Kepemimpinan kepala sekolah sebagai syarat mutlak penciptaan sekolah yang inovatif

Image result for boss leader edchat

Tulisan kali ini mengenai sosok kepala sekolah. Kepala sekolah terbukti menjadi ujung tombak perubahan sebuah sekolah menjadi lebih baik. Semua pendidik yang pernah mengajar di sekolah pasti bisa menceritakan sosok kepala sekolah yang inspiratif yang pernah dirasakan kepemimpinannya.

Dalam hadapi tantangan pendidikan saat ini diperlukan pemimpin yang bertipe ‘pemimpin dan bukan sekedar seorang boss’. Keduanya mensyaratkan hal yang berbeda. Dalam kepemimpinan sebuah sekolah memang dimungkinkan seorang pemimpin berperan sebagai manager. Ciri manager adalah memastikan semuanya dilakukan dengan benar. Sebaliknya ada lagi tipe pemimpin yang lebih memastikan bahwa semuanya   dilakukan dengan arah yang benar.

Berbahaya sekali jika sebuah sekolah dipimpin oleh seseorang yang belum menjadikan aspek kepemimpinan oleh bos, maka ini yang akan terjadi:

1. Guru jadi takut ambil inisiatif, takut kepala sekolah tidak setuju, semuanya mesti apa kata kepala sekolah. Lanjutkan membaca “Kepemimpinan kepala sekolah sebagai syarat mutlak penciptaan sekolah yang inovatif”

Iklan

Image result for teaching edchatKarakter anak zaman ‘now’sudah sangat berbeda dengan karakter kita saat masih bersekolah dahulu. Adapun karakteristik dari siswa kita saat ini adalah

  1. Menyukai tantangan
  2. Menyukai gratifikasi instan alias ketika mengerjakan sesuatu ingin segera dapat hasil

Dua hal diatas adalah hal yang ada hubungannya dengan proses pmbelajaran di kelas. Nah kebanyakan dari kita masih melakukan semuanya secara konvensional. Misalnya saat ada ulangan. Siswa perlu waktu seminggu untuk mengetahui hasilnya. Padahal saat mereka main gadget atau main game di smartphone, hasilnya bisa mereka ketahui langsung. Dan mereka bisa mulai lagi tanpa ada rasa takut gagal. Sementara sistem pendidikan dan pembelajaran kita masih bergantung 100 persen ke guru sebagai pengatur laku. Nah hal inilah yang menurut saya bertentangan antara sistem pembelajaran dan karakteristik siswa saat ini.

Padahal untuk bisa kalahkan tantangan abad 21 seseorang mesti punya karakter

  1. Pemecah masalah dan berpikir kritis
  2. Mampu berkolaborasi dengan orang lain dan pandai memimpin
  3. Mampu dengan cepat beradaptasi
  4. Punya inisiatif dan kewirausahaan
  5. Mampu dengan cepat mengakses dan menganalisa
  6. Punya rasa ingin tahu dan imajinasi

Penting bagi seorang guru untuk punya kemampuan dalam menumbuhkan hal diatas. Kuncinya adalah dengan memasukkannya kedalam proses pembelajaran. Banyak saya jumpai guru yang menemukan siswanya yang tidak punya motivasi dikarenakan penyebab diluar sekolah (faktor keluarga dan lain sebagainya) malah ikut larut dalam masalah siswanya. Saat yang sama lupa untuk meningkatkan mutu dari proses belajar mengajarnya di kelas. Padahal motivasi internal hanya bisa tumbuh dan ditumbuhkan lewat proses belajar mengajar yang baik. Ada 19 cara untuk memunculkan motivasi siswa kita Lanjutkan membaca “”

Apakah anda seorang guru yang pembelajar? temukan cirinya disini

“To become a teacher isn’t just to begin teaching it’s also to set off on a new journey with your own learning”

Menjadi seorang guru bukan soal mengajar saja, namun bersiaplah untuk memulai petualangan/perjalanan anda sendiri sebagai seorang pembelajar.

“A good teacher can inspire hope, ignite the imagination, and instill a love of learning”

“Seorang guru yang baik bisa menginspirasi harapan, menyalakan imajinasi, dan menanamkan cinta belajar”

“A teacher’s enthusiasm for learning is infectious. It’s a good bug to catch!”

“Antusias seorang guru untuk belajar menular. Ini adalah peluang yang bagus untuk ditangkap! “

“Don’t be the teacher people are waiting ro retire. Always be learning new things”

“Jangan menjadi guru yang hanya menunggu untuk menjadi pensiun. Selalulah belajar hal baru “

Lanjutkan membaca “Apakah anda seorang guru yang pembelajar? temukan cirinya disini”

Resep menjadi guru zaman ‘now

Guru zaman ‘now tidak mesti seseorang yang berusia muda atau seorang guru yang baru saja memulai karir. Semua guru jika ia bersedia menyesuaikan diri hadapi perubahan zaman layak di sebut sebagai guru zaman ‘now. Apa saja cirinya silakan cermati berikut ini.

Lanjutkan membaca “Resep menjadi guru zaman ‘now”

Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun

Image result for change edchat

Perubahan adalah keniscayaan. Setiap lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan perlu berubah dengan berjalannya jaman dan demi memenuhi harapan orang tua siswa yang telah menyekolahkan. Setiap orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan sadar betul bahwa setiap perubahan memerlukan usaha keras dan pembiayaan yang tepat guna.

Tulisan ini adalah untuk anda para pengelola sekolah atau kepala sekolah (utamanya sekolah swasta). Jika anda guru silakan mencermati juga untuk bisa menjadi agen perubahan yang baik. Hal yang pertama mesti dilakukan adalah mengerti betul apakah sekolah impian yang anda ingin buat atau apakah tujuan perubahan. Sebagai contoh :

Menciptakan sekolah unggulan yang berlandaskan 8 Standar Nasional Pendidikan serta menjadi rujukan bagi dunia pendidikan dikarenakan programnya yang inovatif kesemuanya dalam rangka mempersiapkan siswa untuk masa depan.

Sebuah mimpi yang cukup ‘wah bukan? Nah saatnya melakukan perubahan secara bertahap. Dalam satu tahun hal yang bisa dilakukan adalah memulai serta merintis hal-hal dibawah ini:

• Kepala sekolah memulai pekerjaan tata kelola sekolah yang baik dan teratur serta punya tata kelola SDM. Terdiri dari pembuatan handbook siswa, guru dan orangtua siswa serta kebijakan lain yang penting dalam hubungannya dengan pelayanan kepada siswa guru dan orang tua siswa.
• Memulai proses untuk pembenahan disiplin kesiswaan dengan menggandeng Bidang kesiswaan dan guru Bimbingan Konseling.

Lanjutkan membaca “Kiat melakukan perubahan di sekolah dalam waktu satu tahun”

10 Kiat Sukses mengelola perilaku siswa di satu kelas

Mengelola perilaku satu siswa saja sudah sering membuat guru pusing, apakah lagi mengelola perilaku siswa satu kelas. Ini yang sering guru pikirkan. Ada pepatah yang mengatakan bahwa sebuah perilaku itu menular. Baik dan buruk, seorang siswa bisa menularkan atau tertular perilaku dari siswa lainnya.

Ada cara untuk guru bisa mengendalikan perilaku satu siswa bahkan satu kelas

1. Bersikap konsisten. Konsisten akan membuat guru tidak disukai oleh siswa yang gemar mencari celah agar perilakunya tak patutnya bisa diterima.
2. Jika ada hal yang membuat suasana kelas tidak kondusif, jangan tunggu waktu lama, segera cari akarnya, lalu selesaikan.
3. Lakukan perkataan dan perbuatan yang persuasive pada siswa. Misalnya dengan katakan ke seluruh kelas, terima kasih kepada …. yang telah bersikap baik hari ini.
4. Selalu gunakan kata menurutmu? Kata tanya tadi akan memberikan siswa pilihan sehingga ia merasa tidak dikekang. Bisa juga dipakai untuk siswa yang besar atau lebih kecil, dengan selalu lah berikan ia pilihan saat ingin mengarahkan perilaku nya, tentunya semuanya adalah pilihan yang direncanakan oleh guru.
5. Kritik siswa saat anda berhadap-hadapan dan tidak ada orang lain, namun pujilah siswa di depan orang lain. Pasti siswa akan senang karena merasa diberikan umpan balik yang positif. Lanjutkan membaca “10 Kiat Sukses mengelola perilaku siswa di satu kelas”

3 prinsip mengelola perilaku siswa di kelas

Manajemen perilaku siswa bisa disebut sebagai keterampilan dasar seorang guru. Jika ia sukses mengelola perilaku siswanya maka urusan kegiatan pembelajaran akan menjadi lebih mudah. Beberapa prinsip yang penting yang perlu diingat sehubungan dengan kegiatan pengelolaan perilaku siswa dan pengelolaan kegiatan pembelajaran adalah:

1. Jika pembelajaran anda aktif kreatif dan menyenangkan di kelas, maka sebagai guru anda akan sedikit sekali mengalami masalah perilaku siswa.  Hal ini sudah hampir pasti dikarenakan siswa yang senang dengan pembelajaran gurunya akan mudah diatur dan dikendalikan perilakunya. Lakukan banyak variasi dalam mengajar, dijamin anda bebas dari masalah perilaku siswa di kelas.

2. Saat mengajar guru tidak bisa memaksa siswanya untuk senang dengan dirinya. Urusan siswa senang tidak senang pada dirinya bukanlah sebuah hal yang penting untuk guru pikirkan. Urusan guru adalah menghadirkan pembelajaran sebaik baiknya dengan strategi dan metode pembelajaran yang pas dan terkini. Kelas akan tidak kondusif jika guru sekuat tenaga meminta siswa untuk menyenangi diri dan pribadinya. Mengajarlah dengan efektif maka siswa akan senang dengan anda. Lanjutkan membaca “3 prinsip mengelola perilaku siswa di kelas”