7 Ciri Guru Sebagai Seorang Pemimpin Pembelajaran

Menjadi seorang pemimpin pembelajaran memang sudah sejatinya menjadi tujuan seorang guru. Bahkan kurikulum prototope sudah mempersyaratkannya dan menjadikannya tujuan.

Ditangan seorang guru yang menjadi pemimpin pembelajaran lah skenario, target dan alur pembelajaran diatur, diramu dan ditentukan. Jika cara sebagai seorang guru dalam mengajar anak didiknya hanya ingin menyampaikan dan menghabiskan target kurikulum maka ia belum dianggap sebagai pemimpin pembelajaran.

Tulisan ini bukan mengenai bagaimana membuat administrasi pembelajaran karena administrasi pembelajaran yang baik adalah administrasi pembelajaran yang dikerjakan apapun format yang anda gunakan.

Apa dan bagaimana cara membuat seorang guru menjadi seorang pemimpin pembelajaran? Berikut adalah cara mudah yang bisa anda praktekan.

1. Guru memastikan bentuk interaksi di kelasnya. Sebagai guru anda memastikan bahwa siswa yang anda ajar merasa dirinya penting. Dengan cara guru peduli pada siswanya. Guru membuat siswanya menjadi dirinya sendiri dengan variasi pengajaran dan pembelajaran yang beragam. Seorang pemimpin mesti mengenal dengan baik karakter orang yang ia pimpin. Seorang guru yang merupakan pemimpin pembelajaran akan terus memastikan bahwa dirinya lah yang selalu melakukan respon dan bukan sekedar bereaksi jika ada suatu tantangan dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Interaksi guru dengan siswa tidak melulu secara fisik namun juga secara digital. Setelah PJJ menjadi PTM interaksi secara digital tidak boleh ditinggalkan. Interaksi digital adalah cara yang baik dan kekinian dalam guru mengajar, menilai dan memberikan umpan balik (feed back) pada siswanya. Interaksi fisik dan digital akan membuat siswa cepat menjadi menguasai kompetensi yang diinginkan guru karena ada saluran yang beragam baginya untuk menjadi paham.

3. Guru fokus pada habit dan tidak sekedar mengejar standar. Apa Itu Habit? James Clear, dalam bukunya Atomic Habit bilang kalau “habit” adalah rutinitas atau kebiasaan yang dilakukan secara reguler (dan biasanya otomatis). Kebiasaan mengumpulkan tugas pada waktunya. Kebiasaan berlaku sopan dalam situasi online dan offline. Kebiasaan berbuat yang terbaik semampunya. Adalah kebiasaan yang penting untuk dilatih dan dibiasakan. Guru sebagai pemimpin pembelajaran adalah sosok yang peduli tidak hanya pada kompetensi dan pengetahuan tetapi juga pada sikap yang dimiliki oleh siswa sebagai bekal masa depan.

4. Guru mendidik siswa agar hormat kepadanya tanpa memaksa bahwa siswa perlu patuh padanya setiap saat. Siswa dilatih untuk mempunyai kemampuan mengungkapkan pendapat yang berbeda. Siswa diajak berbicara di depan umum. Siswa dibuat nyaman menyampaikan hal yang ada dipikirannya. Tugas guru menyediakan iklim yang nyaman bagi siswa.

5. Kelas yang anda ajar lebih bernuansa sebuah komunitas daripada sebuah institusi sekolah yang kaku. Apakah anda pernah bergabung ke sebuah komunitas? entah itu komunitas hobby atau komunitas yang lainnya. Hal yang dirasakan adalah ada perasaan nyaman namun tetap saling menghormati satu sama lain. Hubungan yang saling mendukung adalah inti dari komunitas yang terdiri dari siswa, guru, dan orang tua. Guru memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang untuk membawa pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi mereka ke dalam kelas.

6. Guru menganggap matpel yang diajarnya adalah matpel yang paling penting. Namun dirinya tetap terbuka untuk berkolaborasi. Baginya kelas yang ia ajar terbuka untuk berintegrasi dan terkoneksi dengan matpel atau guru lain. Tujuannya agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Kurikulum prototipe mempersyaratkan adanya Pembelajaran berbasis proyek. Guru yang bersedia bekerja sama dengan matpel lain adalah guru yang siap untuk melakukannya.

7. Guru membiasakan diri untuk berlaku transparan dalam merencanakan, mengajar dan menilai siswa. Murid saat ini tidak akan respect kepada gurunya hanya karena gurunya sosok yang misterius. Jika guru ingin menjadi pemimpin pembelajaran dirinya adalah sosok yang bahkan melibatkan siswa dalam memberikan penugasan apa yang cocok. Bahkan mengajak siswa untuk merencanakan pembelajaran dan pengajarannya secara bersama sama. Begitu pun dalam menilai ia bukan menjadi sosok yang mencari kesalahan namun menjadi sosok yang memberikan umpan balik agar siswanya mampu dan kompeten.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran guru diharapkan selalu mawas diri untuk selalu menghubungkan apa yang ia ajarkan dengan masa depan yang siswanya akan lalui.

Guru menjadi model untuk menjadi sosok pembelajar, berpikiran terbuka dan selalu mau mencoba hal baru yang walaupun sulit diawal namun akan membawa kebaikan bagi siswanya di masa yang akan datang.

Artikel ini dipilih untuk dimasukkan dalam kampanye “Blogger Guru Terbaik di Indonesia” dari penerbit bahan ajar pendidikan Twinkl 

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: