Melakukan supervisi guru di era blended learning

Era pembelajaran campuran memang menarik untuk semua pendidik melakukan eksperimen. Tidak hanya dalam soal pembelajaran dalam hal supervisi pun sekolah boleh saja melakukan eksperimen. Hal yang saya maksud adalah sekolah melakukan hal yang belum pernah dilakukan atau memperkuat hal yang selama ini ada.

Sebelum era pandemi supervisi guru adalah proses dimana:
1. guru dicek RPP nya oleh kepala sekolah
2. guru disaksikan tau diobsevasi pembelajarannya oleh kepala sekolah
3. guru diberikan umpan balik atau feedback
4. guru diberikan penilaian atau skor yang ada hubungannya dengan gajinya tahun depan (hanya terjadi di sekolah swasta)

Dalam situasi sebelum pandemi tidak banyak guru yang menggunakan TIK atau IT. Dalam pembelajaran tatap muka guru biasanya fokus pada alat bantu ajar dan metode pembelajaran cooperative atau belajar dengan bekerja sama.

Apa yang bisa diperkuat atau dilakukan oleh sekolah dalam menyikapi situasi terkini dimana guru sering menggunakan hal yang baru. Entah itu aplikasi atau metode terkini yang ada dalam konsep pembelajaran campuran.

Berikut ini adalah hal yang baru yang mungkin saja bisa anda praktekan:

1. guru diminta mengundang sesama rekannya untuk meyaksikan pembelajarannya lewat teknik pinneaple chart. Apa itu Bagan Nanas (pineapple chart) ?
Jika seorang guru memiliki rencana pelajaran yang diyakini akan diminati oleh guru lain, apakah itu untuk teknik pengajaran tertentu yang akan digunakan dikelas, mengajar dengan aplikasi tertentu atau sebuah metode yang baru. Guru dapat memposting atau menempel informasi itu di ruang guru (atau di mana pun guru berkumpul) pada bagan nanas.Inti gagasannya adalah guru mengundang guru lainnya untuk mengobservasi atau menonton dirinya mengajar.

2. Guru yang tampil mengajar kemudian diberikan masukan oleh guru lain yang melihat ia mengajar. Dari sisi penghantaran pembelajaran sampai penggunaan teknologi (whatsapp, zoom, Teams atau Google Meet). Hal yang unik dari metode ini guru diberikan feedback dari sesamanya. Maklum saat memncoba hal yang baru pasti ada rasa gugup dan tak nyaman dari seorang guru. Untuk itu saat seorang guru melihat rekan lainnya mengajar, sekolah membantu dengan menyediakan rubrik mengajar yang bisa dilihat bersama sama. Hal ini bisa berlaku bagi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online.

3. guru berdiskusi dengan rekannya dan rekan yang melihatnya mengajar kemudian memberikan masukan. Topik pembelajaran ini nanti yang akan dibawakannya juga di depan kepala sekolah

4. guru meminta waktu kepala sekolah untuk melakukan supervisi pembelajarannya

5. Kepala sekolah memberikan umpan balik

Langkah diatas membuat sekolah menjadi sekolah yang berisi para pembelajar. Bagi guru langkah diatas membuat dirinya lebih rileks karena rencana pengajaran dan pembelajarannya sudah dilihat dan diberikan masukan dahulu oleh sesama rekan. Dengan demikian saat kepala sekolah mengobervasi ia tinggal melaksanakan apa yang sudah ia laksanakan sebelumnya dengan penyesuaian yang didapatkan dari saran sesama guru. Tentunya agar anak tidak bosan hindari untuk menggunakan materi yang sama dengan sebelumnya saat akan diobservasi oleh kepala sekolah.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s