Resep agar guru disukai oleh kepala sekolah.

Guru adalah ‘penguasa’ di kelas sekaligus bawahan di mata pimpinan. Menjadi bawahan sudah selayaknya punya kewajiban membantu atasan. Bawahan yang biasa saja akan sulit untuk disukai dan diperhitungkan. Bagaimana agar seorang guru disukai oleh kepala sekolahnya? Berikut adalah resep nya

1. Guru yang mempunyai cara pandang yang luas terhadap sekolahnya. Tidak mementingkan diri dan kelasnya sendiri saat melihat sebuah keputusan pimpinannya.

2. Guru yang mampu menunjukkan kelebihan atau menawarkan bantuan saat diperlukan. Jika anda merasa tidak punya kelebihan yang bisa diandalkan minimal selalu ada saat kepala sekolah memerlukan tenaga dan pikiran.

3. Guru yang mempunyai sikap yang selalu positif. Irit irit lah saat berkomentar mengenai atasan anda. Bagaimana jika atasan anda keterlaluan? cukup kirimkan beliau doa agar segera diberikan hidayah dan petunjuk.

Lanjutkan membaca “Resep agar guru disukai oleh kepala sekolah.”

Harapan guru pada kepala sekolahnya.

Guru dan kepala sekolah adalah mitra dalam memajukan sekolah. Guru berhak untuk mempunyai harapan kepada pimpinannya dikarenakan guru menjadi ujung tombak di lapangan. Apa saja harapan guru secara umum pada pimpinannya?

1. Tidak bersikap sebagai ‘good guy’ (orang baik) di depan orang tua siswa saat ada keluhan (compain).Hal ini berarti pimpinan tidak netral dan cenderung berpihak pada orang tua siswa.

2. Tidak bersikap ‘micromanaging’. Micromanaging dianggap sebagai model usang dari sistem manajerial karena diyakini sebagai bentuk ego atasan dibanding kerjasama tim.

3. Menghargai proses yang guru jalani dan menyadari bahwa semua guru menghadapi tantangannya masing masing di kelas.

4. Senang berbincang dan mampu mendengar secara aktif. Membuat guru merasa dirinya didengar. Memastikan bahwa pintunya kantornya selalu terbuka bagi guru yang ingin curhat.

Lanjutkan membaca “Harapan guru pada kepala sekolahnya.”

Pengembangan skill dan kompetensi sebagai inti utama dari belajar

Ada banyak pertanyaan bagi seseorang yang sudah belajar sampai tingkat SMA dan sederajat. Sudah bisa apa dan menguasai apa. Semua guru tentu ingin agar siswanya punya kemampuan dan menguasai pengetahuan dan memiliki keterampilan.

Bayangkan jika seorang murid saat ia masuk ke perguruan tinggi punya keterampilan dalam hal
– Beradaptasi
– Berkolaborasi
– Berkomunikasi
– Berpikir kritis
– Kreatif
– Mampu menyelidiki sebuah hal
– Memecahkan masalah
– Kepemimpinan
Dijamin ia akan sukses dalam memasuki masa kedewasaan dan akan mempunyai peran di masyarakat.

Sebenarnya hal apa yang mesti dilakukan oleh pendidik agar siswanya punya keterampilan hidup seperti diatas:

Lanjutkan membaca “Pengembangan skill dan kompetensi sebagai inti utama dari belajar”

9 Langkah sukses satu tahun ajaran

Diperlukan energi yang luar biasa bagi seorang guru untuk bisa ‘bersinar’ sepanjang satu tahun ajaran. Apa saja cara yang bisa guru lakukan agar selama satu tahun ia menjadi sosok yang selalu menginspirasi

1. Selalu mengutamakan penampilan. Pakaian yang digunakan pantas dan nyaman sekaligus profesional serta sesuai dengan kemampuan. Apakah anda punya bintang idola, bayangkan anda menjadi bintang tersebut didepan siswa.

2. Lakukan semua hal agar siswa tahu apa yang akan mereka pelajari. Sebagian guru ada yang mencicil lewat kelas online untuk bisa dilihat kapan saja oleh murid. Ada juga yang menghias kelasnya dengan tulisan atau hiasan yang terkait dengan tujuan pembelajaran.

3. Berdiri di depan pintu kelas sebelum pelajaran dimulai untuk menyambut siswa masuk kelas.

Lanjutkan membaca “9 Langkah sukses satu tahun ajaran”

3 ramuan sukses merdeka mengajar.

Seberapa efektifnya anda dalam mengajar? jawabannya mungkin masih berkutat pada seberapa baik hasil atau nilai yang diraih siswa. Jika fokus nya hanya pada hasil maka tak heran baik guru dan siswa akan rentan stres. Belajar bukanlah sebuah hal yang menyenangkan.

Jika murid di kelas tidak punya motivasi jawabannya bukan selalu harus menyertakan games di kelas atau kegiatan lain yang bikin ‘happy’ sesaat setelah itu padam. Mungkin saja proses belajarnya yang tidak variatif dan menjadikan anda sebagai guru mudah ditebak. Pembukaan – Ceramah – Siswa mengerjakan tugas – Siswa mengerjakan test.

Berikut ini adalah tiga pertanyaan sebagai bahan dasar ‘ramuan’ anda dalam mengajar dengan prinsip merdeka mengajar.

Lanjutkan membaca “3 ramuan sukses merdeka mengajar.”

Resep sukses mengelola orang tua siswa satu tahun ajaran.

Jika di tahun ajaran ini anda adalah seorang wali kelas akan terasa sekali bahwa mengelola orang tua siswa luar biasa menyita tenaga dan perhatian. 

Ada istilah ‘anak mahal’, ‘anak yang ditunggu’ sampai ‘anak satu satunya’. Kesemuanya menggambarkan bagaimana beragamnya cara pandang orang tua terhadap anaknya. Sebaliknya cara pandang guru kepada siswanya seringnya ‘datar’ dikarenakan tidak ingin membeda bedakan antara siswa satu dan lainnya. Hal inilah yang membuat seringnya terjadi salah paham.

Kesalahan guru dalam mengelola orang tua siswa

  1. Menganggap orang tua siswa terlalu berlebihan menyikapi sesuatu yang terjadi pada anaknya. 
  2. Menganggap komplain/aduan/keluhan adalah serangan terhadap pribadi. Orang tua siswa mungkin kenal saja tidak dengan kita sebelumnya. Maka untuk apa guru menjadi sensi? Sikap sensi akan berujung pada sikap defensif saat menjawab keluhan orang tua siswa (tidak mau disalahkan dan berkilah ini itu) 
  3. Menganggap orang tua siswa sama seperti dirinya terkait dengan cara mendidik anak dan waktu yang dimiliki dalam satu hari. 
  4. Tidak bersikap adil. Guru lebih condong pada orang tua siswa yang tukang mengkritik. Sementara mendiamkan orang tua yang adem dan pengertian. 
  5. Melaksanakan event bagi orang tua hanya 3 kali dalam satu tahun ajaran (awal tahun ajaran, dan dua kali di akhir semester ganjil dan genap)
  6. Hanya berharap orang tua siswa mendukung sekolah namun tidak pernah mengajari dan membekali agar mereka menjadi suportif terhadap sekolah. 
  7. Memposisikan orang tua siswa hanya sebagai ‘lumbung uang’. Direpotkan ini dan itu saat sekolah ada acara dan keperluan. 

Lantas apa yang guru bisa lakukan dalam mengelola orang tua siswanya agar sukses satu tahun ajaran.

Lanjutkan membaca “Resep sukses mengelola orang tua siswa satu tahun ajaran.”

5 Persiapan tahun ajaran baru sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka.

Tahun ajaran 2022-2023 akan dilaksanakan dan perlu persiapan yang matang. Bagi sekolah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka situasi tidak akan sama lagi seperti sebelumnya. Saat ini awal tahun ajaran baru berarti persiapan dengan semua anggota tim sesama rekan guru satu sekolah. Tentu pembahasan mengenai Kurikulum Merdeka sudah banyak anda baca dan terima. Saatnya untuk melaksanakan implementasi prinsip yang ada dalam kurikulum merdeka.

Berikut ini adalah hal yang bisa anda lakukan secara pribadi atau dengan tim dan saya selipkan juga hal yang bisa anda minta pada kepala sekolah.

1. Persiapan sebagai guru kelas

Mulai hias kelas anda dengan display 6 profil pembelajar Pancasila. Buat simbol yang menarik agar anak paham dan cepat mengerti. Cari sumber untuk memberikan detail keterangan pada masing masing profil. Jika mengajar kelas kecil buatlah agar bahasanya mudah dimengerti. Setelah menerima daftar siswa mulai memetakan gaya belajar dan kecerdasan majemuk siswa. Caranya dengan meminta siswa mengikuti tes sederhana yang banyak terdapat di internet. Buat perencanaan untuk 6 minggu kedepan. Target minimal nya adalah guru sudah punya profil belajar tiap siswa termasuk dari sisi literasi dan numerasi. Lakukan diskusi yang intensif dengan sesama guru kelas paralel dalam menyusun asesmen diagnostik numerasi dan literasi. Dalam Kurikulum Merdeka tidak ada lagi kelas atau guru yang favorit karena semua berkolaborasi memberikan layanan prima yang berpihak pada siswa. Sebagai guru kelas anda juga tetap mesti laksanakan point no 2 berikut ini.

Lanjutkan membaca “5 Persiapan tahun ajaran baru sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka.”

Pertanyaan dan refleksi bagi pendidik dalam memasuki tahun ajaran baru

Saat membaca tulisan ini pastinya anda sudah dalam suasana liburan dan sedang ‘healing’ setelah satu tahun ajaran selesai. Selamat saya ucapkan karena tahun ajaran kemarin sangat tidak mudah untuk dilalui.

Salah satu kemampuan seorang pendidik dalam melalui masa sulit adalah dengan berefleksi ke dalam dirinya. Pertanyaan dibawah ini akan membantu anda sebagai pendidik profesional dan pemimpin di sekolah dalam ‘berkaca’ praktek yang sudah dilalui di tahun ajaran ini untuk kemudian mempersiapkan tahun ajaran depan.

Lanjutkan membaca “Pertanyaan dan refleksi bagi pendidik dalam memasuki tahun ajaran baru”

6 prinsip menilai siswa dengan duduk bersama sesuai dengan semangat kurikulum merdeka

Jika membaca kutipan dari Margaret Heritage, yang mengatakan “kata ‘penilaian’ berasal dari kata kerja Latin ‘assidere’, yang berarti ‘duduk bersama’. Asal kata ini menyiratkan bahwa dalam penilaian guru duduk bersama siswa, dan penilaian adalah sesuatu yang dilakukan guru dengan dan untuk siswa daripada kepada siswa. Hal ini sesuai dengan semangat kurikulum merdeka yang berpihak pada siswa.

Hal apa sebenarnya yang terjadi di lapangan?

  1. Guru cenderung menilai semua pekerjaan siswa sehingga banyak sekali pekerjaan yang guru lakukan.
  2. Waktu guru banyak dihabiskan untuk mentransfer pengetahuan di depan kelas. Dengan cara berceramah yang menghabiskan waktu. 

Kedua hal diatas menghalangi waktu guru untuk fokus memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada siswanya. Apa hubungannya umpan balik dengan penilaian? Penilaian adalah proses memastikan bahwa siswa menguasai konsep pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Umpan balik adalah sebuah proses dari guru kepada siswa yang memastikan bahwa alur pembelajaran berjalan sesuai rencana. 

Lanjutkan membaca “6 prinsip menilai siswa dengan duduk bersama sesuai dengan semangat kurikulum merdeka”

3 Alasan mengapa kurikulum merdeka mengutamakan Project Based Learning (PJBL)

Project Based Learning merupakan metode pembelajaran yang menggunakan project sebagai media pembelajaran. Model pembelajaran ini berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi atau penelitian yang mendalam terhadap suatu topik pembelajaran. 

Kurikulum merdeka dengan cepat menggandeng metode ini sebagai hal yang ditawarkan agar digunakan oleh guru. Kurikulum 2013 sebenarnya juga melakukan hal yang sama. Semua pendekatan dan metode dikenalkan kepada guru. Ada problem based learning, brain based learning sampai inquiry based learning. Dalam perjalanannya guru belum mampu mengadopsi untuk digunakan di ruang kelas. Pemahaman guru akan pentingnya penggunaan metode pembelajaran belumlah merata. Guru masih merasa sarana dan prasarananya belum cukup untuk mempraktekan metode tadi. 

Lanjutkan membaca “3 Alasan mengapa kurikulum merdeka mengutamakan Project Based Learning (PJBL)”
%d blogger menyukai ini: