3 Alasan mengapa kurikulum merdeka mengutamakan Project Based Learning (PJBL)

Project Based Learning merupakan metode pembelajaran yang menggunakan project sebagai media pembelajaran. Model pembelajaran ini berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi atau penelitian yang mendalam terhadap suatu topik pembelajaran. 

Kurikulum merdeka dengan cepat menggandeng metode ini sebagai hal yang ditawarkan agar digunakan oleh guru. Kurikulum 2013 sebenarnya juga melakukan hal yang sama. Semua pendekatan dan metode dikenalkan kepada guru. Ada problem based learning, brain based learning sampai inquiry based learning. Dalam perjalanannya guru belum mampu mengadopsi untuk digunakan di ruang kelas. Pemahaman guru akan pentingnya penggunaan metode pembelajaran belumlah merata. Guru masih merasa sarana dan prasarananya belum cukup untuk mempraktekan metode tadi. 

Untuk itu rekomendasi dari kurikulum merdeka agar guru fokus pada PJBL adalah hal yang menarik. Hal ini seperti menjawab kebingungan guru akan metode dan pendekatan mana yang cocok dan mudah untuk diterapkan. Ada 3 hal yang mungkin dijadikan alasan pemilihan PJBL agar diterapkan sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka ini. 

  1. PJBL relevan bagi siswa. Coba tengok bagaimana karyawan yang bekerja di kantor dinilai kinerjanya oleh atasan. Apakah melalui serangkaian tes yang diadakan mendadak atau terjadwal? atau dilakukan penilaian proses dan dilihat kinerjanya secara keseluruhan per enam bulan atau setahun. Ini membuktikan bahwa proses yang baik perlu mendapatkan perhatian. Penilaian siswa pun perlu menyesuaikan diri menjadi penilaian autentik yang berbasis proses. Hasil yang baik akan terwujud jika prosesnya baik. Semakin cepat siswa terbiasa mengerjakan pekerjaan dalam kerangka project maka dirinya akan terbiasa berpikir menyesuaikan tenggat waktu dan mengoptimalkan semua potensi demi tujuan akhir. Semua karakter yang terbentuk dari metode pembelajaran jenis ini akan terpatri dan menjadikan siswa siap untuk menghadapi masa depan.
  2. PJBL membuat siswa bekerja sama. Aspek kerjasama sangat penting dalam kehidupan siswa di masa depan. Saat ini eranya bekerja sama dan kolaborasi. Istilah mau menang sendiri lewat penentuan ranking oleh guru di kelas sudah lewat. Saatnya keterampilan bekerja sama diajarkan seperti guru mengajarkan pengetahuan lain. Apek kerjasama ini pun layak dinilai seperti guru menilai aspek pengetahuan yang murid sudah kuasai. Murid pun diajak menilai diri sendiri dan rekannya mengenai kemampuan kerjasama yang dimiliki. Siswa diajarkan bahwa dengan banyak ‘kepala’ sebuah masalah pelik akan mudah diselesaikan. 
  3. PJBL ‘memaksa’ guru menjadi fasilitator. Ada ketakutan klasik yang susah lepas dan menjadi beban pikiran seorang guru saat ingin menerapkan metode pembelajaran yaitu apakah kurikulum akan tercapai. Hal lain yang ditakuti adalah apakah nilai siswa akan tambah baik atau tidak. Padahal ada perbedaan antara nilai dan pemahaman. Jika guru mengejar nilai maka siswanya cenderung tidak semangat bahkan akan lakukan hal apa saja yang penting nilainya bagus. Bagaimana jika guru mengejar pemahaman. Maka apa yang siswa paham akan lekat sampai dewasa. Mengejar nilai dan ketuntasan kurikulum akan membuat pembelajaran tidak ada ruhnya. Guru sibuk memberikan bahan ajar yang belum tentu siswa perlukan saat ia dewasa nanti. Guru tidak boleh lagi egois. Saat guru menerapkan PJBL ia mesti memfasilitasi gaya belajar, kecepatan belajar dan kecerdasan majemuk dari siswanya. Guru juga memetakan kurikulum agar jelas aspek mana yang siswa perlu kuasai atau hanya perlu dikenalkan saja di permukaan. 

Tiga aspek diatas adalah cara agar dengan kerangka kerja Kurikulum Merdeka ini dunia pendidikan berpihak kepada siswa. Pendidikan tidak lagi mengacu pada apa yang nyaman bagi orang dewasa (guru dan orang tua siswa) namun juga apa yang ‘penting’ bagi siswa di masa depan. Tidak mengapa jika guru jadi sibuk merencanakan dan guru sibuk belajar kembali. Bukankah guru dan siswa sama di hadapan ilmu pengetahuan yaitu sebagai pembelajar sampai akhir hayat. 

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: