9 cara mengembalikan motivasi siswa pasca belajar di rumah.

Ada dua tipe motivasi siswa yang wajib guru ketahui. Motivasi dari dalam dan dari luar. Motivasi dari dalam (intrinsik) didefinisikan sebagai siswa tergerak untuk bertindak untuk kesenangan dirinya atau tantangan daripada karena dihargai guru atau diberikan iming iming hadiah. Sementara motivasi dari luar (ekstrinsik) adalah ketika siswa menunjukkan perilaku positif karena penyebab luar seperti menghindari hukuman atau menerima hadiah. Walaupun demikian terkadang motivasi intrinsik dan ekstrinsik pada siswa dapat bekerja sama untuk membantu menyelesaikan tugas.

Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa motivasi dari dalamlah yang akan membuat siswa menjadi orang yang sukses dan mandiri di masa depan. Lalu apa peran guru dalam menumbuhkan tipe motivasi tersebut?. Guru memang bukan tukang sulap dan sihir. Hal yang dapat dilakukan guru adalah menciptakan lingkungan dimana tumbuh motivasi siswa dalam belajar di sekolah dengan kesadaran dan suka rela. Tentu bukan perkara yang mudah apalagi pasca hampir 2 tahun siswa belajar di rumah.

Berikut ini adalah cara yang bisa anda lakukan dalam menumbuhkan motivasi siswa.

1. Aktivitas pembelajaran yang beragam. Pembelajaran yang pasif atau membuat siswa duduk diam lama mendengarkan adalah cara terbaik untuk membuat siswa bosan dan berpikir untuk kembali belajar online. Variasikan metode belajar anda. Dijamin siswa akan merasa bahwa dirinya diterima untuk belajar kembali dengan cara yang fun bersama anda sebagai gurunya.

2. Lakukan gamifikasi. Gamifikasi adalah menambahkan mekanisme permainan (ada skor, ada kelompok dan ada penghargaan) ke dalam lingkungan belajar untuk meningkatkan partisipasi siswa. Tujuan gamification adalah untuk menginspirasi siswa berkolaborasi, berbagi, dan berinteraksi.

3. Guru memberikan instruksi yang jelas. Membuat pembelajaran yang menarik tanpa instruksi yang terstruktur dan jelas hanya akan membuat siswa kebingungan. Untuk itu tantang mereka dengan pembelajaran yang menarik dan dengan instruksi yang jelas dan bertahap.

4. Berikan umpan balik dan bukan sekedar nilai. Sebuah angka nilai kurang memberikan dampak. Umpan balik serta saran konstruktif dari guru lah yang akan memperbaiki mutu pekerjaan siswa.

5. Buat skenario pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek akan membuat pembelajaran menjadi autentik. Hasil karya siswa tak akan sama dan menantang siswa senang untuk tampil berkarya sebaik yang ia bisa.

6. Rayakan pencapaian siswa. Merayakan sesuatu tidak harus dengan makan bersama. Bisa saja dengan menyebut nama siswa yang berubah makin baik sikapnya. Siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu disebut namanya keras keras di depan kelas sambil diberikan pujian.

7. Percaya pada kemampuan siswa. Berikan motivasi dan penguatan serta afirmasi positif. Siswa yang sering diberikan penguatan akan senang berbagi pengetahuan sesama rekannya. Meminta siswa berpresentasi di depan kelas akan membuatnya timbul rasa percaya bahwa dirinya adalah sosok yang bisa diandalkan.

8. Kenali siswa dan ingat namanya. Apalagi jika ini saat pertama mereka masuk kelas dan mengenal anda sebagai gurunya. Sebuah kelas bukan sebuah panggung untuk guru saja. Berikan kesempatan siswa untuk bersosialisasi sesamanya dengan cara yang sopan dan bebas tekanan.

9. Buat kelas anda menyenangkan. Sampaikan selalu kepada siswa anda lewat bahasa lisan dan tulisan bahwa kelas anda adalah kelas yang menyenangkan bagi semua yang ada didalamnya. Semua punya kesempatan untuk maju dengan positif lewat caranya masing masing.

Menerima siswa kita kembali masuk sekolah adalah bagaikan menerima titipan harta yang paling berharga dari Tuhan. Rencanakan semua kegiatan agar siswa merasa bahwa guru gurunya telah berubah.

Dari yang dulunya hanya minta didengar menjadi suka mendengarkan secara aktif. Dari yang tadinya senang memberikan tugas banyak banyak tanpa dinilai menjadi guru yang memberikan pembelajaran lewat proyek yang menarik untuk dikerjakan karena diberikan umpan balik demi perbaikan.

Saatnya guru tidak lagi mempertanyakan motivasi siswa. Justru dirinya lah yang punya tanggung jawab untuk membuat lingkungan dimana siswa senang belajar dan merasa diterima.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: