Guru jika ingin membuat perubahan, mesti mulai dari mana?

Perubahan adalah hal yang pasti dan akan terjadi terus menerus. Untuk itu seorang guru hanya punya dua pilihan menjadi pelaku perubahan atau tergilas oleh perubahan. Untuk menjadi pelaku perubahan pun seorang guru pertama tama perlu melakukan dahulu perubahan pada dirinya sendiri. Dikarenakan hanya dengan cara itulah seorang guru bisa menjadi pelaku perubahan.

Apa perubahan yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh seorang guru?

  1. Merubah mindset

Mindset adalah pola pikir yang menentukan Langkah dan gerak seseorang dalam menjalani profesinya. Pola pikir apa saja yang layak dan pantas untuk diubah agar seorang guru bisa melakukan perubahan?

  • Bahwa bakat adalah segalanya. Ternyata terbukti bakat memang penting namun lebih penting adalah usaha. Bakat 5 persen dan usaha 95 persen proporsinya dalam menentukan keberhasilan.
  • Cara memandang kegagalan. Sebuah kegagalan bukan aib ia adalah cara dunia mempersiapkan seseorang untuk bisa sukses di Langkah berikutnya. Ada pepatah Jepang yang mengatakan gagal lah 8 kali namun bangkit lah 10 kali.
  • Kritik adalah celaan. Cuma seseorang yang tidak ingin maju yang memandang sebuah kritikan adalah serangan buat dirinya. Memang tidak enak dikritik namun jika itu jangan ambil hati teruslah berbuat yang terbaik dengan memanfaatkan kritik tsb untuk kemajuan.

2. Cara berdialog dengan diri sendiri

Seseorang tidak akan maju jika didalam dirinya ada sosok yang kejam dan gemar memarahi dirinya sendiri saat ia gagal atau lakukan kesalahan. Orang lain bahkan sudah lupa apa kegagalan kita namun jika didalam diri anda ada sosok yang kejam maka sosok tersebut akan mencela dan menyalahkan anda terus menerus. Jika ingin maju ubahlah cara anda berdialog dengan diri sendiri. Belajar mengatakan hal dibawah ini pada diri sendiri saat anda gagal dan temui kegagalan atau kesulitan.

  • Saya berani hadapi perubahan ini
  • Saya berani keluar dari zona nyaman
  • Kegagalan membuat saya bertumbuh
  • Saya akan coba strategi baru
  • Silakan kritik dan berikan masukan pada saya
  • Semua proses menuju hal yang baik memerlukan waktu dan perjalanan
  • Apa yang bisa saya pelajari dari kegagalan ini, saya orang yang berpikiran terbuka
  • Tujuan saya adalah belajar dan bukan sekedar keberhasilan
  • Kesalahan membuat saya matang
  • Kegagalan membuat saya punya kesempatan mencoba hal baru
  • Kesuksesan orang lain membuat saya terpacu untuk sukses
  • Sah sah saja mengambil resiko

3. Cara memandang dan melihat siswa sebagai orang yang kita ajar

Cara guru memandang siswanya akan menentukan mutu pembelajarannya. Jika guru memandang siswanya tidak tahu apa apa maka guru akan cenderung menerangkan materi saja tanpa mau tahu kapasitas siswa yang diajarnya. Bagaikan mengisi gelas kosong yang rawan sekali untuk tumpah. Itulah analogi Ketika guru sibuk saja mengisi tanpa berpikir cara bagaimana siswanya menelaah pengetahuan yang ia berikan. Jika guru ingin membuat perubahan pada siswanya. Berikut ini adalah caranya

  • Peduli lah pada siapa yang anda ajar dan bukan sekedar anda ingin mengajar apa
  • Mengajar adalah proses dimana guru berusaha keras membuat siswa mau bersuara dan menyatakan perasaannya. Jika siswa belum terfasilitasi dua hal tersebut maka anda belum mendidik siswa dengan baik.
  • Siswa tidak perlu guru yang hebat dan sempurna. Murid lebih memerlukan guru yang membuat mereka antusias dan mau belajar. Membuat siswa nyaman perasaannya dan semangat untuk datang ke sekolah.
  • Hal apa yang perlu terus saya lakukan dan usahakan agar siswa saya menjadi pembelajar yang mandiri.

3 hal diatas semakin meneguhkan bahwa sosok guru hadir bukan sekedar untuk mengajar. Ia datang untuk menginspirasi. Untuk mengubah sosok pribadi yang bernama siswa. Terima kasih bagi semua guru yang telah bersedia untuk selalu mencoba mencari jalan keluar walau sering merasa bahwa yang diusahakannya adalah tidak mungkin. Namun mereka menolak menyerah dan terus berusaha. Sekali lagi terima kasih sudah memilih untuk menjadi guru yang tetap mencoba yang terbaik bagi siswanya.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s