7 Tips bagi kepala sekolah berinovasi tanpa ‘drama’

Semua sekolah ingin berinovasi. Inovasi berarti perbaikan dan perubahan. Namun tidak semua inovasi akan berlangsung mulus. Inovasi erat kaitannya dengan perubahan. Jika tidak hati hati perubahan dan inovasi akan tidak sejalan dan menjadi tidak menyeluruh bahkan akan menimbulkan masalah baru. Biasanya orang akan menyebutnya sebagai drama. Jika sebuah sekolah ingin berinovasi maka landasan serta akan tujuan akhirnya harus jelas. Dalam proses menuju tujuan akhir maka manajemen perubahan akan menjadi dasar bagi transformasi.

Semua sekolah ingin berinovasi namun tidak semua sekolah tahan terhadap drama yang terjadi. Drama apa saja yang biasanya terjadi di sekolah saat sekolah sedang ingin melakukan inovasi

  1. Drama antara guru senior dan guru yunior
  2. Drama mengenai permintaan upah tambahan
  3. Drama guru yang tidak mau ikut dan memberikan pengaruh buruk pada rekannya
  4. Drama mengenai komunikasi, biasanya karena komunikasi belum efektif

Jika ingin melakukan inovasi di sekolah tanpa drama, berikut ini adalah tips yang mesti dilakukan.

  1. Pemimpin perlu mengetahui situasi sekolah dimana ia ingin melakukan inovasi. Petakan siapa saja pemimpin formal dan informal.
  2. Pemimpin memastikan pelaksana di lapangan paham dan mengerti arah inovasi. Bekali mereka dengan dasar teori atau bacaan yang bisa membantu mereka mengerti kemana arah inovasi.
  3. Pemimpin tidak mulai dari awal. Sebuah inovasi bisa saja hanya memperbaiki atau memoles praktek yang selama ini sudah ada.
  4. Lakukan pemetaan jika ternyata sebuah hal yang saat ini dilakukan masih bisa diteruskan lebih baik diteruskan
  5. Buat inovasi menjadi terstruktur dan melibatkan semua pihak. Melibatkan berarti mengajak semua mengerti dan terlibat serta tidak sekedar menyuruh begitu saja.
  6. Jadikan inovasi sebagai sebuah kebutuhan bagi semua. Cari dahulu musuh atau problem bersama untuk diselesaikan. Dengan demikian semua merasa bahwa inovasi adalah kepentingan nya juga.
  7. Ikat inovasi dengan kebijakan tertulis. Hal ini penting agar minimal inovasi anda bertahan selama 2 tahun sesuai kesepakatan umur kebijakan.

Berinovasi berarti menambah ‘value’ atau nilai tambah. Inovasi erat kaitannya dengan motivasi dan perasaan puas ketika seseorang yang melakukan perubahan dan merasa dirinya berhasil. Seorang kepala sekolah yang efektif akan menjadikan inovasi sebagai makanan sehari hari dengan cara menstrukturkan dan menjadikannya potongan kecil agar mudah dicerna oleh pengikutnya.