5 cara sukses sekolah merancang kurikulumnya sendiri.

Siapakah anda yang sedang membaca tulisan ini? sudah berapa lama anda menjadi pendidik? berapa jenis kurikulum yang anda lalui? jika anda pernah mengajar dengan pendekatan CBSA, KBK, KTSP, Kurikulum 2013 dan terakhir adalah kurikulum darurat. Selamat anda adalah manusia segala jaman. Nah gelar anda akan bertambah lagi dengan adanya Kurikulum prototype yang akan segera diluncurkan.

Kurikulum adalah belahan jiwa bagi seorang guru. Sedihnya perlakuan guru terhadap kurikulum seperti kekasih yang tidak disayang dan diperhatikan. Diserahkannya kurikulum itu pada buku paket atau diserahkan pada penilaian orang katanya begini dan katanya begitu.

Kurikulum juga sering disalah artikan sebagai semata hanya RPP. Padahal RPP adalah turunannya. RPP adalah skenario dari kurikulum yang sudah dipetakan dan ditafsirkan. Sebenarnya dengan perubahan terus menerus pada kurikulum apa sih yang guru mesti ingat dan camkan agar tetap bisa memperhatikan belahan jiwanya itu?

1. Kurikulum dari pemerintah adalah standar minimum isinya adalah hal-hal esensial yang relevan bagi semua siswa

2. Pemerintah selalu hanya memberikan kerangka dan struktur dasar kurikulum.

3. Tugas sekolah adalah melakukan kerja bersama internal dan eksternal untuk menyusun sendiri penafsirannya terhadap kurikulum yang ada.

4. Tiap sekolah mempunyai hak untuk melakukan penafsiran terhadap kurikulum demi menyesuaikan situasi dan kondisi siswa di sekolahnya masing masing.

Mulai dari mana jika ingin sekolah anda punya kurikulum yang khas dan berciri. Silahkan gunakan tahapan ini

1. Identifikasikan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah pernyataan hasil yang menangkap secara spesifik pengetahuan, keterampilan, sikap apa yang harus dapat ditunjukkan oleh siswa setelah mengikuti pembelajaran. Gunakan taksonomi Bloom sebagai panduan. Taksonomi Bloom adalah model hierarki tujuan pembelajaran yang dapat membantu guru membangun rencana pelajaran.

2. Tentukan apakah bukti bahwa siswa anda sudah menguasai pembelajaran yang anda berikan. Apakah siswa cukup menjawab pertanyaan pada test, mampu menulis laporan, melakukan eksperimen atau membaca data. Guru lah yang mesti mempunyai standar apakah muridnya sudah menguasai materi. Kecerdasan majemuk sangat membantu bagi anda mempunyai cara yang kreatif bagaimana seorang siswa dapat dikatakan ‘paham’.

3. Rencanakan test atau ujian yang menarik. Pilih jenis instrumen yang menarik dan membuat siswa terpacu dan tertarik untuk mengerjakan. Jika guru cenderung hanya memberikan satu jenis test saja maka siswa akan mudah bosan. Bukan lagi saatnya belajar hanya untuk mengerjakan test tertulis semata. Perlu ada upaya memvariasikan jenis penilaian.

4. Membuat RPP yang dinamis yang menjadi pedoman dan bukan sekedar naskah biasa. RPP harus dirancang untuk mengarahkan siswa menuju tujuan pembelajaran. Dari RPP yang ada sudah jelas tugas apa yang harus siswa kerjakan. Guru harus memiliki kebebasan untuk mengubah atau menyesuaikan rencana pelajaran berdasarkan kebutuhan belajar siswanya.

5. Lakukan terus penyesuaian. Jika sudah ada dokumen kurikulum bercirikan sekolah anda lakukan selalu survey kepada guru dan siswa serta orang tua yang menggunakannya. Di revisi tiap dua tahun sekali. Demi memastikan bahwa kurikulum tetap tanggap terhadap perubahan jaman.

Tugas sekolah lah yang berwenang mengembangkan kurikulum operasional yang relevan dan menjadi panduan bagi guru untuk melakukan pembelajaran di kelas. Jika sekolah belum mampu.

Sekolah bisa duduk bersama dengan sekolah sekolah yang ada dalam gugusnya atau minimal satu kecamatan. Hal ini sangat baik dalam rangka mengkondisikan sekolah sekolah disekitar untuk berjalan bersama dalam berinovasi.

Meyakinkan dinas pendidikan setempat pun menjadi mudah dikarenakan sebuah hal yang dilakukan bersama sama akan terlihat sebagai upaya perbaikan dan kreativitas.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: