Mengajar dengan berpusat pada siswa

Saat mengajar di kelas terkadang kita tergoda untuk mengajar seperti dahulu kita di ajarkan oleh guru-guru kita. Pada tahun-tahun dimana orang yang saat ini menjadi guru sedang menjadi murid di sekolah, pembelajaran diberikan dengan guru sebagai pusat. Ada seorang rekan saya yang menyebutkan situasi tersebut dengan ‘chalk and talk’ alias tulis sesuatu di papan tulis di selingi dengan guru yang berbicara panjang lebar, sambil sesekali memperhatikan murid menyimak atau tidak.

Lanjutkan membaca “Mengajar dengan berpusat pada siswa”

Iklan

Memajang karya siswa dalam dua bahasa

Selama ini yang kita sadari sumber belajar hanyalah buku dan guru, padahal ruangan kelas juga bisa kita jadikan sumber belajar. Caranya dengan memajang karya siswa. Dengan memajang karya siswa di kelas, guru sudah melakukan dua pekerjaan sekaligus secara bersamaan yaitu;

Lanjutkan membaca “Memajang karya siswa dalam dua bahasa”

Membuka diri untuk kebutuhan belajar siswa

pelatihan-diff-learn2.jpg

Selama dua hari (15 dan 16 November 2007)saya menjadi peserta inhouse workshop mengenai “belajar dan mengajar” . Workshop berlangsung setelah siswa pulang sekolah. Menarik sekali mengamati jalannya workshop, dikarenakan fasilitator workshop (Ade, Neena, Nira dan Hazzah) berusaha menyajikan materi secara runtut dan padat metode.

Lanjutkan membaca “Membuka diri untuk kebutuhan belajar siswa”