7 elemen penting bagi guru dalam menerapkan student/learner agency di kelas

Student (learner) agency adalah kerja seorang guru dalam membuat siswanya punya tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Dibalik siswa yang bersemangat belajar selalu ada guru yang senang mencari jalan keluar dan mencoba berbagai macam strategi dalam membuat siswanya senang belajar. 

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu guru pertimbangkan agar siswa punya keinginan menjadi pembelajar yang mandiri dan bertanggung jawab,

  1. VOICE (Suara, isi hati atau keinginan siswa). Aspek ini harus menjadi perhatian. Guru mengajak dan menggambarkan kepada siswanya hal hal apa yang akan siswa lakukan saat pembelajar, kegiatan dan jenis penilaian apa yang akan guru lakukan. Tanpa proses ini guru hanya akan sibuk mengajar dan murid tidak tahu harus berbuat apa. Dari interaksi ini guru menjadi tahu apa saja yang siswa mungkin tidak akan sukai (berat melaksanakannya) karena mungkin saja kegiatannya asing baginya atau guru perlu memberikan penguatan materi lebih mendalam. 
  2. CHOICE (pilihan). Dalam sebuah pembelajaran ada hal yang pasti selalu ada yaitu kegiatan, sumber belajar dan alat belajar. Dalam sebuah unit pembelajaran ada baiknya guru bisa terbuka di awal awal proses pembelajaran. Tujuannya agar siswa mendapatkan bayangan dan bisa memilih sesuai kecepatan belajar, gaya belajar dan tipe kecerdasannya. Untuk itu diharapkan guru jangan bosan dalam mengajarkan siswa cara belajar bagaimana belajar. Learn how to learn. Dikarenakan murid menjadi sadar diri mengenai bagaimana memilih cara terbaik dalam menyerap pengetahuan dan berhasil dalam belajar. Jika guru dan siswa sudah paham akan kekuatan masing masing maka variasi kegiatan pembelajaran, alternatif sumber belajar dan alat belajar akan sangat beragam.
  3. ENGAGEMENT (keterlibatan siswa). Ada beberapa kata kunci jika kita berbicara mengenai keterlibatan siswa. Apa yang membuat siswa tertarik? apa minat bakat siswa? dan apa aspirasi siswa dalam belajar?. Jika kata kunci tadi secara sadar ada dalam benak guru maka ia akan menjadi sosok yang akan terbuka pada tiap kemungkinan dalam proses dan hasil pembelajaran yang dilakukan.
  4. MOTIVATION (motivasi siswa). Motivasi siswa bisa bermacam macam kadarnya saat pelaksanaan pembelajaran. Cara terbaik bagi guru adalah tidak semata fokus pada penguasaan pengetahuan. Dikarenakan pembelajaran akan menjadi kurang menarik. Guru harus mulai membagi fokus nya pada penguasaan skill selain penguasaan pengetahuan. Hal yang tidak kalah penting adalah pertanyaan bagaimana/dengan apa murid akan menunjukkan bahwa dirinya menguasai pembelajaran yang guru berikan. Tipe tipe kecerdasan majemuk bisa menjadi pilihan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa dirinya paham. 
  5. OWNERSHIP (rasa memiliki siswa). Kenapa siswa tidak tertarik pada proses belajar yang ia lakukan? salah satu sebabnya adalah proses belajar yang ia lakukan dirasakan tidak ada dampak apa apa bagi dirinya. Cara terbaik bagi guru dalam membuat siswanya punya rasa memiliki terhadap pembelajarannya adalah dengan berbagi tujuan pembelajaran dan membuat lembar instrumen berbentuk checklist  yang bisa menjaga semangat dan cara kerja siswa. Guru bisa membuatnya saat merencanakan pembelajaran di awal unit. Instrumen ceklist berguna dalam membuat siswa berdialog dengan dirinya  sehingga siswa bisa terus mengukur dirinya dalam proses pembelajaran yang ia lakukan.
  6. PURPOSE (tujuan). Jika ingin siswa bersemangat dan bertanggung jawab pada pembelajaran yang dilakukan maka guru perlu memastikan apakah siswa paham pada tujuan pembelajaran. Sedapat mungkin guru melekatkan tujuan pembelajaran dengan masalah masalah yang kontekstual dalam kehidupan siswa. Dengan demikian mudah bagi siswa mengidentifikasikan dirinya pada tujuan pembelajaran. Semakin siswa bisa melihat korelasi pada kehidupannya maka semakin ia akan merasa dirinya ‘ada’ dalam proses keberhasilan pembelajaran.
  7. SELF EFFICACY (keyakinan dalam diri seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki bahwa ia mampu untuk melakukan sesuatu). Dalam membuat sebuah pembelajaran bisa berhasil pada poin 2 sudah dibahas bahwa aspek pilihan dalam sebuah proses pembelajaran akan membuat siswa bersemangat dan bertanggung jawab. Peran guru dalam situasi ini sangat penting dikarenakan jika seorang siswa sudah memilih bagaimana ia akan bekerja dengan menggunakan kecepatan belajar, gaya belajar dan tipe kecerdasan siswa yang cocok maka menjadi tugas guru untuk menjaga komitmen siswa nya. Termasuk membangkitkan semangat dan komitmen  siswa saat ia mengalami kegagalan. 

Dalam membuat siswa punya tanggung jawab pada proses pembelajaran sangatlah penting bahwa guru tetap menjadi aktor utama dalam membuat skenario yang mudah dipahami siswanya. 7 aspek diatas memang penting namun jauh lebih penting adalah penguasaan materi dari guru itu sendiri, pemetaan kurikulum, penilaian autentik dan semua hal yang terkait dengan bagaimana menjadikan skenario pembelajaran menjadi lebih menarik dan menantang. Jika siswa sudah tertarik dan bertanggung jawab tinggal tugas guru dalam berefleksi mana kegiatan yang sudah berhasil dan mana yang belum untuk kemudian murid menjadi semakin bersemangat karena guru selalu hadir dengan sesuatu yang baru. 

Resep sukses terapkan Pembelajaran berdiferensiasi


Guru yang menjadi wali kelas atau guru yang mengajar banyak rombel selalu punya pertanyaan yang sama. Bagaimana mengakomodir kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda? Jawabannya adalah pembelajaran berdiferensiasi.
Guru sebagai pemimpin pembelajaran tentu sadar bahwa pembelajaran dikelasnya harus berpihak pada siswa. Ini berarti ada beberapa kesalahan guru yang tidak perlu lagi terjadi.

Apa saja kesalahan guru dalam mengajar selama ini?

  1. Tujuan pembelajaran yang tidak jelas. Guru tidak punya acuan dan tahapan dalam kurikulum (scope and sequences). Guru cenderung mengajar sesuai yang ada di buku teks saja.
  2. Guru menggunakan pendekatan satu untuk semua. Artinya guru tidak menggunakan alternatif pada sumber mengajar, cara mengajar, penugasan dan cara menilai siswanya.
  3. Pembelajarannya monoton. Siswa tidak dibuat tertarik. Guru sibuk membuat siswa antusias namun terlewat untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna.
  4. Guru masih sibuk mengelola kelasnya. Tingkah siswa masih menjadi masalah buat dirinya. Jika ingin menerapkan strategi/pendekatan pembelajaran yang baru hal yang ada di pikirannya masih mengenai apakah muridnya bisa diatur perilakunya atau tidak.
  5. Guru sibuk menilai dengan cara penilaian sumatif saja. Kalaupun ada penilaian tengah semester hakikatnya tetap penilaian sumatif. Guru belum menganggap bahwa proses pembelajaran yang ia lakukan perlu dicek dan dinilai dengan penilaian jenis formatif.

Pembelajaran berdiferensiasi bisa menjadi solusi dalam membuat guru makin bersemangat mengajar dan siswa merasa dihargai. Sebelum solusi ini diterapkan maka aspek nomor 4 yaitu pengelolaan kelas harus sudah dimatangkan oleh guru.
Apa saja yang bisa didiferensiasikan oleh guru dikelas agar siswa makin semangat belajar? Berikut ini adalah 3 prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan contohnya penerapannya.

  1. Konten pembelajaran. Guru menyediakan tiga jenis pekerjaan. Tipe mudah, Tipe sedang dan Tipe sulit. Di awal guru boleh melakukan diagnostik test. Dari hasilnya guru akan membagi siswa menjadi tiga kelompok. Dengan demikian guru bisa fokus pada siswa yang ada di level bawah. Sambil terus mengawasi dua kelompok lainnya.
  2. Proses pembelajaran. Guru membuat semacam menu pembelajaran. Ada menu wajib dan ada menu pilihan. Menu wajib cukup dua tugas dan menu pilihan boleh tiga pilihan berbeda. Dalam tugas pilihan guru membuat perintah penugasan yang beragam. Dengan cara guru memperhitungkan kesiapan, minat dan gaya belajar siswa.
  3. Produk pembelajaran. Bukan saatnya lagi guru hanya meminta bukti bahwa siswa paham hanya dengan mengerjakan LKS saja. Guru membuat rubrik yang berisi kriteria infomasi apa yang ia inginkan muridnya sampaikan diakhir bab pembelajaran. Minta siswa menyampaikan hasil pembelajaran dengan cara membuat video singkat, slideshow ppt/canva. poster digital dan banyak lagi produk kekinian yang siswa sukai.

Cara diatas berlaku bagi guru yang mengajar di satu kelas atau kelas yang banyak (guru bidang studi). RPP nya pun tetap sama hanya saja guru benar benar fokus dalam memperhitungkan profil belajar siswa, kesiapan dan minat siswa. Dalam proses identifikasinya guru bisa meminta siswa mengerjakan test, survey atau secara simple minta mereka bercerita mengenai apa hal yang ia suka dan tidak suka. Boleh juga guru meminta cerita dari guru sebelumnya agar mendapatkan gambaran yang jelas.

Selamat menjadi guru merdeka yang mengajar dengan kreatif.

7 Ciri Guru Sebagai Seorang Pemimpin Pembelajaran

Menjadi seorang pemimpin pembelajaran memang sudah sejatinya menjadi tujuan seorang guru. Bahkan kurikulum prototope sudah mempersyaratkannya dan menjadikannya tujuan.

Ditangan seorang guru yang menjadi pemimpin pembelajaran lah skenario, target dan alur pembelajaran diatur, diramu dan ditentukan. Jika cara sebagai seorang guru dalam mengajar anak didiknya hanya ingin menyampaikan dan menghabiskan target kurikulum maka ia belum dianggap sebagai pemimpin pembelajaran.

Tulisan ini bukan mengenai bagaimana membuat administrasi pembelajaran karena administrasi pembelajaran yang baik adalah administrasi pembelajaran yang dikerjakan apapun format yang anda gunakan.

Apa dan bagaimana cara membuat seorang guru menjadi seorang pemimpin pembelajaran? Berikut adalah cara mudah yang bisa anda praktekan.

1. Guru memastikan bentuk interaksi di kelasnya. Sebagai guru anda memastikan bahwa siswa yang anda ajar merasa dirinya penting. Dengan cara guru peduli pada siswanya. Guru membuat siswanya menjadi dirinya sendiri dengan variasi pengajaran dan pembelajaran yang beragam. Seorang pemimpin mesti mengenal dengan baik karakter orang yang ia pimpin. Seorang guru yang merupakan pemimpin pembelajaran akan terus memastikan bahwa dirinya lah yang selalu melakukan respon dan bukan sekedar bereaksi jika ada suatu tantangan dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Interaksi guru dengan siswa tidak melulu secara fisik namun juga secara digital. Setelah PJJ menjadi PTM interaksi secara digital tidak boleh ditinggalkan. Interaksi digital adalah cara yang baik dan kekinian dalam guru mengajar, menilai dan memberikan umpan balik (feed back) pada siswanya. Interaksi fisik dan digital akan membuat siswa cepat menjadi menguasai kompetensi yang diinginkan guru karena ada saluran yang beragam baginya untuk menjadi paham.

3. Guru fokus pada habit dan tidak sekedar mengejar standar. Apa Itu Habit? James Clear, dalam bukunya Atomic Habit bilang kalau “habit” adalah rutinitas atau kebiasaan yang dilakukan secara reguler (dan biasanya otomatis). Kebiasaan mengumpulkan tugas pada waktunya. Kebiasaan berlaku sopan dalam situasi online dan offline. Kebiasaan berbuat yang terbaik semampunya. Adalah kebiasaan yang penting untuk dilatih dan dibiasakan. Guru sebagai pemimpin pembelajaran adalah sosok yang peduli tidak hanya pada kompetensi dan pengetahuan tetapi juga pada sikap yang dimiliki oleh siswa sebagai bekal masa depan.

4. Guru mendidik siswa agar hormat kepadanya tanpa memaksa bahwa siswa perlu patuh padanya setiap saat. Siswa dilatih untuk mempunyai kemampuan mengungkapkan pendapat yang berbeda. Siswa diajak berbicara di depan umum. Siswa dibuat nyaman menyampaikan hal yang ada dipikirannya. Tugas guru menyediakan iklim yang nyaman bagi siswa.

5. Kelas yang anda ajar lebih bernuansa sebuah komunitas daripada sebuah institusi sekolah yang kaku. Apakah anda pernah bergabung ke sebuah komunitas? entah itu komunitas hobby atau komunitas yang lainnya. Hal yang dirasakan adalah ada perasaan nyaman namun tetap saling menghormati satu sama lain. Hubungan yang saling mendukung adalah inti dari komunitas yang terdiri dari siswa, guru, dan orang tua. Guru memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang untuk membawa pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi mereka ke dalam kelas.

6. Guru menganggap matpel yang diajarnya adalah matpel yang paling penting. Namun dirinya tetap terbuka untuk berkolaborasi. Baginya kelas yang ia ajar terbuka untuk berintegrasi dan terkoneksi dengan matpel atau guru lain. Tujuannya agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Kurikulum prototipe mempersyaratkan adanya Pembelajaran berbasis proyek. Guru yang bersedia bekerja sama dengan matpel lain adalah guru yang siap untuk melakukannya.

7. Guru membiasakan diri untuk berlaku transparan dalam merencanakan, mengajar dan menilai siswa. Murid saat ini tidak akan respect kepada gurunya hanya karena gurunya sosok yang misterius. Jika guru ingin menjadi pemimpin pembelajaran dirinya adalah sosok yang bahkan melibatkan siswa dalam memberikan penugasan apa yang cocok. Bahkan mengajak siswa untuk merencanakan pembelajaran dan pengajarannya secara bersama sama. Begitu pun dalam menilai ia bukan menjadi sosok yang mencari kesalahan namun menjadi sosok yang memberikan umpan balik agar siswanya mampu dan kompeten.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran guru diharapkan selalu mawas diri untuk selalu menghubungkan apa yang ia ajarkan dengan masa depan yang siswanya akan lalui.

Guru menjadi model untuk menjadi sosok pembelajar, berpikiran terbuka dan selalu mau mencoba hal baru yang walaupun sulit diawal namun akan membawa kebaikan bagi siswanya di masa yang akan datang.

Artikel ini dipilih untuk dimasukkan dalam kampanye “Blogger Guru Terbaik di Indonesia” dari penerbit bahan ajar pendidikan Twinkl 

11 Perubahan Paradigma Menuju Kurikulum Prototipe


Perubahan paradigma sebagai pendidik sangat diperlukan agar bisa mendidik generasi terkini. Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap sesuatu yg memengaruhinya dalam berpikir. Seorang pendidik yang paradigma nya pas dengan situasi terkini dan tantangan zaman akan membuat kelasnya menarik. Dalam dunia kreativitas faktor pola pikir sangat penting. Dalam rangka penerapan Kurikulum prototipe maka sudah saatnya guru membenahi cara pandangnya.

Berikut ini adalah perubahan paradigma yang guru perlu sesuaikan kembali agar mendidik dan mengajar menjadi proses yang menyenangkan bagi guru dan siswa.

Teaching is more a way for the teacher to learn than for the student to learn. Dalam proses mengajar guru lah sebenarnya yang banyak belajar dibandingkan siswanya. Jika ingin kelasnya ‘hidup’ dan menarik, guru sudah saatnya mengambil peran sebagai pembelajar. Jika perannya sudah pas saatnya membetulkan cara pandang pendidik terhadap hal lainnya dalam mendidik dan mengajar.

Paradigma yang benar memudahkan guru dalam membenahi praktek pengajarannya. Apa saja paradigma pendidik yang perlu disesuaikan mengingat tantangan zaman

  1. Cara pandang mengenai peran guru
  2. Cara pandang mengenai siswa
  3. Cara pandang mengenai pembelajaran berbasis proyek
  4. Cara pandang mengenai materi ajar
  5. Cara pandang mengenai bagaimana menilai siswa
  6. Cara pandang bagaimana melakukan variasi dalam mengajar
  7. Cara pandang mengenai apa saja kebutuhan siswa
  8. Cara pandang mengenai mata pelajaran
  9. Cara pandang bagaimana mengelola kompetensi pembelajaran vs materi pembelajaran
  10. Cara pandang mengenai kurikulum
  11. Cara pandang bagaimana mengelola waktu pembelajaran

Mari kita kupas satu persatu

  1. Peran guru

Sekarang siswa bisa dapatkan pengetahuan darimana saja. Guru yang aktif membuka peluang diskusi dengan siswa akan membuat kelasnya aktif. Tugas guru bukan lagi cuma menerangkan. Guru yang baik adalah yang banyak bertanya. Pertanyaan dibungkus dengan penugasan yang bermakna akan membuat siswa kritis dalam berpikir.

  1. Karakter siswa

Jika pendidik punya misi mengubah karakter siswa maka ia akan kecewa. Cara mudah mengubah karakter adalah melakukan pembelajaran sebaik mungkin yang didalamnya diselipkan nilai-nilai untuk membentuk kebiasaan. Masukkan aspek karakter dlm perencanaan – proses – penilaian.

  1. Pembelajaran berbasis proyek.

PBL fokus pada pengalaman belajar siswa. PBL dipandu oleh pertanyaan penuntun yang dibuat guru dan siswa secara bersama sama. Pengalaman belajar didapat terdiri dari riset, pembuatan model, presentasi, tutor sebaya sampai penilaian performance dan penilaian rekan sejawat.

  1. Materi ajar

Sekolah bisa lakukan PBL jika sudah memetakan materi esensial tiap matpelnya. Guru melakukan dalam KKG/MGMP di tingkat sekolah. Gunanya agar mudah guru mengintegrasikan matpelnya dengan matpel lain dalam bingkai PBL. Materi esensial terdiri dari materi pokok yang harus siswa kuasai.

  1. Menilai siswa

Menilai berarti memberikan umpan balik. Penilaian formatif adalah tipe penilaian yang cocok untuk tujuan tersebut. Penilaian formatif mengambil tolak ukur dan mencatat di mana hasil pekerjaan siswa saat ini dalam kaitannya dengan tujuan akhir pembelajaran.

  1. Variasi mengajar

Tipe siswa saat ini adalah senang diberikan pilihan. Saatnya memberikan tugas siswa dengan ragam pemilihan tugas yang bisa siswa kerjakan. Ragam pemberian tugas bisa mengacu pada kecerdasan majemuk yang dipadukan dengan taksonomi bloom (LOTS & HOTS)

  1. Kebutuhan siswa

Dalam mengajar penting untuk mempertimbangkan kebutuhan, gaya dan minat belajar masing-masing siswa. Tantangan guru adalah bagaimana semua siswa di dalam satu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif.

  1. Mata pelajaran

Dalam mengajar matpel guru bisa mengajar sendiri atau berkolaborasi. Ada banyak kesempatan bagi guru untuk lebih mengajar matpelnya dengan menarik. Integrated learning/pembelajaran terpadu adalah paket pengajaran yang menghubungkan berbagai konsep dari beberapa disiplin ilmu.

  1. Kompetensi vs Materi

Pengajaran dan pembelajaran yang guru lakukan akan bermuara pada dua hal yaitu kompetensi atau materi. Materi pembelajaran bisa disebut juga sebagai informasi. Saat ini sudah gampang ditemukan lewat internet. Justru kompetensi siswa yang perlu guru dampingi dan bekali.

  1. Kurikulum

Versi kurikulum dari Kementrian adalah standar minimum. Sekolah yang efektif meminta guru-gurunya bekerja bersama merancang kurikulumnya. Bahannya bisa didapatkan dari buku teks & sumber lain. Sekolah bisa menambahkan muatan kearifan lokal sesuai dengan situasi lalu didokumentasikan.

  1. Waktu pembelajaran

Di awal tahun ajaran saat guru membuat Prota & Prosem. Daripada guru bekerja sendiri lebih baik guru diminta berkolaborasi merencanakan kerjasama antar matpel untuk 1 tahun ajaran. Hal ini akan membuat mudah dalam menentukan waktu pembelajaran sebuah matpel dalam setahun ajaran

Semua faktor diatas sangat berguna untuk dijadikan awal dalam meninjau kembali mindset guru dan pemimpin sekolah dalam melakukan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Kids are learning machines. They just need the tools.

7 Arah Penerapan Kurikulum Prototipe

Gambar ini adalah hasil dari guru yang duduk bersama dalam MGMP untuk menentukan materi yang esensial. Hal ini adalah sebagai langkah pendahuluan menuju ke integrasi kegiatan pembelajaran dengan mata pelajaran lain

Semester 2 tahun ajaran ini ada banyak kesibukan di sekolah. Guru mulai lakukan PTM dan mulai mengamati jalannya rencana implementasi kurikulum baru. Kurikulum prototipe akan secara penuh diterapkan di 2025. Di bulan Februari 2022 ini Kementrian sudah mulai memberikan penjelasan lengkapnya.
Jika sekolah anda tertarik untuk menerapkan akan dicek kemampuannya melalui serangkaian self assessment.

Sebagai guru yang menjadi praktisi di kelas selayaknya anda mengetahui akan kemana arah kurikulum prototipe ini.

  1. Guru diposisikan sebagai pemimpin pembelajar. Sebuah istilah unik. Posisi guru tidak lagi menjadi sosok yang kerjanya mengeluh soal beratnya administrasi. Ia menjadi sosok yg ‘haus’ mencari ragam tipe penugasan yg bermakna bagi anak didiknya. Ia paham penugasan apa yg menarik & berorientasi masa depan. Pergulatan ia dalam merencanakan pembelajaran adalah bagaimana hadirkan skenario yang terbaik agar muridnya mendapatkan manfaat.
  2. Sekolah akan mempunyai kurikulumnya sendiri. Versi kurikulum dari kementrian selama ini adalah standar minimum. Sekolah yang efektif meminta guru-gurunya kerja bersama merancang sendiri kurikulumnya. Menambahkan muatan sesuai dengan situasi lalu didokumentasikan. Dokumen ini lah yang kemudian menjadi acuan bagi guru guru dalam mengajar dan rutin tiap ditinjau tiap dua tahun. Sekolah juga bisa membawa kearifan lokal daerahnya masuk dalam kurikulum. Misalnya sekolah yang terletak didaerah rawan bencana bisa menyelipkan muatan materi sadar bencana bagi siswanya.
  3. Karakter siswa diintegrasikan dalam pembelajaran. Profil pelajar Pancasila dihadirkan sebagai masukan bagi sekolah untuk diajarkan layaknya matpel. Sebuah cara terbaik dlm memberikan masukan kepada sekolah dalam memilih karakter apa yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran agar sisi afektif siswa menjadi terasah. Detail dari karakter ini diintegrasikan dalam pembelajaran. Dijadikan bahasa sehari-hari guru dalam berkomunikasi, mendidik dan memberikan umpan balik. Karakter ini pun tertera diraport dan diberikan narasi bagaimana siswa menjalaninya di sekolah. Butir butir karakter ini pun terpajang di sekolah membuat guru dan siswa selalu diingatkan agar menjadi orang yang melaksanakan (walk the talk)
  4. Sekolah melakukan perubahan orientasi dari penyampaian konten (kejar target) menuju kepada pemahaman dan penguasaan kompetensi. Sekolah aktifkan KKG/MGMP level sekolah yg merekomendasikan materi esensial untuk digunakan. Sebagai hasilnya sekolah akan mempunyai dokumen kurikulum sendiri (point 2).
  5. Guru diminta melakukan usaha penyesuaian dalam hal konteks pengajaran yang diberikan. Kepada siapa (target) pembelajaran betul-betul menjadi pertimbangan. Istilah yang digunakan dalam kurikulum ini adalah ‘teaching at the right level’. Usaha yg mudah jika point 4 sdh dilakukan. Dokumen kurikulum yang komprehensif adalah dokumen yang menyampaikan tingkatan umur dan bersandar pada pemahaman yang siswa miliki sebelumnya.
  6. Sekolah serius dan fokus pada penyusunan standar literasi & numerasi di level internal sekolah. Selain sekolah sibuk hadirkan pembelajaran yg bermakna lewat metode/strategi/model/pendekatan/teknik yg beragam. Sekolah menggiring dahulu guru-gurunya kerja bersama dalam ‘membungkus’ target literasi dan numerasi di level satu sekolah. Dikarenakan jika sekolah hanya fokus pada target penguasaan materi tanpa mendirikan fondasi lewat numerasi dan literasi maka guru akan menemui kesalahan yang terus berulang karena ada pondasi yang lemah dan tidak tergarap.
  7. Sekolah dengan mudah menerapkan (PBL) ‘project based learning’. Alasan terbesar sekolah selama ini sulit terapkan PBL karena materi yang ada masih dalam bongkahan besar yang sulit guru integrasikan dengan matpel lain. PBL bisa berhasil jika guru sudah selesai dengn proses menentukan materi esensial dari matpelnya. (point 4)

Tujuh hal diatas jika sudah dilaksanakan tentunya akan melancarkan niat sekolah jika ingin terapkan Kurikulum prototipe ini. Namun jika belum semua diterapkan tidak menjadi soal. Akan ada pembimbingan bagi sekolah yg akan menerapkan. Mari beradaptasi terhadap perubahan.
“Bukan yang terkuat yang bertahan, melainkan mereka yang paling adaptif menghadapi perubahan.

33 tanda sekolah anda perlu berinovasi.

Impian semua pemimpin di sekolah agar kualitas guru gurunya meningkat. Kualitas guru yang baik adalah jaminan mutu sebuah sekolah. Perubahan dalam bidang pendidikan adalah keniscayaan. Utamanya dalam bagaimana melakukan perubahan pada diri individu yang ada di sekolah. Dikarenakan tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri.

Sering sekolah terjebak hanya memperhatikan komplen dari orang tua siswa baru kemudian bersedia melakukan perubahan. Padahal tanda atau sinyal untuk perubahan sudah sangat kentara sekali. Hanya saja sekolah kurang peka untuk melihat adanya kebutuhan bagi sekolah untuk berubah.

Dibawah ini adalah daftar bahwa sekolah anda harus segera berubah.

1. Sekolah bersuasana ‘datar’ dan pekerjaan guru hanya rutinitas semata. Kesibukan di sekolah hanya pada saat pembuatan rapor dan akreditasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sebelum tahun ajaran berakhir kepala sekolah duduk bersama dengan guru atau koordinator. Mendiskusikan event apa saja yang akan dilakukan satu tahun ke depan. Termasuk pendanaan dan siapa saja yang akan terlibat dalam kepanitiaan. Jika event sudah direncanakan maka guru akan bersemangat dan bersedia meluangkan waktu. Apalagi jika sudah direncanakan jauh jauh hari dan terprogram. Bagi event menjadi event hari besar nasional, event yang ada hubungannya dengan BK (kampanye anti bullying dll) sampai event olah raga. Kesemuanya akan mengasah kreativitas guru.

2. Sekolah minim program. Semua kesibukan hanya berkisar akademis saja atau upaya mendisiplinkan guru dan siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Aturlah urusan disiplin guru diatur dalam buku aturan pegawai (code of conduct). Untuk urusan disiplin siswa diatur dalam kebijakan aturan disiplin siswa. Kedua aturan tadi sebaiknya diperbaharui tiap dua tahun sekali. Sekolah yang minim program terjadi karena kepala sekolah dan guru memandang satu tahun ajaran sebagai kegiatan belajar mengajar yang diakhiri oleh acara pengambilan rapor saja.

3. Guru diposisikan hanya untuk mengajar. Guru tidak diberdayakan untuk punya ‘project’ yang mengasah kreativitasnya di sekolah.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manfaatkan sesi umpan balik saat supervisi guru sebagai cara untuk berkomunikasi antara kepala sekolah dengan guru. Setiap guru pasti punya impian bagi sekolahnya dan siswa yang ia ajar. Rangkum mimpi tersebut dengan mimpi guru lain yang sejenis dalam satu sekolah bahkan satu gugus atau kecamatan. Biasanya mimpinya tidak jauh jauh dari aspek literasi, teknologi dalam pembelajaran, kedisplinan siswa sampai aspek lingkungan hidup dan sarana prasarana. Kesemuanya pastinya jika terwujud akan bermanfaat bagi anak didik dan sekolah. Pastikan apa targetnya dan time line pencapaian dalam waktu satu tahun. Kepala sekolah menjadi jalan bagi guru gurunya untuk bisa saling berkolaborasi wujudkan mimpi di dalam dan di luar sekolah. Mimpi hanya bisa diwujudkan dengan kreativitas. Pimpinan berperan sebagai fasilitator bagi kreativitas guru yang dipimpinnya.

4. Suasana rapat di sekolah hanya satu arah belum ada dialog antara peserta rapat.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jadikan rapat anda efektif. Caranya adalah Membuat agenda rapat. Menentukan jumlah undangan rapat. Pastikan tepat sasaran sesuai tujuan rapat dan jenis rapat. Mencatat hal penting dalam rapat. Mengontrol berjalannya rapat. Tepat waktu. Hindari penggunaan gadget selama rapat. Usahakan durasi rapat singkat. Rapat tidak harus duduk. Bisa juga dilakukan sambil berdiri atau berjalan kaki. Tentunya menyesuaikan situasi, pengikut rapat dan agenda rapat.

5. Guru diposisikan bersaing dengan sesamanya dan bukan berkolaborasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Manusia tentu makhluk yang kompetitif (gemar bersaing). Dalam sebuah lembaga pendidikan yang sehat makna persaingan ditransformasikan menjadi kolaborasi. Sebuah makna yang berarti kerjasama dan saling mendukung untuk sebuah tujuan besar. Jika sebuah sekolah masih ada istilah guru favorit atau kelas favorit maka sekolah sudah gagal dalam membentuk sebuah tujuan bersama. Keberhasilan sekolah dihasilkan dari kerjasama banyak pihak dan dukungan semua pemangku kepentingan. Tidak ada ‘Superman’ yang ada adalah ‘Superteam’. Tiap akhir tahun ajaran kepala sekolah menentukan target pencapaian tahun berikutnya. Tidak harus soal akademis. Target pencapaian bisa apa saja tergantung tantangan yang sekolah hadapi. Siapa yang paling tahu tantangan apa yang sekolah hadapi? mereka adalah guru dan orang tua siswa. Ajak komite sekolah untuk lakukan curah pendapat. Jika target pencapaian sudah didapat maka bentuk tim tim kecil yang akan mengerjakan target dan pencapaian. Dalam setahun kepala sekolah sibuk memantau tiap tim dan minta mereka rutin mempresentasikan kemajuan kerjanya dalam rapat yang dihadiri oleh semua pihak. Sebuah tujuan yang baik adalah tujuan yang masuk akal, berorientasi solusi dan selalu dikontrol dalam pengerjaannya. Semua akan mendapatkan manfaat dari situasi ini. Kerja kolaborasi akan berbuah budaya kerja dan kepemimpinan.

6. Guru tidak merasa dirinya dipercaya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah membuat struktur organisasi yang dinamis. Waka kurikulum, sarpras dan kesiswaan digilir tiap dua tahun. Buat proses pemilihan yang transparan dan memungkinkan siapa saja yang punya potensi untuk maju. Dalam setiap kegiatan rutin atau hari besar selalu angkat orang yang berganti ganti sebagai ketua yang berhak memilih teamnya sendiri. Hal ini demi membuat semua guru punya kesempatan untuk memimpin. Proses dalam berorganisasi di sekolah akan membuat guru timbul kepercayaan bahwa dirinya adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa memimpin.

7. Kiprah guru di luar sekolah dibatasi dan bukan difasilitasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kiprah guru diluar sekolah bisa berarti ikut pelatihan, memberikan pelatihan sampai berorganisasi. Jika sekolah ingin gurunya menjadi kreatif maka peluang berkegiatan diluar sekolah mesti dibuka lebar. Kepala sekolah hanya harus mengingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar dan mendidik siswa di sekolah. Jika ada kegiatan diluar itu maka guru sebaiknya menyiapkan diri dan penggantinya agar siswa yang menjadi tanggung jawabnya tidak terlantar. Sekolah mempunyai daftar siapa saja guru yang punya kapasitas berikan pelatihan sampai guru mana saja yang perlu ikut pelatihan di luar sekolah. Kepala sekolah harus memegang data tersebut dan memastikan bahwa kiprah guru di luar sekolah sama suksesnya dengan kiprah ia di dalam sekolah.

8. Guru dibiarkan di zona nyaman, padahal pendidikan itu dinamis

Inovasi yang bisa dilakukan: Peran pemimpin sangat diperlukan disini. Pemimpin yang senang dengan pujian akan menikmati memanjakan guru asal semua guru menuruti apa keinginannya. Guru dibiarkan di zona nyaman dan tidak diberikan kesempatan melakukan inovasi. Bukannya membuat sibuk gurunya dengan meminta mereka melakukan inovasi tapi malah mengejar kepatuhan bawahan pada pimpinan. Semua inovasi yang diizinkan adalah inovasi yang dimengerti oleh pimpinannya. Awalnya guru akan senang senang saja menjalankan ABS atau Asal Bapak Senang. Lama kelamaan mereka akan gerah sendiri karena pekerjaan sebagai pendidik menjadi tidak menarik lagi karena pimpinan menjalankan agenda nya sendiri dan bukan melibatkan semua pihak untuk menentukan tujuan dan kolaborasi kerja bersama mencapai tujuan yang disepakati.

9. Guru muda/guru baru dibiarkan tercemar oleh guru lama yang apatis dan sudah bosan dengan profesinya.

Inovasi yang bisa dilakukan. Sibukkan semua guru dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna. Pimpinan cepat lakukan pemetaan mana guru senior yang kerjanya nyinyir dan cenderung menjadi provokator. Guru muda diberikan peran dan tips cara mengajak yang senior bekerja. Mereka yang senior perlu diberikan posisi yang diminta pertimbangan. Dengan demikian mereka akan senang terlibat dan tidak mengganggu program. Jika ada senior yang memilih untuk menjadi sosok yang negatif maka akan menjadi tugas kepala sekolah untuk membenahi. Supervisi guru juga bisa menjadi ajang bagi guru senior dan yunior kembali mengingat posisinya sebagai bagian dari team. Dikarenakan dalam situasi supervisi akan ada refleksi yang akan membuat individu guru kembali menjadi sosok yang profesional.

10. Sekolah gagal mengenali guru yang mulai terkena gejala burn out. Cirinya lelah mental, apatis sampai frustasi.

Inovasi yang bisa dilakukan: Burnout merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Siapa saja bisa mengalami burnout. Ada macam macam penyebabnya. Hal yang sekolah bisa lakukan adalah sekolah melakukan variasi antara target yang tinggi bagi guru di kelas nya, menjaga pengupahan dan jenjang karier sampai memberikan tanggung jawab lebih dari sekedar mengajar.

11. Sekolah membiarkan adanya pemimpin informal.

Inovasi yang bisa dilakukan: sekolah melakukan berdasarkan prinsip asset based management. Setiap orang memiliki potensi yang bisa diberdayakan. Potensi dan aset individu perlu dikenali dan diidentifikasi. Dalam pengembangan sekolah semua potensi perlu diajak bicara dan diskusi. Pemimpin informal tidak selamanya menjadi batu sandungan bagi sebuah usaha perubahan. Syaratnya adalah sekolah punya perangkat standar dan aturan. Jika orang itu adalah pemimpin informal yang punya jiwa yang baik. Maka ia akan merasa dirinya adalah bagian dari perubahan positif. Jika pemimpin informal itu adalah sosok yang tidak punya niat baik dengan standar dan aturan yang dimiliki sekolah ia akan tersingkir dan akan menjadi tidak relevan bagi orang orang disekitarnya.

12. Sekolah tidak punya cara/sistim dalam mendukung guru untuk lebih berhasil.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah melakukan penilaian, supervisi dan evaluasi diri bagi guru. Penilaian dan supervisi guru di sekolah seharusnya menjadi proses menyeluruh dan mendukung bagi pengembangan seorang guru. Proses penilaian kinerja guru mestinya dirancang untuk memastikan bahwa semua guru memiliki keterampilan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk menjalankan peran mereka sebagai guru secara efektif. Cara yang paling efektif dalam menilai guru adalah dengan observasi dan evaluasi diri guru. Jika tujuan utama penilaian kepada guru adalah untuk menginformasikan pengembangan profesional dan mempromosikan pembelajaran, maka observasi dan evaluasi diri guru dapat memberikan alat yang berharga untuk memacu refleksi diri guru dan mencapai tujuan formatif sebagai seorang pendidik.

13. Relasi sekolah dan guru hanya sekedar memberikan upah/gaji

Inovasi yang bisa dilakukan: Proses perencanaan anggaran di sekolah selain untuk penggajian dan kesejahteraan mesti juga dialokasikan untuk biaya pelatihan dan pengembangan kompetensi. Sekolah yang baik adalah mempersiapkan guru gurunya dalam menjadi pendidik yang profesional. Bagaimana jika sudah dididik kemudian keluar karena ada tawaran gaji lebih tinggi? untuk itulah sekolah perlu menyiapkan cara agar karya cipta intelektual semua yang ada di sekolah tidak terbawa pergi saat si empunya pergi. Kalaupun guru yang sudah dididik tetap pergi anggap itu adalah sumbangan sekolah bagi masyarakat pendidikan dengan memberikan guru guru nya yang terbaik. Ada banyak situasi yang membuat seorang guru tetap bertahan mengajar di satu sekolah selama bertahun tahun selain masalah kesejahteraan juga karena pelatihan yang baik dan aplikatif.

14. Supervisi guru berlangsung datar dan formalitas saja. Guru tidak pernah ditanya ingin melakukan apa agar proses belajarnya lebih bermakna pasca supervisi guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Supervisi guru juga mesti memberikan kesempatan pada guru untuk membuat ‘personal goal setting’. Apa itu personal goal setting? Goal setting adalah proses yang kuat untuk berpikir tentang masa depan yang ideal bagi si pembuat, memotivasi diri sendiri untuk mengubah visi tentang masa depan dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan. Apa manfaat goal setting? Dengan melakukan goal-setting, guru akan memiliki tujuan jelas, sehingga guru dapat mengambil keputusan atau beraktivitas sehari-hari dengan arah yang sejalan dengan tujuan tersebut dan tidak lagi bingung. Kepala sekolah sebagai atasan dengan mudah bisa memandu dan mendampingi guru guru nya dikarenakan ia mengetahui arah pengembangan diri anak buahnya.

15. Sekali guru lakukan kesalahan maka sekolah akan langsung memberikan label negatif tanpa coaching dan pembinaan.

Inovasi yang bisa dilakukan: Melakukan kesalahan adalah kewajaran dalam proses melayani siswa di sekolah. Itulah sebabnya sekolah perlu mempunyai visi misi (yang selalu diupdate) yang kemudian diterjemahkan dan diturunkan dalam bentuk kebijakan (policy), peraturan dan SOP. Semua perangkat yang sudah didiskusikan dan disosialisasikan bersama sama dengan semua pihak di sekolah. Jika sekolah sudah mempunyai perangkat tadi maka kepala sekolah sebagai atasan hanya perlu mengingatkan dan mengajak gurunya kembali ke jalur yang sudah ditentukan bersama. Tidak perlu ada label negatif kepada guru yang melakukan kesalahan jika ada aturan yang jelas dan kepala sekolah fokus pada perbaikan.

16. Guru diterima bekerja bukan karena karakternya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi banyak sekolah swasta cara terbaik menghemat anggaran adalah dengan menerima fresh graduate atau yang baru lulus kuliah. Cara terbaik di saat ini untuk melihat karakternya adalah dengan meminta akun media sosial nya. Cukup meminta nama akunnya saja dan bukan passwordnya. Cara ini adalah cara terbaik untuk melihat bagaimana ia bersikap dan bermedia sosial. Jika ada hal hal yang tidak patut yang ia lakukan sebagai seorang calon pendidik hal ini bisa menjadi pertimbangan apakah ia layak diterima atau tidak. Saat sudah diterima pun guru mesti dipagari dengan kebijakan dan aturan yang membuatnya akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter.

17. Sekolah tidak punya peta jalan bagi seorang guru untuk berkembang.

Inovasi yang bisa dilakukan: Di sekolah negeri jenjang kepangkatan guru sudah diatur sedemikian rupa. Sementara di sekolah swasta ada banyak pilihan dan cara dalam menerapkan jenjang kepangkatan guru yang akan memberikan guru gambaran pengembangan dirinya sebagai profesional. Di sekolah swasta cara yang bisa diambil adalah menguatkan jabatan middle management. Apa yang dimaksud middle management? Manajemen menengah atau dalam profesinya adalah manajer menengah tugasnya membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya atau bisa juga karyawan operasional. Jabatan middle management di sekolah bisa saja merupakan koordinator year level, koordinator mata pelajaran, koordinator BK dan sejenisnya yang bisa membuat guru punya pengalaman memimpin. Jabatan middle management digilir selama satu atau dua tahun ajaran. Dengan demikian semua guru punya kesempatan dan pengalaman memimpin. Jika guru kenyang memimpin ia akan mudah diminta menjadi kepala sekolah atau diterima menjadi pemimpin di sekolah lain.

18. Hubungan atasan dan bawahan kaku. Guru tidak pernah/jarang mendapatkan umpan balik (feedback) bermutu.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah menempatkan dirinya juga sebagai pembelajar. Dengan tekun ia memonitor hasil belajar mengajar guru gurunya. Dengan demikan semua diskusi dengan guru adalah soal mutu pengajaran. Kepala sekolah dengan sabar mendengar jika guru guru nya perlu dukungan. Jika Kepala sekolah semata menempatkan dirinya sebagai sosok pemimpin yang haus kuasa dan selalu minta dihormati maka tak akan pernah guru dapatkan umpan balik konstruktif mengenai mutu pengajarannya. Dikarenakan rapat dan pertemuan dengan atasan isinya hanya mendengarkan isi pembicaraan satu arah yang isinya bahkan terus menerus diulang sampai bawahan yang hadir menjadi hapal. Guru akan bisa maju jika isi pembicaraan antara kepala sekolah dengan guru hanyalah soal bagaimana meningkatkan mutu belajar mengajar dan bukan yang lain.

19. Sekolah jarang kedatangan ahli yang bisa membantu guru mengembangkan cara mengajarnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Jika mendatangkan seorang ahli perlu biaya yang besar, maka saatnya sekolah menumbuhkan budaya belajar. Budaya yang dimaksud adalah meminta setiap guru untuk tampil berbagi pengetahuan yang didapatkannya dari beragam sumber tiap minggunya. Misalnya dari buku, youtube atau seminar/pelatihan yang diikutinya baik online atau offline. Dengan demikian setiap minggunya setiap orang mendapatkan giliran tampil dan memaksa ia untuk belajar kembali demi bisa tampil didepan sesama rekan guru dengan baik dan lancar. Ada banyak manfaat salah satunya guru menjadi punya keterampilan public speaking yang akan membuat ia tampil percaya diri di depan KKG atau MGMP. Merupakan cara terbaik dan saat bersamaan sekolah jika ada dana tetap harus menghadirkan pembicara yang tentunya bukan orang yang hanya mengerti teori namun juga merupakan pembicara yang aplikatif dan saran sarannya mampu diterapkan di kelas oleh guru guru yang ikut pelatihannya.

20. Sekolah membiarkan guru gurunya lebih banyak berceramah di kelas daripada memfasilitasi siswanya agar aktif.

Inovasi yang bisa dilakukan: Kepala sekolah harus menjadi orang yang kemudian mengawasi bagaimana guru nya mengajar. Jika ada guru yang duduk saja saat mengajar hampir pasti pembelajarannya monoton. Kepala sekolah perlu membuat semacam prosedur singkat bagaimana mengajar. Bagi tahapan mengajar menjadi empat yaitu pembukaan (berisi permainan ice breaking yang menggugah siswa), front loading (pembukaan materi yang memicu keingintahuan siswa atau kuis singkat demi mengingatkan siswa), pembelajaran inti (berisi siswa bekerja sama dalam kelompok dengan teknik pembelajaran kooperatif) sampai kemudian penutup (berisi test singkat yang berisi kuis yang membuat guru tahu bagaimana siswa belajar dan apa hal yang masih perlu diubah). Nah dari tahapan tadi hampir tidak menyisakan kesempatan guru bersantai. Apabila kepala sekolah melihat ke kelas maka yang akan dilihat adalah kesibukan guru dan siswa dalam belajar dan melakukan pembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan.

21. Orang tua siswa dilibatkan hanya bila ada perlunya saja.

Inovasi yang bisa dilakukan: Orang tua siswa di sekolah adalah sosok yang perlu sangat berhati hati dalam pelibatannya. Kemajuan sekolah sedikit banyak bergantung pada orang tua siswa. Intinya lakukan pelibatan yang jelas dan terstruktur. Sekolah tetap sebagai lembaga yang memgang kendali dengan mengandalkan pada tujuan dan visi misi sekolah. Dari situ semua usaha pelibatan orang tua siswa didefinisikan. Pembagiannya sederhana kapan dan dalam urusan apa orang tua siswa dilibatkan. Semua orang tua siswa senang diajak merencanakan sebuah kegiatan dan senang merasa terlibat. Dari sini sekolah bisa memulainya dengan pembagian peran yang membuat orang tua siswa merasa dihargai dan dilibatkan tentunya dengan tidak melanggar prinsip bahwa lembaga sekolah lah yang berwenang mendidik anak anak dan mengelola guru gurunya. Orang tua siswa bisa dilibatkan dalam hari besar agama dan nasional serta dalam acara dimana kehadiran orang tua dirasakan siswa dan guru membantu dan memperlancar. Sebuah hal yang terlarang bagi sekolah untuk mendekati orang tua siswa karena ingin orang tua menyumbang bagi kegiatan di sekolah atau membantu membelikan alat dan fasilitas sekolah. Biarkan proses itu berjalan dengan alami dengan pembagian peran yang masuk akal tanpa pihak orang tua merasa dirinya dimanfaatkan.

22. Hubungan guru senior dan guru yunior di sekolah tidak kondusif. Guru senior gemar mengkritik dan guru yunior sering makan hati karena tingkah rekannya yang senior.

Inovasi yang bisa dilakukan: Hal-hal yang bisa dilakukan kepala sekolah dalam hal ini adalah: Jika membuat team untuk kegiatan dan masalah apapun, selalu buat komposisi guru yunior dan guru senior secara seimbang, dengan demikian semua orang jadi belajar bekerja sama. Saat ada guru yang keluar dari sekolah untuk bekerja di sekolah lain untuk alasan apapun selalu lakukan wawancara dengan guru tersebut. Wawancara berguna untuk ketahui bagaimana situasi pekerjaan antara senior dan yunior serta jika ada masalah apakah usulnya akan perubahan. Guru yang akan keluar biasanya lebih blak-blakan dalam berpendapat karena dirasa sudah tidak ada beban lagi. Kepada guru yunior katakan bahwa sekolah siap menerima masukan demi perbaikan dan bukannya guru yunior mesti ikuti tata cara di sekolah tapi sekolah yang mesti ikuti saran guru baru sepanjang inovatif dan bertujuan baik. Karena bisa saja guru yunior tersebut berasal dari sekolah yang lebih baik atau punya kelebihan dalam bidang tertentu yang bisa memajukan sekolah.

23. Sekolah membiarkan sesama guru nyinyir jika ada rekannya yang kreatif di kelas. Akibatnya timbul praktik melabeli guru lainnya dengan label aneh, cari muka dan label buruk lainnya saat ada guru yang berusaha kreatif.

Inovasi yang bisa dilakukan: Arti kata “nyinyir” dalam bahasa gaul ? Cerewet. Terlalu banyak mengomentari. Arti yang lain adalah suka ngomel bersifat mengejek atau memandang rendah. Jika ada praktek ini di sekolah anda berarti ada budaya yang tidak baik yang berlaku. Budaya ini bahkan cenderung toksik atau meracuni sendi sendi kehidupan sebagai pendidik profesional. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan rutin untuk semua guru tanpa terkecuali. Dengan demikian semua guru punya tanggung jawab yang sama. Jika sekolah ingin lakukan bedah kelas (mendisplay/menghias kelas sehingga representatif) lakukan secara bergantian atau menggunakan sistem arisan sehingga semua kelas dikerjakan bersama dengan kreatif. Adakan selalu acara berbagi pengetahuan sehingga semua yang nyinyir akan larut menjadi sosok yang bersedia berbagi dan menghargai orang lain karena dipaksa secara halus untuk menjadi sosok orang yang senang belajar dan berbagi.

24. Inovasi guru kurang dihargai. Penilaian kinerja di sekolah subyektif dan bukan berdasar pada bukti pencapaian seorang guru.

Inovasi yang bisa dilakukan: Guru yang profesional dinilai kinerjanya tiap tahun ajaran selama satu semester sekali. Kepala sekolah lah yang berperan dalam menilai kinerja guru dikarenakan

  • Peran kepala sekolah sebagai lead learner atau pemimpin para pembelajar
  • Kepala sekolah sebagai penjamin mutu pendidik yang ada di sekolahnya
  • Kepala sekolah adalah orang yang bertugas menjadi coach bagi guru gurunya
  • Kepala sekolah adalah orang yang memastikan guru gurunya mengajar dengan baik

Menilai kinerja guru mempunyai beberapa prinsip

  • Keterbukaan dengan kriteria penilaian yang terbuka dan bisa dengan gampang diakses
  • Berlandaskan dengan 4 kompetensi guru
  • Mengutamakan prinsip guru yang baik adalah guru yang efektif dan kreatif dalam mengajar dan berjiwa profesional dalam membawakan diri sebagai guru
  • Kepala sekolah melihat dan mengobservasi guru saat mengajar dengan perjanjian (tidak mendadak)
  • Ada sesi feed back
  • Ada raport guru yang bersifat narasi (dikeluarkan setahun dua kali)
  • Bukan berdasarkan kedekatan dengan pimpinan
  • Berujung pada (berdampak) perubahan kesejahteraan

25. Pelatihan untuk guru hanya berkisar pada motivasi saja. Guru jarang diasah kompetensinya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Bagi guru dan sekolah, pelatihan sangat penting, ibarat HP guru juga perlu di’charge’ supaya semangat dalam mengajar. Sayangnya pelatihan guru biasanya ‘hit and run’ alias materinya menempel sebentar terus hilang entah kemana. Belum lagi tema pelatihan yang datangnya dari atas alias dari pemilik atau pimpinan sekolah, guru semakin kurang tertarik.

Ciri pelatihan guru yang efektif adalah pembicara atau fasilitatornya adalah guru juga. Berisi tips & trik aplikatif supaya langsung bisa diterapkan. Guru dimotivasi lewat grafik, film dokumenter, artikel terkini di koran serta hal lain yang membuat guru bersedia belajar dan berubah

Ramuan pelatihan guru yang aplikatif terdiri dari motivasi 10%, tips & trik mengajar 70%, background teori 20%. Sekolah boleh memotivasi habis-habisan gurunya agar semangat mengajar & cinta pada profesinya, namun tetap hal yang aplikatif yang tetap dinanti.

26. Sekolah lalai dalam menyimpan kreativitas guru gurunya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah minta guru membuat blog pribadi yang dikompilasikan ke dalam situs website sekolah. Blog sebagai sebuah alat untuk berefleksi sangat layak untuk digunakan para pendidik. Pendidik yang sadar bahwa dunia mengajar adalah dunia dimana seseorang memungut serpihan kebajikan dan kebijakan dalam keseharian untuk kemudian dihantarkan pada siswa akan senang melakukan blogging. Blogging disisi lain juga bisa dijadikan sarana untuk berkhayal (berdasarkan kurikulum lho) mengenai hal apa saja yang akan dilakukan seorang guru di minggu mendatang dan setelah ia melakukan rencananya di kelas ia akan update mengenai hal apa yang kurang atau sudah terjadi di kelas. Saat semua pendidik dalam satu sekolah sudah menulis blog maka dengan mudah sesama guru, kepala sekolah, siswa dan orang tuanya akan senang untuk melihat kembali jalannya pembelajaran karena semua tersimpan rapi di blog.

27. Sekolah meyuburkan komunitas ‘yes man’ atau ‘asal bapak senang’ dan bukan komunitas pembelajar.

Inovasi yang bisa dilakukan: Berikut ini adalah cara yang bisa ditempuh menuju pembentukan masyarakat pembelajar disekolah.

1. Melakukan pembinaan kompetensi guru yang berkelanjutan. Hal ini sangat diperlukan untuk memelihara kompetensi serta kemampuan guru untuk bisa menjadi profesional saat mengajar dikelas. Untuk mewujudkan pembinaan ini sekolah bisa mengadakan pembinaan kompetensi dengan memanggil ahli dari luar komunitas sekolah atau dari dalam sekolah sendiri. Pihak leadership team dengan demikian perlu membuka diri dan memberikan dukungan baik secara dana maupun kebijakan yang menyuburkan prektek berbagi pengetahuan ini.

2. Pelatihan yang diadakan perlu memperhatikan prinsip berikut ini.

  • Relevan dan benar-benar dibutuhkan oleh guru.
  • Bersifat metode praktek dan langsung bisa dipraktek kan dikelas.
  • Merupakan sebuah keterampilan yang bisa membantu guru dalam banyak haldi dunia pembelajaran. Misalnya pelatihan mengenai pemetaan pemikiran. Guru dapat menggunakan metode penedekatan belajar ini dalam setiap subyek mata pelajaran.
  • Belajar aktif. Hindari jenis pelatihan yang membuat peserta duduk diam dan hanya mendengarkan saja.
  • Lintas kurikulum. Dengan mengunakan prinsip ini semua guru akan mendapat manfaatnya.

3. Mulailah mencari dan mengkalkulasi minat atau keahlian yang bisa dibagi dari dalam komunitas sekolah dulu.

Buatlah daftar keahlian dari semua komunitas sekolah. Hal-hal yang biasanya menjadi minat, pengalaman atau keahlian dari guru yang dapat dibagi dengan teman sejawatnya adalah

  • Teknologi.
  • Kebutuhan khusus, mengajar anak yang berkebutuhan khusus
  • Matematika
  • Permainan untuk mendukung pembelajaran
  • Manajemen kelas
  • Manajeman perilaku anak
  • Mengelola orang tua
  • Buku terbaru yang bermanfaat bagi pendidikan
  • Berbagi pengalaman sepulang dari acara atau workshop di luar sekolah. Sekolah hanya perlu membiayai satu atau dua orang untuk datang, setelah itu orang yang datang harus berpresentasi membagi pengetahuannya.
  • Hal-hal lain yang sifatnya praktis dan dirasa berguna dan membantu tugas guru sehari-hari.

4. Waktu untuk berbagi.

  • Hari -hari khusus, biasanya 3 hari menjelang tahun ajaran dimulai
  • Pertemuan antara guru bidang studi, di dalam atau diluar sekolah (gugus)
  • Setelah jam pelajaran berakhir
  • Serta waktu-waktu yang memungkinkan lainnya untuk diadakan pelatihan singkat yang bermanfaat.
  • Rapat seluruh guru

Komunitas yes man atau ABS (asal bapak senang) terbentuk karena guru guru terjepit pada tipe atasan yang menginginkan satu suara pada setiap masalah alias menggunakan pendekatan otoriter. Sehingga daripada ribut atau memakan waktu lebih baik iyakan saja yang penting aman.

28. Sekolah membiarkan guru gurunya punya standar sendiri sendiri dalam mengelola kelasnya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membuat standar prosedur dalam guru mengelola kelas. Sekolah menyediakan dua jenis aturan. Pertama adalah aturan yang berlaku di sekolah secara menyeluruh. Ia bersifat umum dan mengacu kepada aturan yang bersifat mengikat semua dalam lingkup satu sekolah. Aturan yang bersifat satu sekolah ini kemudian dimasukkan ke dalam aturan bagi siswa yang dimasukkan ke dalam buku saku siswa atau student handbook.
Yang kedua adalah sekolah membolehkan tiap wali kelas membuat aturan yang bersifat mengikat di kelasnya saja. Tentu saja aturannya menerapkan teknik disiplin yang positif. Disiplin positif merupakan pendekatan mendidik anak untuk melakukan kontrol diri dan pembentukan kepercayaan diri. Disiplin berbeda sama sekali dengan hukuman meskipun disiplin sering diterapkan dengan menggunakan teknik hukuman.Cara mengajarkan disiplin positif pada anak. Kenalkan disiplin sejak dini. Rutinitas adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak dan dapat membantu dalam proses belajar disiplin anak. Diskusikan setiap aturan dan kesepakatan yang dibuat. Berikan konsekuensi logis. Bersikap tegas, bukan marah.
Jika sekolah membiarkan guru punya standar sendiri maka akan dikenal guru killer, guru kejam, guru galak atau sebaliknya guru lembek, guru santuy yang membuat harga diri guru menjadi berkurang. Jika situasi ini yang terjadi maka guru tidak akan efektif mengajar. Ia hanya akan sibuk mendisiplinkan siswa selama satu tahun ajaran dan menyalahkan siswa jika target pembelajarannya tidak tercapai. Padahal guru lah yang tidak berhasil memastikan aturan kedisplinan dijalankan dengan baik. Dengan demikian diperlukan campur tangan sekolah lewat aturan yang mengatur perilaku siswa dengan konsisten, komitmen dan adil.

29. Sekolah membiarkan sebuah kasus (dilakukan guru atau siswa) yang sebenarnya merupakan sebuah puncak gunung es.

Inovasi yang dilakukan: Sekolah tidak pernah menganggap enteng masalah yang terjadi di sekolah. Baik itu situasi antar guru dan siswa, guru dan guru, guru dan kepala sekolah sampai antara guru dan orang tua siswa. Semua masalah didata dan dicarikan jalan keluar. Masalah yang sering terjadi adalah bullying dari siswa ke siswa, guru ke siswa bahkan siswa ke guru biasanya dianggap hal biasa saja di sekolah yang tidak efektif. Di sekolah yang efektif aturan diberlakukan dan ditinjau secara rutin (2 tahun sekali) sesuai dengan kasus yang terjadi. Tiap kasus didokumentasikan dan dicarikan jalan keluar dengan mengandalkan solusi jangka panjang. Sekolah tampil sebagai lembaga yang mau belajar dari kesalahan tidak susah untuk meminta maaf jika ada kelalaian dari staf atau pelayanan lembaga kepada siswa dan orang tua siswa. Dalam penerapan sangsi semua pihak dilibatkan dengan tujuan mendidik sambil memikirkan solusi jangka panjang. Dengan demikian semua peristiwa dimaknai dan dijadikan tangga menuju keberhasilan mendidik dan menciptakan generasi yang lebih baik.

30. Guru kesulitan menjawab jika ditanya apa karakter/budaya sekolahnya

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah memulai menanamkan budaya sekolah lewat penerjemahan visi misi sekolah terlebih dahulu. Bagaimana jika visi misi sekolah lama tidak terupdate? nah saatnya sekolah memutakhirkan terlebih dahulu visi misinya sesuai tantangan zaman. Tahap berikutnya adalah menurunkan definisi dari visi misi dan tujuan sekolah menjadi jenis jenis karakter yang kemudian menjadi andalan sekolah dalam bersaing dengan sekolah lain dalam hal mutu lulusan. Profil Pelajar IB (atau biasa disebut sebagai Learner Profile) terdiri dari sepuluh atribut, yang bersama-sama mengekspresikan nilai-nilai yang melekat pada rangkaian pendidikan internasional IB (IBO 2008). Budaya yang dikembangkan antara lain: (inquirer) penanya, berpengetahuan, pemikir, komunikator, berprinsip, berpikiran terbuka, peduli, pengambil risiko, seimbang dan reflektif.

Cara mengembangkan budaya di sekolah sebagai sebuah komunitas

  1. Yayasan, kepala sekolah dan guru duduk bersama membicarakan mengenai karakter/budaya apa yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan jaman
  2. Membentuk kelompok kerja (work group) yang tugasnya membuat detail sikap atau perilaku yang diinginkan sesuai dengan tingkatan kelas. Artinya untuk satu karakter misalnya ‘bekerja sama’ klas TK sampai kelas 2 duduk bersama membicarakan detail sikap yang diinginkan dari sebuah karakter kerja sama. Kemudian kelas 3 sampai kelas 6 dan seterusnya.
  3. Jika sudah didapatkan dimulailah proses ‘memasyarakatkannya’. Karakter yang sudah didapat dari hasil rapat dengan seluruh komunitas sekolah dibuatkan deskripsi singkatnya.
  4. Proses memasyarakatkan yang saya maksud adalah;
  • Sekolah mengadakan pelatihan dan workshop bagi para guru
  • Sekolah mencetak poster 2 versi  (untuk diluar sekolah dan untuk didalam kelas) yang berisi karakter serta penjelasannya
  • Sekolah mengadakan workshop dan pelatihan untuk guru, admin atau tata usaha dan orang tua.

Tugas Guru dalam mensosialisasikan budaya

  1. Memberi saran pada works group mengenai karakter apa saja yang kira-kira cocok untuk diterapkan di sekolah
  2. Menempelkan karakter yang sudah sekolah cetak untuk ditempel di kelas masing-masing.
  3. Menggunakan kalimat yang berisi karakter saat memuji siswa, dan saat percakapan sehari-hari di kelas misalnya “Andi kamu hebat sekali karena hari ini percaya diri berpresentasi tampil di depan teman-teman mu.

Tugas kepala sekolah dan kepala bidang kurikulum dalam mensosialisasikan budaya/karakter

  1. Membuat desain raport penilaian yang didalamnya tertera karakter
  2. Memastikan guru untuk menggunakan penilaian yang mencakup karakter-karakter yang sudah menjadi persetujuan.

31. Visi misi sekolah sudah lama tidak diupdate dan hanya menjadi pajangan yang guru dan murid bahkan sudah tidak peduli lagi dengan butir dan isinya.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membentuk gugus tugas yang bekerja sama membuat kembali visi misi sekolah. Cara membuat kembali visi misi sekolah. Bersama dengan semua pemangku kepentingan menentukan tujuan perusahaan. Secara bersama mempertimbangkan nilai-nilai sekolah. Visi misi sekolah menjelaskan bagaimana sekolah akan beroperasi. Visi misi berorientasi masa depan. Visi misi tidak ambigu.

Visi dan misi merupakan elemen yang sangat penting dalam sekolah, dimana visi dan misi digunakan agar dalam operasionalnya bergerak pada track yang diamanatkan oleh para stakeholder dan berharap mencapai kondisi yang diinginkan dimasa yang akan datang sebagai sebuah perwujudan dari tujuan. Sebuah sekolah yang tidak memiliki visi dan misi yang jelas, tentulah akan berdampak pada keadaan yang tidak terkontrol serta tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai masa depan.

32. Sekolah tidak mengatur bagaimana etika relasi antara guru dan guru, guru dan siswa, guru dan orang tua siswa.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah membuat kode etik bagi guru gurunya. Kode Etik menjelaskan standar perilaku profesional yang mendorong kepatuhan terhadap nilai-nilai di sekolah. Ini memberikan kerangka kerja bagi guru untuk mendukung pengambilan keputusan etis sehari-hari sebagai pendidik. Kode etik yang dibuat oleh sekolah memberikan panduan dan memprioritaskan nilai-nilai untuk mempengaruhi cara para profesional menjalankan tanggung jawab yang mereka rasakan dan mewujudkan pengetahuan etis sebagai pendidik. Ada berbagai kemungkinan pendekatan kode etik yang mengidentifikasi tujuan pendidikan dan mengartikulasikan peran guru. Kode etik bisa mengenai seragam, cara berpakaian, cara bersikap sampai cara berkomunikasi dengan profesional. Kode etik ini dibukukan dan menjadi panduan bagi semua pihak.

33. Angka turn over (pergantian) atau keluar masuk guru yang sering.

Inovasi yang bisa dilakukan: Sekolah menyeimbangkan antara aspek tantangan dalam pekerjaan dan aspek kesejahteraan. Jika sekolah terlalu fokus pada kesejahteraan guru tanpa memberikan tantangan maka guru akan kehilangan keasikan bekerja dan cenderung sibuk pada rutinitas saja. Sebaliknya jika tantangan pekerjaan saja tanpa fokus pada kesejahteraan maka guru akan mudah patah semangat. Hal yang menyebabkan guru pindah ke sekolah lain adalah mungkin saja masalah kesejahteraan, masalah atasan atau kerja sama dengan sesama guru. Sekolah yang efektif sibuk mencari jalan keluar agar guru gurunya betah tanpa memaksa atau memanjakan.

Demikian hal yang bisa saya rangkum dan menjadi tanda atau sinyal bagi perbaikan sebuah sekolah menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik.

5 cara sukses sekolah merancang kurikulumnya sendiri.

Siapakah anda yang sedang membaca tulisan ini? sudah berapa lama anda menjadi pendidik? berapa jenis kurikulum yang anda lalui? jika anda pernah mengajar dengan pendekatan CBSA, KBK, KTSP, Kurikulum 2013 dan terakhir adalah kurikulum darurat. Selamat anda adalah manusia segala jaman. Nah gelar anda akan bertambah lagi dengan adanya Kurikulum prototype yang akan segera diluncurkan.

Kurikulum adalah belahan jiwa bagi seorang guru. Sedihnya perlakuan guru terhadap kurikulum seperti kekasih yang tidak disayang dan diperhatikan. Diserahkannya kurikulum itu pada buku paket atau diserahkan pada penilaian orang katanya begini dan katanya begitu.

Kurikulum juga sering disalah artikan sebagai semata hanya RPP. Padahal RPP adalah turunannya. RPP adalah skenario dari kurikulum yang sudah dipetakan dan ditafsirkan. Sebenarnya dengan perubahan terus menerus pada kurikulum apa sih yang guru mesti ingat dan camkan agar tetap bisa memperhatikan belahan jiwanya itu?

1. Kurikulum dari pemerintah adalah standar minimum isinya adalah hal-hal esensial yang relevan bagi semua siswa

2. Pemerintah selalu hanya memberikan kerangka dan struktur dasar kurikulum.

3. Tugas sekolah adalah melakukan kerja bersama internal dan eksternal untuk menyusun sendiri penafsirannya terhadap kurikulum yang ada.

4. Tiap sekolah mempunyai hak untuk melakukan penafsiran terhadap kurikulum demi menyesuaikan situasi dan kondisi siswa di sekolahnya masing masing.

Mulai dari mana jika ingin sekolah anda punya kurikulum yang khas dan berciri. Silahkan gunakan tahapan ini

1. Identifikasikan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah pernyataan hasil yang menangkap secara spesifik pengetahuan, keterampilan, sikap apa yang harus dapat ditunjukkan oleh siswa setelah mengikuti pembelajaran. Gunakan taksonomi Bloom sebagai panduan. Taksonomi Bloom adalah model hierarki tujuan pembelajaran yang dapat membantu guru membangun rencana pelajaran.

2. Tentukan apakah bukti bahwa siswa anda sudah menguasai pembelajaran yang anda berikan. Apakah siswa cukup menjawab pertanyaan pada test, mampu menulis laporan, melakukan eksperimen atau membaca data. Guru lah yang mesti mempunyai standar apakah muridnya sudah menguasai materi. Kecerdasan majemuk sangat membantu bagi anda mempunyai cara yang kreatif bagaimana seorang siswa dapat dikatakan ‘paham’.

3. Rencanakan test atau ujian yang menarik. Pilih jenis instrumen yang menarik dan membuat siswa terpacu dan tertarik untuk mengerjakan. Jika guru cenderung hanya memberikan satu jenis test saja maka siswa akan mudah bosan. Bukan lagi saatnya belajar hanya untuk mengerjakan test tertulis semata. Perlu ada upaya memvariasikan jenis penilaian.

4. Membuat RPP yang dinamis yang menjadi pedoman dan bukan sekedar naskah biasa. RPP harus dirancang untuk mengarahkan siswa menuju tujuan pembelajaran. Dari RPP yang ada sudah jelas tugas apa yang harus siswa kerjakan. Guru harus memiliki kebebasan untuk mengubah atau menyesuaikan rencana pelajaran berdasarkan kebutuhan belajar siswanya.

5. Lakukan terus penyesuaian. Jika sudah ada dokumen kurikulum bercirikan sekolah anda lakukan selalu survey kepada guru dan siswa serta orang tua yang menggunakannya. Di revisi tiap dua tahun sekali. Demi memastikan bahwa kurikulum tetap tanggap terhadap perubahan jaman.

Tugas sekolah lah yang berwenang mengembangkan kurikulum operasional yang relevan dan menjadi panduan bagi guru untuk melakukan pembelajaran di kelas. Jika sekolah belum mampu.

Sekolah bisa duduk bersama dengan sekolah sekolah yang ada dalam gugusnya atau minimal satu kecamatan. Hal ini sangat baik dalam rangka mengkondisikan sekolah sekolah disekitar untuk berjalan bersama dalam berinovasi.

Meyakinkan dinas pendidikan setempat pun menjadi mudah dikarenakan sebuah hal yang dilakukan bersama sama akan terlihat sebagai upaya perbaikan dan kreativitas.

7 Nilai lebih guru bertipe kepribadian Introvert

Apa yang dimaksud dengan introvert? Introvert adalah jenis kepribadian yang cenderung lebih fokus kepada perasaan dan pikiran yang berasal dari dalam diri.

Apakah anda sebagai guru punya ciri dibawah ini?

  1. Panas dingin saat acara ambil raport tiba, dikarenakan akan bertemu dengan orang tua siswa.
  2. Tahun ajaran baru deg degan dengan jenis orang tua apa yang akan menjadi mitra selama satu tahun ajaran kedepan
  3. Panas dingin ketika diminta berbicara depan rapat besar.

Jika iya selamat anda adalah guru bertipe introvert.

Tiga hal diatas adalah bukti bahwa sebagai guru, karier anda terus bertumbuh. Rasa tidak enak, deg degan datang karena anda sedang masuk ke hal yang baru. Bayangkan jika seorang guru dalam karirnya tidak ada tantangan, maka yang terjadi ia akan masuk ke zona nyaman dan tidak mau mencoba hal baru.

Namun sadar bahwa diri anda adalah guru bertipe kepribadian introvert juga merupakan hal yang penting dikarenakan titik tolak kesuksesan seorang pendidik datang dari mengerti dengan baik perihal lebih dan kurang dirinya sebagai pribadi.

Saat yang sama jangan sedih dahulu karena sebagai guru yang introvert anda punya kelebihan lho

  1. Sangat baik dalam berbicara dengan orang tua siswa (one on one) alias bicara dari hati ke hati. kemampuan ini sangat khas kaum introvert ia mudah dekat dan akrab dengan orang perorang.
  2. Punya kemampuan yang baik dalam mengolah anak anak yang introverts
  3. Punya kemampuan yang baik dalam menelaah perasaan siswa anda
  4. Anda bukan guru yang pemalu. Menyebut diri anda sendiri sebagai pemalu adalah sebuah kesalahan besar, karena anda adalah seseorang yang penuh empati, senang berperan sebagai penghubung, dan sosok yang fleksibel yang analitis dan kreatif.
  5. Sosok pendengar yang baik, yang suka mendengarkan sebelum berbicara, dan seringkali memiliki ide terbaik setelah ngobrol ngalor ngidul
  6. Gemar memperhatikan anak-anak yang berkeliaran tanpa pengawasan saat di sekolah, dan para introvert juga yang seringnya berempati melihat kolega yang membutuhkan dukungan ekstra.
  7. Senang memberi perhatian yang detail dan menyenangkan. Karena guru bertipe ini memberikan penghargaan dengan memberi perhatian.

Menjadi guru yang introvert adalah sebuah kelebihan dan keberuntungan. Mereka adalah sosok yang tenang, gemar berintrospeksi, dan menyukai hubungan mendalam dan sebaliknya malah kelelahan oleh interaksi sosial yang berlebihan.

Dikarenakan udara sekolah menjadi tambah lengkap dan segar ketika anda hadir dengan empati dan rasa perhatian pada siswa dan rekan sekerja.
Anda mungkin tampak kikuk di keramaian namun saat sudah terlibat dengan obrolan dengan seseorang anda akan menjelma menjadi orang yang menarik dan enak dijadikan rekan diskusi.

Orang tua siswa pun senang karena punya guru bagi anaknya yang perhatian dan memberikan perhatian pada saat yang tepat dan dibutuhkan. Nah dalam mendidik generasi Z saat ini, dunia pendidikan bergantung dan mengharapkan konstribusi dari para guru yang introvert ini.

Resep sukses menjadi guru profesional dan berkarakter di era 4.0

Saat saya tidak punya judul untuk ditulis. Saya biasa melihat judul judul seminar yang ada di google. Alhasil judul tulisan kali ini seperti judul seminar bukan? Menjadi guru profesional adalah sebuah perjalanan. Dikarenakan ia memerlukan karakter baik yang menjadi energi sukses mencapai tujuan. Apa saja tipsnya? silakan dicermati sesuai judul diatas.

  1. Jadikan mengajar sebagai misi anda. Akan ada bedanya sesorang yang menjadikan mengajar sebagai misi dan seseorang yang menjadikan profesi mengajar sebagai murni pekerjaan sekedar cari uang. Apa misi anda? mendidik anak bangsa kah atau membuat siswa punya daya saing di masa depan. Hanya anda yang tahu. Hal yang pasti harus sebuah hal yang positif dan terhubung dengan masa depan anak didik. Buat brand anda sendiri di media sosial sebagai guru profesional. Caranya hati hati saat bermedsos dan bagikan hal yang sudah pasti bermanfaat bagi orang lain saja.
  2. Refleksikan kembali bagaimana cara anda melalui hari hari sulit anda dalam berkarier. Hari hari sulit yang saya maksud bisa macam macam. Dari diomeli oleh orang tua siswa sampai mendapatkan siswa yang bermasalah dengan perilaku. Percayalah bahwa cara anda mengendalikan pikiran dan perasaan adalah yang paling penting. Fokus pada apa yang bisa anda bisa kontrol dan segera cari bantuan agar masalah anda lekas selesai.
  3. Perlahan mengubah karakter diri sendiri. Miliki tujuan dalam karier dan arahkan kesana semua daya dan upaya. Namun semua upaya anda dalam mewujudkan karakter diri akan percuma saat bertemu dengan orang yang toksik. Ciri mereka adalah: Membuat kita merasa bersalah. Manipulatif. Tak pernah meminta maaf. Tidak konsisten. Selalu menciptakan drama.
  4. Bagaimana cara menghindarinya? Putuskan percakapan. Berani katakan ‘Tidak’. Abaikan. Pergi saat mereka bahas topik negatif. Jika ia adalah atasan anda buang semua perkataannya dari pikiran anda dan lanjutkan hidup. Jangan Biarkan mereka memengaruhi anda secara emosional. Jangan terlalu banyak memberi penjelasan kepada orang tipe toksik.
  5. Hadapi tantangan. Jalani hari hari dimana semua terasa sulit. Tabah saat menghadapi apapun yang ada didepan jalan yang sedang ditempuh demi kebaikan. Mundur sedikit tak apa untuk kemudian maju dengan pesat dengan ilmu dan perspektif yang baru.
  6. Menerima kritik. Segera cari apa yang bisa dilakukan dengan saran yang diterima. Jadikan masukan sebagai tangga menuju pencapaian berikutnya. Menempatkan sekolah dan siswa di atas diri sendiri. Terobsesi untuk mencari solusi pada masalah belajar mengajar dan menjadi guru profesional, bukan masalah pribadi.
  7. Hati hati dan pandai memilih teman. Hindari menjadikan sesama guru yang hanya berorientasi materi dan sedang alami kelelahan jiwa (burn out) sebagai teman. Ciri cirinya adalah orang tersebut apatis, selalu berburuk sangka pada keadaan serta frustasi. Ingat pikiran dan perilaku jelek akan menular.
  8. Perilaku siswa tidak ada hubungannya dengan pribadi atau harga diri anda. Bersikaplah tenang saat siswa ada yang bermasalah dengan perilaku. Pelajari dan cari tahu dari guru guru yang pernah mengajarnya agar anda dapatkan resep dalam menimbulkan sisi baik anak tersebut.
  9. Perhatikan penampilan. Terlalu modis juga jangan. Pastikan bahwa orang lain nyaman berada didekat anda. Mari berpenampilan profesional saat yang sama juga tetap enak dilihat dan sesuai dengan di tingkat apa anda mengajar.
  10. Bersikap waspada dan hati hati saat di keramaian dan saat bersama dengan orang lain di tempat umum di sekolah. Bisa di ruang guru atau dalam acara di sekolah. Lakukan observasi terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Amati kebiasaan dan cara orang orang yang ada di sekitar anda agar tidak salah langkah. Hindari memonopoli barang atau alat kerja milik bersama.
  11. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Guru yang lain akan terlihat lebih sukses kalau yang dibandingkan adalah masa kerja atau jabatan. Bandingkan diri anda dalam kaca mata inovasi. Jika anda terbiasa berinovasi maka orang lain akan melihat kinerja dan pencapaian yang anda berikan pada sekolah dan bukan siapa anda dan sudah berapa lama anda mengajar.
  12. Pintar memotivasi diri sendiri. Saat anda kelelahan dan tidak punya motivasi. Ingat ingat murid anda di masa lalu yang karena anda sikap dan perilakunya sudah berbeda atau bahkan menjadi orang yang berhasil. Syukuri bahwa anda adalah bagian dari sebuah keberhasilan orang yang anda didik.

Pekerjaan seorang guru sebenarnya sangat simpel. Ada prinsip Mark (nilai), Plan (rencanakan) dan Teach (ajarkan). Ketiga prinsip tadi yang anda harus terus latih, poles dan refleksikan terus sudah sebaik apa anda melakukannya.

Cara terbaik adalah gunakan teknologi, kerjakan hal yang sulit dahulu dengan relaks dan fokus. Pahami diri anda sendiri dan punya ukuran khusus diri anda sendiri mengenai sosok guru yang sukses dalam mendidik dan terbuka untuk masukan dari siapapun. Dijamin anda akan menjadi guru yang profesional dan berkarakter. Selamat mencoba

3 Solusi sukses mengajar kelas secara bersamaan (online dan offline)

Hampir semua guru saat ini diminta untuk mengajar kelas online dan offline secara bersamaan. Situasinya adalah separuh siswa menghadiri kelas secara langsung dan secara virtual. Guru di kelas secara susah payah berusaha memenuhi kebutuhan siswa di kelas dan online secara bersamaan. Guru sering merasa bersalah karena mereka tahu satu kelompok siswa lebih banyak menyita waktu dan perhatian. Seringkali, siswa di kelas memonopoli waktu dan perhatian guru karena mereka dapat mengajukan pertanyaan secara langsung.

Permasalahan yang sering timbul

1. Bagaimana mengelola pembelajaran dalam dua situasi. Pembelajaran luring dengan siswa yang ada di sekolah dan daring dengan siswa yang ada di rumah

2. Membagi perhatian kepada siswa secara bersamaan

3. Siswa yang kurang perhatian dan tidak tertarik

4. Waktu yang tidak cukup dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan siswa (dalam grup dan individu)

Berikut ini adalah solusinya:

Solusi dalam merencanakan pembelajaran. (untuk waktu silahkan disesuaikan)

Guru membagi waktu selama jam pelajaran dengan pembagian sebagai berikut. 1. Pembukaan pembelajaran dengan quiz singkat atau pemaparan materi 15 menit.

2. Dilanjutkan dengan 15-30 menit guru melakukan teknik Present-Pause-Discuss. Tiga tahap yang berarti guru menerangkan (present), guru berhenti menerangkan dengan mengecek pemahaman (pause). Dilanjutkan dengan guru mendiskusikan materi pembelajaran (discuss).

3. 15- 20 menit guru memberikan pemaparan materi dan memberikan kesempatan siswa untuk mengerjakan dengan bimbingan. Siswa boleh bertanya dan guru memberikan konsultasi.Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengerjakan secara mandiri.

4. Selama 15-20 menit. Guru dalam mengatur apakah siswa bekerja dalam kelompok yang ditentukan oleh uru berdasarkan kemampuan, campuran (agar siswa bisa belajar dari rekannya) atau grup yang sudah ditentukan untuk sebuah project tertentu.

5. Melakukan 5 menit refleksi pembelajaran dengan bertanya pada siswa. Guru bisa bertanya Apa 3 poin yang kamu ambil dari pelajaran hari ini? Apa hal yang masih kamu ingin pelajari ? Bagaimana kamu menceritakan pelajaran hari ini dengan teman mu yang tidak masuk?

Solusi mengaktifkan siswa.

1. Menggunakan teknik mengajar siswa dalam kelompok. Buat 3 kelompok. Ditiap kelompok siapkan penugasan bagi siswa. Lalu lakukan rotasi tiap 10 menit atau sesuai waktu yang anda miliki. Persiapkan dengan baik dan variasikan tugas tiap kelompok. Siapkan pekerjaan bagi siswa yang selesai lebih cepat.

2. Guru membuat video atau mengambil video yang cocok di youtube. Video berisi penjelasan guru mengenai materi pembelajaran. Lakukan penjelasan dahulu sebelum meminta siswa memutar video. Berikan siswa waktu untuk melihat dan mencermati video. Setelah itu lakukan kegiatan pasca siswa menonton video. Gunakan grouping seperti di point sebelumnya.

3. Guru memberikan semacam menu (playlist) yang berisi urutan perintah kegiatan pembelajaran yang bisa siswa akses dan lakukan secara mandiri. Guru menyediakan urutan kegiatan yang berisi aktivitas pembelajaran yang beragam dari awal hingga akhir. Dengan demikian siswa tetap sibuk dan terkendali oleh guru.

4. Menggunakan papan pilihan atau hyperdocs. Manfaat Papan Pilihan: Siswa senang saat diminta memilih akan mengerjakan tugas yang mana dulu. Siswa melakukan tugas yang berbeda beda. Siswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Guru dengan rileks memonitor siswa dan bisa dengan santai berdiskusi dengan siswa.

Solusi membuat siswa mau bertanya dan mendapatkan jawaban selama pembelajaran.

1. Lakukan strategi ‘3 before me’, atau bertanya kepada 3 hal/orang sebelum bertanya kepada guru. Langkah pertama: Minta siswa bertanya dahulu kepada Google atau melakukan pencarian jawaban mereka secara online. Langkah kedua : mencari jawaban lewat tutorial video YouTube. Langkah ketiga: bertanya pada teman sekelas (yang sedang online di rumah atau teman yang ada di kelas. Bagaimana jika belum juga ditemukan jawabannya? baru bertanya pada guru.

2. Jika siswa masih belum menemukan jawaban. Siswa bisa menggunakan aplikasi seperti Padlet, google forms atau ClassroomQ untuk bertanya agar guru dan siswa lain bisa membantu menjawabnya.

Situasi saat ini memerlukan guru yang senang mencoba dan belajar dari pengalaman yang ia lalui. Guru kreatif memaknai teknologi hanya sebagai alat. Dalam diri guru kreatif sudah lekat dengan keinginan untuk selalu menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi anak didiknya.

Selamat mencoba.

47Amalya, Iha Ikha and 45 others10 Comments20 SharesLikeCommentShare

%d blogger menyukai ini: