Tips bekerja sama lintas generasi di sekolah

Sama seperti perusahaan. sekolah sekolah saat ini juga berisi generasi z yang menjadi guru. berikut ini adalah pembagian nya:

Guru generasi Z (usia dibawah 25 tahun)

Guru generasi Y (usia sekitar 26-40 tahun)

Guru generasi X (usia sekitar 41-55 tahun)

Guru generasi Baby Boomers (Usia 56- 70 tahun)

Bekerja dengan generasi yang berbeda memang tidak mudah. Ritme dan kecepatan kerja sampai etika, cara pandang terhadap atasan dan pekerjaan menjadi hal pembeda yang berpotensi masalah. Jika sekolah anda mengalaminya maka ada beberapa hal perlu menjadi perhatian. 

  1. Bagaimana budaya yang berlaku di sekolah anda? Adakah budaya yang terbentuk? atau semuanya mengalir saja dari satu tahun ajaran ke tahun ajaran yang lain.
  2. Apakah sekolah anda punya KPI dan job description (tupoksi) yang jelas bagi tiap jabatan yang ada?
  3. Apakah sekolah anda memiliki visi misi dan tujuan sekolah yang di update sesuai tuntutan zaman
  4. Jika ada visi dan misi sekolah, apakah sudah diturunkan sehingga menjadi sederhana dan mudah dimengerti. 
  5. Apakah ada sesi penilaian KPI dan supervisi klinis yang menggunakan prinsip coaching mentoring?

Budaya sekolah dimaknai dengan tradisi sekolah yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan spirit dan nilai-nilai yang dianut di sekolah. Artinya, budaya sekolah ini berisi kebiasaan-kebiasaan yang disepakati bersama untuk dijalankan dalam waktu yang lama. 

Sebuah budaya sekolah hanya akan bisa berdampak positif bagi kemajuan sekolah jika ada visi misi, tujuan sekolah dan nilai nilai yang disepakati bersama dan secara terjadwal disesuaikan dengan tantangan zaman. Jika tidak maka sekolah akan seperti hutan rimba. Siapa yang kuat dia yang menang. Siapa yang senior dia berhak menentukan arah dan tujuan sekolah. Jika yang kuat dan senior adalah orang orang yang peduli pada pendidikan dan mau berbagi pengetahuan maka sekolah tentu akan maju pesat walau visi misi nya jadul. 

Sekolah yang sehat tidak akan menggantungkan dirinya pada satu generasi saja. Sekolah yang sehat bisa menjembatani generasi dan bisa membuat generasi Z sebagai generasi yang paling muda mencintai dunia pendidikan dan betah berkarir sebagai guru. Untuk itu usaha usaha dibawah ini bisa dilakukan oleh pemimpin di sekolah

  1. Cek dahulu budaya macam apa yang berlaku di sekolah anda. Jika tidak ada atau belum ada silahkan cek kembali visi misi, nilai dan tujuan sekolah anda. Adakah ia terlalu banyak, terlalu umum atau terlalu rumit untuk dimengerti.
  2. Buat tim kecil untuk memoles dan mengupdate visi misi, nilai dan tujuan sekolah. Tugas tim ini adalah menentukan:
  • Apa tujuan sekolah kita? (mengapa dan untuk apa sekolah anda ada?)
  • Apa nilai nilai yang akan diaplikasikan di sekolah kita? (apa yang kita yakini?) 
  • Apa karakter atau perilaku utama kita? (bagaimana kita bertindak) 
  • Apa fokus sekolah kita? (bagaimana kita bertindak?)
  • Apa ambisi sekolah kita? (apa yang kita tuju?) 
  1. Tim ini juga yang akan mengambil pendapat  dan melakukan survey kepada pihak pihak yang berkepentingan (semua pemangku kepentingan) di sekolah agar hal diatas mewakili suara semua pihak. 
  2.  Jika sudah selesai dipaparkan di depan semua guru, orang tua siswa dan dibuatkan sesi sosialisasinya. 
  3. Setiap dimulainya meeting di sekolah diberikan tayangan mengenai point 2. Minta staf untuk bergiliran memberikan pandangannya terkait apa yang tertulis dalam poin 2 dan dipaparkan sebelum meeting selama 3-5 menit hal ini ini berguna untuk mengingatkan semua orang. 
  4. Pon 2 ditempel di lobby sekolah, di ruang rapat, di kelas serta di sudut yang terlihat oleh komunitas sekolah agar selalu tertanam di pikiran. 
  5. Hubungkan dengan KPI unit di sekolah dan KPI pribadi guru. Caranya adalah menghubungkan dengan tupoksi. Pimpinan sekolah membuat meeting mingguan dan bulanan untuk memastikan pencapaian KPI. 
  6. Saat melakukan sesi umpan balik (feedback) dalam kaitannya dengan supervisi . Atasan menggunakan point point di nomor 2  sebagai bahan diskusi dan pengingat bersama-sama. 
  7. Poin poin di nomor 2 dijadikan bahan/materi untuk berkomunikasi, memberikan motivasi, teguran sampai diskusi santai mengenai peningkatan sekolah. 

Hal yang biasa terjadi generasi Z hanya dimanfaatkan kemampuan IT nya saja. Mari kita ubah situasi ini. Jadikan mereka elemen di sekolah yang progresif dan menjadi penggerak bagi kemajuan sekolah. Dikarenakan etikanya diasah, cara komunikasinya dilatih dan etos kerjanya disesuaikan. Tentu semuanya dalam bungkus visi misi tujuan dan nilai nilai sekolah yang selalu digemakan dalam keseharian di sekolah. 

Selamat bekerja lintas generasi. 

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: