7 Persiapan dalam membantu orang tua siswa persiapkan pembelajaran tatap muka.

Akhirnya hal yang ditunggu datang juga. Apakah itu? Berita mengenai akan diberlakukannya Pembelajaran tatap muka (PTM). Walaupun masih dengan cap terbatas namun sudah sedikit melegakan bagi pendidik dan orang tua siswa yang menantikannya.

Bagaimana dengan anak atau siswa sendiri? Apakah mereka merindukan pembelajaran tatap muka? jawabannya bisa iya atau tidak. Diantara pendidik yang bahagia akan datangnya PTM dan siswa yang belum tentu mau datang ke sekolah untuk PTM ada orang tua siswa yang cemas berharap.

Ada beberapa tipe orang tua siswa yang ada di sekolah selama masa pembelajaran jarak jauh ini

  1. tipe semangat membara. Ia ada di jajaran terdepan orang tua murid yang tanya ini dan itu kepada guru di awal pandemi sampai sekarang. Aktif di grup whatsapp orang tua dan yang merasa paling stress karena PJJ ini.
  2. tipe pasrah. Tipe yang baru mau komunikasi jika guru sudah japri. Jika tidak dijapri maka orang tua jenis ini merasa semuanya baik baik saja,. Padahal guru sudah khawatir pada anaknya.
  3. tipe wait and see. Ini adalah tipe yang tidak akan terburu buru menyatakan persetujuan saat mengisi survey kesiapan masuk sekolah.

Ada beberapa anggapan sekolah kepada orang tua siswa

  1. sebagai pengawas
  2. sebagai pelanggan (customer)
  3. sebaga mitra
  4. sebagai pelengkap semata

Mari kita bahas posisi orang tua siswa sebagai mitra sekolah dalam membelajarkan anaknya. Di masa PJJ ini tidak jarang ada banyak curhatan dan pertanyaan mereka. Saya akan membaginya untuk anda

  1. Model pendidikan terbaik apa yang bisa diterapkan di Indonesia dan di sekolah anak saya? Apakah model pendidikan di Finlandia bisa diterapkan di sekolah anak saya?
  2. Bagaimana memotivasi anak saya agar semangat belajar?
  3. Apa metode belajar yang terbaik bagi anak saya?
  4. Apakah ada penilaian hasil belajar yang tidak semata mengutamakan nilai?
  5. Anak saya kecanduan Gadget karena dampak PJJ bagaimana mengatasinya?
  6. Adakah cara terbaik pemberian PR agar tidak membuat anak bosan dan keberatan?
  7. Pola asuh bagaimana yang bisa mendukung karakter anak sehingga menjadi anak yang sukses sebagai pembelajar?

7 pertanyaan diatas adalah pertanyaan orang tua siswa sebagai hasil dari ‘kawah candradimuka’ pembelajaran jarak jauh selama 2 tahun ini. Menarik bukan? saya pribadi terkejut dengan kualitas pertanyaan orang tua siswa saat ini. Lalu hal apa yang bisa sekolah lakukan.

  1. Sekolah meminta gurunya berkolaborasi memetakan kurikulum mana yang penting dan prioritas. Guru mesti dibiasakan punya kemampuan bekerja sama dengan sesamanya merencanakan kurikulum. Finladia bisa maju dikarenakan pendidikannya mengutamakan kolaborasi dan bukan kompetisi.
  2. Sekolah anggap dinas Pendidikan sebagai mitra dalam berkembang dan berinovasi. Berita baik nya saat ini kementrian menerapkan AKM yang membuat sekolah tidak semata mengejar nilai. AKM (Assessmen Kompetensi Minimum) ini menggantikan peran UN atau Ujian Nasional
  3. Sekolah berusaha menyesuaikan visi misi, kompetensi lulusan dan karakter (learner profile) terhadap situasi terkini dalam Pendidikan dan perkembangan dunia karier dan pekerjaan di dunia saat ini.
  4. Sekolah mempunyai konsep dan kebijakan mengenai ‘grading’ atau penilaian siswa. Secara singkat konsep penilaian yang baik adalah memberikan umpan balik yang konstruktif dan bermakna kepada siswa dan bukan mencari kelemahan siswa
  5. Membuat School board semacam dewan sekolah yang menjadi mitra Yayasan dalam menentukan arah Pendidikan.
  6. Memberikan workshop atau pelatihan singkat dengan topik seperti ‘Math is fun’, ‘Reading is fun’, ‘penilaian autentik” dan topik lain yang memberikan orang tua siswa gambaran bagaimana mendampingi anaknya belajar di rumah.
  7. Mengaktifkan dan memberikan ekskul porsi besar dan sama pentingnya dengan proses pembelajaran walaupun di masa pandemi dan pada saat tatap muka. Dikarenakan ekskul terbukti menjadi jalan keluar bagi anak yang punya hambatan dalam bersosialisasi dan motivasi belajar.

Langkah diatas bisa dilakukan sekolah sebagai ucapan terima kasih karena dedikasi yang luar biasa bagi orang tua siswa di masa pandemi ini. Semua yang baik yang terjadi saat pembelajaran daring pantas dan harus diteruskan. Akan menjadi sia sia jika sekolah sebagai komunitas pembelajar memilih untuk menjadikan percikan api semangat orang tua dalam hal pendidikan ini sekedar sebagai ‘bumbu bumbu’ masa PJJ. Saat nya orang tua siswa diberdayakan sebagai bagian dari komunitas pembelajar di sekolah.

Let’s keep learning. Together.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s