7 Penyesuaian cara mengajar guru pasca pandemi

Masuk sekolah pasca pandemi akan terasa sekali bedanya. Merugilah mereka para pendidik yang belum bisa mengambil pelajaran dari situasi yang terjadi hampir dua tahun ke belakang ini.

Ada pertanyaan penarik yang layak diingat. Pertanyaan itu adalah: Siapa yang bisa memuat guru mau dan bersedia belajar kembali mengenai TIK dan pembelajaran kreatif? jawabannya adalah Pandemi Covid 19.

Sebuah jawaban yang unik dan menyakitkan sebenarnya. Dikarenakan mesti ada wabah dahulu yang kemudian membuat pendidik mau mentransformasikan dirinya.

Dengan demikian bukan kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, menteri pendidikan ynag bisa mengubah seorang guru untuk mau mencoba hal yang baru tapi keterpaksaanlah yang kemudian berhasil mengubah seorang pendidik untuk mau bertransformasi.

Apa saja hal yang mesti disesuaikan jika guru ingin membuat situasi sekolah pasca pandemi berjalan dengan lebih baik dari sebelum pandemi?

1. Saatnya guru untuk mengurangi ceramah dan mesti sibuk memuat rekaman video dimana dirinya menerangkan pembelajaran. Sudah terbukti guru berceramah terlalu lama yang membuat sitausi PJJ menjadi kurang kondusif. Membuat video pun tidak perlu yang terlalu ‘wah’ cukup anda berbicara dengan jelas dan menampilkan teks agar siswa bisa konsen.

2. Lebih baik rekam ceramah anda, posting di kelas virtual anda dan biarkan siswa mendengarkan kapan ia suka. Seperti layaknya ia melihat youtube ia bisa mempercepat dan memperlambat mana yang penting.

3. Perencanaan pembelajaran juga mesti diarahkan untuk berskenario pembelajaran berbasis project. Ciptakan situasi dimana siswa mesti berkolaborasi dengan sesamanya4. Pelajaran yang diambil saat PJJ kemarin adalah tidak semua siswa bisa terlibat. Padahal guru bisa dikatakan berhasil jika murid anda si introvert bisa terlibat.

4. Guru menyediakan pilihan online dan offline (Hybrid) yang membuat siswa mudah dalam belajar sesuatu. Ada versi siaran langsungnya dan ada juga versi yang sudah direkam dan siap siswa dengarkan, untuk ia tonton dan pelajari kapan saja lewat kelas virtual.

5. Kurangi kurangi menilai dan ‘menghakimi siswa’ perbanyak memberikan masukan dan umpan balik yang konstruktif. Lebih baik anda mengajar sedikit namun berarti dan bermakna. Pilih hal yang penting dan menjadi inti subyek anda dibanding mengajar banyak hal yang belum tentu berguna bagi siswa di masa depan. Posting di kelas virtul anda dan biarkan siswa mengulang pelajaran yang sudah anda sarikan.

6. Dalam penumpulan tugas anda boleh saja punya deadline. Namun gunakan hati anda jika ada siswa yang serius mengerjakan namun karena satu dan lain hal hasil nya kurang memuaskan. Silakan berikan tambahan waktu karena akan membuat ia semangat memperbaiki pekerjaannya. Sekali lagi lihat usaha dan niat anak tersebut.

7. Cara pemberian test pun mesti banyak penyesuaian. Guru sudah boleh membuat dan memperbanyak test yang ‘open book’ yang membuat siswa pandai dan mampu berargumen. Selama PJJ harus diakui semua pertanyaan yang guru berikan kemudian di googling oleh siswa. Lebih baik lakukan test open book dan pastikan pertanyaan nya tidak bisa dicari siswa di google.

Sekolah perlu mengajak bicara guru gurunya. Minta mereka memetakan kurikulum nya. Keran improvisasi pembelajaran terbuka lebar. Saatnya sekolah memanfaatkan. Sayang sekali jika masuk sekolah pasca pandemi ini hanya mengulang hal yang kurang baik dan konvensional yang terjadi sebelum pandemi.

Selamat mencoba dan terimalah bahwa pasca pandemi ini anda adalah guru yang berbeda. Berbeda dalam cara mengajar, memandang profesi mengajar dan berkiprah dalam dunia pendidikan terkini pasca pandemi.

Hasil Pelatihan dan Rapat Kerja SMP dan SMA Yayasan Pendidikan Sorowako. Hasil karya yang menarik menjadi inspirasi dan pembelajaran di sekolah pasca pandemi.Silakan dilihat di link ini https://padlet.com/agussampurno/10yw6y6hffi854z1

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s