4 tips strategis mikro teaching guru TIK

Mengajar matpel TIK memang sangat menantang. Di satu sisi siswa kita sekarang sangat terampil menggunakan TIK, di sisi lain siswa tetap perlu mendapatkan pembelajaran dari guru yang pandai menstimulasi dan membuat pembelajaran TIK menjadi bekal siswa dalam menjalani kariernya sebagai pembelajar.

Tulisan ini berguna jika anda mengajar TIK atau akan melakukan micro teaching TIK di sekolah yang anda lamar.

  1. Buat RPP sedetail mungkin, RPP bisa juga menyertakan mind map atau peta pikiran mengenai bagaimana tahap anda akan mengajar. Orang lain akan membayangkan bagaimana anda akan mengajar dengan membaca pemaparan anda di RPP. Buat RPP anda sendiri, menggunakan RPP orang lain hanya akan membuat anda tidak fasih dalam laksanakan proses pembelajaran.
  2. Selalu masukkan aspek pembelajaran kooperatif saat anda mengajar, apapun metode/strategi/ model yang digunakan selalu lakukan tahap ini

model-pembelajaran-kooperatif-11-638.jpg

3. Dalam pembelajaran TIK guru tidak bisa lagi andalkan dirinya sebagai satu satunya sumber. Ia mesti utamakan faktor eksplorasi. Untuk itu guru mesti gunakan cara seperti di bawah ini untuk lebih membuat siswa mengerti ada di tahap pengetahuan yang mana ia berada saat gurunya bertanya. Dengan seringnya guru mengecek pemahaman siswa maka siswa akan mudah dilacak sejauh mana siswa tahu bahwa ia ‘tidak tahu’.

376b57e6485c49e506c0292363014b01

4. Saat mengajar TIK penting bagi guru untuk mempunyai team ahli yang bisa membantu guru dalam memberikan masukan pada rekannya. Pilih siswa yang punya kemampuan lebih, caranya berikan kuis singkat dan pilih siswa yang bisa menjawab. Dengan mempunyai siswa yang bisa membantu, kelas akan menjelma jadi tempat dimana antar siswa terjadi transfer pengetahuan, tidak hanya dari guru ke siswa tapi juga siswa ke siswa.

13 ciri guru profesional

High School Students With Teacher In Class Using Laptops

Tulisan ini pertama kali dibuat 6 November 2009

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuan mendengar dengan seksama.

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
Baca lebih lanjut

Model Pembelajaran ‘Problem Based Learning’ sebagai cara guru mengaktifkan siswa

Selama tiga hari saya ada di Bojonegoro untuk bertemu dengan guru dari SMP dan SMA 1 Kalitidu untuk berdiskusi dan belajar bersama mengenai pembelajaran berbasis masalah.

P_20161012_145223

P_20161011_161738

Guru yang hadir adalah guru yang berasal dari mata pelajaran IPA, PAI dan Olah raga. Di awal pelatihan, saya sebagai fasilitator meminta peserta melakukan permainan top of mind, sebuah permainan dimana seseorang diminta mengingat hal apa saja yang paling ia ingat ketika sesorang menyebutkan sebuah hal. Hal yang dimaksud bisa berupa benda, istilah atau nama tempat. Ketika fasilitator menyebutkan Problem Based Learning, peserta diminta untuk menyebutkan kata kata apa yang terlintas. Peserta kemudian menyebutkan kata-kata yang ada hubungannya dengan PBL adalah

Antara lain :
Solusi Masalah, Pendekatan ilmiah, tahapan, fase,  kontekstual, Belajar aktif,  RPP, identifikasi, Pemecahan masalah,  Hasil belajar,  penyelidikan, kontekstual, analisa dan motivasi belajar

Kata-kata diatas sangat penting dalam upaya membuat guru ingat dan dengan gampang menghubungkan dirinya dengan tahapan dalam pembelajara berbasis masalah.

Baca lebih lanjut

4 kiat sukses mengajar di SMP

  Buat saya selalu ada perasaan yang unik ketika berinteraksi dengan guru SMP. Sensasi yang sama saya dapatkan ketika bergaul atau berinteraksi dengan guru TK. 

Ada hal memang yang hampir sama yang berlaku antara guru TK dan guru SMP.

1. Sama-sama kedepankan ‘kesabaran’ dan ‘rasa mengerti’ diatas segala-galanya. 

2. Sama-sama berhadapan dengan anak-anak yang berproses secara kritis menuju tahap selanjutnya.

Dunia anak di umur siswa SMP memang tidak mudah hal ini dikarenakan buat merek rasa yang utama adalah perasaan diterima oleh lingkungan tempat dimana ia berada. Jika anda saat ini sedang mengajar di SMP, berikut ini adalah tips suksesnya

1. Jadilah suporter dan mentor pada saat bersamaan. Siswa anda sedang memerlukan dengan sangat orang dewasa yang bisa berperan seperti itu di sekitar mereka. 

2. Anda boleh mengajar apa saja, namun ingat siswa yang anda ajar adalah siswa umur belasan. Setengah dari skill anda adalah sebagai guru BK atau bimbingan konseling. 

3. Mengajar kelas 7 adalah masa yang paling berat bagi semua guru SMP karena peralihan dari situasi di SD, ikuti tips nomor 1 jika anda ingin berhasil.

4. Di kelas anda akan berhadapan dengan siswi yang sedang mencoba berdandan saat di sekolah. Ijin pada kepala sekolah untuk membuka kelas ‘keputrian’ di sekolah, isinya membahas apa hal yang penting dan seharusnya dilakukan sebagai seorang gadis dari segala sisi. Program keputrian akan sangat berarti bagi siswi yang dirumahnya tidak ada figur yang bisa ia contoh.

Semoga sukses dengan tips diatas, ingat hanya di kelas 9 anda boleh full ngebut dengan aspek akademis, sementara di kelas 7-8, jadikan kelas anda sebagai kelas yang didalamnya siswa merasa ‘dianggap sudah besar’ diberi kepercayaan sambil saat yang sama jadi suporter dan mentor yang kritis untuk mereka. 

Panduan bagi guru baru: Apa yang kepala sekolah inginkan dari guru baru?

Sebagai guru dan karyawan baru, penting kiranya untuk tahu betul apa keinginan kepala sekolahnya. Secara umum ini yang kepala sekolah inginkan dari guru baru.

1. Aktif saat rapat dan datang rapat tepat waktu

2. Bersedia membantu setiap ada event sekolah

3. Hormat pada guru senior sewajarnya.

4. Datang tepat waktu

5. Tidak untung rugi saat diminta kerjakan pekerjaan di sekolah

6. Tertib administrasi

7. Tepat waktu jika diminta mengumpulkan ini dan itu demi keperluan dinas

8. Mau berkomunikasi jika ada masalah di lapangan

9. Selektif saat berakrab akrab dengan sesama guru

10. Bersikap profesional kepada orang tua

11. Berpakaian rapih

12. Bersikap sewajarnya pada anak didik

Dua belas hal diatas sangat baik untuk dilakukan sebagai guru baru. Saatnya guru baru sukses ditahun tahun pertamanya sebagai pendidik!

6 alasan mengapa membuat raport narasi itu sulit

 

gambar raport

Membuat raport narasi? Ah seperti guru TK saja! Begitu kira-kira jawaban yang saya sering dengar dari guru yang mengajar di SD sampai SMA ketika saya berbicara mengenai raport narasi. Raport narasi adalah rapor yang isinya tidak hanya angka namun juga komentar atau narasi guru kepada muridnya.

Sudah bukan jamannya lagi seorang guru di raport hanya menulis ‘pertahankan prestasimu..!’ kepada muridnya yang sebenarnya punya banyak aspek untuk dikomentari dan disemangati. Namun mengapa menjadi tantangan yang sangat besar bagi seorang guru untuk menulis raport narasi? Berikut ini adalah kemungkinan jawabannya

  1. Sekolahnya belum mewajibkan dan menjadikan raport narasi sebagai format pelaporan kepada orang tua siswa
  2. Sekolah tidak tau jenis raport lain selain raport angka yang sudah sangat lama dipakai dan dipergunakan sebagai standar umum
  3. Sekolah sudah pernah ingin menggunakan namun kalah gertak oleh guru yang mengatakan tidak mungkin dan nonsense mengomentari tiap siswa.
  4. Jumlah murid yang guru ajar ada banyak sekali. Satu guru bidang studi bisa saja mengajar 100 lebih siswa.
  5. Guru tidak punya kemampuan ‘mengata-ngatai’ atau membuat komentar terhadap siswanya
  6. Guru merasa akan jadi masalah jika begitu saja memberi komentar pada anak yang berkelakuan buruk dan punya prestasi akademis yang rendah. ‘nanti orang tuanya akan marah besar jika saya tulis komentar yang sesungguhnya di rapor’ begitu pikir sang guru

Hal diatas membuat sekolah makin menjauh untuk menerapkan raport yang ada narasinya. Kenapa? Karena pihak sekolah pun tidak cukup percaya diri dalam menggunakan. Pikir mereka sepanjang pengawas tidak mewajibkan yaaa..buat apa menerapkan. Simak obrolan di grup milik organisasi guru di facebook.

Ini petikan Pedoman Penilaian terbaru SMP: ‘Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan teknik observasi oleh guru mata pelajaran (selama proses pembelajaran pada jam pelajaran), guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas (selama siswa di luar jam pelajaran) yang ditulis dalam buku jurnal (yang selanjutnya disebut jurnal). Jurnal berisi catatan anekdot (anecdotal record), catatan kejadian tertentu (incidental record), dan informasi lain yang valid dan relevan. Jurnal tidak hanya didasarkan pada apa yang dilihat langsung oleh guru, wali kelas, dan guru BK, tetapi juga informasi lain yang relevan dan valid yang diterima dari berbagai sumber. Selain itu, penilaian diri dan penilaian antarteman dapat dilakukan dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter siswa, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data konfirmasi dari hasil penilaian sikap oleh pendidik.’ SIAP SIAP YA GURU MAPEL DAN WALI KELAS JADI MALAIKAT RAKIB DAN ATID, hahaha .

Komentar diatas sebenarnya adalah jawaban dari artikel saya ini. Kecuali bagian guru menjadi malaikat Rakib dan Atid ya hahahaha. Jika guru ingin mahir membuat  narasi mengenai siswanya ada beberapa data yang mesti ada dan harus dijadikan landasan dalam membuat narasi penilaian kepada siswa, dan ini berlaku untuk semua guru bidang studi apa saja. Baca lebih lanjut

3 cara mengaktifkan siswa yang introvert

6358333374711548401687227426_Introvert-quote

Tugas guru yang utama adalah melejitkan potensi apapun jenis kepribadian muridnya. Sebagai guru ada banyak tantangan yang melingkupi dirinya sebagai seorang profesional. Sayangnya di kelas yang ia ajar isinya tidak melulu siswa yang ‘ideal’. Siswa yang biasanya ideal menurut pandangan guru adalah siswa yang cepat tanggap, antusias, mau bertanya (jika diminta) dan cepat serta teliti dalam bekerja sesuai dengan apa yang guru suruh.

 18758828536_eb383fba17_o

Di kelas manapun di dunia ini isinya bisa dikatakan isinya adalah siswa yang bisa digolongkan sebagai siswa yang cepat belajar, sedang dan yang lambat dalam menerima pembelajaran. Semua itu digolongkan berdasarkan kecepatan belajarnya. Namun sekarang ada lagi hal yang menarik dan bisa dijadikan acuan dalam menggolongkan siswa. Dari diskusi saya dengan banyak pendidik, mereka mulai menggolongkan siswa dari beberapa segi

  • Cara atau gaya belajar; auditori, visual dan kinestetik
  • Tipe kecerdasan atau kecerdasan majemuk

Dan yang akan saya bahas adalah tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Tipe ekstrovert adalah tipe kepribadian terbuka dan senang bersosialisasi sedangkan tipe introvert sebaliknya. Tipe ekstrovert cenderung tidak banyak dikeluhkan guru, sejauh ini yang saya sering dengar adalah guru merasa tipe seperti ini adalah yang mesti diarahkan dalam situasi pembelajaran. Mengingat sifatnya yang ingin segera sampaikan sesuatu jika ia tahu dan senang bersosialisasi sampai membuat kelas menjadi gaduh.

Nah sekarang bagaimana dengan siswa yang bertipe introvert? Berikut ini adalah hal yang kerap dikeluhkan oleh guru mengenai tipe siswa ini

  • Pendiam dan tidak berbicara jika tidak ditanya
  • Sedikit temannya dan cenderung pemilih dalam berteman
  • Hobinya unik dan sering punya pendapat atau hasil karya yang menarik namun cenderung tidak mau mengatakannya di depan kelas

275b369f7cb06a9e0b00242f4fbf3bf8

Dari semua prasangka atau dugaan diatas yang sering terjadi adalah tipe seperti ini sering disangka sebagai tipe siswa yang rendah motivasi dan tidak tertarik pada pelajaran. Padahal tidak demikian. Berikut ini adalah beberapa pengertian mengenai anak tipe introvert yang mungkin bisa membuat anda makin punya solusi dalam tetap mengaktifkan mereka pelajaran anda

  • Pendiam dan tidak berbicara jika tidak ditanya

SOLUSI:

Anak introvert mesti dengan pendekatan satu banding satu. Artinya jika ingin mengajak mereka berbicara lakukan tidak didepan orang lain apalagi di depan satu kelas. Tanya yang umum-umum saja, karena mereka cenderung pemilih jika bicara hal-hal yang sifatnya pribadi dan tidak mudah percaya pada orang lain. Jika anda sedang mengajar dan ingin mereka bicara maka minta mereka menuliskan saja di kertas apa yang mereka rasakan dan pikirkan, dijamin mereka mau berpendapat, jadi hindari meminta mereka berpendapat secara lisan.

  • Sedikit temannya dan cenderung pemilih dalam berteman

SOLUSI

Jangan paksa mereka untuk berteman dengan banyak orang. Jika anda wali kelasnya cukup cek saja, misalnya dengan bertanya, ‘gimana nak. Siapa teman mu di kelas ini?” dengan demikian ia tidak merasa dipaksa untuk bersosialisasi, dan jika belum katakan, ‘ayo berteman dengan siapa saja yang menurutmu asyik diajak bermain”. Tidak menjadi masalah jika seorang anak introvert hanya punya satu saja teman dekat yang selalu bersama.

  • Hobinya unik dan sering punya pendapat atau hasil karya yang menarik namun cenderung tidak mau mengatakannya di depan kelas

SOLUSI:

Apresiasi secara personal apa yang menjadi hobinya, dan hindari menunjukkannya di depan umum atau di depan kelas jika ia belum siap. Arahkan membuat konten online karena dalam dunia online seseorang bisa tetap memamerkan karyanya tanpa mesti menunjukkan identitasnya atau anonim. Jika mesti lakukan pementasan di kelas atau di depan umum bebaskan ia jika ternyata memilih untuk berada di belakang layar. Sebagai guru tugas anda untuk memaksimalkan peran mereka dibelakang layar.

Punya siswa yang introvert bukanlah akhir dari segalanya atau anda malah melupakan kalau mereka ada. Perlu seorang guru yang mengajar dengan hati yang mengerti betul bahwa input siswa di kelasnya beragam dan berasal dari bermacam latar belakang keluarga. Jika bisa mengaktifkan mereka kelas anda akan berubah menjadi kelas yang aktif, kondusif dan siap melejitkan semua tipe kepribadian.