Bahasa guru mempengaruhi kinerja siswa

Menjadi guru berarti menjadi panutan dalam bersikap dan berkata-kata. Sebuah kata lahir dari pikiran yang ada pada seseorang. Sebuah pikiran lahir dari cara pandang. Sementara jika cara pandangnya ingin benar maka mindset nya juga mesti benar. Mindset guru adalah bagaimana dirinya menjadi sosok yang menstimulasi siswanya.

The mediocre teacher tells,
Good teacher explains,
Superior teacher demonstrates,
Great teacher inspires.

Guru yang biasa-biasa saja hanya berkata kata saja,
Guru yang baik menjelaskan,
Guru yang unggul mendemonstrasikan,
Guru yang hebat menginspirasi.

Anda ingin jadi guru yang memberi inspirasi? pasti bisa caranya adalah dengan ubah cara anda berkata kata dan berkomunikasi agar kata kata anda bisa menginspirasi. Tentunya sebagai guru anda ingin kelas yang aktif dan siswa yang tinggi motivasi belajarnya. Berikut ini adalah cara agar kata kata anda bisa menginspirasi siswa anda.

  1. Daripada: “Saya ingin kalian bertanya tentang materi ini”. Lebih baik: “Kelas kita akan makin seru jika kalian bersedia berbagi ide, tanggapan atau pertanyaan, silakan”.

2. Daripada: Berkata “Terima kasih ya kamu sudah mau bertanya dan memberikan tanggapan. Lalu meneruskan dengan kata kata, “Ayo siapa lagi yang mau berikan pertanyaan?” Lebih baik: Guru bersikap menjadi pendengar yang baik dan di akhir pemaparan siswa ia berterima kasih dan meminta siswa menunjuk rekannya agar memberikan pendapat.

3. Daripada: Guru mengatakan: “Oke berikan saya pertanyaan yang bagus mengenai materi ini” Lebih baik mengatakan “ayo siapa yang punya tanggapan atau pertanyaan untuk dibagikan?”

4. Daripada: Guru mengatakan “Anak anak saya berharap kalian semua kerjakan …”, Lebih baik: Guru ucapkan “Tantangan kalian berikutnya adalah …”

5. Daripada: Guru berkata “Saya ingin kalian…”, Lebih baik: Guru mengatakan “Apa tujuanmu …”

6. Daripada guru mengatakan “Ini tiga hal yang harus kalian lakukan …”, Lebih baik “Anak anak berikut ini tiga hal yang kalian mesti coba …”

7. Daripada Guru mengatakan “Saya telah membuat beberapa pilihan untuk kalian …”, Lebih baik: “Anak anak kalian memiliki beberapa pilihan untuk kalian pertimbangkan …”

Kita semua ingin siswa kita merasa dirinya dan harga dirinya aman, mampu berkolaborasi dengan baik dengan orang lain, merasa memiliki proses pembelajaran mereka sendiri, dan terlibat dalam pekerjaan mereka dengan gembira. Namun praktek yang guru lakukan di kelas bisa saja malah menjauhkan dari keadaan itu semua. Cara terbaik lepas dari belenggu praktek yang membuat anak menjadi diam saja adalah dengan mengubah cara berbahasa dari berorientasi guru kepada berorientasi kepada siswa. Bahkan intonasi juga memainkan peranan penting. Intinya bagaimana menyuruh siswa tanpa mereka merasa diperintah. Bahasa dan intonasi guru yang membuat kondisi siswa merasa senang berkata kata dan aktif di kelas yang kita ajar.

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s