Solusi jitu perencanaan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru.


Pendidik mana yang tidak senang karena proses pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilakukan? saat yang sama ada banyak kekhawatiran bahwa murid sudah tertinggal jauh dalam soal pencapaian akademis.

Dalam survei baru-baru ini oleh Lembaga McKinsey, guru dari delapan negara yang berbeda, melaporkan “bahwa siswa rata-rata tertinggal dua bulan dari biasanya pada awal November 2020.” Selain itu, “guru di sekolah di mana lebih dari 80 persen siswanya tinggal dalam rumah tangga di bawah garis kemiskinan melaporkan rata-rata kehilangan pembelajaran selama 2,5 bulan.”

Strategi apa yang bisa anda lakukan? Sebelumnya mari kita ubah cara pandang dahulu terhadap situasi ini. Dikarenakan jika cara pandangnya adalah mengejar ketertinggalan (learning loss) maka sekolah anda akan menempuh yang namanya upaya remedial dibandingkan dengan akselerasi.

Remedial – menguasai konsep pembelajaran masa lalu yang tertinggal
Akselerasi – mempersiapkan sukses ke masa depan.
Bagaimana cara penerapan prinsip akselerasi

  1. Petakan dahulu mana saja pengetahuan siswa yang dikhawatirkan masih belum mencukupi. Lakukan diagnostic test. Guru tiap matpel berkumpul bekerja sama untuk membuat test sederhana berdasarkan hasil pemetaan kurikulum. Hasilnya bisa menjadi dasar di area mana saja siswa masih perlu dukungan.
  2. Saat nanti PTM sudah berlangsung lakukan penilaian secara formatif untuk mengetahui pengetahuan yang siswa miliki sejauh ini dengan cara yang menyenangkan dan sering.
  3. Lakukan pembelajaran dengan cara diferensiasi, setelah cek kemampuan anak lalu membuat program yang berbeda beda untuk siswa sesuai dengan irama belajarnya (lambat, sedang dan cepat) agar masing masing tekun belajar kembali.


Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh kita semua sebagai pendidik dalam situasi persiapan menuju tatap muka ini yaitu

Berusaha keras kembali ke situasi sebelum pandemi. Pola pikir ini akan membuat standar prokes menjadi berkurang dan guru lebih condong untuk melakukan pembelajaran konvensional. Padahal tanpa sadar ia dan muridnya sudah berinovasi selama PJJ berlangsung.

Lalai mengecek siswa. Kewajiban sekolah dan guru adalah berusaha mencari tahu mengenai hal yang dialami siswa dalam situasi luar biasa pandemi ini. Bisa saja siswa mengalami guncangan saat pandemi berlangsung. Ada anggota keluarga yang wafat, kehilangan pekerjaan atau penurunan penghasilan serta banyak alasan lain yang menyebabkan anda mesti berempati padanya

Anda bisa saja berpikir bahwa telah tejadi ‘learning loss atau defisit yang berujung kerugian dari sisi pembelajaran. Lebih baik siapkan rencana agar siswa bisa kembali ke jalur sebagai pembelajar yang sesuai dengan kapasitas.
Pertahankan mental anda sebagai pendidik yang berani mencoba, fleksibel, bersedia menyesuaikan diri dan berani dalam mencari solusi.

Dari situasi pandemi semua pendidik menjadi sadar bahwa pengetahuan ada dimana mana. Saat PJJ anda sebagai guru akan terlihat lucu ketika memberikan pertanyaan yang mudah di googling oleh siswa. Sebaliknya siswa akan semangat mencari dan belajar lebih saat guru perhatian dan memperbaiki caranya berkomunikasi.

Saat PTM nanti sekolah harusnya menjelma seperti layaknya ‘bengkel’ dan bukan museum yang senyap dan sepi. Sebuah sekolah jika diibaratkan bengkel atau workshop yang terjadi adalah dimana mana siswa riuh, sibuk dan fokus karena pembelajarannya menarik serta membuat mereka betah. Suasana ini terbangun dikarenakan guru sudah sering lakukan inovasi selama PJJ berlangsung sebisanya dan semampunya.

Sekali lagi cara pandang terbaik menjelang dilakukannya PTM nanti bukan dalam suasana mengejar ketertinggalan namun lebih pada upaya pemulihan proses pembelajaran.

It’s Not Learning Loss…It’s Educational Recovery

3 keterampilan penting bagi guru kekinian

Bagi seorang guru sangat penting kiranya untuk mempunyai keterampilan mengelola perasaan dan punya pola pikir yang tepat dan membuat dirinya sukses sebagai pendidik. Seorang pendidik adalah sosok yang kesehariannya sibuk mengelola interaksi dirinya dengan manusia disekitarnya. Mereka adalah murid muridnya, sesama guru, atasan dan orang tua siswa. Jika pendidik mampu menguasai keterampilan diatas akan membuat dirinya tahan banting dan senang mencoba hal yang baru.

Berikut ini adalah keterampilan dan pola pikir apa saja yang perlu dikuasai

  1. Pola pikir berorientasi pada solusi. Saat hadapi masalah hindari emosi. Fokuslah pada solusi. Jika sebagai pendidik anda fokus pada solusi anda akan terlupa untuk menyalahkan sistem pendidikan, kurikulum, input siswa, orang tua siswa bahkan diri anda sendiri.
  2. Tahan uji dalam menahan emosi. Keterampilan ini hanya akan diuji ketika anda gagal atau pada saat anda dicemooh atau saat menghadapi cercaan dari senior sesmaa pendidik atau bahkan sikap murid yang tidak pada tempatnya. Jika emosi anda tetap stabil dalam situasi yang tidak enak dan tidak menyenangkan maka anda akan sukses.
  3. Ketahui kinerja dan cara kerja otak. Kemampuan untuk menguasai kinerja otak akan berujung pada kehati hatian anda dalam memilih kata kata yang anda gunakan pada murid anda di kelas. Ingat Words can influence the brain.

Ketiga hal diatas hanya bisa dilakukan dan diterapkan saat anda sadar bahwa saat menjadi pendidik adalah saat untuk sibuk belajar kembali. Menjadi pendidik adalah cara untuk merasa bahagia, jika sebaai guru anda belum bahagia maka saatnya berefleksi apakah ada hal yang belum tepat selama ini dalam bersikap, belajar dan berefleksi .

Resep bagi guru dan kepala sekolah dalam memasuki landscape pendidikan terkini.


Bulan Maret 2021 sudah hampir berakhir. Hampir setahun sekolah berjalan secara virtual. Banyak harapan yang diingiinkan agar segera dilakukan tatap muka. Selama setahun ini pula sudah banyak perubahan yang terjadi. Sampai ada istilah nya berkah pandemi dikarenakan dengan keterpaksaan karena keadaan ini menjadi makin banyak guru yang makin mahir dan ahli dalam berbagai bidang.

Apakah memang sebuah perubahan mesti dipaksa oleh situasi? Anda yang berada dalam dunia pendidikan pasti tahu berat rasanya melakukan perubahan, diajak berubah atau mempelopori sebuah perubahan.

Semua orang cinta kenyamanan atau ‘comfort zone’. Padahal dalam dunia pendidikan tidak ada yang namanya zona nyaman. Semua mesti bersedia nyaman dalam ketidaknyamanan. Sudah terbukti bahwa jika seorang guru menolak berubah maka keadaan lah yang akan memaksanya. Bagi anda guru dan kepala sekolah swasta tentu sudah akrab dengan istilah bahwa sekolah perlu terus berbenah demi agar tetap dilirik oleh calon orang tua siswa yang baru agar sekolah tetap dapat murid.

Namun bagaimana jika sekolah anda ada di zona ‘nyaman’. Cirinya adalah murid datang sendiri, sampai sekolah bahkan perlu melakukan seleksi. Gaji tiap bulan tidak kurang bahkan cenderung stabil di masa banyak guru lain dipotong gajinya karena krisis pandemi. Minim tuntutan dari orang tua siswa. Demi apakah orang orang yang ada di sekolah tersebut mesti berubah? jawabannya demi siswa yang harus didampingi agar bisa sukses dalam dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia yang ada sekarang.

Sebagai seorang pendidik mengenai demi siapa kita mesti berubah dan menyesuaikan diri sepertinya tidak perlu diajarkan dan diingatkan lagi. Dalam setiap pendidik ada ‘api yang menyala’ yang ingin siswanya sukses. Api tersebut bisa padam karena atasan, senior atau teman sesama pendidik yang ‘begitu begitu saja’ dalam berkarier dan berprofesi. Kalimat yang sering terucap adalah ‘sekolah kita kan berbeda dengan sekolah lain’ atau ‘dulu sekolah kita sudah pernah melakukan’ ketika ada semua ide untuk melakukan inovasi dan perubahan.

Bagaimana agar passion sebagai pendidik terus menyala dalam menghadapi landscape pendidikan yang berbeda seperti sekarang ini? Jika anda pemimpin di sekolah bagaimana membuat bawahan atau atasan anda bersedia menyesuaikan diri dengan perubahan jaman. Jika anda seorang guru bagaimana bisa menjadi sosok yang fleksibel yang bersedia menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Jika anda adalah kepala sekolah/pemimpin sekolah.

1. Buat lagi arah, kesepakatan dan kesepahaman baru. Jika dimungkinkan meninjau kembali visi dan misi sekolah. Sudah sesuaikah dengan situasi terkini? gali kembali untuk apa fungsi guru dan sekolah dalam situasi sekarang. Fokus pada bagaimana memperbaiki kinerja guru di kelas.Tidak akan terasa sekolah anda akan berbenah dalam hal kurikulum, manajemen kelas dan praktek yang terbaik dalam proses belajar mengajar.

2. Permudah bahasa anda. Jadilah orang yang gampang dimengerti. Bermainlah strategi. Pahami semua orang mengapa perubahan itu penting. Berikan gambaran yang jelas perihal arah serta langkah yang akan dilakukan. Kenali orang yang mudah diajak berubah, yang gampang gampang susah atau yang menentang. Santai saja biasanya penolakan terjadi karena tidak tahu atau tidak mau. Jika ia tidak mau pastikan ia tetap mendukung dan tidak menghambat.

3. Perubahan dalam internal sekolah perlu banyak penyesuaian. Struktur kepemimpinan juga mesti diubah menjadi semakin cair dan fleksibel. Jadilah pemimpin yang sederhana simple dan bisa diajak tukar pikiran. Ada 1001 cara untuk melakukan empowering (penguatan) terhadap bawahan anda

4. Terima ide perubahan dari mana saja. Buat semua orang berpikir bahwa ia adalah bagian dari perubahan. Hindari memaksa orang berubah. Lebih baik buat kondisi agar setiap individu mau tidak mau berubah dengan sukarela mengikuti arus tanpa ada rasa sungkan.

5. Jika ada ide yang bagus segera dilaksanakan bukan dengan pemikiran bahwa ide adalah sebuah rencana yang tidak boleh gagal atau mandek. Saatnya memandang bahwa sebuah ide inovasi adalah eksperimen yang terus diperbaharui dan dicarikan jalan keluarnya jika menemui kebuntuan. Prinsipnya adalah measure – adjust – evaluation.

6. Jangan mulai dari awal. Temukan terus apa hal yang sudah baik selama ini dan gunakan itu sebagai fondasi awal. Hargai semua hal yang sudah dilakukan dan terjadi selama ini sambil diarahkan terus agar menambah nilai nilai inovasi sesuai dengan situasi terkini. Jika sekolah anda sudah baik dalam salah satu standar di 8 SNP maka segera bergerak kepada standar lain secara holistik.

7. Minta guru anda untuk melakukan pengimbasan. Sebuah kemajuan dari proses perubahan yang sedang berlangsung akan semakin melekat jika guru diminta berbagi pada sesamanya. Sharing is caring. Berbagi pengetahuan akan membuat semua menjadi semakin bersemangat dalam menjalani perubahan. Selain bersemangat guru juga merasa berharga dan berarti. Sediakanlah sesi pengimbasan (diseminasi) undang KKG/MGMP/KKS di sekitar sekolah anda. Nah mumpung sekarang jamannya webinar semoga yang tadinya diniatkan untuk gugus setempat bisa jadi malah menasional. Be a risk taker, anda pasti bisa!

Jika anda adalah guru

1. Jika ada ide mengenai perubahan jangan lakukan apapun sebelum anda jelas tujuan dan arah kebijakan ini dalam gambaran besarnya. Akan lebih mudah bagi guru jika mengetahui dengan pasti aspek ‘why’ dari sebuah perubahan. Maka ia akan gercep dan dengan senang hati berubah semampu yang ia bisa.

2. Segera ukur posisi anda saat ada ide mengenai perubahan. Anda adalah tokoh kunci dilapangan. Sampaikan jika anda memerlukan support dan tambahan pengetahuan agar anda bisa lebih mengerti. Dalam sebuah perubahan mesti dicamkan bahwa ‘no stupid question’. Semua pertanyaan penting dan dihargai.

3. Bagaimana masuk ke dalam sebuah perubahan? caranya kerjakan dari yang anda bisa. Inspirasikan orang lain bahwa anda telah melakukan perubahan dengan senang hati mengajarkan orang lain (hanya jika diminta atau ada yang bertanya). Cara paling baik adalah mengabarkan inovasi anda lewat medsos anda, dijamin anda akan tambah semangat karena perubahan sekecil apapun perlu dirayakan.

4. Realistis saja bahwa dalam setiap perubahan anda akan merasa tidak nyaman, tidak enak atau bahkan khawatir untuk mencoba. Hal itu sangat normal. Sebuah hal terlihat sulit bukan karena ia susah namun karena ia adalah sebuah hal yang ‘baru’ dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Sampaikan pada atasan jika anda perlu dukungan dan penguatan.

Ide mengenai inovasi bisa datang dari mana saja. Hal yang sulit itu ekskusi atau pelaksanaanya. Tetaplah tegar dan semangat ketika anda ingin lakukan inovasi dan ada orang yang tertawa sambil mengatakan bahwa ini sudah pernah dan bukan hal yang baru. Memang kenyataannya demikian. Istilah ‘there’s nothing new under the sun’ sudah ada sejak abad yang lalu. Jika anda terbersit ingin melakukan sebuah ide inovasi tandanya ide yang katanya ‘sudah pernah’ itu belumlah terlaksana dengan baik.

Tetap semangat wahai kaum pendidik. Kita semua akan memasuki landscape pendidikan terbaru. Mari menyesuaikan diri sebisanya dan semampunya. Jangan tunggu keadaan yang memaksa kita berubah. Mari menjadi ‘game changer’ atau pengubah alur takdir. Lakukan dan biasakan semua hal yang baik yang berujung pada inovasi terus dari hari ke hari. Demi pendidikan dan masa depan siswa yang lebih baik.

5 Tipe guru yang akan diingat oleh siswa

Ada berita baik di minggu ini. Isinya bahwa jika semua guru sudah selesai di vaksin maka pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan di bulan Juli tahun ini. Aamin

Menarik jika kita rasakan bahwa kita semua sudah cukup kuat melalui situasi unik selama setahun ini sampai sampai ada istilah guru dan siswa angkatan corona. Bagaimana anda para guru angkatan corona? Tentunya kita semua tersenyum pahit ketika mendengar istilah tersebut. Nah mari kita berefleksi sambil belajar bagaimana agar anda diingat yang baik baik nya saja oleh siswa siswi kita.

  1. Anda adalah guru yang membuka kesempatan siswa untuk mengekspresikan hasil pembelajaran dan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran dengan cara yang beragam.
  2. Anda adalah guru yang sadar bahwa siswanya perlu punya portfolio digital dikarenakan dengan situasi saat ini pasti banyak hasil karya mereka
  3. Anda memvariasikan pembelajaran dengan menghadirkan pengalaman belajar yang unik walaupun dengan situasi online dengan cara virtual fieldtrip dan menghadirkan narasumber tamu agar situasi lebih menarik untuk siswa siswinya.
  4. Anda mengajarkan bagaimana berhati hati di internet dengan anda berusaha menjadi contoh bagaimana berinternet sehat
  5. Anda berani menyampaikan bahwa dalam situasi ini anda pun masih belajar dan mengakui bisa saja murid lebih ahli.

Semua profil guru diatas hanya bisa dilakukan saat guru mempunyai mental yang bertumbuh dan positif. Caranya bagaimana?

1. Sadar bahwa situasi saat ini sangat menantang dan bukannya anda pasrah namun memilih untuk belajar walaupun pelan namun dengan tujuan dan arah yang benar.

2. Jika menemui kesulitan hal yang anda lakukan adalah ambil napas dan tenangkan diri dan lanjut teruskan proses.

3. Selalu punya rasa percaya diri. Jika seorang guru punya kepercayaan diri dengan melihat youtube pun ia bisa belajar hal yang baru bagi kelasnya.

Seorang guru untuk bisa sukses melalui sebuah perubahan cara terbaiknya adalah dengan beradaptasi. Dengan cara beradaptasi atau menyesuaikan diri maka guru tidak memposisikan diri harus ini dan itu sampai membuat dirinya tertekan. Ia hanya perlu mengubah sedikit demi sedikit cara ia berkomunikasi dan menghantarkan ilmu.

‘Slow growth’ atau pertumbuhan yang perlahan itu sehat bagi fisik dan mental guru. Asal saja arahnya benar yaitu mengutamakan siswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

5 Transformasi Pendidikan Pasca Pandemi

Saat Maret 2020 sekolah diputuskan untuk ditutup, tidak ada sekolah yang siap memasuki masa pandemi. Hampir semua pihak yang peduli pendidikan hanya berharap situasi akan segera pulih. Sampai akhirnya semua sadar bahwa sekolah sampai hari ini tetap belum bisa dilangsungkan dalam format tatap muka.

Jika sekolah dibuka kembali bagaimana kira kira format penyelenggaraan pendidikan yang cocok pasca pandemi? Perlahan namun pasti sekolah dipaksa oleh keadaan untuk mempertanyakan praktek praktek pendidikan yang sudah terjadi selama ini. Saat yang sama sekolah diminta mengembangkan strategi sistem pendidikan yang lebih baik. Tantangan ini berarti sekolah tidak bisa lagi sekedar mengulang hal hal rutin yang sudah dilakukan sebelum pandemi yang tidak efektif. Sebaliknya jika sekolah tidak bisa mengambil pelajaran dan pengalaman selama pembelajaran saat pandemi maka sekolah melewatkan kesempatan emas untuk bertransformasi.

Sal Khan seorang ahli Pendidikan yang terkenal dengan channel Khan Academy di Youtube pernah mengatakan “Let’s teach for mastery, not test scores,” atau mari kita mengajar siswa agar mereka mengerti dan paham, bukan hanya sekedar bagus dalam nilai ujiannya. Untuk itu Pendidikan pasca pandemi perlu mempertimbangkan beberapa hal.

  1. Waktu yang fleksibel (pengaturan waktu ini yang memungkinkan siswa dan guru tetap sehat). Artinya pengaturan waktu perlu dilakukan dengan cara guru focus pada individu dan pengunaan kelas virtual yang memungkinkan waktu konsultasi lewat virtual melengkapi kelas tatap muka. Dengan metode Hybrid Learning atau pembelajaran yang menggabungkan tatap muka dan kelas virtual maka pembelajaran tidak berhenti saat sekolah selesai di akhir hari. Pembelajaran akan dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel dan tetap berkualitas karena ad akelas virtual yang bisa diakses kapan saja (24/7) dan dimana saja.
  2. Pembelajaran yang berpusat pada siswa. Suasana pendemi mengajarkan kita semua bahwa dukungan orang tua sangatlah penting dalam keberhasilan siswa. Ada juga siswa yang perlu dukungan lebih dari beragam sisi yang sayangnya belum tersedia. Dari situasi pandemic ini sekolah diharapkan untuk bisa membangun sistem Pendidikan yang berpusat pada siswa dengan berbagai macam kemungkinan.  
  3. Peran guru sebagai pendidik. Terasa sekali bahwa saat ini ada pergeseran dengan guru tidak lagi menjadi satu satunya nara sumber di sekolah atau kelas virtual yang ia adakan. Guru juga tidak bisa santai santai lagi dengan mengatakan bahwa tujuannya mendidik dan mengajar agar siswanya bagus dalam nilai atau lulus ujian. Peran guru saat ini adalah seorang desainer seorang perancang yang menyediakan sumber daya (resources) dan panduan pada siswanya agar siswa bisa belajar dengan cara yang baru dan sumber yang beragam.
  4. Pengembangan kurikulum. Buku teks memang banyak menyediakan sumber dan isi pembelajaran. Saatnya guru tidak hanya bergantung pada buku teks saja namun menggabungkan dari banyak sumber. Saatnya guru mempunyai kendali atas kurikulumnya. Dengan informasi (data) yang tersedia di ujung jari kita melalui ponsel cerdas dan layar komputer, pendidikan perlu beralih dari sekedar transmisi informasi ke penguasaan keterampilan, termasuk kemampuan untuk berpikir logis, meneliti dengan cepat dan efisien, dan banyak lagi yang merupakan kebutuhan nyata di masa depan.
  5. Budaya sekolah. Sebuah sekolah yang efektif bisa berjalan dan sukses dengan tidak mengandalkan pada satu orang saja. Sekolah yang baik menumbuhkan pemimpin melalui sistem yang transparan dan selalu diperbaharui. Pandemi ini adalah saatnya sebuah sekolah untuk menguatkan sistem dan memastikan bahwa sistemnya bisa terus menjawab tantangan zaman pasca pandemi. Dengan cara pembelajaran yang berbasis karakter dan melejitkan potensi siswa akademis dan non akademis.

Pandemi memang belum selesai, namun ia memberikan kesempatan langka bagi dunia Pendidikan untuk berpikir Kembali sambil mereposisikan dirinya apakah sudah cukup membekali siswa menghadapi tantangan masa depan. Transformasi Pendidikan menjadi jawaban dari bagaimana sebuah sekolah bisa melewati dengan sukses dunia yang penuh tantangan pasca covid 19.

7 Resep menjadi pemimpin sekolah yang berhasil di masa pembelajaran jarak jauh.

Dalam situasi sekolah sedang mengalami pembelajaran jarak jauh ini ada banyak hal yang mesti dilakukan oleh seorang pemimpin di sekolah. Sekolah mempunyai komunitas pembelajar yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa serta orang tua siswa. Saatnya menhadapi semua ini dengan pikiran jernih dan mengutamakan proses belajar mengajar yang bermakna dan memastikan bahwa siswa tetap menjadi subyek pembelajaran.

Berikut ini adalah cara terbaik dalam memastikan kepala sekolah sebagai pemimpin tetap berperan dalam memastikan sekolahnya tetap efektif selama pembelajaran jarak jauh.

  1. Terus perhatikan bagaimana guru dan siswa menyesuaikan diri terhadap situasi terbaru ini. Hindari menerapkan kebijakan yang mendadak dan membuat repot semua orang. Saat anda memperhatikan dan mengikuti dengan seksama pasti ada saja hal yang memerlukan bantuan anda sebagai pimpinan. Entah itu berupa kebijakan atau dukungan yang berarti bagi memaksimalkan kinerja guru dan siswa dalam pembelajaran.
  2. Setelah yakin bahwa ada satu area yang perlu dukungan segera kerjakan dan selesaikan. Minta umpan balik dari semua yang ada di sekolah. Dijamin akan timbul kepuasan dari semua pihak dikarenakan hal yang penting sudah diselesaikan dan bisa beranjak kepada hal lainnya.
  3. Dalam menghadapi situasi baru ini kepala sekolah mesti bersedia belajar dari siapa saja untuk kemudian memastikan dirinya bersedia juga diberikan masukan oleh siapa saja.
  4. Pemimpin yang baik berbicara dengan siapa saja dan mengontak siapa saja. Ia bukan orang yang pilih pilih dalam berbicara dan meminta pendapat mengenai kinerja sekolahnya. Ia senang menemui orang lain dan mengontak orang lain demi kemajuan sekolahnya.
  5. Minimalisir hal negatif. Ia tahu bahwa semua hal yang negative bisa dimulai dan berasal dari aspek komunikasi. Untuk itu pemimpin sekolah yang berhasil tahu mesti menangani masalah komunikasi dengan baik. Dengan cara itu ia bisa meminimalisir hal yang negatif.
  6. Tetap humoris dan menyenangkan. Ia tahu bahwa kesulitan tetap akan terus ada dan bagaimana cara menghadapinya lah hal yang paling penting. Dengan pemimpin terus bisa melihatnya dari sisi yang menyenangkan maka hal itu akan membuat semangat bangkit kembali.
  7. Guru tetap tahu apa yang kepala sekolahnya lakukan. Saat sulit guru akan ingin tahu apa yang pemimpinnya lakukan. Untuk itu penting bagi kepala sekolah untuk terus lakukan tugasnya sebagai pemimpin, mitra bahkan pelayan bagi guru gurunya. Kepala sekolah bisa ada didepan disamping dan dibelakang guru gurunya memastikan semua kebutuhan guru gurunya terpenuhi.

Tentunya semua hal dibawah ini memerlukan seorang individu yang tulus dan jujur bahwa semua yang ia lakukan adalah demi kemajuan Pendidikan di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Selamat mengiringi kinerja guru agar lebih baik.

3 tipe rekan anda di ruang guru

Ruang guru sebagai sebuah sarana bertemu akan menjadi gambaran cerminan komunitas yang ada di sekolah kita. Individu yang mengisi ruang guru bisa macam macam sifatnya. Sebagai guru yang ingin maju anda hanya punya sedikit pilihan anda ingin berteman dengan siapa. Pilihlah sesama guru yang positif tentunya. Asal positif saja? Tentu tidak, tulisan ini akan membahas tipe rekan kerja yang positif. Bagaimana dengan rekan kerja yang negatif, biarlah mereka dengan kenegatifan nya, tugas kita sebagai teman hanya mencontohkan yang baik dan mendoakan mereka.

Tipe Pemimpi.

Enaknya jika punya rekan seperti ini adalah ia adalah tipe yang berpikiran positif all the time. Bahkan di setiap waktu. Ada cerita begini:
Ada seorang teman, Pak Bagus namanya.
Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, “Bagus itu!” untuk segala hal. Di matanya segalanya adalah karunia.
Hujan? “Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa”
Sakit? “Bagus itu, saatnya untuk beristirahat”
Tidak naik kelas? “Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam”
Dipecat? “Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh menjadi pengusaha”
“Bagus itu.” tak pernah ketinggalan.
Semua “bagus” dan bisa dibantu untuk “lebih bagus lagi.”
Cerita diatas tentu hanya lelucon.
Punya rekan seperti ini semua jawaban seperti sudah bisa ditebak. Itulah sebabnya ia disebut tipe pemimpi karena semua dianggap positif dan semua diibaratkan sebagai cara untuk untuk peningkatan diri. Berteman dengan tipe ini tidak semua orang suka dikarenakan jika dimintakan pendapat hampir pasti jawabannya positif.

Namun jika ingin semangat dan merasa yakin dan optimis pada sebuah masalah dan situasi kepadanyalah anda harus datang. Masalahnya orang ini sering lupa pernah mengatakan apa pada siapa saking seringnya ia memotivasi semua orang. Terbukti jika kita berterima kasih padanya karena ia pernah memotivasi kita saat sedang lemah terpuruk maka ia akan mengatakan, “memang saya pernah ngomong seperti itu ya?”.

Tipe realistis.

Sepintas ia adalah teman yang menyebalkan. Cirinya adalah tidak mudah percaya dan cenderung menghalangi ide kita dengan pertanyaan yang realistis. Maklum saja saat seseorang bermimpi dan ditanya dengan pertanyaan yang realistis menjadi tidak enak rasanya. Seperti ditarik dengan paksa untuk membumi dengan semua impian yang kita punya. Anda beruntung jika punya rekan seperti ini. Ia bukan tipe yang negative.

Ia adalah tipe yang sering mengatakan jalani saja semua. Ia hanya hidup untuk hari ini. Semboyan orang ini adalah ‘Carpe Diem” adalah sebuah frasa dalam bahasa Latin yang artinya adalah: “Petiklah hari.” (Horatius) Kalimat lengkapnya adalah: “carpe diem, quam minimum credula postero” yang berarti: “petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.

Jika anda adalah tipe guru yang suka mengonsep sesuatu dan punya rencana besar. Pertama tama pergi dan yakinkan orang ini dahulu atau uji ide ide anda dengan pertanyaan yang biasa ia ajukan. Dijamin ide ide inovasi anda jadi membumi, simple dan mudah diikuti dan dilaksanakan. Jika anda masih tergolong pribadi yang sensi sebaiknya batas pergaulan dengan orang ini, karena walaupun yang ia katakan adalah benar jika anda tidak kuat hati rasanya seperti serangan pada pribadi anda.

Tipe pekerja keras.

Ia adalah seseorang yang menghindari drama dalam kehidupannya. Ia bukan tipe yang sensi dan pundung (ngambek). Jika ada pekerjaan di depannya ia akan kerjakan dan selesaikan sampai bersih. Kepadanya kita bisa mencontoh kinerjanya. Ia senang melakukan pekerjaanya bahkan Ketika ia mesti menjalani peran ganda sebagai ibu misalnya. Tidak pernah ia jadikan anak sebagai alasan. Bagi Sebagian orang mutu pekerjaannya kelihatan asal jadi. Apalagi bagi tipe yang perfeksionis. Contoh lah cara ia bekerja ia selalu focus pada satu hal baru berganti pada pekerjaan yang lain jika satu sudah selesai. Jika anda adalah tipe guru yang suka menunda dengan alasan ingin yang terbaik.

Perhatikan cara orang ini bekerja, hanya dengan focus sebentar pekerjaanya selesai. Bagi Sebagin orang yang buruk sangka tipe seperti ini adalah tipe yang mencari muka kepada atasan. Padahal ia hanya focus saja pada pekerjaannya dan menjadikan atasannya tertarik dengan cara ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan benar. Benar tidak harus sempurna, jika ada ide baru maka atasan akan memberikan koreksinya.

Ketiga jenis orang yang sikapnya positif seperti dijelaskan diatas adalah orang orang terbaik yang kita bisa tiru sesuai kebutuhan. Jika ingin pekerjaan kita lekas selesai tirulah si pekerja keras. Jika merasa diri terpuruk minta saran dari si pemimpi. Sementara jika ingin berhasil dengan semua rencana anda, tantang diri anda untuk menempatkan diri di posisi si Realistis. Sangatlah penting seseorang punya orang orang yang positif di sekitar kita. Tanda bahwa kita telah tepat memilih pergaulan dan interaksi sosial. Tetap semangat guru kreatif

Resep agar guru semangat ikut pelatihan online

Dalam situasi pandemi ini banyak sekali kesempatan untuk guru sebagai pendidik untuk bisa belajar kembali. Aneka webinar bersliweran menanti untuk diikuti oleh pendidik. Sekolah pun tidak mau kalah dengan menghadirkan pelatihan bagi guru gurunya. Semua dengan keberkahan dari situasi saat sekarang ini sebuah pelatihan menjadi lazim dilakukan secara online. Dengan demikian meminimalisir biaya pelatihan tatap muka.

Tulisan ini akan membahas bagaimana agar seorang pendidik mampu dan bisa memaksimalkan pelatihan online bagi dirinya.

Jika anda adalah guru

• Jika diadakan oleh pihak luar sekolah cek dahulu judul webinar dan siapa pembicaranya dan Lembaga yang mengadakannya.
• Hindari asal ikut saja dan sedapat mungkin mempersiapkan diri jika ingin sebuah event pelatihan agar maksimal dalam pelaksanaan.
• Usahakan memberikan tanggapan dan bertanya. Dengan mengusahakan bertanya maka sepanjang sesi anda akan konsentrasi.
• Jika pelatihan dilakukan dan diselenggarakan oleh sekolah tempat anda mengajar. Usahakan anda memberikan usul terhadap pemilihan topik.
• Kerjakan tugas pelatihan dengan baik dan upayakan terus untuk membayangkan scenario jika hasil pelatihan ingin diterapkan di kelas anda mengajar. Sehingga anda konsentrasi dalam mengerjakan dan kritis bertanya.
• Jika ada hal yang asing dan belum tahu atau belum menguasai segera cari tutorial nya di youtube. Dijamin anda akan cepat bisa dan tidak ketinggalan materi.

Jika anda adalah kepala sekolah

• Monitor terus webinar yang menarik yang beredar di media sosial anda. Jika temanya menarik dan aplikatif pastikan keikutsertaan guru anda dengan menunjuk siapa guru yang akan ikut.
• Hindari memilih tema yang berbau wacana atau trend. Tema tersebut kurang tepat diikuti guru. Guru memerlukan topik yang aplikatif dan mudah serta membantu pembelajaran di kelas yang mereka ajar sekarang ini.
• Jika ingin mengundang pembicara, pastikan memilih pembicara yang menguasai perubahan paradigma, tahu cara melakukan coaching dan mentoring kepada guru dan berorientasi pada produk yang guru akan hasilkan di kelas yang ia fasilitasi. Hindari mencari pembicara yang hanya ahli berwacana namun tidak membekali guru dengan tips dan trik.

Jika anda adalah seorang fasilitator pelatihan

• Saat ini guru perlu tips dan trik yang praktis jadi simpan semua wacana tentang Pendidikan untuk dikeluarkan sedikit demi sedikit saja saat anda sedang memberikan pelatihan
• Guru perlu cara yang aplikatif dalam melewati situasi yang tidak mengenakkan dalam pembelajaran jarak jauh, semakin anda punya banyak resep jitu anda akan makin diminati.
• Bagi komposisi pelatihan anda menjadi 10 – 80 – 10 artinya 10 persen wacana atau teori, 80 persen praktek dan 10 persen kuis serta test formatif. Dijamin guru akan bersemangat.
• 3 jam adalah waktu paling lama guru bisa konsen dalam sebuah pelatihan.

Semua resep diatas hanya akan berhasil jika guru bersedia mengosongkan gelasnya terlebih dahulu alias memposisikan dirinya sebagai pembelajar. Mari kita maknai situasi pembelajaran jarak jauh ini dengan guru selalu meningkatkan diri dan belajar yang terbaik dari mana saja dengan cara apa saja.

Guru jika ingin membuat perubahan, mesti mulai dari mana?

Perubahan adalah hal yang pasti dan akan terjadi terus menerus. Untuk itu seorang guru hanya punya dua pilihan menjadi pelaku perubahan atau tergilas oleh perubahan. Untuk menjadi pelaku perubahan pun seorang guru pertama tama perlu melakukan dahulu perubahan pada dirinya sendiri. Dikarenakan hanya dengan cara itulah seorang guru bisa menjadi pelaku perubahan.

Apa perubahan yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh seorang guru?

  1. Merubah mindset

Mindset adalah pola pikir yang menentukan Langkah dan gerak seseorang dalam menjalani profesinya. Pola pikir apa saja yang layak dan pantas untuk diubah agar seorang guru bisa melakukan perubahan?

  • Bahwa bakat adalah segalanya. Ternyata terbukti bakat memang penting namun lebih penting adalah usaha. Bakat 5 persen dan usaha 95 persen proporsinya dalam menentukan keberhasilan.
  • Cara memandang kegagalan. Sebuah kegagalan bukan aib ia adalah cara dunia mempersiapkan seseorang untuk bisa sukses di Langkah berikutnya. Ada pepatah Jepang yang mengatakan gagal lah 8 kali namun bangkit lah 10 kali.
  • Kritik adalah celaan. Cuma seseorang yang tidak ingin maju yang memandang sebuah kritikan adalah serangan buat dirinya. Memang tidak enak dikritik namun jika itu jangan ambil hati teruslah berbuat yang terbaik dengan memanfaatkan kritik tsb untuk kemajuan.

2. Cara berdialog dengan diri sendiri

Seseorang tidak akan maju jika didalam dirinya ada sosok yang kejam dan gemar memarahi dirinya sendiri saat ia gagal atau lakukan kesalahan. Orang lain bahkan sudah lupa apa kegagalan kita namun jika didalam diri anda ada sosok yang kejam maka sosok tersebut akan mencela dan menyalahkan anda terus menerus. Jika ingin maju ubahlah cara anda berdialog dengan diri sendiri. Belajar mengatakan hal dibawah ini pada diri sendiri saat anda gagal dan temui kegagalan atau kesulitan.

  • Saya berani hadapi perubahan ini
  • Saya berani keluar dari zona nyaman
  • Kegagalan membuat saya bertumbuh
  • Saya akan coba strategi baru
  • Silakan kritik dan berikan masukan pada saya
  • Semua proses menuju hal yang baik memerlukan waktu dan perjalanan
  • Apa yang bisa saya pelajari dari kegagalan ini, saya orang yang berpikiran terbuka
  • Tujuan saya adalah belajar dan bukan sekedar keberhasilan
  • Kesalahan membuat saya matang
  • Kegagalan membuat saya punya kesempatan mencoba hal baru
  • Kesuksesan orang lain membuat saya terpacu untuk sukses
  • Sah sah saja mengambil resiko

3. Cara memandang dan melihat siswa sebagai orang yang kita ajar

Cara guru memandang siswanya akan menentukan mutu pembelajarannya. Jika guru memandang siswanya tidak tahu apa apa maka guru akan cenderung menerangkan materi saja tanpa mau tahu kapasitas siswa yang diajarnya. Bagaikan mengisi gelas kosong yang rawan sekali untuk tumpah. Itulah analogi Ketika guru sibuk saja mengisi tanpa berpikir cara bagaimana siswanya menelaah pengetahuan yang ia berikan. Jika guru ingin membuat perubahan pada siswanya. Berikut ini adalah caranya

  • Peduli lah pada siapa yang anda ajar dan bukan sekedar anda ingin mengajar apa
  • Mengajar adalah proses dimana guru berusaha keras membuat siswa mau bersuara dan menyatakan perasaannya. Jika siswa belum terfasilitasi dua hal tersebut maka anda belum mendidik siswa dengan baik.
  • Siswa tidak perlu guru yang hebat dan sempurna. Murid lebih memerlukan guru yang membuat mereka antusias dan mau belajar. Membuat siswa nyaman perasaannya dan semangat untuk datang ke sekolah.
  • Hal apa yang perlu terus saya lakukan dan usahakan agar siswa saya menjadi pembelajar yang mandiri.

3 hal diatas semakin meneguhkan bahwa sosok guru hadir bukan sekedar untuk mengajar. Ia datang untuk menginspirasi. Untuk mengubah sosok pribadi yang bernama siswa. Terima kasih bagi semua guru yang telah bersedia untuk selalu mencoba mencari jalan keluar walau sering merasa bahwa yang diusahakannya adalah tidak mungkin. Namun mereka menolak menyerah dan terus berusaha. Sekali lagi terima kasih sudah memilih untuk menjadi guru yang tetap mencoba yang terbaik bagi siswanya.

5 level kemampuan mendengar seorang guru

Menjadi pendengar yang baik sangat berguna bagi seorang guru. Kemampuan mendengar termasuk kemampuan komunikasi yang penting yang mesti guru kuasai. Murid ada banyak jenisnya. Tanyakan pada guru TK sampai SMA maka akan ada banyak cerita yang bisa mereka sampaikan mengenai tipe tipe siswa dan betapa ajaibnya tingkah polah mereka.

Modal utama seorang guru perihal proses mendengar ini bukanlah gelar pendidikan yang ia punya. Banyak guru yang mengatakan saya bukan guru BK, jadi saya tidak bisa mengelola siswa saat ia ada keluhan. Padahal cukup jadi sosok yang mampu mendengar secara aktif saja. Maka separuh persoalan sudah selesai.

Apa saja level atau cara mendengar aktif bagi seorang guru

Level 1 (level terendah)
Mendengar untuk menginterupsi, ini sebenarnya haram bagi seorang guru tanda ia bukan seorang pendidik.

Level 2
Mendengar untuk memotong.
Guru tipe seperti ini hanya mencari saat dimana ia bisa memotong dan memutar balikkan isi pembicaraan lawan bicara.

Level 3
Mendengar untuk kemudian memberikan secepatnya memberikan nasihat. Biasanya kata katanya dimulai dengan kata “makanyaa, bu guru juga bilang apaaa…

Level 4
Mendengar dengan penuh perhatian. Ini sudah bagus sebenarnya. Hanya saja siapa yang bisa menjamin pikiran si pendengar tidak kemana mana. Sampai terkadang lawan bicara akan berpikir apakah ia didengarkan atau tidak.

Level 5 (level paling tinggi)
Mendengar secara aktif. Dalam pengertiannya, active listening adalah proses mendengarkan secara saksama, merefleksi ulang apa yang dikatakan, serta menahan penilaian dan nasihat kepada lawan bicara. Ketika Anda mempraktikkan active listening, lawan bicara Anda akan merasa didengar dan dihargai. Selain itu, active listening juga dinilai akan membawa dampak positif pada kehidupan Anda sebagai pengajar dan pendidik.

Jadi pilih yang mana atau anda sudah ada di level mana? tidak ada kata terlambat anda bisa berpindah level kapan saja sebagai pendidik. Tentunya semuanya mengarah ke level tertinggi ya. Selamat mencoba.