-keep-calm-school-is-almost-over1

Satu tahun ajaran bukan waktu yang lama namun juga bukan waktu yang sebentar. Diperlukan nafas yang panjang dan kesadaran agar selamat sampai di akhir tahun ajaran. Sepanjang pengalaman saya sebagai guru kelas atau wali kelas ada beberapa momen yang pastinya memerlukan ketahanan diri dan emosi saat menjalani satu tahun ajaran, saat itu adalah:

  1. Tahun ajaran baru dimulai dan mulai menghitung, berapa anak yang perlu dukungan. Semua guru langsung membagi jadi siswa yang cepat, biasa dan yang lambat belajarnya.
  2. Memetakan jenis orang tua siswa yang ada di kelas kita. Hal yang pasti terjadi guru langsung membuat daftar tipe tipe orang tua siswa yang mesti dijaga karena kritis, atau yang perlu dilakukan pendekatan karena cuek terhadap perkembangan anaknya.
  3. Saat pembuatan raport. Guru terkadang baru sadar bahwa masih ada siswa yang belum memenuhi standar.
  4. Saat siswa perlu bepergian dalam rangka karya wisata atau ada acara rutin sekolah yang melibatkan penampilan, jika guru yang jadi pengelolanya dijamin konsentrasi mengajar mesti dibagi dengan pelaksanaan acara.
  5. Peristiwa peristiwa kecil dan besar selama satu tahun ajaran yang pasti menguras tenaga dan emosi.

Read More »

Sekolah sebagai tempat menciptakan siswa yang ‘cinta belajar’

Chart_SmartBriefSurvey

Ada sebutan yang saat ini melekat pada institusi sekolah sebagai lembaga pendidikan, sebutan itu adalah sekolah sebagai organisasi pembelajar. Dikarenakan saat ini peran sekolah bukan lagi semata mata mengurusi proses belajar mengajar namun juga menambah fokus yang kuat pada siswa sebagai pembelajar.

Ada banyak kerugian ketika sekolah hanya berkutat di proses pembelajaran. Jika itu terjadi berarti sekolah dengan semua elemennya hanya persiapkan siswanya untuk ujian dan tes demi tes. Proses belajar di kelas pun menjadi terkendala dikarenakan nilai menjadi tujuan, padahal sekolah mesti bisa menyiapkan warganya untuk bisa sukses di kehidupan sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Beberapa hal yang pasti terjadi jika sekolah hanya berfokus pada mengurusi proses belajar tanpa fokus pada bagaimana cara belajar.

1. Proses yang PAIKEM malah tidak akan terjadi dikarenakan semua guru sibuk menghabiskan target kurikulum dan mencapai KKM. Proses PAIKEM di kelas perlu guru yang rileks dan percaya diri bukan guru yang dibawah tekanan.

2. Kepala sekolah dan segenap wakanya akan sibuk dari rutinias ke rutinitas lainnya, dengan harapan dari sekian banyak muridnya syukur syukur ada siswa yang sukses saat sudah lulus. Tanpa pernah ada usaha yang serius dan terencana menyiapkan siswa sebagai individu dengan segala kelebihan, kekurangan dan potensi yang dimiliki.

Cara terbaik dalam menghindari agar sekolah tidak hanya mempersiapkan siswanya dari tes ke tes lainnya adalah dengan:

  1. Adakan eskul yang berkualitas. Sebaik-baiknya eskul adalah yang diisi sendiri oleh guru guru yang masing masing pasti punya sesuatu untuk dibagi pada siswanya
  2. lakukan pelatihan internal untuk guru. Buat acara berbagi ilmu antar guru dalam satu mata pelajaran atau pelatihan yang menguatkan guru guru sebagai guru profesional. Sebaik-baiknya pelatihan adalah mengenai ‘belajar cara belajar’ atau learning how to learn.
  3. minta guru untuk membuat program yang menarik bagi siswanya. Diluar jam pelajaran yang bentuknya bisa lomba serta kegiatan lain yang bisa mengasah kecintaan siswa pada kegiatan belajar dan ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh gurunya.

Pasti ada jalan agar sekolah jadi tempat yang bisa diingat oleh siswa sebagai individu. Seorang siswa hanya akan mengingat sedikit sekali hal yang diajar oleh guru-gurunya namun akan selalu ingat peristiwa peristiwa yang menarik sepanjang karirnya sebagai pembelajar.

8 sinyal sebuah sekolah perlu perubahan

CFPe1A2WMAAOp4U

Saat ini hampir semua sekolah sudah terdapat keinginan untuk lakukan perubahan, hanya saja masing masing sekolah punya tantangan sendiri-sendiri. Ada cara mudah untuk mengenali apakah sebuah sekolah mengalami kemandekan dan apakah perlu mereka untuk lakukan perubahan.

  1. Cek proses pembelajarannya di kelas, jika masih satu arah dan pembelajarannya tidak menarik (misalnya masih berpusat pada guru) pertanda sekolah sedang alami kemandekan.
  2. Perpustakaan, lab serta ruang pendukung kelimuan lain jarang digunakan, koleksinya ada namunn terkunci atau tidak tersentuh. Hal ini dikarenakan gurunya tidak mengerti bagaimana menggunakan dan memakainya.
  3. Rapat jarang diadakan atau hanya ada pada saat penentuan kenaikan kelas saja. Rapat menjadi hal yang jarang dilakukan, karena kepala sekolah hanya melakukan instruksi langsung kepada yang berkepentingan dan tidak melakukan rapat sebagai sarana menyatukan langkah dan melakukan update kemajuan
  4. Suara siswa jarang didengar. Suara siswa yang dimaksud adalah pendapat mereka melalui forum osis, akan sangat menarik jika secara rutin sekolah mendengarkan suara siswanya. Dipastikan semua aturan dan kebijakan akan tepat sasaran.
  5. Tidak ada keterlibatan dari orang tua siswa. Orang tua siswa dibiarkan tak terjamah dan dengan cepat diberi cap tidak peduli pada anaknya. Padahal orang tua perlu dididik juga lewat beragam acara dan kesempatan agar bisa tunjukkan support positif nya bagi sekolah.
  6. Displin kelas dan disiplin sekolah sama sama tidak mempunyai arah dan tujuan. Kelas alami jam kosong secara rutin dikarenakan komitmen kehadiran guru yang rendah. Disiplin di kelas juga tidak bernuansa positif dikarenakan kelas dipimpin oleh guru yang tidak mempunyai skill dalam mendisiplinkan siswa secara positf
  7. Sekolah punya aturan yang berlaku umum untuk semua siswa  namun hanya segelintir guru yang menegakkan. Guru akhirnya menjelma jadi sosok sosok yang punya gaya disiplinnya sendiri sendiri. Hal ini sangat berbahaya dikarenakan tidak adanya standar kedisplinan yang sama diantara guru.
  8. Sekolah berjalan tanpa adanya ekskul. Energi siswa tidak disalurkan dalam bentuk kegiatan setelah pulang sekolah yang bermakna dan memberikan dampak yang maksimal pada siswa saat belajar di kelas .

Read More »