10 Cara agar siswa fokus di kelas

Saat mengajar di kelas guru punya indra keenam yang tahu bahwa muridnya bosan dan tidak fokus lagi. Solusinya yang paling sering dilakukan adalah pemberian games, energizer atau ice breaking. Gunanya untuk mengembalikan fokus siswa kembali kepada pelajaran yang guru berikan. 

Selain cara diatas apa lagi teknik dalam mengembalikan fokus siswa?

  1. Guru memastikan bahwa siswa memberikan perhatian penuh di awal materi diberikan
  2. 10-15 menit adalah waktu siswa SD mampu memusatkan perhatian. Untuk siswa SMP-SMA waktunya adalah 20-30 menit. Guru bisa menggunakan waktu 3-5 menit untuk melakukan kegiatan jeda diantara dua kegiatan.
  3. Guru memastikan siswa tidak duduk bersebelahan dengan temannya yang menyebabkan dirinya tidak fokus
  4. Saat mengajar guru membagi urutan kegiatannya.  Setelah selesai melakukan kegiatan yang bertipe serius yang meminta perhatian penuh siswa kemudian dilanjutkan dengan tipe kegiatan yang lebih ringan. 
  5. guru melakukan variasi pengelompokkan siswa pada saat  memberikan materi pembelajaran. Siswa akan mampu lebih menyerap informasi saat ia berada dalam kelompok yang lebih kecil.
  6. Meminta siswa untuk minum disela kegiatan dipandang bisa mengembalikan fokus siswa.
  7. Memberikan siswa kebebasan dalam mengerjakan tugas. Biarkan jika ada siswa yang ingin mengerjakan tugas sambil berdiri. Bagi yang memilih tetap duduk minta mereka untuk melakukan peregangan tubuh.
  8. Guru mengecek siswa apakah ada hal yang menyebabkan siswa menjadi kurang fokus. Bisa saja bersumber dari masalah psikologis dan kesehatan. 
  9. Guru mengajak siswa melakukan kegiatan mengatur pernafasan  yang bisa membuat siswa menjadi fokus dan sega untuk belajar kembali.
  10. Adakan morning meeting di kelas. Cukup 15 menit saja isinya adalah kegiatan yang membuat siswa dibangkitkan perhatiannya dengan cara yang menyenangkan. Bisa berupa doa bersama, latihan pernapasan sampai meminta siswa berdiskusi santai mengenai perasaannya di hari itu.

Bagaimana jika masih ada siswa yang belum bisa fokus padahal guru sudah melakukan cara cara diatas? jawabannya ada pada peran sekolah dalam memberikan support bagi guru sebagai aktor utama di kelas. Sekolah bisa mengajarkan guru agar bisa menerapkan kompetensi sosial emosional sebagai cara menjadikan semua siswa di kelas siap belajar. 

Pembelajaran sosial emosional merupakan langkah untuk mewujudkan well being sehingga pada komunitas sekolah akan terwujud sekolah yang nyaman, aman, dan akan tercapai kebahagiaan dan keselamatan anak setinggi-tingginya sesuai dengan yang diamanatkan oleh Ki Hajar Dewanatara

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: