4 prinsip agar inovasi di sekolah berbuah prestasi

Ada kemiripan dan perbedaan saat kita mendengar kata inovasi dan prestasi. Inovasi asal katanya dari innovation yang berarti

  1. pembaruan
  2. kebaruan
  3. perubahan baru

Sedangkan prestasi biasa disebut ‘achievement’ dalam bahasa Inggris yang berarti

  1. prestasi, pencapaian, sukses, hasil yang dicapai, hasil yang diperoleh
    performance
  2. prestasi, pencapaian, penyelesaian, penyelenggaraan, kepandaian, kecakapan

Keduanya menunjukkan usaha dan hasil akhir. Sekolah sebagai sebuah lembaga sah sah saja memilih salah satunya. Dalam pengalaman saya kata prestasi lebih sering disebut daripada prestasi. Uniknya lagi yang menyebut biasanya adalah orang orang yang tidak terlibat langsung dalam proses mendidik dan dunia sekolah. Bisa juga disebut harapan atau keinginan agar bisa dilaksanakan oleh semua orang yag ada di sekolah, baik itu guru kepala sekolah dan siswa. Tidak ada yang salah dari keinginan berprestasi. Di sekolah yang disebut prestasi adalah juara ini dan itu atau pencapaian nilai yang paling tinggi dari sekolah lain. Pertanyaannya mengapa kata inovasi justru jarang disebut? Lalu apa jadinya ketika kata inovasi dan prestasi disandingkan bersama di sekolah?

Inovasi dalam konteks sekolah berarti perbaikan terus menerus. Prinsipnya adalah discover, engineer dan transform. Inovasi bisa juga disebut sebagai tindakan yang dilakukan agar ada nilai tambah dari praktek yang biasa terjadi di sekolah. Apakah itu tentunya adalah proses belajar mengajar serta hal lain yang membuat siswa berhasil di masa depannya lewat peran serta semua pemangku kepentingan.

Bagaimana dengan prestasi? ia ada hubungannya dengan input siswa sebuah sekolah. Sekolah yang inputnya bagus akan lebih mudah mencetak sebuah prestasi. Di sebuah sekolah yang input siswanya bagus semua inovasi besar atau kecil akan dilahap oleh siswa yang memang bahan bakunya sudah siap untuk dikembangkan.

Bagaimana jika input sekolah anda biasa saja. Apalagi dengan sistem zonasi sekolah anda yang dahulu mendapatkan siswa yang tinggalnya jauh dari sekolah dan mempunyai nilai yang tinggi saat ini tidak bisa lagi. Sebaliknya jika sekolah anda dekat dengan pasar yang isinya anak anak dari keluarga yang pas pasan dan cenderung bukan ‘bahan baku’ yang baik. Anak anak itulah yang wajib masuk ke sekolah anda. Tentuya ada saja pendidik yang menyayangkan karena input yang bagus tidak bisa didapatkan kembali. Namun kita semua seperti disadarkan oleh sistem zonasi tersebut bahwa mendidik berarti memberikan pencerahan kepada siapa saja baik ia siswa dengan input yang bagus atau bukan.

Dari kedua hal tadi jika sebuah sekolah ingin secara berkesinambungan berprestasi dalam jangka panjang maka inovasi lah jawabannya.
Apa saja prinsip inovasi di sekolah agar menelurkan prestasi dan tidak bergantung pada input siswa yang anda dapatkan?

  1. Perbaiki visi misi. Pastikan ia sejalan dengan tantangan zaman. Pastikan semua pihak tahu kemana arah visi misi sekolah anda. Boleh juga punya target yang ambisius untuk menjadikan semua elemen di sekolah bersemangat sambil terus lakukan pelacakan data apa saja yang belum dan sudah terjadi dan dikerjakan. Dengan demikian guru sebagai ujung tombak merasa punya kewajiban untuk berkarya dan berbuat sebaik baiknya
  2. Berikan pilihan pilihan bagi staf untuk dikerjakan. Semua orang adalah juara, biarkan semua orang mencari jalan keluar dan berinovasi semampunya dan sebisanya. Pastikan sekolah menjadi lingkungan yang ramah dan suportif bagi mereka yang ingin bereksperimen dalam kebaikan.
  3. Hargai mereka yang telah mencoba. Bangun empati serta komunikasi yang terbuka dan transparan dikarenakan keberhasilan adalah milik semua yang telah mencoba walau gagal sekalipun. Minta mereka berbagi kisahnya dalam berproses kepada yang lain. Sekolah yang inovatif adalah sekolah yang guru gurunya terbuka dan bersedia bekerja sama satu dan lainnya.
  4. Buat situasi semua orang punya otonomi untuk mengerjakan sesuatu sambil pimpinan melakukan monitoring dan coaching terhadap proses dan hasil kerja. Tugas pimpinan mencari blind spot dalam setiap rencana inovasi. Fokus pada agen agen perubahan di sekitar anda. Stop untuk melayani drama dari orang yang menolak untuk berubah dan berinovasi. Pandang semua staf sebagai orang yang punya potensi untuk lakukan perubahan.

Dalam berinovasi semua pihak perlu terus bertanya pada diri sendiri untuk apa perubahan dilakukan. Tahapan inovasi dan prosentasi fokus serta usaha ada dibawah ini.

  1. Adakah hal yang baik selama ini dan bisa diteruskan atau bahkan diperkuat. (70 persen)
  2. Adakah hal yang ada didepan mata dan sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi lebih baik? (20 persen)
  3. Hal baru apa yang bisa dilakukan (10 persen)

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s