6 prinsip menilai siswa dengan duduk bersama sesuai dengan semangat kurikulum merdeka

Jika membaca kutipan dari Margaret Heritage, yang mengatakan “kata ‘penilaian’ berasal dari kata kerja Latin ‘assidere’, yang berarti ‘duduk bersama’. Asal kata ini menyiratkan bahwa dalam penilaian guru duduk bersama siswa, dan penilaian adalah sesuatu yang dilakukan guru dengan dan untuk siswa daripada kepada siswa. Hal ini sesuai dengan semangat kurikulum merdeka yang berpihak pada siswa.

Hal apa sebenarnya yang terjadi di lapangan?

  1. Guru cenderung menilai semua pekerjaan siswa sehingga banyak sekali pekerjaan yang guru lakukan.
  2. Waktu guru banyak dihabiskan untuk mentransfer pengetahuan di depan kelas. Dengan cara berceramah yang menghabiskan waktu. 

Kedua hal diatas menghalangi waktu guru untuk fokus memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada siswanya. Apa hubungannya umpan balik dengan penilaian? Penilaian adalah proses memastikan bahwa siswa menguasai konsep pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Umpan balik adalah sebuah proses dari guru kepada siswa yang memastikan bahwa alur pembelajaran berjalan sesuai rencana. 

Dalam proses feedback guru mendengarkan siswanya secara aktif, meluangkan waktu untuk menganalisis, dan kemudian sama sama memikirkan solusi terbaik untuk tampil lebih baik. Guru memberikan kritik positif dan melihat apa yang dapat diubah dari siswanya untuk meningkatkan fokus dan hasil kerja.

Sebenarnya kapan dan bagaimana guru mesti melakukan penilaian? Terlebih dahulu guru memastikan dulu apa tujuan dari pekerjaan yang dilakukan siswa. 

  1. Apakah siswa hanya melakukan latihan soal saja? Jika ini yang sedang siswa lakukan guru tidak perlu menilainya dan tidak perlu memberikan feedback. Siswa hanya perlu menilai dirinya sendiri (self assessment) lewat form yang guru berikan. Biarkan siswa (bukan Anda) yang harus berpikir kritis tentang pekerjaan mereka, mengidentifikasi kesalahan dan area kekuatan, dan berkolaborasi dengan teman sekelas untuk memperbaiki tugas mereka.
  2. Apakah siswa hanya sedang mengerjakan sebuah karya pembelajaran? Jika iya maka guru tidak perlu menilai. Guru memberikan saran, umpan balik serta kritik yang konstruktif bagi pengerjaan karya siswa.   
  3. Saat siswa sudah selesai mengerjakan tugas. Guru menilai hasil karya siswa dengan rubrik penilaian yang sudah disepakati bersama. Siswa tidak perlu diberikan feedback 

Ada salah kaprah yang biasa guru lakukan. Guru biasanya malah fokus pada menilai karya siswa yang sudah jadi. Karya siswa bisa berbentuk esai, tugas kinerja, atau proyek. Jika guru tidak hati hati ia akan sibuk memberikan saran, umpan balik dan kritik nya malah kepada karya yang sudah jadi. Padahal guru seharusnya memberikan itu semua pada saat siswa sedang mengerjakan tugas. 

Bagaimana agar guru terampil dalam memberikan penilaian sesuai dengan semangat menilai siswa dengan cara duduk bersama. 

  1. Di awal pembelajaran guru menyampaikan maksud dan tujuan penilaian jenis ini. Siswa juga dijelaskan rutinitas, aturan dan apa saja hal yang harus dipersiapkan. 
  2. Guru mesti punya rubrik penilaian yang dipersiapkan dengan baik dan melibatkan siswa. 
  3. Persiapkan dengan baik aktivitas apa yang siswa akan lakukan saat guru duduk bersama salah satu siswa dan memberikan umpan balik. Kegiatan yang dimaksud bisa menggunakan papan pilihan, memilih petualangan jalur pembelajaran, daftar putar, hyperdoc, atau pertanyaan yang berpusat pada siswa 5Es.Model 5E adalah metode pembelajaran konstruktivis yang melibatkan 5 fase kunci: (Engagement) Keterlibatan, Eksplorasi, Penjelasan (Explanation), Elaborasi dan Evaluasi
  4. Pilih tempat/posisi dimana anda bisa tetap mengawasi siswa sambil melaksanakan pemberian umpan balik secara individu.
  5. Tentukan target waktu pemberian umpan balik per siswa.
  6. Fokus pada hal apa yang menjadi perhatian dari karya siswa? aspek mana yang perlu mendapatkan perhatian. Hal apa yang tidak ada atau perlu dikembangkan?

Diharapkan dari situasi di atas tugas guru menjadi lebih ringan. Siswa dan guru fokus pada perbaikan dan bukan pada kesalahan. Semangat penilaian jenis ini adalah penilaian autentik yang memberikan siswa rasa percaya diri dan transparansi seputar proses penilaian.  

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: