4 Hikmah yang bisa guru ambil dari situasi mengajar di era pandemi

Menjadi guru di era saat ini sangat menantang dan berbeda dengan era sebelumnya. Saat sekolah mulai menggunakan metode pembelajaran jarak jauh tidak ada pendidik yang menyangka akan sepanjang ini waktu mereka harus melakukan metode ini sampai ke semester 2

Hal ini membuat semua pendidik berusaha mereposisikan dirinya dengan situasi dimana pembelajaran tatap belum boleh dilakukan dan guru mesti belajar hal hal baru agar tugasnya lancar. Lantas apa yang mesti guru lakukan ditengah situasi ini?

  1. Menganggap situasi ini adalah sebuah ‘lari marathon’ yang memerlukan nafas panjang dikarenakan jarak yang panjang. Just do your best semampunya dan sedapatnya.
  2. Punya waktu untuk diri sendiri dan keluarga. Menjadi pendidik rawan sekali untuk terbawa urusan pekerjaann kedalam urusan sehari hari.
  3. Ingat terus bahwa mendidik adalah sebuah proses relasi antar guru dan murid. Dengan demikian semua metode, pendekatan serta strategi akan mengikuti dan sukses dilaksanakan jika relasi sudah terbangun dan positif.
  4. Ambil senangnya saja. Jika harus belajar hal baru ambil keseruannya. Jika ada hal baru yang tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya lihat sisi apa yang bisa diambil sebagai area peningkatan diri terus menerus.

Silakan menjadi guru yang memaknai semua dengan baik dan sukses dalam menjalani keseharian menjadi guru dengan situasi yang tidak biasa ini

3 Tipe kepala sekolah dalam menghadapi disrupsi dalam dunia pendidikan

Ada penggolongan jenis kepala sekolah dalam menghadapi perubahan dan situasi dalam dunia pendidikan. Beberapa hal yang saya cermati dalam kaitannya dengan perubahan dalam dunia pendidikan beberapa tahun ini.

  1. perubahan kurikulum
  2. perubahan akibat pandemi
  3. perubahan akibat permintaan pasar (biasanya di sekolah swasta)
  4. perubahan kebijakan

Perubahan diatas lah yang sudah mengharu biru dunia pendidikan di indonesia dalam 5 tahun terakhir ini. Dalam diskusi pendidikan dan obrolan disela sela pertemuan para pendidik kerap menjadi bahan perbicangan. Disrupsi menjadi kata yang akrab ditelinga. DIsrupsi bukan sekedar perubahan karena ketika dialami oleh dunia pendidikan akan terasa keras kejam dan tanpa ampun.

Teori disruption pertama kali dikenalkan oleh Christensen. Disruption menggantikan “pasar lama” industri dan teknologi untuk menghasilkan kebaruan yang lebih efisien dan menyeluruh. Ia bersifat destruktif dan creative. Kata disrupsi akhir-akhir ini muncul beriringan dengan istilah era Industri 4.0. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata “disrupsi” diartikan sebagai “hal tercabut dari akarnya”.

Sebuah hal yang tidak mengenakkan bukan? apalagi jika pendidik masih terpesona dengan gambaran masa lalu. Dimana guru dengan mudahnya digugu dan ditiru. Padahal anak sekarang akan bertanya lagi; “guru macam apa dulu anda?”

Ada 3 hal yang menjadi kesalahan umum yang terjadi saat kepala sekolah menghadapi disrupsi ini

  1. terlalu slow untuk beradptasi dan memberikan respon. Dalam kasus pandemi misalnya, sayang sekali jika sekolah belum mempersiapkan pengajarnya agar bisa mengajar dalam dua dunia. Antara tatap muka dan virtual. Walaupun bisa dimengerti bahwa semua orang berharap pandemi hanya berlangsung sebentar. Namun tetap diperlukan kemampuan dalam beradaptasi terhadap situasi yang baru tanpa menunggu nunggu hingga situasi normal
  2. terlalu reaktif. biasanya hal ini diikuti oleh pengambilan keputusan tanpa melibatkan pemangku kepentingan di sekolah. Bahayanya jenis respon seperti ini jika membuat msalah baru. Kepala sekolah akan dianggap sebagai pemain tunggal dan tidak kolaboratif dalam menghadapi perubahan.
  3. terlalu defensif. Menolak atau terlalu cepat melakukan keputusan. Cara terbaik sekolah bisa menjadikan semua perubahan ini sebagai cara untuk lakukan pembenahan semampunya dan sebisanya

Tiga hal diatas adalah kewajaran dalam sebuah organisasi dalam menghadapi disrupsi dalam dunia pendidikan. Mari ambil keuntungan dari setiap situasi. Sesuaikan visi misi dengan kadaan dan kondisikan semua warga sekolah agar tahu bahwa disrupsi bukan sebuah hal yang bisa ditolak atau dicegah. Disrupsi dalam dunia pendidikan adalah kenicsayaan dan pasti terjadi. Sepanjang semua usaha adalah demi memeprsiapkan siswa kenapa tidak untuk dilakukan, diubah atau malah sekalian diganti dan disesuaikan.

7 Tips bagi kepala sekolah berinovasi tanpa ‘drama’

Semua sekolah ingin berinovasi. Inovasi berarti perbaikan dan perubahan. Namun tidak semua inovasi akan berlangsung mulus. Inovasi erat kaitannya dengan perubahan. Jika tidak hati hati perubahan dan inovasi akan tidak sejalan dan menjadi tidak menyeluruh bahkan akan menimbulkan masalah baru. Biasanya orang akan menyebutnya sebagai drama. Jika sebuah sekolah ingin berinovasi maka landasan serta akan tujuan akhirnya harus jelas. Dalam proses menuju tujuan akhir maka manajemen perubahan akan menjadi dasar bagi transformasi.

Semua sekolah ingin berinovasi namun tidak semua sekolah tahan terhadap drama yang terjadi. Drama apa saja yang biasanya terjadi di sekolah saat sekolah sedang ingin melakukan inovasi

  1. Drama antara guru senior dan guru yunior
  2. Drama mengenai permintaan upah tambahan
  3. Drama guru yang tidak mau ikut dan memberikan pengaruh buruk pada rekannya
  4. Drama mengenai komunikasi, biasanya karena komunikasi belum efektif

Jika ingin melakukan inovasi di sekolah tanpa drama, berikut ini adalah tips yang mesti dilakukan.

  1. Pemimpin perlu mengetahui situasi sekolah dimana ia ingin melakukan inovasi. Petakan siapa saja pemimpin formal dan informal.
  2. Pemimpin memastikan pelaksana di lapangan paham dan mengerti arah inovasi. Bekali mereka dengan dasar teori atau bacaan yang bisa membantu mereka mengerti kemana arah inovasi.
  3. Pemimpin tidak mulai dari awal. Sebuah inovasi bisa saja hanya memperbaiki atau memoles praktek yang selama ini sudah ada.
  4. Lakukan pemetaan jika ternyata sebuah hal yang saat ini dilakukan masih bisa diteruskan lebih baik diteruskan
  5. Buat inovasi menjadi terstruktur dan melibatkan semua pihak. Melibatkan berarti mengajak semua mengerti dan terlibat serta tidak sekedar menyuruh begitu saja.
  6. Jadikan inovasi sebagai sebuah kebutuhan bagi semua. Cari dahulu musuh atau problem bersama untuk diselesaikan. Dengan demikian semua merasa bahwa inovasi adalah kepentingan nya juga.
  7. Ikat inovasi dengan kebijakan tertulis. Hal ini penting agar minimal inovasi anda bertahan selama 2 tahun sesuai kesepakatan umur kebijakan.

Berinovasi berarti menambah ‘value’ atau nilai tambah. Inovasi erat kaitannya dengan motivasi dan perasaan puas ketika seseorang yang melakukan perubahan dan merasa dirinya berhasil. Seorang kepala sekolah yang efektif akan menjadikan inovasi sebagai makanan sehari hari dengan cara menstrukturkan dan menjadikannya potongan kecil agar mudah dicerna oleh pengikutnya.

Tips melibatkan orang tua siswa dalam konsep pembelajaran jarak jauh

Sekolah mesti berterima kasih pada orang tua siswa di dalam situasi pembelajaran virtual seperti saat ini terjadi. Siswa yang didampingi orang tua punya kesempatan lebih banyak untuk bisa berhasil. Sayangnya tidak semua orang tua punya kesempatan .
Apa saja peran orang tua siswa dalam pembelajaran jarak jauh
1. berkomunikasi intens dengan guru
2. jika mungkin mengajar anaknya agar bisa mengerti sedikit banyak apa yang guru anaknya suruh mengerjakan.
3. memastikan bahwa tugas anak nya selesai tepat waktu.

Hal diatas bukan perkara mudah. Untuk itu guru dan sekolah perlu melakukan komunikasi yang intens dan bermakna. Sekaligus memberikan tambahan pengetahuan bagi orang tua siswa. Apa saja yang bisa dilakukan

1. pelatihan orang tua (mengenai kelas virtual)
2. mendatangkan ahli mengenai parenting
3. memberikan kesempatan bagi orang tua untuk usul apa saja bagi kemajuan pendidikan jarak jauh.
4. mengaktifkan paguyuban orang tua siswa
5. memberikan acara yang membuat orang tua siswa rileks dimasa situasi yang sulit ini

Hal diatas akan sangat membantu sekolah dalam melakukan pembelajaran jarak jauh. Sekolah yang efektif akan memastikan semua hal yang sudah baik selama pembelajaran jarak jauh akan dilakukan seterusnya jika keadaan kembali normal

10 Pondasi keberhasilan dalam pembelajaran jarak jauh

Memulai pembelajaran jarak jauh kembali setelah 6 bulan berlalu adalah sebuah hal yang tidak mudah. Saat semester ganjil hampir semua pendidik berharap bahwa situasi akan membaik di Januari 2021. Saat yang sama semua pemerintahan daerah dan kabupaten akhirnya dengan terpaksa melarang kembali pembelajaran tatap muka. Dikarenakan kesehatan adalah hal yang mesti diutamakan.

Pembelajaran jarak jauh diperkirakan akan semakin menjadi kelaziman sampai 4 tahun kedepan. Dikarenakan situasi yang masih belum memungkinkan. Sebenarnya apa yang mesti dijadikan pondasi agar semua hal yang menjadi akar sumber masalah di semester ganjil kemarin tidak terjadi lagi di semester genap ini.

Ada hal yang mesti disetujui bersama dahulu bahwa sekolah tidak “ditutup” di tengah lonjakan virus Corona yang melanda hampir setahun ini. Sekolah tetap buka hanya saja menggunakan dunia maya sebagai sarana interaksi. Ucapan terima kasih bagi semua guru yang bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan pembelajaran jarak jauh. Sekolah adalah sebuah bentuk relasi atau hubungan antara guru dan murid, murid dan murid.

Hanya seorang guru yang sadar bahwa sebuah relasi adalah pondasi dari sebuah interaksi pembelajaran baik itu tatap muka maupun virtual yang akan berhasil melewati situasi sulit ini. Sebenarnya seperti apa relasi (hubungan) yang dianjurkan untuk terjadi selama pembelajaran jarak jauh ini. Jika pada saat pembelajaran tatap muka seorang guru adalah seorang yang tidak terlalu peduli pada kualitas hubungan guru dan murid maka di situasi pembelajaran jarak jauh ia adalah orang yang paling kerepotan membuat situasi pembelajarannya menjadi kondusif.

Bagaimana relasi, koneksi dan hubungan menjadi penting dalam situasi pembelajaran jarak jauh ini?

  1. Guru yang hebat memulai semester ini dengan melakukan koneksi dahulu kepada siswanya. Koneksi yang saya maksud adalah guru bersepakat dahulu dengan siswanya mengenai bentuk pembelajaran, mengapa kita perlu belajar ini dan itu. Bagaimana bentuk komunikasi jika siswa ingin bertanya dan guru ingin menilai mereka. Kapan murid bisa bertanya dan dimana saja pembelajaran virtual akan dilakukan. Semua membuat murid tahu bahwa guru ingin menjalin saling pengertian kepada muridnya. Menanamkan bahwa keberhasilan pembelajaran berasal dari dua belah pihak.
  2. Murid sulit untuk belajar dari orang yang ia tidak sukai. Siswa hanya mau belajar pada orang yang peduli pada mereka. Guru yang berhasil dalam pembelajaran jarak jauh ini adalah guru yang melihat siswanya secara individu.
  3. Saatnya guru berpikir apakah saya sudah berusaha yang terbaik untuk siswa saya? Seberapa sering saya menyerah terhadap situasi sulit sekarang ini? Seberapa sering juga saya bangkit, mencari bantuan dan mencoba sendiri di tengah ketidaktahuan akan metoda baru dan keterampilan baru untuk bisa bertahan dalam situasi pembelajaran jarak jauh ini.
  4. Pendidik yang masih mengeluhkan disiplin siswa dalam situasi pembelajaran jarak jauh ini mestinya berefleksi dahulu mengenai bagaimana kualitas hubungan dengan siswanya.
  5. Situasi pembelajaran jarak jauh memerlukan guru yang memang berniat memberikan umpan balik kepada siswanya dengan cara yang jernih dan langsung ke pokok permasalahan dikarenakan guru peduli dan ingin siswanya berhasil melalui situasi ini.
  6. Dalam pembelajaran jarak jauh guru bukan sekedar tutor atau fasilitator. Ia adalah seorang perancang (desainer) yang merancang bentuk interaksi, konten dan konteks pembelajaran sampai berpikir bagaimana membuat siswanya bersedia terus ‘terikat’ secara emosional dengan pembelajaran yang ia lakukan.
  7. Di kelas yang punya relasi yang baik, guru tidak pernah menyuruh ini dan itu. Ia membuat sebuah skenario sampai seorang murid tahu dan mengerti apa yang ia mesti kerjakan dan jelas proses apa yang mesti ia lakukan dan lalui. Guru menjadi seorang yang membuat alur dimana murid dengan sukarela dan tidak terasa berperan dalam situasi pembelajaran dengan pertanyaan pertanyaan serta diskusi yang mengasikkan.
  8. Demi sebuah relasi yang sehat antara guru dan siswanya, guru yang berhasil dalam sebuah pembelajaran jarak jauh tidak ragu untuk terus memodifikasi pembelajarannya. Ia tidak merngubah pembelajarannya karena dirinya ingin lebih berhasil dalam mengajar dan menghabiskan target kurikulum tapi karena ia ingin muridnya bisa aktif dalam pembelajaran.
  9. Guru yang berhasil adalah guru yang tahu dan mengamati perubahan yang terjadi pada siswanya. Ia sensitif dan sadar betul hal apa yang berubah dari siswanya. Ia menggunakan segala kemampuan dan cara agar ia mengetahui perubahan apa yang terjadi pada siswanya.
  10. Gunakan strategi ‘dua kali sepuluh’. Seorang guru membuat target untuk berbicara secara individual dengan siswa yang mengalami kesulitan selama dua menit selama 10 hari berturut turut. Interaksi yang cepat dan terfokus ini dapat membangun hubungan dan memberikan dorongan emosional kepada siswa yang mengalami kesulitan.

Apa bukti bahwa anda sudah sukses dan berhasil dalam sebuah situasi pembelajaran jarak jauh ini ? buktinya adalah sebagai guru anda tidak selalu kelelahan dan siswa pun tidak selalu stres. Sebuah relasi yang sehat dan baik dari sebuah kelas pembelajaran jarak jauh adalah menempatkan guru dan siswa dalam posisi yang sama dan sejajar. Jika guru mesti sehat mentalnya (bebas stress) demikian juga dengan siswanya. Hanya saja guru sering memposisikan pembelajarannya sebagai ‘menghantarkan pengetahuan’ dan bukan dengan segala cara dan merupakan sebuah ‘seni’ dalam membuat siswanya mengerti.

7 Pertanyaan penting bagi seorang guru baru

Menjadi guru baru adalah hal yang pasti sulit pada awalnya. Sementara pelatihan yang diberikan sekolah bisa jadi kurang dikarenakan guru baru belum tentu tahu apa yang ia tidak tahu. Dengan demikian seorang guru baru perlu punya sistem di dalam dirinya agar dirinya lancar menjadi orang yang baru terjun ke profesi yang mulia ini. Apa saja pertanyaan penting yang mesti diajukan oleh seorang guru baru kepada dirinya sendiri sebagai cara untuk berefleksi dan maju terus apapun situasi dan masalahnya.

  1. Bagaimana saya dapat meningkatkan diri? pertanyaan ini penting untuk diajukan jika seorang guru baru merasa dirinya masih kurang dan belum tahu mengenai perkembangan terkini dalam dunia pendidikan. Saat ini ada istilah ‘universitas Youtube’ sebuah istilah yang mengacu pada banyak content berguna di youtube yang bisa guru pelajari agar tetap bisa sukses mendidik dengan cara kekinian.

2. Kepada siapa saya bisa belajar? punya rekan kerja yang bisa diminta ilmunya tentu sebuah berkah. Namun tidak semua guru baru punya keberkahan ini. Hal yang paling bisa dilakukan adalah bergabung dengan komunitas guru yang banyak bertebaran di facebook. Pilih yang diskusinya perihal tantangan keseharian sebagai pendidik dan bisa dipelajari dan diterapkan dalam keseharian anda sebagai guru.

3. Di media sosial lewat akun apa saya bisa tambah bersemangat? di media sosial cari dan ikuti akun yang membuat anda bersemangat sebagai guru dan bukan sekedar melihat hal hal yang unik dan viral.

4. Bagaimana saya melihat hambatan dan tantangan dalam karier saya? jika anda mendapatkan masalah di tempat kerja dan langsung memutuskan pindah serta alih profesi maka silahkan saja. Itu berarti anda menjadi guru hanya sebagai batu loncatan. Namun jika anda mau ada banyak berkah dan keseruan jika memilih untuk terus bertahan. Pindah atau alih profesi lah jika ada peluang yang pasti dan lebih baik tentunya bagi kehidupan pribadi dan keluarga. Lihatlah hambatan dan tantangan sebagai cara anda diuji untuk menjadi guru yang lebih baik dari segala segi.

5. Apa yang bisa saya pelajari dari ini? Jika menemui sebuah masalah, hindari untuk mencari siapa yang salah dan benar. Langsung saja terima bahwa situasi ini harus dihadapi. Tetap fokus pada solusi dan tetap relaks. Hal ini akan memudahkan anda untuk meminta maaf jika diperlukan dan tidak defensif atau menyalahkan pihak mana pun.

6. Kepada siapa saya bisa meminta bantuan? Jika anda mengalami masalah dalam urusan belajar mengajar carilah bantuan. Meminta bantuan tidak harus pada guru senior atau kepala sekolah. Namun beryukurlah jika punya rekan di sekolah yang suportif. Dalam beberapa situasi banyak guru senior yang insecure pada guru baru. Alih alih membantu seringnya mereka malah mencurigai atau memberikan penilaian yang salah paham terhadap rekan barunya. Ada banyak guru di media sosial yang bersedia berbagi. Mintalah saran walau tidak kenal atau hanya kenal di medsos. Yakinlah bahwa bantuan itu pasti ada.

7. Apa yang bisa saya coba selanjutnya? jika gagal dalam mencoba sesuatu anda hanya harus mencoba dengan cara lain. Terus lakukan sampai menemui perubahan dan menemukan solusi. Ringankan lah perasaan diri anda dan hindari menyalahkan diri sendiri saat gagal. Jadikan diri anda sosok yang senang mencoba dan hindari menjadi sosok yang sempurna. Done is better than perfect. “Selesai lebih baik dari sempurna” adalah pepatah bagi orang yang cenderung ingin baik dan bagus namun berujung tidak pernah menyelesaikannya karena ingin kesempurnaan.

Semua pertanyaan diatas sangat penting bagi seorang guru baru yang baru saja menapaki karier. Sikap mental diri sendiri jauh lebih penting daripada menunggu keadaaan diluar diri kita menjadi sempurna.

Jika sikap mental yang dimiliki sudah benar maka seorang guru akan siap belajar dari siapapun dan bangkit dari kegagalan yang besar sekalipun. Saya sangat terkesan ketika mendengar seorang guru berkata, “Setiap siswa memiliki sesuatu untuk diajarkan kepada saya, alias saya bersedia belajar dari siapapun bahkan dari siswa saya.” Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bahkan siswa anda pun dapat membantu anda menjadi guru yang lebih baik.

5 hal yang membuat guru menjadi lebih baik

Apa saja yang membuat guru menjadi guru yang lebih baik? Jika itu pertanyaannya biasanya jawabannya adalah kata ‘pengalaman’ tanpa detailnya. Mengajar seperti seni ia menawarkan solusi yang berbeda dari masalah yang sama. Jika anda setuju pastinya juga mengerti bahwa ada hal hal yang datang awalnya sebagai kesusahan namun ternyata malah mengasah kepekaan untuk makin menjadi guru yang profesional. Tulisan ini akan membahas apa saja yang membuat seorang guru makin menjadi guru yang baik dari waktu ke waktu.

  1. murid yang susah diatur. Ketika punya murid seperti ini maka guru akan tanya sana dan sini dan ingin agar bisa ‘menaklukan’ muridnya dengan cara yang baik.
  2. rekan kerja yang menolak untuk berbagi pengetahuan. Dikarenakan punya rekan seperti ini seorang guru malah tertantang untuk belajar kembali.
  3. kepala sekolah yang pilih kasih. Punya atasan yang negatif begini akan membuat seorang guru malah ingin membuktikan dirinya bahwa dirinya tidak sejelek yang diduga oleh atasannya.
  4. gaji yang kecil saat mengajar di sekolah swasta. Mengajar di sekolah swasta harus siap hanya diminta bekerja dengan upah serendah rendahnya. Hal ini membuat seorang guru jadi belajar agar jadi guru profesional agar bisa kompetitif saat melamar di sekolah yang lain.
  5. orang tua yang kerjanya ‘always complain’. Tipe orang tua siswa seperti ini boleh dikatakan semacam ‘jamu’. Pahit namun menyehatkan karena bisa dijadikan tolak ukur kinerja. Cara terbaik adalah tetap profesional dan tidak pilih kasih pada semua siswa. Jangan hanya memperhatikan siswa yang orang tuanya sering komplain.

Mengapa cara terbaik untuk meningkatkan diri adalah dengan cara yang tidak enak atau melalui pengalaman yang tidak menyenangkan? hal ini lumrah dikarenakan dalam perjalanan karier mesti ada hal yang membuat seseorang mau berubah. Hanya dengan pola pikir tumbuh berkembang lah yang bisa membuat seorang guru memaknai semua kesulitan sebagai cara untuk berkembang. Seseorang yang miliki pola pikir berkembang akan mengambil kesempatan dan belajar dari kesulitan yang mereka alami. Mereka meyakini bahwa kemampuan profesionalitas dapat dikembangkan dan dipelajari. Seorang guru profesional dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk meraih target-target yang mereka tentukan dalam kariernya.

Percaya diri hadapi semester genap ditahun 2021

Memasuki semester genap berarti memasuk tahun baru. Memasuki tahun baru berarti ada saja keinginan dan kebiasaan yang baru dan ingin dibentuk. Saat yang sama dunia masih dilanda pandemi yang membuat situasi menjadi berbeda. Baik dalam hal pembelajaran maupun proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Untuk itu diperlukan ketahanan diri pribadi dan kemauan untuk tekun dan komitmen meneruskan hal yang sudah baik.

Apa saja yang layak untuk dikedepankan di semester baru ini?

Jika anda kepala sekolah:

  1. beristirahat yang cukup agar tetap sehat dan cukup meminum air.
  2. memastikan bahwa tugas tugas di sekolah terdelegasikan dengan baik
  3. pastikan terus keadaan guru guru dan semua yang menjadi tanggung jawab anda di sekolah
  4. menjadikan keadaan berimbang (baik di sekolah maupun di rumah) kedua duanya sama mendapatkan perhatian.

Jika anda adalah guru:

  1. pastikan mental anda sehat
  2. pastikan tubuh anda juga sehat dengan cukup asupan air
  3. hindari konflik yang tidak perlu baik dirumah maupun di sekolah
  4. minta bantuan jika memerlukan
  5. saling bertanya kabar kepada sesama rekan di sekolah
  6. memastikan bahwa semua praktek baik di semester ganjil dilakukan kembali.

Dalam menghadapi situasi yang spesial ini pertanyaan pertanyaan yang baik dan bersifat reflektif mesti terus ditanyakan pada diri kita sendiri. Sejauh mana sebagai pribadi kita sudah berkembang dan mengambil pelajaran dan hikmah dari situasi ini. Apakah sebagai pribadi selalu bersyukur dan hal apa saja yang sudah bisa diberikan pada sesama dalam situasi sulit ini. Dengan demikian tahun 2021 dihadapi sebagai tahun yang berganti dengan semua hal yang makin baik dari segala hal.