3 ramuan sukses merdeka mengajar.

Seberapa efektifnya anda dalam mengajar? jawabannya mungkin masih berkutat pada seberapa baik hasil atau nilai yang diraih siswa. Jika fokus nya hanya pada hasil maka tak heran baik guru dan siswa akan rentan stres. Belajar bukanlah sebuah hal yang menyenangkan.

Jika murid di kelas tidak punya motivasi jawabannya bukan selalu harus menyertakan games di kelas atau kegiatan lain yang bikin ‘happy’ sesaat setelah itu padam. Mungkin saja proses belajarnya yang tidak variatif dan menjadikan anda sebagai guru mudah ditebak. Pembukaan – Ceramah – Siswa mengerjakan tugas – Siswa mengerjakan test.

Berikut ini adalah tiga pertanyaan sebagai bahan dasar ‘ramuan’ anda dalam mengajar dengan prinsip merdeka mengajar.

  1. Informasi apa yang mesti siswa kuasai?
    Kebanyakan guru hanya berhenti di titik ini. Ia merasa tugasnya hanya mengantarkan ‘paket’ yang berisi pengetahuan atau informasi kepada siswanya. Padahal di google semua informasi ada dan tersedia. Tahap ini bukannya tidak penting. Tahap ini adalah fondasi. Siswa perlu mengetahui tanggal, tempat, nama dan prosedur mengenai sebuah pengetahuan baru yang guru ajarkan. Cara mengetes apakah siswa menguasai pengetahuan adalah dengan memberikan kuis singkat, pilihan berganda dan test yang membuktikan bahwa siswa sudah menguasai informasi.
  2. Apa yang siswa akan lakukan di kelas?
    Ada tiga kata kunci dalam tahap ini yaitu: Aktivitas, keterampilan dan produk yang siswa hasilkan. Tahap ini adalah lanjutan dari kegiatan setelah siswa selesai diberikan fondasi informasi atau pengetahuan awal. Di tahap ini siswa diberikan stimulasi kegiatan yang membuat dirinya mampu menganalisa, membuktikan, menghubungkan, menjelaskan dan membandingkan. Bagaimana guru mengetahui bahwa siswanya mampu? Caranya adalah dengan meminta siswa menyelesaikan permasalahan, menuliskan analisa, menyelesaikan diagram venn mengenai masalah tertentu dan melakukan interview dan lain lain.
  3. Apa saja konsep yang harus siswa mengerti?
    Untuk tahap ini kata kunci nya adalah konsep, prinsip dan ide/gagasan. Hal yang menarik jika siswa sudah mengalami sampai ke tahap ini adalah siswa menjadi semangat belajar. Guru sering merasa bahwa saat siswa sudah sampai dititik menguasai pengetahuan (tahap 1) maka siswa sudah paham. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda namun saling mendukung. Siswa bisa fasih menghafal informasi namun belum tentu menguasai ‘kedalaman’ pengetahuan (memahami). Diperlukan peran guru dalam memberikan siswa ide-ide pokok yang memungkinkan siswa melakukan koneksi dengan pengetahuan lain dan bahkan melakukan evaluasi.
    Guru bisa menguji kemampuan siswa ditahap ini dengan meminta siswa mengerjakan project (PjBL), menulis essay atau membuat karya sebagai portfolio.

Ketiga tahap diatas bila diramu dengan baik akan menjadikan pembelajaran anda menarik sekaligus bermakna. Dari tahun ke tahun sangat manusiawi jika sebagai guru kadang anda merasa bosan karena pembelajaran anda kurang menarik. Merasa gagal karena siswa tidak termotivasi untuk belajar. Ingat kualitas anda sebagai guru tidak akan ‘tercemar’ oleh hal hal tadi. Caranya adalah bangkit kembali dan suguhkan pembelajaran menarik kepada siswa anda di kelas dengan meramu ketiga hal diatas .

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: