4 cara membuat siswa punya motivasi dalam pembelajaran jarak jauh

Di tingkat SMP dan SMA dalam pembelajaran jarak jauh guru sering mengeluh bahwa siswanya diam saja selama pembelajaran. Mengapa hal ini terjadi? ada banyak alasan yang mendasari situsi ini.

  1. Intruksi dan pertanyaan anda tidak jelas. Daripada mendadak menanyakan pada siswa “siapa yang mau bertanya”. Lebih baik sampaikan seperti ini “Sebentar lagi, saya akan mengajukan pertanyaan. Mohon kalian berpikir dengan tenang tentang jawaban yang kira kira kalian miliki. Kemudian saya akan meminta tiga sukarelawan untuk membagikan jawabannya kepada kelompok.” Dengan gaya bertanya seperti itu maka mental siswa akan lebih siap dan akan lebih banyak siswa yang bersedia berpartisipasi.
  2. Standar guru masih sama seperti pada saat pembelajaran tatap muka. Banyak guru yang merasa bahwa pembelajaran jarak jauh akan mengaktifkan siswa. Dikarenakan situasi yang baru dan menggunakan teknologi yang dirasa akan akan mengaktifkan siswa. Namun kenyataannya tidak dikarenakan pada siswa timbul kebosanan. Maka salah satu solusi agar siswa aktif adalah melakukan think pair share. Caranya adalah guru memberikan pertanyaan kepada siswa dan meminta mereka berpikir kemudian mengupload di Google Docs jawabannya dengan cara mengetik atau merekam suara mereka. Kemudian guru meminta sukarelawan siswa berbagi dengan semua anggota kelas.
  3. Guru belum mengoptimalkan tools (perangkat) pada media pembelajaran jarak jauh. Zoom dan Google Meet keduanya punya perangkat seperti chat, gambar tangan, stiker dan lain lain yang bisa digunakan sebagai alat untuk meminta siswa menjawab pertanyaan. Cukup meminta siswa menjawab dengan stiker atau gambar tangan yang menunjukkan bahwa mereka masih aktif dan mengikuti pelajaran. Dengan fasilitas chat guru juga bisa memberikan pertanyaan kemudian siswa memberikan reaksi dengan cara menulis B (Benar), S (Salah) atau SS (sangat setuju), STS (sangat tidak setuju) dan lain sebagainya.
  4. Guru membagikan semua materi disaat yang sama pada saat pembelajaran berlangsung. Alih alih siswa akan aktif yang ada siswa akan merasa tidak bisa mengikuti dan berujung pada sikap mereka yang pasif. Untuk mengatasi ini guru bisa merekam dirinya dalam menjelaskan sebuah konsep atau pembelajaran. Guru kemudian membagikan sebelum pelajaran dilakukan dan memberikan kesempatan agar siswa melihat dan mencermati. Guru juga bisa meminta mereka menjawab pertanyaan yang singkat dan pasti mereka bisa jawab. Saat pelajaran dimulai guru bisa membahasnya sedikit dan meminta beberapa perwakilan siswa berikan tanggapan. Dengan demikian siswa akan aktif selama pembelajaran dikarenakan mereka merasa siap dengan jawaban.

Guru akhirnya akan diminta untuk terus menyesuaikan diri dan sedikit mengubah cara dengan tetap memperhatikan tanggapan siswa untuk kemudian terus mencoba mana cara yang efektif. Tujuannya agar jangan lagi guru hanya berceramah dan siswa mendengarkan namun kelas akan terasa hidup dikarenakan ada ‘percakapan’ yang berkualitas antara guru dan siswa serta siswa dan siswa. Siswa yang aktif bukan menjadi tujuan. Tugas guru adalah mencari sebanyak banyak nya metode agar siswa senang terlibat dengan sukarela dan tidak ada paksaan.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s