Harapan guru pada kepala sekolahnya.

Guru dan kepala sekolah adalah mitra dalam memajukan sekolah. Guru berhak untuk mempunyai harapan kepada pimpinannya dikarenakan guru menjadi ujung tombak di lapangan. Apa saja harapan guru secara umum pada pimpinannya?

1. Tidak bersikap sebagai ‘good guy’ (orang baik) di depan orang tua siswa saat ada keluhan (compain).Hal ini berarti pimpinan tidak netral dan cenderung berpihak pada orang tua siswa.

2. Tidak bersikap ‘micromanaging’. Micromanaging dianggap sebagai model usang dari sistem manajerial karena diyakini sebagai bentuk ego atasan dibanding kerjasama tim.

3. Menghargai proses yang guru jalani dan menyadari bahwa semua guru menghadapi tantangannya masing masing di kelas.

4. Senang berbincang dan mampu mendengar secara aktif. Membuat guru merasa dirinya didengar. Memastikan bahwa pintunya kantornya selalu terbuka bagi guru yang ingin curhat.

5. Melibatkan guru dalam pengambilan keputusan. Guru tidak lagi dianggap cuma harus laksanakan perintah tanpa dimintakan pertimbangan.

6. Melibatkan para guru BK dalam setiap keputusan besar di sekolah. Dari guru BK lah sebuah sekolah akan punya budaya KKI (Keragaman, kesetaraan, dan inklusi).

7. Satu kata dalam hal kedisiplinan guru dan siswa. Membuat sistem penerapan disiplin yang konsisten. Berani memperbaiki karakter guru dan siswa yang tidak sesuai.

8. Menghargai kreativitas gurunya. Guru dihargai karena bersedia keluar dari ‘kotak’ apalagi jika saling bekerja sama demi kebaikan siswa.

9. Menyadari bahwa sebagai pimpinan dirinya dulu adalah seorang guru di kelas. Bersedia lakukan apa saja agar beban administrasi guru berkurang.

10. Penghubung yang aktif antara guru dan Dinas Pendidikan. menjadi pendukung bagi pengembangan karier guru gurunya.

11. Memastikan guru baru bahagia menjalankan profesinya. Guru baru dipasangkan dengan guru senior yang menjadi coach sekaligus mentor.

12. Bersikap adil pada semua staffnya.

13. Tidak kebanyakan rapat yang tidak perlu. Gunakan email lebih sering untuk meminimalisir rapat.

Jika hal hal diatas tidak dihiraukan maka jika ini terjadi di sekolah swasta maka angka ‘keluar masuk’ guru menjadi tinggi. Mungkin di sekolah negeri seorang guru tidak mudah untuk keluar masuk. Namun jika guru memilh untuk bertahan pun maka ia akan menjelma menjadi sosok yang hanya menjalankan rutinitas tanpa ada kemauan untuk berinovasi. Sebuah hal yang pasti akan sangat merugikan siswa dan menghambat kemajuan sekolah.

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: