Resep bagi guru dan kepala sekolah dalam memasuki landscape pendidikan terkini.


Bulan Maret 2021 sudah hampir berakhir. Hampir setahun sekolah berjalan secara virtual. Banyak harapan yang diingiinkan agar segera dilakukan tatap muka. Selama setahun ini pula sudah banyak perubahan yang terjadi. Sampai ada istilah nya berkah pandemi dikarenakan dengan keterpaksaan karena keadaan ini menjadi makin banyak guru yang makin mahir dan ahli dalam berbagai bidang.

Apakah memang sebuah perubahan mesti dipaksa oleh situasi? Anda yang berada dalam dunia pendidikan pasti tahu berat rasanya melakukan perubahan, diajak berubah atau mempelopori sebuah perubahan.

Semua orang cinta kenyamanan atau ‘comfort zone’. Padahal dalam dunia pendidikan tidak ada yang namanya zona nyaman. Semua mesti bersedia nyaman dalam ketidaknyamanan. Sudah terbukti bahwa jika seorang guru menolak berubah maka keadaan lah yang akan memaksanya. Bagi anda guru dan kepala sekolah swasta tentu sudah akrab dengan istilah bahwa sekolah perlu terus berbenah demi agar tetap dilirik oleh calon orang tua siswa yang baru agar sekolah tetap dapat murid.

Namun bagaimana jika sekolah anda ada di zona ‘nyaman’. Cirinya adalah murid datang sendiri, sampai sekolah bahkan perlu melakukan seleksi. Gaji tiap bulan tidak kurang bahkan cenderung stabil di masa banyak guru lain dipotong gajinya karena krisis pandemi. Minim tuntutan dari orang tua siswa. Demi apakah orang orang yang ada di sekolah tersebut mesti berubah? jawabannya demi siswa yang harus didampingi agar bisa sukses dalam dunia yang sama sekali berbeda dengan dunia yang ada sekarang.

Sebagai seorang pendidik mengenai demi siapa kita mesti berubah dan menyesuaikan diri sepertinya tidak perlu diajarkan dan diingatkan lagi. Dalam setiap pendidik ada ‘api yang menyala’ yang ingin siswanya sukses. Api tersebut bisa padam karena atasan, senior atau teman sesama pendidik yang ‘begitu begitu saja’ dalam berkarier dan berprofesi. Kalimat yang sering terucap adalah ‘sekolah kita kan berbeda dengan sekolah lain’ atau ‘dulu sekolah kita sudah pernah melakukan’ ketika ada semua ide untuk melakukan inovasi dan perubahan.

Bagaimana agar passion sebagai pendidik terus menyala dalam menghadapi landscape pendidikan yang berbeda seperti sekarang ini? Jika anda pemimpin di sekolah bagaimana membuat bawahan atau atasan anda bersedia menyesuaikan diri dengan perubahan jaman. Jika anda seorang guru bagaimana bisa menjadi sosok yang fleksibel yang bersedia menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Jika anda adalah kepala sekolah/pemimpin sekolah.

1. Buat lagi arah, kesepakatan dan kesepahaman baru. Jika dimungkinkan meninjau kembali visi dan misi sekolah. Sudah sesuaikah dengan situasi terkini? gali kembali untuk apa fungsi guru dan sekolah dalam situasi sekarang. Fokus pada bagaimana memperbaiki kinerja guru di kelas.Tidak akan terasa sekolah anda akan berbenah dalam hal kurikulum, manajemen kelas dan praktek yang terbaik dalam proses belajar mengajar.

2. Permudah bahasa anda. Jadilah orang yang gampang dimengerti. Bermainlah strategi. Pahami semua orang mengapa perubahan itu penting. Berikan gambaran yang jelas perihal arah serta langkah yang akan dilakukan. Kenali orang yang mudah diajak berubah, yang gampang gampang susah atau yang menentang. Santai saja biasanya penolakan terjadi karena tidak tahu atau tidak mau. Jika ia tidak mau pastikan ia tetap mendukung dan tidak menghambat.

3. Perubahan dalam internal sekolah perlu banyak penyesuaian. Struktur kepemimpinan juga mesti diubah menjadi semakin cair dan fleksibel. Jadilah pemimpin yang sederhana simple dan bisa diajak tukar pikiran. Ada 1001 cara untuk melakukan empowering (penguatan) terhadap bawahan anda

4. Terima ide perubahan dari mana saja. Buat semua orang berpikir bahwa ia adalah bagian dari perubahan. Hindari memaksa orang berubah. Lebih baik buat kondisi agar setiap individu mau tidak mau berubah dengan sukarela mengikuti arus tanpa ada rasa sungkan.

5. Jika ada ide yang bagus segera dilaksanakan bukan dengan pemikiran bahwa ide adalah sebuah rencana yang tidak boleh gagal atau mandek. Saatnya memandang bahwa sebuah ide inovasi adalah eksperimen yang terus diperbaharui dan dicarikan jalan keluarnya jika menemui kebuntuan. Prinsipnya adalah measure – adjust – evaluation.

6. Jangan mulai dari awal. Temukan terus apa hal yang sudah baik selama ini dan gunakan itu sebagai fondasi awal. Hargai semua hal yang sudah dilakukan dan terjadi selama ini sambil diarahkan terus agar menambah nilai nilai inovasi sesuai dengan situasi terkini. Jika sekolah anda sudah baik dalam salah satu standar di 8 SNP maka segera bergerak kepada standar lain secara holistik.

7. Minta guru anda untuk melakukan pengimbasan. Sebuah kemajuan dari proses perubahan yang sedang berlangsung akan semakin melekat jika guru diminta berbagi pada sesamanya. Sharing is caring. Berbagi pengetahuan akan membuat semua menjadi semakin bersemangat dalam menjalani perubahan. Selain bersemangat guru juga merasa berharga dan berarti. Sediakanlah sesi pengimbasan (diseminasi) undang KKG/MGMP/KKS di sekitar sekolah anda. Nah mumpung sekarang jamannya webinar semoga yang tadinya diniatkan untuk gugus setempat bisa jadi malah menasional. Be a risk taker, anda pasti bisa!

Jika anda adalah guru

1. Jika ada ide mengenai perubahan jangan lakukan apapun sebelum anda jelas tujuan dan arah kebijakan ini dalam gambaran besarnya. Akan lebih mudah bagi guru jika mengetahui dengan pasti aspek ‘why’ dari sebuah perubahan. Maka ia akan gercep dan dengan senang hati berubah semampu yang ia bisa.

2. Segera ukur posisi anda saat ada ide mengenai perubahan. Anda adalah tokoh kunci dilapangan. Sampaikan jika anda memerlukan support dan tambahan pengetahuan agar anda bisa lebih mengerti. Dalam sebuah perubahan mesti dicamkan bahwa ‘no stupid question’. Semua pertanyaan penting dan dihargai.

3. Bagaimana masuk ke dalam sebuah perubahan? caranya kerjakan dari yang anda bisa. Inspirasikan orang lain bahwa anda telah melakukan perubahan dengan senang hati mengajarkan orang lain (hanya jika diminta atau ada yang bertanya). Cara paling baik adalah mengabarkan inovasi anda lewat medsos anda, dijamin anda akan tambah semangat karena perubahan sekecil apapun perlu dirayakan.

4. Realistis saja bahwa dalam setiap perubahan anda akan merasa tidak nyaman, tidak enak atau bahkan khawatir untuk mencoba. Hal itu sangat normal. Sebuah hal terlihat sulit bukan karena ia susah namun karena ia adalah sebuah hal yang ‘baru’ dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Sampaikan pada atasan jika anda perlu dukungan dan penguatan.

Ide mengenai inovasi bisa datang dari mana saja. Hal yang sulit itu ekskusi atau pelaksanaanya. Tetaplah tegar dan semangat ketika anda ingin lakukan inovasi dan ada orang yang tertawa sambil mengatakan bahwa ini sudah pernah dan bukan hal yang baru. Memang kenyataannya demikian. Istilah ‘there’s nothing new under the sun’ sudah ada sejak abad yang lalu. Jika anda terbersit ingin melakukan sebuah ide inovasi tandanya ide yang katanya ‘sudah pernah’ itu belumlah terlaksana dengan baik.

Tetap semangat wahai kaum pendidik. Kita semua akan memasuki landscape pendidikan terbaru. Mari menyesuaikan diri sebisanya dan semampunya. Jangan tunggu keadaan yang memaksa kita berubah. Mari menjadi ‘game changer’ atau pengubah alur takdir. Lakukan dan biasakan semua hal yang baik yang berujung pada inovasi terus dari hari ke hari. Demi pendidikan dan masa depan siswa yang lebih baik.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s