Serba serbi Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.

Ada enam elemen dalam Profil Pelajar Pancasila, yaitu: berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Berbeda dengan Kurikulum 2013 yang menggunakan proyek sebagai salah satu pilihan model pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka Pembelajaran berbasis proyek dengan jelas menjadi menu utama selain pembelajaran yang reguler atau intra.  Untuk itu penting bagi sekolah sebagai satuan pendidikan memahami serba serbi proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini. 

Apa saja prinsip prinsip nya?

  1. Holistik. Melihat sebuah tema secara utuh dan menyeluruh. Guru berusaha melihat keterhubungan berbagai sudut pandang agar bisa memahami tujuan dari proyek secara mendalam. 
  2. Kontekstual. Dihubungkan dengan pengalaman nyata yang ada disekeliling siswa. Sedapat mungkin masalah yang diangkat adalah dekat dengan keseharian siswa.
  3. Berpusat pada siswa. Artinya guru berperan menjadi fasilitator. Siswa sibuk dalam pelaksanaan dan guru sibuk di awal pada saat merencanakan dan melakukan pendampingan saat proyek berjalan.  

Apa dan bagaimana konsep dari projek penguatan profil pelajar pancasila?

  1. Dilaksanakan terpisah dari pembelajaran reguler dan tidak harus terkait dikarenakan tujuannya adalah menguatkan karakter. Berlangsung dari PAUD sampai SMA/SMK
  2. Bisa melibatkan masyarakat di dalam dan luar sekolah
  3. Dalam tahap permulaan sekolah bisa melakukannya dengan menggunakan prinsip proyek dalam pembelajaran reguler atau menggunakan modul yang disediakan di PMM
  4. Ada delapan tema yang bisa dipilih yang terdiri dari Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Rekayasa dan Teknologi, Kewirausahaan dan Kebekerjaan
  5. Implementasi nya sesuai kesiapan sekolah bisa dimulai dari tahap awal, berkembang, siap sampai mahir. 
  6. Skenario dalam kegiatan proyek ini disebut Modul Proyek yang terdiri dari Tema, topik, Dimensi profil, sub elemen, asesmen formatif awal sampai tahapan kegiatan. 
  7. Aspek asesmen sangat berpengaruh dalam proyek ini. Sekolah diminta menggunakan penilaian autentik tipe penilaian kinerja seperti Rubrik, Jurnal dan portofolio 

Pelatihan atau pendalaman apa yang mesti dialami dan dilakukan oleh guru di sekolah yang menerapkan proyek ini

DASAR

  1. Apa dan bagaimana pembelajaran berbasis proyek. Pengertian dan manfaatnya. Bagaimana strategi pengembangan nya. Bagaimana contohnya. Bagaimana pengelolaan nya.
  2. Strategi diferensiasi. Bagaimana memahami perkembangan siswa. Bagaimana mengidentifikasi cara belajar dan minat siswa sampai bagaimana mengelompokkan siswa berdasarkan profil siswa. 
  3. Strategi asesmen. Apa saja jenis jenisnya. Bagaimana mengembangkan asesmen kinerja. Bagaimana merancang instrumen asesmen yang bervariasi. Bagaimana memberikan umpan balik yang efektif. Bagaimana menyusun portofolio
  4. Strategi Refleksi. Bagaimana menyusun pertanyaan. Strategi melakukan refleksi. 
  5. Strategi dalam bertanya. Apa saja tipe pertanyaan. Membuat pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu siswa akan materi. Bagaimana bertanya dengan efektif. 
  6. Strategi mendampingi siswa.  Mendampingi siswa tanpa menggurui. Mengajarkan manajemen waktu dan produktivitas kepada siswa. Membangun motivasi intrinsik siswa. 

LANJUTAN

  1. Manajemen kelas. Bagaimana belajar dalam kelompok besar dan kecil. Tata letak fisik tempat siswa belajar (indoor dan outdoor). Membuat jadwal belajar (bersama dan mandiri) siswa yang efektif.
  2. Mengajar dengan berkolaborasi dengan guru lain. Apa saja manfaatnya. Tipe team teaching. Karakteristik team teaching. 
  3. Bagaimana merancang proyek. Apa itu Design thinking (langkah, alur dan tips suksesnya) 
  4. Melibatkan mitra elemen masyarakat dalam pembelajaran. Bagaimana memilih mitra. Bagaimana melibatkan mitra. Administrasi yang diperlukan apa saja.  
  5. Strategi kulminasi atau perayaan puncak hasil belajar. Apa saja manfaatnya. Ragam kulminasi dan bagaimana merencanakannya.

Diharapkan dengan mengembangkan kompetensi guru akan timbul keberanian untuk mencoba model proyek. Dikarenakan tantangan kedepan dalam dunia pekerjaan sangat memerlukan kemampuan siswa yang ada dalam model pembelajaran ini

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: