3 Solusi sukses mengajar kelas secara bersamaan (online dan offline)

Hampir semua guru saat ini diminta untuk mengajar kelas online dan offline secara bersamaan. Situasinya adalah separuh siswa menghadiri kelas secara langsung dan secara virtual. Guru di kelas secara susah payah berusaha memenuhi kebutuhan siswa di kelas dan online secara bersamaan. Guru sering merasa bersalah karena mereka tahu satu kelompok siswa lebih banyak menyita waktu dan perhatian. Seringkali, siswa di kelas memonopoli waktu dan perhatian guru karena mereka dapat mengajukan pertanyaan secara langsung.

Permasalahan yang sering timbul

1. Bagaimana mengelola pembelajaran dalam dua situasi. Pembelajaran luring dengan siswa yang ada di sekolah dan daring dengan siswa yang ada di rumah

2. Membagi perhatian kepada siswa secara bersamaan

3. Siswa yang kurang perhatian dan tidak tertarik

4. Waktu yang tidak cukup dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan siswa (dalam grup dan individu)

Berikut ini adalah solusinya:

Solusi dalam merencanakan pembelajaran. (untuk waktu silahkan disesuaikan)

Guru membagi waktu selama jam pelajaran dengan pembagian sebagai berikut. 1. Pembukaan pembelajaran dengan quiz singkat atau pemaparan materi 15 menit.

2. Dilanjutkan dengan 15-30 menit guru melakukan teknik Present-Pause-Discuss. Tiga tahap yang berarti guru menerangkan (present), guru berhenti menerangkan dengan mengecek pemahaman (pause). Dilanjutkan dengan guru mendiskusikan materi pembelajaran (discuss).

3. 15- 20 menit guru memberikan pemaparan materi dan memberikan kesempatan siswa untuk mengerjakan dengan bimbingan. Siswa boleh bertanya dan guru memberikan konsultasi.Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengerjakan secara mandiri.

4. Selama 15-20 menit. Guru dalam mengatur apakah siswa bekerja dalam kelompok yang ditentukan oleh uru berdasarkan kemampuan, campuran (agar siswa bisa belajar dari rekannya) atau grup yang sudah ditentukan untuk sebuah project tertentu.

5. Melakukan 5 menit refleksi pembelajaran dengan bertanya pada siswa. Guru bisa bertanya Apa 3 poin yang kamu ambil dari pelajaran hari ini? Apa hal yang masih kamu ingin pelajari ? Bagaimana kamu menceritakan pelajaran hari ini dengan teman mu yang tidak masuk?

Solusi mengaktifkan siswa.

1. Menggunakan teknik mengajar siswa dalam kelompok. Buat 3 kelompok. Ditiap kelompok siapkan penugasan bagi siswa. Lalu lakukan rotasi tiap 10 menit atau sesuai waktu yang anda miliki. Persiapkan dengan baik dan variasikan tugas tiap kelompok. Siapkan pekerjaan bagi siswa yang selesai lebih cepat.

2. Guru membuat video atau mengambil video yang cocok di youtube. Video berisi penjelasan guru mengenai materi pembelajaran. Lakukan penjelasan dahulu sebelum meminta siswa memutar video. Berikan siswa waktu untuk melihat dan mencermati video. Setelah itu lakukan kegiatan pasca siswa menonton video. Gunakan grouping seperti di point sebelumnya.

3. Guru memberikan semacam menu (playlist) yang berisi urutan perintah kegiatan pembelajaran yang bisa siswa akses dan lakukan secara mandiri. Guru menyediakan urutan kegiatan yang berisi aktivitas pembelajaran yang beragam dari awal hingga akhir. Dengan demikian siswa tetap sibuk dan terkendali oleh guru.

4. Menggunakan papan pilihan atau hyperdocs. Manfaat Papan Pilihan: Siswa senang saat diminta memilih akan mengerjakan tugas yang mana dulu. Siswa melakukan tugas yang berbeda beda. Siswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri. Guru dengan rileks memonitor siswa dan bisa dengan santai berdiskusi dengan siswa.

Solusi membuat siswa mau bertanya dan mendapatkan jawaban selama pembelajaran.

1. Lakukan strategi ‘3 before me’, atau bertanya kepada 3 hal/orang sebelum bertanya kepada guru. Langkah pertama: Minta siswa bertanya dahulu kepada Google atau melakukan pencarian jawaban mereka secara online. Langkah kedua : mencari jawaban lewat tutorial video YouTube. Langkah ketiga: bertanya pada teman sekelas (yang sedang online di rumah atau teman yang ada di kelas. Bagaimana jika belum juga ditemukan jawabannya? baru bertanya pada guru.

2. Jika siswa masih belum menemukan jawaban. Siswa bisa menggunakan aplikasi seperti Padlet, google forms atau ClassroomQ untuk bertanya agar guru dan siswa lain bisa membantu menjawabnya.

Situasi saat ini memerlukan guru yang senang mencoba dan belajar dari pengalaman yang ia lalui. Guru kreatif memaknai teknologi hanya sebagai alat. Dalam diri guru kreatif sudah lekat dengan keinginan untuk selalu menghadirkan pengalaman belajar bermakna bagi anak didiknya.

Selamat mencoba.

47Amalya, Iha Ikha and 45 others10 Comments20 SharesLikeCommentShare

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: