Resep sukses terapkan Pembelajaran berdiferensiasi


Guru yang menjadi wali kelas atau guru yang mengajar banyak rombel selalu punya pertanyaan yang sama. Bagaimana mengakomodir kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda? Jawabannya adalah pembelajaran berdiferensiasi.
Guru sebagai pemimpin pembelajaran tentu sadar bahwa pembelajaran dikelasnya harus berpihak pada siswa. Ini berarti ada beberapa kesalahan guru yang tidak perlu lagi terjadi.

Apa saja kesalahan guru dalam mengajar selama ini?

  1. Tujuan pembelajaran yang tidak jelas. Guru tidak punya acuan dan tahapan dalam kurikulum (scope and sequences). Guru cenderung mengajar sesuai yang ada di buku teks saja.
  2. Guru menggunakan pendekatan satu untuk semua. Artinya guru tidak menggunakan alternatif pada sumber mengajar, cara mengajar, penugasan dan cara menilai siswanya.
  3. Pembelajarannya monoton. Siswa tidak dibuat tertarik. Guru sibuk membuat siswa antusias namun terlewat untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna.
  4. Guru masih sibuk mengelola kelasnya. Tingkah siswa masih menjadi masalah buat dirinya. Jika ingin menerapkan strategi/pendekatan pembelajaran yang baru hal yang ada di pikirannya masih mengenai apakah muridnya bisa diatur perilakunya atau tidak.
  5. Guru sibuk menilai dengan cara penilaian sumatif saja. Kalaupun ada penilaian tengah semester hakikatnya tetap penilaian sumatif. Guru belum menganggap bahwa proses pembelajaran yang ia lakukan perlu dicek dan dinilai dengan penilaian jenis formatif.

Pembelajaran berdiferensiasi bisa menjadi solusi dalam membuat guru makin bersemangat mengajar dan siswa merasa dihargai. Sebelum solusi ini diterapkan maka aspek nomor 4 yaitu pengelolaan kelas harus sudah dimatangkan oleh guru.
Apa saja yang bisa didiferensiasikan oleh guru dikelas agar siswa makin semangat belajar? Berikut ini adalah 3 prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan contohnya penerapannya.

  1. Konten pembelajaran. Guru menyediakan tiga jenis pekerjaan. Tipe mudah, Tipe sedang dan Tipe sulit. Di awal guru boleh melakukan diagnostik test. Dari hasilnya guru akan membagi siswa menjadi tiga kelompok. Dengan demikian guru bisa fokus pada siswa yang ada di level bawah. Sambil terus mengawasi dua kelompok lainnya.
  2. Proses pembelajaran. Guru membuat semacam menu pembelajaran. Ada menu wajib dan ada menu pilihan. Menu wajib cukup dua tugas dan menu pilihan boleh tiga pilihan berbeda. Dalam tugas pilihan guru membuat perintah penugasan yang beragam. Dengan cara guru memperhitungkan kesiapan, minat dan gaya belajar siswa.
  3. Produk pembelajaran. Bukan saatnya lagi guru hanya meminta bukti bahwa siswa paham hanya dengan mengerjakan LKS saja. Guru membuat rubrik yang berisi kriteria infomasi apa yang ia inginkan muridnya sampaikan diakhir bab pembelajaran. Minta siswa menyampaikan hasil pembelajaran dengan cara membuat video singkat, slideshow ppt/canva. poster digital dan banyak lagi produk kekinian yang siswa sukai.

Cara diatas berlaku bagi guru yang mengajar di satu kelas atau kelas yang banyak (guru bidang studi). RPP nya pun tetap sama hanya saja guru benar benar fokus dalam memperhitungkan profil belajar siswa, kesiapan dan minat siswa. Dalam proses identifikasinya guru bisa meminta siswa mengerjakan test, survey atau secara simple minta mereka bercerita mengenai apa hal yang ia suka dan tidak suka. Boleh juga guru meminta cerita dari guru sebelumnya agar mendapatkan gambaran yang jelas.

Selamat menjadi guru merdeka yang mengajar dengan kreatif.

7 Ciri Guru Sebagai Seorang Pemimpin Pembelajaran

Menjadi seorang pemimpin pembelajaran memang sudah sejatinya menjadi tujuan seorang guru. Bahkan kurikulum prototope sudah mempersyaratkannya dan menjadikannya tujuan.

Ditangan seorang guru yang menjadi pemimpin pembelajaran lah skenario, target dan alur pembelajaran diatur, diramu dan ditentukan. Jika cara sebagai seorang guru dalam mengajar anak didiknya hanya ingin menyampaikan dan menghabiskan target kurikulum maka ia belum dianggap sebagai pemimpin pembelajaran.

Tulisan ini bukan mengenai bagaimana membuat administrasi pembelajaran karena administrasi pembelajaran yang baik adalah administrasi pembelajaran yang dikerjakan apapun format yang anda gunakan.

Apa dan bagaimana cara membuat seorang guru menjadi seorang pemimpin pembelajaran? Berikut adalah cara mudah yang bisa anda praktekan.

1. Guru memastikan bentuk interaksi di kelasnya. Sebagai guru anda memastikan bahwa siswa yang anda ajar merasa dirinya penting. Dengan cara guru peduli pada siswanya. Guru membuat siswanya menjadi dirinya sendiri dengan variasi pengajaran dan pembelajaran yang beragam. Seorang pemimpin mesti mengenal dengan baik karakter orang yang ia pimpin. Seorang guru yang merupakan pemimpin pembelajaran akan terus memastikan bahwa dirinya lah yang selalu melakukan respon dan bukan sekedar bereaksi jika ada suatu tantangan dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Interaksi guru dengan siswa tidak melulu secara fisik namun juga secara digital. Setelah PJJ menjadi PTM interaksi secara digital tidak boleh ditinggalkan. Interaksi digital adalah cara yang baik dan kekinian dalam guru mengajar, menilai dan memberikan umpan balik (feed back) pada siswanya. Interaksi fisik dan digital akan membuat siswa cepat menjadi menguasai kompetensi yang diinginkan guru karena ada saluran yang beragam baginya untuk menjadi paham.

3. Guru fokus pada habit dan tidak sekedar mengejar standar. Apa Itu Habit? James Clear, dalam bukunya Atomic Habit bilang kalau “habit” adalah rutinitas atau kebiasaan yang dilakukan secara reguler (dan biasanya otomatis). Kebiasaan mengumpulkan tugas pada waktunya. Kebiasaan berlaku sopan dalam situasi online dan offline. Kebiasaan berbuat yang terbaik semampunya. Adalah kebiasaan yang penting untuk dilatih dan dibiasakan. Guru sebagai pemimpin pembelajaran adalah sosok yang peduli tidak hanya pada kompetensi dan pengetahuan tetapi juga pada sikap yang dimiliki oleh siswa sebagai bekal masa depan.

4. Guru mendidik siswa agar hormat kepadanya tanpa memaksa bahwa siswa perlu patuh padanya setiap saat. Siswa dilatih untuk mempunyai kemampuan mengungkapkan pendapat yang berbeda. Siswa diajak berbicara di depan umum. Siswa dibuat nyaman menyampaikan hal yang ada dipikirannya. Tugas guru menyediakan iklim yang nyaman bagi siswa.

5. Kelas yang anda ajar lebih bernuansa sebuah komunitas daripada sebuah institusi sekolah yang kaku. Apakah anda pernah bergabung ke sebuah komunitas? entah itu komunitas hobby atau komunitas yang lainnya. Hal yang dirasakan adalah ada perasaan nyaman namun tetap saling menghormati satu sama lain. Hubungan yang saling mendukung adalah inti dari komunitas yang terdiri dari siswa, guru, dan orang tua. Guru memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang untuk membawa pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi mereka ke dalam kelas.

6. Guru menganggap matpel yang diajarnya adalah matpel yang paling penting. Namun dirinya tetap terbuka untuk berkolaborasi. Baginya kelas yang ia ajar terbuka untuk berintegrasi dan terkoneksi dengan matpel atau guru lain. Tujuannya agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Kurikulum prototipe mempersyaratkan adanya Pembelajaran berbasis proyek. Guru yang bersedia bekerja sama dengan matpel lain adalah guru yang siap untuk melakukannya.

7. Guru membiasakan diri untuk berlaku transparan dalam merencanakan, mengajar dan menilai siswa. Murid saat ini tidak akan respect kepada gurunya hanya karena gurunya sosok yang misterius. Jika guru ingin menjadi pemimpin pembelajaran dirinya adalah sosok yang bahkan melibatkan siswa dalam memberikan penugasan apa yang cocok. Bahkan mengajak siswa untuk merencanakan pembelajaran dan pengajarannya secara bersama sama. Begitu pun dalam menilai ia bukan menjadi sosok yang mencari kesalahan namun menjadi sosok yang memberikan umpan balik agar siswanya mampu dan kompeten.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran guru diharapkan selalu mawas diri untuk selalu menghubungkan apa yang ia ajarkan dengan masa depan yang siswanya akan lalui.

Guru menjadi model untuk menjadi sosok pembelajar, berpikiran terbuka dan selalu mau mencoba hal baru yang walaupun sulit diawal namun akan membawa kebaikan bagi siswanya di masa yang akan datang.

Artikel ini dipilih untuk dimasukkan dalam kampanye “Blogger Guru Terbaik di Indonesia” dari penerbit bahan ajar pendidikan Twinkl 

11 Perubahan Paradigma Menuju Kurikulum Prototipe


Perubahan paradigma sebagai pendidik sangat diperlukan agar bisa mendidik generasi terkini. Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap sesuatu yg memengaruhinya dalam berpikir. Seorang pendidik yang paradigma nya pas dengan situasi terkini dan tantangan zaman akan membuat kelasnya menarik. Dalam dunia kreativitas faktor pola pikir sangat penting. Dalam rangka penerapan Kurikulum prototipe maka sudah saatnya guru membenahi cara pandangnya.

Berikut ini adalah perubahan paradigma yang guru perlu sesuaikan kembali agar mendidik dan mengajar menjadi proses yang menyenangkan bagi guru dan siswa.

Teaching is more a way for the teacher to learn than for the student to learn. Dalam proses mengajar guru lah sebenarnya yang banyak belajar dibandingkan siswanya. Jika ingin kelasnya ‘hidup’ dan menarik, guru sudah saatnya mengambil peran sebagai pembelajar. Jika perannya sudah pas saatnya membetulkan cara pandang pendidik terhadap hal lainnya dalam mendidik dan mengajar.

Paradigma yang benar memudahkan guru dalam membenahi praktek pengajarannya. Apa saja paradigma pendidik yang perlu disesuaikan mengingat tantangan zaman

  1. Cara pandang mengenai peran guru
  2. Cara pandang mengenai siswa
  3. Cara pandang mengenai pembelajaran berbasis proyek
  4. Cara pandang mengenai materi ajar
  5. Cara pandang mengenai bagaimana menilai siswa
  6. Cara pandang bagaimana melakukan variasi dalam mengajar
  7. Cara pandang mengenai apa saja kebutuhan siswa
  8. Cara pandang mengenai mata pelajaran
  9. Cara pandang bagaimana mengelola kompetensi pembelajaran vs materi pembelajaran
  10. Cara pandang mengenai kurikulum
  11. Cara pandang bagaimana mengelola waktu pembelajaran

Mari kita kupas satu persatu

  1. Peran guru

Sekarang siswa bisa dapatkan pengetahuan darimana saja. Guru yang aktif membuka peluang diskusi dengan siswa akan membuat kelasnya aktif. Tugas guru bukan lagi cuma menerangkan. Guru yang baik adalah yang banyak bertanya. Pertanyaan dibungkus dengan penugasan yang bermakna akan membuat siswa kritis dalam berpikir.

  1. Karakter siswa

Jika pendidik punya misi mengubah karakter siswa maka ia akan kecewa. Cara mudah mengubah karakter adalah melakukan pembelajaran sebaik mungkin yang didalamnya diselipkan nilai-nilai untuk membentuk kebiasaan. Masukkan aspek karakter dlm perencanaan – proses – penilaian.

  1. Pembelajaran berbasis proyek.

PBL fokus pada pengalaman belajar siswa. PBL dipandu oleh pertanyaan penuntun yang dibuat guru dan siswa secara bersama sama. Pengalaman belajar didapat terdiri dari riset, pembuatan model, presentasi, tutor sebaya sampai penilaian performance dan penilaian rekan sejawat.

  1. Materi ajar

Sekolah bisa lakukan PBL jika sudah memetakan materi esensial tiap matpelnya. Guru melakukan dalam KKG/MGMP di tingkat sekolah. Gunanya agar mudah guru mengintegrasikan matpelnya dengan matpel lain dalam bingkai PBL. Materi esensial terdiri dari materi pokok yang harus siswa kuasai.

  1. Menilai siswa

Menilai berarti memberikan umpan balik. Penilaian formatif adalah tipe penilaian yang cocok untuk tujuan tersebut. Penilaian formatif mengambil tolak ukur dan mencatat di mana hasil pekerjaan siswa saat ini dalam kaitannya dengan tujuan akhir pembelajaran.

  1. Variasi mengajar

Tipe siswa saat ini adalah senang diberikan pilihan. Saatnya memberikan tugas siswa dengan ragam pemilihan tugas yang bisa siswa kerjakan. Ragam pemberian tugas bisa mengacu pada kecerdasan majemuk yang dipadukan dengan taksonomi bloom (LOTS & HOTS)

  1. Kebutuhan siswa

Dalam mengajar penting untuk mempertimbangkan kebutuhan, gaya dan minat belajar masing-masing siswa. Tantangan guru adalah bagaimana semua siswa di dalam satu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif.

  1. Mata pelajaran

Dalam mengajar matpel guru bisa mengajar sendiri atau berkolaborasi. Ada banyak kesempatan bagi guru untuk lebih mengajar matpelnya dengan menarik. Integrated learning/pembelajaran terpadu adalah paket pengajaran yang menghubungkan berbagai konsep dari beberapa disiplin ilmu.

  1. Kompetensi vs Materi

Pengajaran dan pembelajaran yang guru lakukan akan bermuara pada dua hal yaitu kompetensi atau materi. Materi pembelajaran bisa disebut juga sebagai informasi. Saat ini sudah gampang ditemukan lewat internet. Justru kompetensi siswa yang perlu guru dampingi dan bekali.

  1. Kurikulum

Versi kurikulum dari Kementrian adalah standar minimum. Sekolah yang efektif meminta guru-gurunya bekerja bersama merancang kurikulumnya. Bahannya bisa didapatkan dari buku teks & sumber lain. Sekolah bisa menambahkan muatan kearifan lokal sesuai dengan situasi lalu didokumentasikan.

  1. Waktu pembelajaran

Di awal tahun ajaran saat guru membuat Prota & Prosem. Daripada guru bekerja sendiri lebih baik guru diminta berkolaborasi merencanakan kerjasama antar matpel untuk 1 tahun ajaran. Hal ini akan membuat mudah dalam menentukan waktu pembelajaran sebuah matpel dalam setahun ajaran

Semua faktor diatas sangat berguna untuk dijadikan awal dalam meninjau kembali mindset guru dan pemimpin sekolah dalam melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Kids are learning machines. They just need the tools.

7 Nilai lebih guru bertipe kepribadian Introvert

Apa yang dimaksud dengan introvert? Introvert adalah jenis kepribadian yang cenderung lebih fokus kepada perasaan dan pikiran yang berasal dari dalam diri.

Apakah anda sebagai guru punya ciri dibawah ini?

  1. Panas dingin saat acara ambil raport tiba, dikarenakan akan bertemu dengan orang tua siswa.
  2. Tahun ajaran baru deg degan dengan jenis orang tua apa yang akan menjadi mitra selama satu tahun ajaran kedepan
  3. Panas dingin ketika diminta berbicara depan rapat besar.

Jika iya selamat anda adalah guru bertipe introvert.

Tiga hal diatas adalah bukti bahwa sebagai guru, karier anda terus bertumbuh. Rasa tidak enak, deg degan datang karena anda sedang masuk ke hal yang baru. Bayangkan jika seorang guru dalam karirnya tidak ada tantangan, maka yang terjadi ia akan masuk ke zona nyaman dan tidak mau mencoba hal baru.

Namun sadar bahwa diri anda adalah guru bertipe kepribadian introvert juga merupakan hal yang penting dikarenakan titik tolak kesuksesan seorang pendidik datang dari mengerti dengan baik perihal lebih dan kurang dirinya sebagai pribadi.

Saat yang sama jangan sedih dahulu karena sebagai guru yang introvert anda punya kelebihan lho

  1. Sangat baik dalam berbicara dengan orang tua siswa (one on one) alias bicara dari hati ke hati. kemampuan ini sangat khas kaum introvert ia mudah dekat dan akrab dengan orang perorang.
  2. Punya kemampuan yang baik dalam mengolah anak anak yang introverts
  3. Punya kemampuan yang baik dalam menelaah perasaan siswa anda
  4. Anda bukan guru yang pemalu. Menyebut diri anda sendiri sebagai pemalu adalah sebuah kesalahan besar, karena anda adalah seseorang yang penuh empati, senang berperan sebagai penghubung, dan sosok yang fleksibel yang analitis dan kreatif.
  5. Sosok pendengar yang baik, yang suka mendengarkan sebelum berbicara, dan seringkali memiliki ide terbaik setelah ngobrol ngalor ngidul
  6. Gemar memperhatikan anak-anak yang berkeliaran tanpa pengawasan saat di sekolah, dan para introvert juga yang seringnya berempati melihat kolega yang membutuhkan dukungan ekstra.
  7. Senang memberi perhatian yang detail dan menyenangkan. Karena guru bertipe ini memberikan penghargaan dengan memberi perhatian.

Menjadi guru yang introvert adalah sebuah kelebihan dan keberuntungan. Mereka adalah sosok yang tenang, gemar berintrospeksi, dan menyukai hubungan mendalam dan sebaliknya malah kelelahan oleh interaksi sosial yang berlebihan.

Dikarenakan udara sekolah menjadi tambah lengkap dan segar ketika anda hadir dengan empati dan rasa perhatian pada siswa dan rekan sekerja.
Anda mungkin tampak kikuk di keramaian namun saat sudah terlibat dengan obrolan dengan seseorang anda akan menjelma menjadi orang yang menarik dan enak dijadikan rekan diskusi.

Orang tua siswa pun senang karena punya guru bagi anaknya yang perhatian dan memberikan perhatian pada saat yang tepat dan dibutuhkan. Nah dalam mendidik generasi Z saat ini, dunia pendidikan bergantung dan mengharapkan konstribusi dari para guru yang introvert ini.

Resep sukses menjadi guru profesional dan berkarakter di era 4.0

Saat saya tidak punya judul untuk ditulis. Saya biasa melihat judul judul seminar yang ada di google. Alhasil judul tulisan kali ini seperti judul seminar bukan? Menjadi guru profesional adalah sebuah perjalanan. Dikarenakan ia memerlukan karakter baik yang menjadi energi sukses mencapai tujuan. Apa saja tipsnya? silakan dicermati sesuai judul diatas.

  1. Jadikan mengajar sebagai misi anda. Akan ada bedanya sesorang yang menjadikan mengajar sebagai misi dan seseorang yang menjadikan profesi mengajar sebagai murni pekerjaan sekedar cari uang. Apa misi anda? mendidik anak bangsa kah atau membuat siswa punya daya saing di masa depan. Hanya anda yang tahu. Hal yang pasti harus sebuah hal yang positif dan terhubung dengan masa depan anak didik. Buat brand anda sendiri di media sosial sebagai guru profesional. Caranya hati hati saat bermedsos dan bagikan hal yang sudah pasti bermanfaat bagi orang lain saja.
  2. Refleksikan kembali bagaimana cara anda melalui hari hari sulit anda dalam berkarier. Hari hari sulit yang saya maksud bisa macam macam. Dari diomeli oleh orang tua siswa sampai mendapatkan siswa yang bermasalah dengan perilaku. Percayalah bahwa cara anda mengendalikan pikiran dan perasaan adalah yang paling penting. Fokus pada apa yang bisa anda bisa kontrol dan segera cari bantuan agar masalah anda lekas selesai.
  3. Perlahan mengubah karakter diri sendiri. Miliki tujuan dalam karier dan arahkan kesana semua daya dan upaya. Namun semua upaya anda dalam mewujudkan karakter diri akan percuma saat bertemu dengan orang yang toksik. Ciri mereka adalah: Membuat kita merasa bersalah. Manipulatif. Tak pernah meminta maaf. Tidak konsisten. Selalu menciptakan drama.
  4. Bagaimana cara menghindarinya? Putuskan percakapan. Berani katakan ‘Tidak’. Abaikan. Pergi saat mereka bahas topik negatif. Jika ia adalah atasan anda buang semua perkataannya dari pikiran anda dan lanjutkan hidup. Jangan Biarkan mereka memengaruhi anda secara emosional. Jangan terlalu banyak memberi penjelasan kepada orang tipe toksik.
  5. Hadapi tantangan. Jalani hari hari dimana semua terasa sulit. Tabah saat menghadapi apapun yang ada didepan jalan yang sedang ditempuh demi kebaikan. Mundur sedikit tak apa untuk kemudian maju dengan pesat dengan ilmu dan perspektif yang baru.
  6. Menerima kritik. Segera cari apa yang bisa dilakukan dengan saran yang diterima. Jadikan masukan sebagai tangga menuju pencapaian berikutnya. Menempatkan sekolah dan siswa di atas diri sendiri. Terobsesi untuk mencari solusi pada masalah belajar mengajar dan menjadi guru profesional, bukan masalah pribadi.
  7. Hati hati dan pandai memilih teman. Hindari menjadikan sesama guru yang hanya berorientasi materi dan sedang alami kelelahan jiwa (burn out) sebagai teman. Ciri cirinya adalah orang tersebut apatis, selalu berburuk sangka pada keadaan serta frustasi. Ingat pikiran dan perilaku jelek akan menular.
  8. Perilaku siswa tidak ada hubungannya dengan pribadi atau harga diri anda. Bersikaplah tenang saat siswa ada yang bermasalah dengan perilaku. Pelajari dan cari tahu dari guru guru yang pernah mengajarnya agar anda dapatkan resep dalam menimbulkan sisi baik anak tersebut.
  9. Perhatikan penampilan. Terlalu modis juga jangan. Pastikan bahwa orang lain nyaman berada didekat anda. Mari berpenampilan profesional saat yang sama juga tetap enak dilihat dan sesuai dengan di tingkat apa anda mengajar.
  10. Bersikap waspada dan hati hati saat di keramaian dan saat bersama dengan orang lain di tempat umum di sekolah. Bisa di ruang guru atau dalam acara di sekolah. Lakukan observasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Amati kebiasaan dan cara orang orang yang ada di sekitar anda agar tidak salah langkah. Hindari memonopoli barang atau alat kerja milik bersama.
  11. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Guru yang lain akan terlihat lebih sukses kalau yang dibandingkan adalah masa kerja atau jabatan. Bandingkan diri anda dalam kaca mata inovasi. Jika anda terbiasa berinovasi maka orang lain akan melihat kinerja dan pencapaian yang anda berikan pada sekolah dan bukan siapa anda dan sudah berapa lama anda mengajar.
  12. Pintar memotivasi diri sendiri. Saat anda kelelahan dan tidak punya motivasi. Ingat ingat murid anda di masa lalu yang karena anda sikap dan perilakunya sudah berbeda atau bahkan menjadi orang yang berhasil. Syukuri bahwa anda adalah bagian dari sebuah keberhasilan orang yang anda didik.

Pekerjaan seorang guru sebenarnya sangat simpel. Ada prinsip Mark (nilai), Plan (rencanakan) dan Teach (ajarkan). Ketiga prinsip tadi yang anda harus terus latih, poles dan refleksikan terus sudah sebaik apa anda melakukannya.

Cara terbaik adalah gunakan teknologi, kerjakan hal yang sulit dahulu dengan relaks dan fokus. Pahami diri anda sendiri dan punya ukuran khusus diri anda sendiri mengenai sosok guru yang sukses dalam mendidik dan terbuka untuk masukan dari siapapun. Dijamin anda akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter. Selamat mencoba

4 ciri pendidik yang mengajar dengan hati.

Menjadi pendidik adalah sebuah perjalanan, jika anda berada didalamnya seberapa pun beratnya tugas yang diemban selalu ada perasaan ingin memperbaiki diri demi siswa. Mengajar dengan hati adalah seni dikarenakan tiada rumus pasti dalam menjalankannya. Ijinkan saya memberikan gambaran mengenai aturan bagaimana menjadi pendidik yang mengajar dengan hati.

  1. Berprasangka baiklah dengan semua pihak. Kepada siswa yang diajar, kepada sesama guru, pimpinan sampai orang tua siswa. Berbaik sangka adalah upaya untuk mendahulukan rasa percaya lebih dahulu sebelum menghakimi atau memberikan label negatif. Dengan berbaik sangka akan membuat hidup seorang pendidik jauh lebih ringan tanpa beban dan terhindar dari rasa sensi, dan punya kemampuan dengan jernih melihat semua hal sebagai kesempatan melakukan perubahan demi meningkatkan diri. Dengan berpikiran terbuka dengan mudah ia menjadi suporter nomor satu bagi keberhasilan siswanya, obrolan dengan siswanya isinya adalah dialog yang mencerahkan dan memotivasi.
  2. Membuka diri dan berpikiran terbuka. Setiap kelas punya masalah nya masing masing. Guru yang mengajar dengan hati melihat semua tantangan sebagai cara terbaik untuk menguji cobakan strategi dan metode. Berpikiran terbuka membuat guru santai saja ketika metode atau strategi nya belum berhasil. Ia juga tak segan mencoba hal yang kecil dan sederhana sebagai wujud keinginan nya untuk menghadirkan sesuatu yang baru bagi kelasnya. Hal yang berbahaya adalah jika dari tahun ke tahun guru hanya gunakan strategi yang itu itu saja padahal tantangan kelas yang ia ajar berubah sesuai dengan jaman.
  3. Ia adalah sosok yang cinta pada matpel yang diampu, ia sibuk merencanakan dan membuat administrasi namun juga ingin selalu memberikan kejutan pada siswa. Sebuah kejutan akan menimbulkan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu ini yang membuat kelas menjadi gaduh karena dinamis, membuat pikiran siswa ingin belajar dan ingin tahu lebih. Sebuah kejutan di kelas yang memancing rasa ingin tahu dimulai dengan aktivitas/eksperimen/percobaan yang matang dalam hal perencanaan. Guru yang piawai dalam merencanakan akan sedikit sekali berceramah dikarenakan ia berada dalam posisi melaksanakan skenario dan bukan sekedar menyampaikan/mentransfer pengetahuan. Tidak heran jika kelasnya sibuk, hidup dan bermakna. Jika itu terjadi. maka guru akan lupa kelelahannya membuat RPP, instrumen penilaian dan semua administrasi pengajaran.
  4. Ia adalah guru yang mumpuni dalam hal pedagogi. Ia sadari perbedaan antara membingungkan dan kompleks. Antara diferensiasi dan pembelajaran yang dipersonalisasi. Antara pembelajaran berbasis proyek, dan belajar melalui proyek. Antara kesulitan dan ketelitian. Dengan demikian kelas nya berisi kegiatan yang beragam, bermakna dan tepat sasaran.

Guru dengan empat ciri diatas tidaklah sulit ditemukan disekitar kita. Ia adalah guru percaya diri yang tak mengeluh bahwa target pembelajarannya tidak sampai saat sekolahnya sedang banyak kegiatan kesiswaan. Ia adalah orang yang selalu senang dan aktif saat ikut pelatihan saat yang sama di media sosial ia aktif berteman dan belajar dengan sesama pendidik.

Silakan pilih satu dari empat hal diatas untuk memulai menjadikan diri sendiri sebagai guru yang mengajar dengan hati.

Jika berkenan mohon berbagi hal apa dari faktor diatas yang sampai saat ini masih menjadi tantangan.

3 Solusi Menjadi Sekolah yang Kreatif

Kreativitas di sekolah adalah sebuah hal yang erat kaitannya dengan sikap berpikiran terbuka dan keberanian untuk mengatakan bahwa bisa saja yang selama ini dianggap benar belum tentu masih relevan. Ada banyak salah paham mengenai kreativitas selama ini di sekolah, jika dirasakan memang ada semacam batas antara kreativitas dan semua praktek pelaksanaan pembelajaran sehari hari di sekolah. Hal ini dikarenakan salah paham yang mengatakan bahwa:

  1. Kreativitas hanya milik dari seseorang yang berada dalam dunia seni dan pertunjukan
  2. Kreativitas memerlukan biaya yang banyak
  3. Kreativitas memerlukan waktu yang banyak dalam penerapannya
  4. Kreativitas bertentangan dengan kurikulum
  5. Kreativitas adalah ledakan ekspresi sesaat yang akan hilang dengan sendirinya

Dari faktor diatas jelas sekali bahwa ada keengganan dari sekolah untuk mau bertindak dan berpikir kreatif. Padahal kreativitas bisa muncul dari macam segi penerapan dan wujudnya.
Secara singkat hal yang diperlukan sebuah sekolah agar kreativitas menjadi gaya hidup dan kebiasaan adalah

  1. sosok kepala sekolah atau pimpinan supportif yang mengatakan bahwa sebuah ide layak dicoba dan bersedia menjadi sosok yang mengawal perubahan akibat pelaksanaan ide tersebut
  2. suasana sekolah yang ramah pada kegagalan yang mengakibatkan guru/siswa tak takut mencoba hal yang baru.
  3. tidak adanya senioritas, jika hal ini ada maka suasana sekolah akan sangat menjemukan karena jika ide bukan dari seseorang yang dituakan atau senior maka bukan sebuah ide yang bagus. Sesuai kebiasaan maka ide yang baru jarang dari sosok yang senior dan sudah nyaman di tempatnya.

Kreativitas lahir dari suasana sekolah yang supportif, dan situasi dimana semua ide ditantang untuk diwujudkan dengan pengawalan kepala sekolah yang mumpuni dan memaksa semua pihak detail merencanakan dan konsisten dalam menjalankan. Dikarenakan sebuah kreativitas bukan lah hal yang besar, megah dan mewah namun adalah sebuah niat kecil yang berbeda dengan sebelumnya namun direncanakan dengan matang yang konsisten dan komitmen.

Hari pertama, minggu pertama dan menit pertama di awal tahun ajaran baru adalah saat terbaik membuat kesepakatan kelas.

5643026_orig

Jika sebuah kelas tanpa diikat oleh kesepakatan maka tugas guru sebagai orang dewasa akan sangat berat dikarenakan dirinya akan menghadapi sifat dan perilaku dari setiap anak di kelasnya yang unik dan berbeda-beda . Setiap individu baik itu siswa dan guru mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menjadikan kelas (tempat guru mengajar dan murid belajar) menjadi kelas yang kondusif dan mempunyai budaya serta kebiasaan yang positif bagi pembelajaran.

Lanjutkan membaca “Hari pertama, minggu pertama dan menit pertama di awal tahun ajaran baru adalah saat terbaik membuat kesepakatan kelas.”

Keseimbangan antara aspek akademis dan pembinaan karakter adalah kunci sekolah menjadi unggul dan inovatif.

IMG_4509

Sekolah yang berniat menjadi sekolah yang unggul dan inovatif mesti sudah bisa mengatakan dirinya selesai (move on) pada hal yang sifatnya kecil-kecil (remeh temeh). Masalah kedisiplinan, kerapihan seragam, motivasi siswa serta semua bentuk masalah kedisiplinan khas siswa adalah hal yang bisa saja dianggap ‘kecil’. Kecil jika dibandingkan dengan tantangan masa depan yang berat dan penuh tantangan di abad 21 ini. Kedisiplinan guru juga mesti dianggap kecil oleh kepala sekolah yang dirinya fokus pada pengembangan sekolahnya, dikarenakan ia punya segudang cara untuk menundukkan guru yang bermasalah.

Jika sekolah masih dipusingkan oleh hal yang kecil, membuat sekolah menjadi tidak fokus mempersiapkan siswa. Saatnya kerja bersama semua pihak di sekolah dalam mengentaskan hal tersebut dengan kepemimpinan kepala sekolah yang menggunakan tipe kepemimpinan Pedagogical leadership dijamin pasti berdampak pada perubahan kinerja siswa dan guru.

Lanjutkan membaca “Keseimbangan antara aspek akademis dan pembinaan karakter adalah kunci sekolah menjadi unggul dan inovatif.”

5 fakta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa

Apakah guru guru disekolah kita sudah melakukan komunikasi efektif dengan orang tua? Apakah orang tua siswa merasa guru anaknya memahami perkembangan anak dengan baik? Dua pertanyaan inilah yang membuat kedudukan orang tua siswa di sekolah menjadi sangat penting dalam strategis.

Inti dari jawaban dari dua pertanyaan diatas adalah mutu komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa. Beberapa fakta yang bisa disampaikan mengenai pola komunikasi antara ekolah dengan orang tua siswa antara lain:

1. Orang tua siswa tidak bisa menerima berita yang mendadak mengenai perkembangan anaknya.

2. Orang tua cenderung senang mendengar berita yang baik baik saja mengenai anaknya.

3. Orang tua senang diundang ke sekolah untuk mendengarkan ahli dalam seminar parenting namun tidak suka jika dipanggil ke sekolah karena perilaku anaknya.

4. Saat di sekolah ada masalah, orang tua siswa lebih percaya pada sesama orang tua siswa dibanding percaya pada sekolah atau guru anaknya.

5. Sekolah sering mengeluh bahwa jika ada acara rapat di sekolah, yang datang itu itu saja.

Bagaimana cara terbaik dalam melayani keingin tahuan orang tua siswa terhadap perkembangan anaknya. Lanjutkan membaca “5 fakta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa”

%d blogger menyukai ini: