Waspadai 10 aktivitas yang habiskan waktu mengajar anda di kelas

CV1i_K5WcAEExXJ

Guru senang mengeluh bahwa waktunya sering kurang saat mengajar, eits nanti dulu, beda tipis antara waktu yang kurang dan kurang bisa mengatur waktu. Jam mengajar dalam satu jam pelajaran berkisar 30 sampai 45 menit. Dalam dua jam pelajaran sebenarnya sangat cukup untuk bisa mengahantarkan materi dan membuat siswa senang melakukan kegiatan di kelas. Ada beberapa kegiatan yang sadar tidak sadar menyita waktu guru. Kegiatan dibawah ini mungkin saja pernah atau masih anda lakukan, padahal lumayan menghabiskan waktu

  1. Mengabsen murid satu persatu. Apalagi jika murid anda banyak kelas pun jadi ribut dan jadi kurang kondusif. Guru bisa saja mengatakan siapa yang tidak masuk, atau langsung mendayagunakan siswa untuk melakukan absensi, biasanya siswa senang betul jika disuruh.
  2. Siswa menggeser meja kursi membentuk kelompok. Apalagi jika kursi dan mejanya berat. Buatlah meja kursi dalam kelompok, jika kelas anda dipakai bergantian minta guru yang terakhir gunakan kelas anda untuk menggeser kursi dan meja seperti semula (berkelompok)
  3. Guru membelakangi siswa untuk menulis di papan tulis. Ini yang juga akan membuat lama dan membuang waktu guru. Saat guru membelakangi siswa, hampir dapat dipastikan murid akan langsung gaduh dan tidak terkontrol. Sebelum mengajar guru bisa membuat tulisan di kertas besar mengenai materinya, masuk kelas guru tinggal menempelkannya saja atau jika belum ingin menunjukkannya pada siswa, guru bisa menutup kertas terlebih dahulu.
  4. Siswa membentuk kelompok. Ini juga hampir pasti menghabiskan waktu. Latih terus menerus murid kita untuk membuat kelompok dengan cepat dan efisien. Ada guru yang tidak mau susah, ia langsung tentukan kelompok siswanya, akibatnya murid jadi bosan karena ia tahu persis siapa temannya dalam kelompok. Hal ini malah akan membuat suasana dalam kerja kelompok tidak kondusif.
  5. Guru memasang peralatan. Lebih baik minta siswa secara rutin jadi petugas untuk memasangkan LCD dengan komputer anda misalnya. Latih mereka terus menerus agar mereka cepat dalam memasang dan bisa membantu anda
  6. Murid menyalin tulisan guru (belum tentu jelas). Guru sering terlalu percaya diri menulis dengan tulisan tangan di papan tulis, padahal belum tentu tulisannya jelas dan bisa dibaca oleh siswa. Sudah tulisannya kurang jelas, ia minta murid untuk menyalin, maka makin banyaklah waktu yang tersisa. Sediakan waktu untuk membuat slide atau menulis dengan tulisan yang baik di kertas dan langsung menempel saat akan menerangkan.
  7. Guru mendiamkan siswa. Guru perlu punya teknik mendiamkan siswa dengan cepat, lebih bagus lagi jika guru berkeliling, ia bisa langsung mendekati siswa yang jadi sumber keributan.
  8. Mendiamkan anak yang bermasalah. Ada di setiap kelas, siswa yang haus perhatian, guru sebaiknya memfokuskan diri dan melakukan semua hal di luar jam pelajaran untuk mengatasi anak ini. Mengatasi anak ini saat jam pelajaran malah akan membuat ia senang mendapatkan perhatian dari seisi kelas.
  9. Guru mengulang instruksi berkali-kali. Ini akibat guru lanjut saja menjelaskan ketika anak masih belum sepenuhnya mengerti, akibatnya anak yang senang diperhatikan akan suka sekali melakukan konfirmasi kepada gurunya, celakanya guru malah menjelaskan instruksinya satu persatu kepada anak yang kurang kelas. Bayangkan jika ada separuh jumlah siswa yang kurang jelas, ada baiknya guru berhenti menjelaskan ketika ia melihat sebagian siswa tidak jelas.
  10. Guru meminta tiap kelompok untuk presentasi. Bayangkan jika ada 5 grup dalam satu kelas, saya jamin waktu anda akan habis. Belum lagi jika ada siswa ekstrovert dan senang bicara maka seperti diberikan panggung rasanya bagi ia ketika diminta presentasi. Cara untuk menghindari ini adalah, minta siswa menuliskan jawaban saja di kertas, lalu minta setiap kelompok untuk menempel jawabannya di kelas.

Waktu sangat berharga jika anda memang ingin hadirkan hal yang terbaik untuk siswa. Masalah waktu memang akan tetap jadi masalah bagi guru yang kreatif. Secara umum biasakan untuk selalu menghitung mundur saat menugaskan sesuatu kepada siswa anda atau selalu katakan berapa waktu yang diperlukan untuk anak bisa melakukan kegiatan yang ada suruh, dengan demikian siswa jadi fokus dan merasa bahwa waktu adalah berharga.

 

3 cara mengaktifkan siswa yang introvert

6358333374711548401687227426_Introvert-quote

Tugas guru yang utama adalah melejitkan potensi apapun jenis kepribadian muridnya. Sebagai guru ada banyak tantangan yang melingkupi dirinya sebagai seorang profesional. Sayangnya di kelas yang ia ajar isinya tidak melulu siswa yang ‘ideal’. Siswa yang biasanya ideal menurut pandangan guru adalah siswa yang cepat tanggap, antusias, mau bertanya (jika diminta) dan cepat serta teliti dalam bekerja sesuai dengan apa yang guru suruh.

 18758828536_eb383fba17_o

Di kelas manapun di dunia ini isinya bisa dikatakan isinya adalah siswa yang bisa digolongkan sebagai siswa yang cepat belajar, sedang dan yang lambat dalam menerima pembelajaran. Semua itu digolongkan berdasarkan kecepatan belajarnya. Namun sekarang ada lagi hal yang menarik dan bisa dijadikan acuan dalam menggolongkan siswa. Dari diskusi saya dengan banyak pendidik, mereka mulai menggolongkan siswa dari beberapa segi

  • Cara atau gaya belajar; auditori, visual dan kinestetik
  • Tipe kecerdasan atau kecerdasan majemuk

Dan yang akan saya bahas adalah tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Tipe ekstrovert adalah tipe kepribadian terbuka dan senang bersosialisasi sedangkan tipe introvert sebaliknya. Tipe ekstrovert cenderung tidak banyak dikeluhkan guru, sejauh ini yang saya sering dengar adalah guru merasa tipe seperti ini adalah yang mesti diarahkan dalam situasi pembelajaran. Mengingat sifatnya yang ingin segera sampaikan sesuatu jika ia tahu dan senang bersosialisasi sampai membuat kelas menjadi gaduh.

Nah sekarang bagaimana dengan siswa yang bertipe introvert? Berikut ini adalah hal yang kerap dikeluhkan oleh guru mengenai tipe siswa ini

  • Pendiam dan tidak berbicara jika tidak ditanya
  • Sedikit temannya dan cenderung pemilih dalam berteman
  • Hobinya unik dan sering punya pendapat atau hasil karya yang menarik namun cenderung tidak mau mengatakannya di depan kelas

275b369f7cb06a9e0b00242f4fbf3bf8

Dari semua prasangka atau dugaan diatas yang sering terjadi adalah tipe seperti ini sering disangka sebagai tipe siswa yang rendah motivasi dan tidak tertarik pada pelajaran. Padahal tidak demikian. Berikut ini adalah beberapa pengertian mengenai anak tipe introvert yang mungkin bisa membuat anda makin punya solusi dalam tetap mengaktifkan mereka pelajaran anda

  • Pendiam dan tidak berbicara jika tidak ditanya

SOLUSI:

Anak introvert mesti dengan pendekatan satu banding satu. Artinya jika ingin mengajak mereka berbicara lakukan tidak didepan orang lain apalagi di depan satu kelas. Tanya yang umum-umum saja, karena mereka cenderung pemilih jika bicara hal-hal yang sifatnya pribadi dan tidak mudah percaya pada orang lain. Jika anda sedang mengajar dan ingin mereka bicara maka minta mereka menuliskan saja di kertas apa yang mereka rasakan dan pikirkan, dijamin mereka mau berpendapat, jadi hindari meminta mereka berpendapat secara lisan.

  • Sedikit temannya dan cenderung pemilih dalam berteman

SOLUSI

Jangan paksa mereka untuk berteman dengan banyak orang. Jika anda wali kelasnya cukup cek saja, misalnya dengan bertanya, ‘gimana nak. Siapa teman mu di kelas ini?” dengan demikian ia tidak merasa dipaksa untuk bersosialisasi, dan jika belum katakan, ‘ayo berteman dengan siapa saja yang menurutmu asyik diajak bermain”. Tidak menjadi masalah jika seorang anak introvert hanya punya satu saja teman dekat yang selalu bersama.

  • Hobinya unik dan sering punya pendapat atau hasil karya yang menarik namun cenderung tidak mau mengatakannya di depan kelas

SOLUSI:

Apresiasi secara personal apa yang menjadi hobinya, dan hindari menunjukkannya di depan umum atau di depan kelas jika ia belum siap. Arahkan membuat konten online karena dalam dunia online seseorang bisa tetap memamerkan karyanya tanpa mesti menunjukkan identitasnya atau anonim. Jika mesti lakukan pementasan di kelas atau di depan umum bebaskan ia jika ternyata memilih untuk berada di belakang layar. Sebagai guru tugas anda untuk memaksimalkan peran mereka dibelakang layar.

Punya siswa yang introvert bukanlah akhir dari segalanya atau anda malah melupakan kalau mereka ada. Perlu seorang guru yang mengajar dengan hati yang mengerti betul bahwa input siswa di kelasnya beragam dan berasal dari bermacam latar belakang keluarga. Jika bisa mengaktifkan mereka kelas anda akan berubah menjadi kelas yang aktif, kondusif dan siap melejitkan semua tipe kepribadian.

Hadiri Diskusi Belajar Kreatif Selasa 16 Februari 2016

ESS invitation

Dalam 30 tahun ke depan, menurut UNESCO, lebih banyak siswa akan lulus sekolah daripada jumlah siswa yang telah lulus sepanjang sejarah. Hal ini disebabkan banyak faktor seperti loncatan populasi, kemajuan teknologi, faktor demografis, dll. Tiba-tiba saja, gelar tidak berarti apa-apa. Dulu, kalau kita lulus perguruan tinggi maka kita akan mendapat pekerjaan. Sekarang banyak anak yang telah lulus strata satu lalu pulang ke rumah dan melanjutkan bermain video game. Karena pekerjaan yang dulu membutuhkan lulusan strata satu sekarang telah mensyaratkan strata dua (sebagai penyaringan karena begitu banyaknya lulusan strata satu dan dengan kualitas biasa-biasa saja). Sedangkan pekerjaan yang membutuhkan diploma, sekarang mensyaratkan strata satu. Telah terjadi apa yang disebut inflasi akademis. Telah terjadi pergolakan radikal dalam sistem pendidikan kita.(Sir Ken Robinson)
Education Sharing Session kali ini akan menghadirkan Beng Rahadian seorang komikus yang karyanya sudah banyak dibukukan. Perjalanan kreatif nya menarik untuk dipandang dan dibandingkan dari sisi proses kreatif yang terjadi di kelas-kelas ditempat para guru mengajar. Saatnya guru belajar dari pakar dari bidang lain. Dan kreativitas sebenarnya hal yang paling dekat dengan dunia pendidikan. Sayangnya belum semua pendidik sadar bahwa keterampilan yang paling penting bagi siswa untuk menghadapi dunia yang cepat sekali berubah ini adalah untuk belajar berfikir secara kreatif dan belajar untuk belajar sendiri (independen) atau Learning how to learn.”

silahkan share undangan ini atau datang dan nikmati diskusinya

15 Kesalahan Umum Guru Saat melakukan Pembelajaran Kooperatif (berkelompok) – dan Solusinya

9eaca1ff742e5cec4ee50cbcc7a8a387

Menurut banyak penelitian pembelajaran kooperatif sangat baik dalam mengembangkan kemampuan sosial dan dengan cepat meningkatkan pengetahuan siswa, namun dalam pelaksanaannya ternyata tidak mudah untuk dilaksanakan karena guru sering melakukan kesalahan sebagai berikut:

1. Ukuran kelompok terlalu besar
Dibutuhkan banyak keterampilan bagi siswa untuk mengelola kelompok dengan anggota 4 orang atau lebih. Sebaliknya, menjaga ukuran kelompok kecil: 2 atau 3 adalah yang terbaik.

2. Siswa tidak mempersiapkan diri (dan dipersiapkan) untuk bekerja dalam kelompok (kooperatif).
Jelaskan kepada siswa mengapa Anda sebagai guru menggunakan pembelajaran kooperatif, lakukan aktivitas pembelajaran kooperatif singkat atau simulasi, kemudian minta mereka menjelaskan ulang dan lakukan sampai mereka jelas.

3. Tidak membekali siswa keterampilan berinteraksi antar sesamanya.
Penting bagi seorang guru untuk meminta siswa untuk berkontribusi pada kelompoknya dengan perilaku yang sesuai dan dianjurkan oleh guru . Contoh: fokus pada tugas, bersedia menyumbangkan ide, membantu orang lain untuk belajar, mendorong semua orang berpartisipasi, mendengarkan orang lain, menghormati orang lain. Guru mesti menuliskan didepan kelas daftar perilaku yang diinginkan

4. Siswa dibiarkan memilih kelompok mereka sendiri.
Kita sendiri sebagai orang dewasa akan memilih teman-teman kita sendiri untuk bekerjasama jika diberi pilihan. Padahal siswa perlu mengembangkan hubungan kerja yang positif dengan semua anggota kelas tanpa terkecuali. Lakukan penetapan secara acak dengan siapa siswa mendapatkan teman untuk kelompoknya.

5. Tidak melakukan kegiatan bekerja sama cukup sering bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan bekerja sama .
Mintalah siswa melakukan sesuatu teknik pembelajaran kooperatif di setiap sesi kelas untuk memperkuat kebiasaan bekerjasama yang positif. Minimal terbiasa untuk berbagi apa yang mereka ketahui lewat diskusi dengan teman yang ada di sebelahnya.

image212525202525281252529

6. Tidak merencanakan pelajaran kooperatif dengan hati-hati.
Banyak guru bingung melakukan pembelajaran dengan kelompok atau menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif. Mereka sudah menempatkan siswa dalam kelompok, memberitahusiswa untuk bekerja sama, dan ujung-ujungnya bertanya-tanya mengapa pembelajaran dengan kelompok di kelasnya tidak berhasil. Padahal pembelajaran kooperatif mesti memiliki lima unsur penting (saling ketergantungan positif, tanggung jawab individu, promotif interaksi tatap muka, keterampilan sosial dan pengolahan informasi) mesti diterapkan dengan hati-hati ke dalam setiap pelajaran untuk mengajar para siswa untuk belajar dengan baik secara bersama-sama. Guru mesti tidak kenal menyerah dan mau terus mencoba Baca lebih lanjut

6 langkah sukses guru melakukan pembelajaran kooperatif

resize

Pembelajaran dengan bekerja sama  ada dalam lingkup pembelajaran dengan berkolaborasi atau simpelnya disebut dengan ‘pembelajaran berkelompok’. Dalam tipe pembelajaran seperti ini, guru mesti menyiapkan penugasan yang terstruktur dan dalam kelompok yang kecil. Mengapa dalam kelompok kecil? (5 paling banyak) Hal ini dikarenakan siswa jadi lebih mudah untuk berbagi kekuatan, mengembangkan keterampilan interpersonal dan yang terpenting belajar menangani konflik.

13034faea6b2ef5a4fc389cb2e460f24

Baca lebih lanjut

8 strategi mengaktifkan siswa pada kegiatan pembelajaran

BsXfUpVCIAAxsL-Membuat siswa di kelas tetap senang belajar selama berjam-jam memang bukan perkara yang mudah. Hanya guru yang baik dalam merencanakan akan berusaha sekuat tenaga agar siswanya masih punya antusiasme setelah berjam-jam belajar. Jika guru mau mencoba ada banyak startegi yang bisa guru lakukan agar siswa tetap antusias saat belajar di kelas. Cara terbaik adalah buat kegiatan belajar yang beragam, sambil terus dicek pemahaman siswanya. Belajar bukan Cuma membaca buku, mengerjakan LKS dan presentasi ada banyak kegiatan belajar yang bisa dilakukan oleh guru. Berikut ini adalah delapan strategi mengaktifkan siswa dengan meminta mereka bekerja dalam kelompok atau berpasangan.

1. Clocks buddy:

clock buddyDimaksudkan untuk menjadi cara cepat dan mudah untuk membuat pasangan untuk kegiatan bermitra sambil menghindari masalah anak-anak selalu memiliki mitra yang sama. Ide dasarnya adalah bahwa setiap siswa memiliki salinan sendiri dari lembaran Jam Buddies , dengan nama-nama 4 atau 12 teman sekelas pada angka yang ada di jam.

Baca lebih lanjut

Cara mengatasi siswa yang ribut saat belajar (resep 5 menit pertama)

 

Siswa memang dari sananya ada yang senangnya ribut, senangnya belajar dan bahkan ada yang senangnya main. Semua guru TK/SD pasti mengerti mengenai hal ini. Jika satu kelas anda merasakan menjadi ribut saat anda mengajar barulah anda mesti bertanya kedalam hati hal apa yang anda sudah lakukan sehingga membuat situasi tidak terkendali. Ada beberapa hal yang penting saat ingin mengatasai keriuhan atau ribut saat anda sedang mengajar di kelas

FAKTA

• Siswa gaduh saat kembali dari kegiatan luar ruang, entah itu olah raga atau kegiatan lainnya yang berlangsung di luar kelas
• Siswa ribut karena siswa sedang ngobrol kepada sesamanya
• Guru merasakan siswa ribut karena ia ingin langsung mengajar memberikan materi saat masuk kelas
• Siswa gaduh saat terkejut, misalnya anda masuk kelas dan langsung katakan “yak kita ulangan” tanpa pemberitahuan sebelumnya.

SOLUSI : LAKUKAN SISTEM 5 MENIT PERTAMA YANG BERNILAI

• 5 menit pertama yang bernilai. Ini adalah istilah yang membuat seorang guru langsung bisa tahu apakah siswanya siap atau tidak untuk mengajar. Berlakukan hal ini, sisihkan waktu 5 menit pertama untuk biarkan siswa habiskan pembicaraannya dengan temannya. Sambil menunggu anda juga bisa hampiri meja satu atau dua orang anak yang introvert, bicara dan sapalah ia.
• Hindari memaksakan langsung mengajar saat masuk ke kelas, atau lakukan hal-hal yang jadul misalnya mengabsen satu persatu padahal anda bisa bertanya “siapa ya yang hari ini tidak hadir?” kepada seluruh siswa.
• 5 menit pertama guru tetap menghitung siapa siswa yang terlambat, bukan berarti 5 menit adalah waktu yang membiarkan siswa yang terlambat tetap dianggap tepat waktu.
• 3 menit terakhir katakan “yak saya kan memulai kelas dalam hitungan menit!” perkataan tadi akan membuat siswa menyiapkan dirinya sendiri untuk siap menerima pelajaran.

Wajar jika seorang guru sangat ingin segera memulai kelas apalagi jika ia sudah siap dengan setumpuk rencana, namun berbahaya jika ia terlalu memaksakan. Apalagi di jam rawan misalnya jam setelah istirahat, setelah makan siang atau saat di pagi hari. Guru yang berhasil adalah guru yang bisa membuat diri dan muridnya punya ikatan batin atau tiada prasangka antar siswa dan guru. 5 menit pertama sangat baik dilakukan untuk membuat kelas kondusif karena rasa saling percaya.

BAGAIMANA ANDA SEBAGAI GURU MEMBUAT KELAS MENJADI KONDUSIF DI MENIT PERTAMA JAM PELAJARAN? APAKAH MENURUT ANDA PENTING UNTUK MEMBINA RASA SALING PERCAYA ANTAR GURU DAN SISWA? SIAPA YANG SEBENARNYA MENJADI SUBYEK DAN OBYEK DALAM PEMBELAJARAN, APAKAH SISWA? APAKAH GURU?