7 Resep menjadi pemimpin sekolah yang berhasil di masa pembelajaran jarak jauh.

Dalam situasi sekolah sedang mengalami pembelajaran jarak jauh ini ada banyak hal yang mesti dilakukan oleh seorang pemimpin di sekolah. Sekolah mempunyai komunitas pembelajar yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa serta orang tua siswa. Saatnya menhadapi semua ini dengan pikiran jernih dan mengutamakan proses belajar mengajar yang bermakna dan memastikan bahwa siswa tetap menjadi subyek pembelajaran.

Berikut ini adalah cara terbaik dalam memastikan kepala sekolah sebagai pemimpin tetap berperan dalam memastikan sekolahnya tetap efektif selama pembelajaran jarak jauh.

  1. Terus perhatikan bagaimana guru dan siswa menyesuaikan diri terhadap situasi terbaru ini. Hindari menerapkan kebijakan yang mendadak dan membuat repot semua orang. Saat anda memperhatikan dan mengikuti dengan seksama pasti ada saja hal yang memerlukan bantuan anda sebagai pimpinan. Entah itu berupa kebijakan atau dukungan yang berarti bagi memaksimalkan kinerja guru dan siswa dalam pembelajaran.
  2. Setelah yakin bahwa ada satu area yang perlu dukungan segera kerjakan dan selesaikan. Minta umpan balik dari semua yang ada di sekolah. Dijamin akan timbul kepuasan dari semua pihak dikarenakan hal yang penting sudah diselesaikan dan bisa beranjak kepada hal lainnya.
  3. Dalam menghadapi situasi baru ini kepala sekolah mesti bersedia belajar dari siapa saja untuk kemudian memastikan dirinya bersedia juga diberikan masukan oleh siapa saja.
  4. Pemimpin yang baik berbicara dengan siapa saja dan mengontak siapa saja. Ia bukan orang yang pilih pilih dalam berbicara dan meminta pendapat mengenai kinerja sekolahnya. Ia senang menemui orang lain dan mengontak orang lain demi kemajuan sekolahnya.
  5. Minimalisir hal negatif. Ia tahu bahwa semua hal yang negative bisa dimulai dan berasal dari aspek komunikasi. Untuk itu pemimpin sekolah yang berhasil tahu mesti menangani masalah komunikasi dengan baik. Dengan cara itu ia bisa meminimalisir hal yang negatif.
  6. Tetap humoris dan menyenangkan. Ia tahu bahwa kesulitan tetap akan terus ada dan bagaimana cara menghadapinya lah hal yang paling penting. Dengan pemimpin terus bisa melihatnya dari sisi yang menyenangkan maka hal itu akan membuat semangat bangkit kembali.
  7. Guru tetap tahu apa yang kepala sekolahnya lakukan. Saat sulit guru akan ingin tahu apa yang pemimpinnya lakukan. Untuk itu penting bagi kepala sekolah untuk terus lakukan tugasnya sebagai pemimpin, mitra bahkan pelayan bagi guru gurunya. Kepala sekolah bisa ada didepan disamping dan dibelakang guru gurunya memastikan semua kebutuhan guru gurunya terpenuhi.

Tentunya semua hal dibawah ini memerlukan seorang individu yang tulus dan jujur bahwa semua yang ia lakukan adalah demi kemajuan Pendidikan di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Selamat mengiringi kinerja guru agar lebih baik.

3 tipe rekan anda di ruang guru

Ruang guru sebagai sebuah sarana bertemu akan menjadi gambaran cerminan komunitas yang ada di sekolah kita. Individu yang mengisi ruang guru bisa macam macam sifatnya. Sebagai guru yang ingin maju anda hanya punya sedikit pilihan anda ingin berteman dengan siapa. Pilihlah sesama guru yang positif tentunya. Asal positif saja? Tentu tidak, tulisan ini akan membahas tipe rekan kerja yang positif. Bagaimana dengan rekan kerja yang negatif, biarlah mereka dengan kenegatifan nya, tugas kita sebagai teman hanya mencontohkan yang baik dan mendoakan mereka.

Tipe Pemimpi.

Enaknya jika punya rekan seperti ini adalah ia adalah tipe yang berpikiran positif all the time. Bahkan di setiap waktu. Ada cerita begini:
Ada seorang teman, Pak Bagus namanya.
Keunikannya adalah bahwa ia selalu berkata, “Bagus itu!” untuk segala hal. Di matanya segalanya adalah karunia.
Hujan? “Bagus itu, banyak berkah, saatnya berdoa”
Sakit? “Bagus itu, saatnya untuk beristirahat”
Tidak naik kelas? “Bagus itu, jadi kamu bisa belajar lebih dalam”
Dipecat? “Bagus itu, saatnya belajar sungguh-sungguh menjadi pengusaha”
“Bagus itu.” tak pernah ketinggalan.
Semua “bagus” dan bisa dibantu untuk “lebih bagus lagi.”
Cerita diatas tentu hanya lelucon.
Punya rekan seperti ini semua jawaban seperti sudah bisa ditebak. Itulah sebabnya ia disebut tipe pemimpi karena semua dianggap positif dan semua diibaratkan sebagai cara untuk untuk peningkatan diri. Berteman dengan tipe ini tidak semua orang suka dikarenakan jika dimintakan pendapat hampir pasti jawabannya positif.

Namun jika ingin semangat dan merasa yakin dan optimis pada sebuah masalah dan situasi kepadanyalah anda harus datang. Masalahnya orang ini sering lupa pernah mengatakan apa pada siapa saking seringnya ia memotivasi semua orang. Terbukti jika kita berterima kasih padanya karena ia pernah memotivasi kita saat sedang lemah terpuruk maka ia akan mengatakan, “memang saya pernah ngomong seperti itu ya?”.

Tipe realistis.

Sepintas ia adalah teman yang menyebalkan. Cirinya adalah tidak mudah percaya dan cenderung menghalangi ide kita dengan pertanyaan yang realistis. Maklum saja saat seseorang bermimpi dan ditanya dengan pertanyaan yang realistis menjadi tidak enak rasanya. Seperti ditarik dengan paksa untuk membumi dengan semua impian yang kita punya. Anda beruntung jika punya rekan seperti ini. Ia bukan tipe yang negative.

Ia adalah tipe yang sering mengatakan jalani saja semua. Ia hanya hidup untuk hari ini. Semboyan orang ini adalah ‘Carpe Diem” adalah sebuah frasa dalam bahasa Latin yang artinya adalah: “Petiklah hari.” (Horatius) Kalimat lengkapnya adalah: “carpe diem, quam minimum credula postero” yang berarti: “petiklah hari dan percayalah sedikit mungkin akan hari esok.

Jika anda adalah tipe guru yang suka mengonsep sesuatu dan punya rencana besar. Pertama tama pergi dan yakinkan orang ini dahulu atau uji ide ide anda dengan pertanyaan yang biasa ia ajukan. Dijamin ide ide inovasi anda jadi membumi, simple dan mudah diikuti dan dilaksanakan. Jika anda masih tergolong pribadi yang sensi sebaiknya batas pergaulan dengan orang ini, karena walaupun yang ia katakan adalah benar jika anda tidak kuat hati rasanya seperti serangan pada pribadi anda.

Tipe pekerja keras.

Ia adalah seseorang yang menghindari drama dalam kehidupannya. Ia bukan tipe yang sensi dan pundung (ngambek). Jika ada pekerjaan di depannya ia akan kerjakan dan selesaikan sampai bersih. Kepadanya kita bisa mencontoh kinerjanya. Ia senang melakukan pekerjaanya bahkan Ketika ia mesti menjalani peran ganda sebagai ibu misalnya. Tidak pernah ia jadikan anak sebagai alasan. Bagi Sebagian orang mutu pekerjaannya kelihatan asal jadi. Apalagi bagi tipe yang perfeksionis. Contoh lah cara ia bekerja ia selalu focus pada satu hal baru berganti pada pekerjaan yang lain jika satu sudah selesai. Jika anda adalah tipe guru yang suka menunda dengan alasan ingin yang terbaik.

Perhatikan cara orang ini bekerja, hanya dengan focus sebentar pekerjaanya selesai. Bagi Sebagin orang yang buruk sangka tipe seperti ini adalah tipe yang mencari muka kepada atasan. Padahal ia hanya focus saja pada pekerjaannya dan menjadikan atasannya tertarik dengan cara ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan benar. Benar tidak harus sempurna, jika ada ide baru maka atasan akan memberikan koreksinya.

Ketiga jenis orang yang sikapnya positif seperti dijelaskan diatas adalah orang orang terbaik yang kita bisa tiru sesuai kebutuhan. Jika ingin pekerjaan kita lekas selesai tirulah si pekerja keras. Jika merasa diri terpuruk minta saran dari si pemimpi. Sementara jika ingin berhasil dengan semua rencana anda, tantang diri anda untuk menempatkan diri di posisi si Realistis. Sangatlah penting seseorang punya orang orang yang positif di sekitar kita. Tanda bahwa kita telah tepat memilih pergaulan dan interaksi sosial. Tetap semangat guru kreatif

Resep agar guru semangat ikut pelatihan online

Dalam situasi pandemi ini banyak sekali kesempatan untuk guru sebagai pendidik untuk bisa belajar kembali. Aneka webinar bersliweran menanti untuk diikuti oleh pendidik. Sekolah pun tidak mau kalah dengan menghadirkan pelatihan bagi guru gurunya. Semua dengan keberkahan dari situasi saat sekarang ini sebuah pelatihan menjadi lazim dilakukan secara online. Dengan demikian meminimalisir biaya pelatihan tatap muka.

Tulisan ini akan membahas bagaimana agar seorang pendidik mampu dan bisa memaksimalkan pelatihan online bagi dirinya.

Jika anda adalah guru

• Jika diadakan oleh pihak luar sekolah cek dahulu judul webinar dan siapa pembicaranya dan Lembaga yang mengadakannya.
• Hindari asal ikut saja dan sedapat mungkin mempersiapkan diri jika ingin sebuah event pelatihan agar maksimal dalam pelaksanaan.
• Usahakan memberikan tanggapan dan bertanya. Dengan mengusahakan bertanya maka sepanjang sesi anda akan konsentrasi.
• Jika pelatihan dilakukan dan diselenggarakan oleh sekolah tempat anda mengajar. Usahakan anda memberikan usul terhadap pemilihan topik.
• Kerjakan tugas pelatihan dengan baik dan upayakan terus untuk membayangkan scenario jika hasil pelatihan ingin diterapkan di kelas anda mengajar. Sehingga anda konsentrasi dalam mengerjakan dan kritis bertanya.
• Jika ada hal yang asing dan belum tahu atau belum menguasai segera cari tutorial nya di youtube. Dijamin anda akan cepat bisa dan tidak ketinggalan materi.

Jika anda adalah kepala sekolah

• Monitor terus webinar yang menarik yang beredar di media sosial anda. Jika temanya menarik dan aplikatif pastikan keikutsertaan guru anda dengan menunjuk siapa guru yang akan ikut.
• Hindari memilih tema yang berbau wacana atau trend. Tema tersebut kurang tepat diikuti guru. Guru memerlukan topik yang aplikatif dan mudah serta membantu pembelajaran di kelas yang mereka ajar sekarang ini.
• Jika ingin mengundang pembicara, pastikan memilih pembicara yang menguasai perubahan paradigma, tahu cara melakukan coaching dan mentoring kepada guru dan berorientasi pada produk yang guru akan hasilkan di kelas yang ia fasilitasi. Hindari mencari pembicara yang hanya ahli berwacana namun tidak membekali guru dengan tips dan trik.

Jika anda adalah seorang fasilitator pelatihan

• Saat ini guru perlu tips dan trik yang praktis jadi simpan semua wacana tentang Pendidikan untuk dikeluarkan sedikit demi sedikit saja saat anda sedang memberikan pelatihan
• Guru perlu cara yang aplikatif dalam melewati situasi yang tidak mengenakkan dalam pembelajaran jarak jauh, semakin anda punya banyak resep jitu anda akan makin diminati.
• Bagi komposisi pelatihan anda menjadi 10 – 80 – 10 artinya 10 persen wacana atau teori, 80 persen praktek dan 10 persen kuis serta test formatif. Dijamin guru akan bersemangat.
• 3 jam adalah waktu paling lama guru bisa konsen dalam sebuah pelatihan.

Semua resep diatas hanya akan berhasil jika guru bersedia mengosongkan gelasnya terlebih dahulu alias memposisikan dirinya sebagai pembelajar. Mari kita maknai situasi pembelajaran jarak jauh ini dengan guru selalu meningkatkan diri dan belajar yang terbaik dari mana saja dengan cara apa saja.

Guru jika ingin membuat perubahan, mesti mulai dari mana?

Perubahan adalah hal yang pasti dan akan terjadi terus menerus. Untuk itu seorang guru hanya punya dua pilihan menjadi pelaku perubahan atau tergilas oleh perubahan. Untuk menjadi pelaku perubahan pun seorang guru pertama tama perlu melakukan dahulu perubahan pada dirinya sendiri. Dikarenakan hanya dengan cara itulah seorang guru bisa menjadi pelaku perubahan.

Apa perubahan yang paling mudah dan bisa dilakukan oleh seorang guru?

  1. Merubah mindset

Mindset adalah pola pikir yang menentukan Langkah dan gerak seseorang dalam menjalani profesinya. Pola pikir apa saja yang layak dan pantas untuk diubah agar seorang guru bisa melakukan perubahan?

  • Bahwa bakat adalah segalanya. Ternyata terbukti bakat memang penting namun lebih penting adalah usaha. Bakat 5 persen dan usaha 95 persen proporsinya dalam menentukan keberhasilan.
  • Cara memandang kegagalan. Sebuah kegagalan bukan aib ia adalah cara dunia mempersiapkan seseorang untuk bisa sukses di Langkah berikutnya. Ada pepatah Jepang yang mengatakan gagal lah 8 kali namun bangkit lah 10 kali.
  • Kritik adalah celaan. Cuma seseorang yang tidak ingin maju yang memandang sebuah kritikan adalah serangan buat dirinya. Memang tidak enak dikritik namun jika itu jangan ambil hati teruslah berbuat yang terbaik dengan memanfaatkan kritik tsb untuk kemajuan.

2. Cara berdialog dengan diri sendiri

Seseorang tidak akan maju jika didalam dirinya ada sosok yang kejam dan gemar memarahi dirinya sendiri saat ia gagal atau lakukan kesalahan. Orang lain bahkan sudah lupa apa kegagalan kita namun jika didalam diri anda ada sosok yang kejam maka sosok tersebut akan mencela dan menyalahkan anda terus menerus. Jika ingin maju ubahlah cara anda berdialog dengan diri sendiri. Belajar mengatakan hal dibawah ini pada diri sendiri saat anda gagal dan temui kegagalan atau kesulitan.

  • Saya berani hadapi perubahan ini
  • Saya berani keluar dari zona nyaman
  • Kegagalan membuat saya bertumbuh
  • Saya akan coba strategi baru
  • Silakan kritik dan berikan masukan pada saya
  • Semua proses menuju hal yang baik memerlukan waktu dan perjalanan
  • Apa yang bisa saya pelajari dari kegagalan ini, saya orang yang berpikiran terbuka
  • Tujuan saya adalah belajar dan bukan sekedar keberhasilan
  • Kesalahan membuat saya matang
  • Kegagalan membuat saya punya kesempatan mencoba hal baru
  • Kesuksesan orang lain membuat saya terpacu untuk sukses
  • Sah sah saja mengambil resiko

3. Cara memandang dan melihat siswa sebagai orang yang kita ajar

Cara guru memandang siswanya akan menentukan mutu pembelajarannya. Jika guru memandang siswanya tidak tahu apa apa maka guru akan cenderung menerangkan materi saja tanpa mau tahu kapasitas siswa yang diajarnya. Bagaikan mengisi gelas kosong yang rawan sekali untuk tumpah. Itulah analogi Ketika guru sibuk saja mengisi tanpa berpikir cara bagaimana siswanya menelaah pengetahuan yang ia berikan. Jika guru ingin membuat perubahan pada siswanya. Berikut ini adalah caranya

  • Peduli lah pada siapa yang anda ajar dan bukan sekedar anda ingin mengajar apa
  • Mengajar adalah proses dimana guru berusaha keras membuat siswa mau bersuara dan menyatakan perasaannya. Jika siswa belum terfasilitasi dua hal tersebut maka anda belum mendidik siswa dengan baik.
  • Siswa tidak perlu guru yang hebat dan sempurna. Murid lebih memerlukan guru yang membuat mereka antusias dan mau belajar. Membuat siswa nyaman perasaannya dan semangat untuk datang ke sekolah.
  • Hal apa yang perlu terus saya lakukan dan usahakan agar siswa saya menjadi pembelajar yang mandiri.

3 hal diatas semakin meneguhkan bahwa sosok guru hadir bukan sekedar untuk mengajar. Ia datang untuk menginspirasi. Untuk mengubah sosok pribadi yang bernama siswa. Terima kasih bagi semua guru yang telah bersedia untuk selalu mencoba mencari jalan keluar walau sering merasa bahwa yang diusahakannya adalah tidak mungkin. Namun mereka menolak menyerah dan terus berusaha. Sekali lagi terima kasih sudah memilih untuk menjadi guru yang tetap mencoba yang terbaik bagi siswanya.

5 level kemampuan mendengar seorang guru

Menjadi pendengar yang baik sangat berguna bagi seorang guru. Kemampuan mendengar termasuk kemampuan komunikasi yang penting yang mesti guru kuasai. Murid ada banyak jenisnya. Tanyakan pada guru TK sampai SMA maka akan ada banyak cerita yang bisa mereka sampaikan mengenai tipe tipe siswa dan betapa ajaibnya tingkah polah mereka.

Modal utama seorang guru perihal proses mendengar ini bukanlah gelar pendidikan yang ia punya. Banyak guru yang mengatakan saya bukan guru BK, jadi saya tidak bisa mengelola siswa saat ia ada keluhan. Padahal cukup jadi sosok yang mampu mendengar secara aktif saja. Maka separuh persoalan sudah selesai.

Apa saja level atau cara mendengar aktif bagi seorang guru

Level 1 (level terendah)
Mendengar untuk menginterupsi, ini sebenarnya haram bagi seorang guru tanda ia bukan seorang pendidik.

Level 2
Mendengar untuk memotong.
Guru tipe seperti ini hanya mencari saat dimana ia bisa memotong dan memutar balikkan isi pembicaraan lawan bicara.

Level 3
Mendengar untuk kemudian memberikan secepatnya memberikan nasihat. Biasanya kata katanya dimulai dengan kata “makanyaa, bu guru juga bilang apaaa…

Level 4
Mendengar dengan penuh perhatian. Ini sudah bagus sebenarnya. Hanya saja siapa yang bisa menjamin pikiran si pendengar tidak kemana mana. Sampai terkadang lawan bicara akan berpikir apakah ia didengarkan atau tidak.

Level 5 (level paling tinggi)
Mendengar secara aktif. Dalam pengertiannya, active listening adalah proses mendengarkan secara saksama, merefleksi ulang apa yang dikatakan, serta menahan penilaian dan nasihat kepada lawan bicara. Ketika Anda mempraktikkan active listening, lawan bicara Anda akan merasa didengar dan dihargai. Selain itu, active listening juga dinilai akan membawa dampak positif pada kehidupan Anda sebagai pengajar dan pendidik.

Jadi pilih yang mana atau anda sudah ada di level mana? tidak ada kata terlambat anda bisa berpindah level kapan saja sebagai pendidik. Tentunya semuanya mengarah ke level tertinggi ya. Selamat mencoba.

8 Alasan mengapa guru malas berinovasi di sekolah

Guru juga manusia sebuah hal yang sering didengar saat ingin memaklumi guru yang terbatas kemampuannya. Sejatinya semua guru ingin berbuat yang terbaik
bahkan ditengah keterbatasan.

Ada banyak cerita guru sukses yang ada di daerah SM3 T. Namun di kota besar yang melimpah fasilitas dan sarana ada juga guru yang biasa biasa saja bahkan marah ketika diingatkan soal inovasi

Guru memang tugasnya untuk melakukan yang terbaik dan memang ketika menjadi guru pastinya ingin membeikan yang terbaik bagi siswanya. Ada banyak situasi yang membuat guru malas berinovasi atau malah senang melakukan kebiasaan baik yang berujung pada inovasi.

Sebenarnya apa yang membuat guru malas berinovasi?

  1. Tipe pimpinannya. Mengapa seorang pemimpin bisa membuat anak buah malas berinovasi? ada dua kemunginan besar. Entah kepala sekolahnya memang anggap inovasi itu tidak penting atau terlalu fokus pada inovasinya sendiri dan cenderung semata mata mengajak saja tanpa mendelegasikan.
  2. Tidak ada peta atau arah yang jelas. Guru kesulitan mengacu kemana ketika mereka kebingungan akan arah perubahan
  3. Guru hanya diminta berbuat tapi minim pengakuan. Seorang pemimpin yang inovatif dalam dunia pendidikan senang mengatakan terima kasih, maaf dan tolong saat meminta team nya bergerak.
  4. Tujuannya kurang ambisius. Tujuannya masih standar standar saja. Memang akan banyak halangan dan memang itu kegunaan dari sebuah inovasi yaitu membuat yang tidak mungkin jadi mungkin
  5. Guru tidak diberikan kebebasan dan otoritas dalam menjalankan inovasinya. Guru hanya disuruh ini dan itu.
  6. Kemajuan tidak diukur. Sehingga guru kehilangan indikator sudah sampai mana kemajuan dan apa yang sudah diraih.
  7. Tidak ada kesenangan dalam melakukan perubahan. Padahal guru sangat menikmati jika ada lomba kecil kecilan atau kompetisi yang bisa memamerkan perubahan walau sedikit.
  8. Aktor perubahan kurang dirawat dan dipelihara. Perlakukan dengan baik orang orang yang bersedia pertama berubah (early adopter). Dijamin ia akan mendukung inoasi sepenuhnya.

Berinovasi berarti mengarahkan segenap daya dan upaya kepada satu titik. Diperlukan pimpinan yang bersedia mendengar dan saba terhadap arah perubahan yang kemudian berhasil melakukan transformasi.

4 prinsip agar inovasi di sekolah berbuah prestasi

Ada kemiripan dan perbedaan saat kita mendengar kata inovasi dan prestasi. Inovasi asal katanya dari innovation yang berarti

  1. pembaruan
  2. kebaruan
  3. perubahan baru

Sedangkan prestasi biasa disebut ‘achievement’ dalam bahasa Inggris yang berarti

  1. prestasi, pencapaian, sukses, hasil yang dicapai, hasil yang diperoleh
    performance
  2. prestasi, pencapaian, penyelesaian, penyelenggaraan, kepandaian, kecakapan

Keduanya menunjukkan usaha dan hasil akhir. Sekolah sebagai sebuah lembaga sah sah saja memilih salah satunya. Dalam pengalaman saya kata prestasi lebih sering disebut daripada prestasi. Uniknya lagi yang menyebut biasanya adalah orang orang yang tidak terlibat langsung dalam proses mendidik dan dunia sekolah. Bisa juga disebut harapan atau keinginan agar bisa dilaksanakan oleh semua orang yag ada di sekolah, baik itu guru kepala sekolah dan siswa. Tidak ada yang salah dari keinginan berprestasi. Di sekolah yang disebut prestasi adalah juara ini dan itu atau pencapaian nilai yang paling tinggi dari sekolah lain. Pertanyaannya mengapa kata inovasi justru jarang disebut? Lalu apa jadinya ketika kata inovasi dan prestasi disandingkan bersama di sekolah?

Inovasi dalam konteks sekolah berarti perbaikan terus menerus. Prinsipnya adalah discover, engineer dan transform. Inovasi bisa juga disebut sebagai tindakan yang dilakukan agar ada nilai tambah dari praktek yang biasa terjadi di sekolah. Apakah itu tentunya adalah proses belajar mengajar serta hal lain yang membuat siswa berhasil di masa depannya lewat peran serta semua pemangku kepentingan.

Bagaimana dengan prestasi? ia ada hubungannya dengan input siswa sebuah sekolah. Sekolah yang inputnya bagus akan lebih mudah mencetak sebuah prestasi. Di sebuah sekolah yang input siswanya bagus semua inovasi besar atau kecil akan dilahap oleh siswa yang memang bahan bakunya sudah siap untuk dikembangkan.

Bagaimana jika input sekolah anda biasa saja. Apalagi dengan sistem zonasi sekolah anda yang dahulu mendapatkan siswa yang tinggalnya jauh dari sekolah dan mempunyai nilai yang tinggi saat ini tidak bisa lagi. Sebaliknya jika sekolah anda dekat dengan pasar yang isinya anak anak dari keluarga yang pas pasan dan cenderung bukan ‘bahan baku’ yang baik. Anak anak itulah yang wajib masuk ke sekolah anda. Tentuya ada saja pendidik yang menyayangkan karena input yang bagus tidak bisa didapatkan kembali. Namun kita semua seperti disadarkan oleh sistem zonasi tersebut bahwa mendidik berarti memberikan pencerahan kepada siapa saja baik ia siswa dengan input yang bagus atau bukan.

Dari kedua hal tadi jika sebuah sekolah ingin secara berkesinambungan berprestasi dalam jangka panjang maka inovasi lah jawabannya.
Apa saja prinsip inovasi di sekolah agar menelurkan prestasi dan tidak bergantung pada input siswa yang anda dapatkan?

  1. Perbaiki visi misi. Pastikan ia sejalan dengan tantangan zaman. Pastikan semua pihak tahu kemana arah visi misi sekolah anda. Boleh juga punya target yang ambisius untuk menjadikan semua elemen di sekolah bersemangat sambil terus lakukan pelacakan data apa saja yang belum dan sudah terjadi dan dikerjakan. Dengan demikian guru sebagai ujung tombak merasa punya kewajiban untuk berkarya dan berbuat sebaik baiknya
  2. Berikan pilihan pilihan bagi staf untuk dikerjakan. Semua orang adalah juara, biarkan semua orang mencari jalan keluar dan berinovasi semampunya dan sebisanya. Pastikan sekolah menjadi lingkungan yang ramah dan suportif bagi mereka yang ingin bereksperimen dalam kebaikan.
  3. Hargai mereka yang telah mencoba. Bangun empati serta komunikasi yang terbuka dan transparan dikarenakan keberhasilan adalah milik semua yang telah mencoba walau gagal sekalipun. Minta mereka berbagi kisahnya dalam berproses kepada yang lain. Sekolah yang inovatif adalah sekolah yang guru gurunya terbuka dan bersedia bekerja sama satu dan lainnya.
  4. Buat situasi semua orang punya otonomi untuk mengerjakan sesuatu sambil pimpinan melakukan monitoring dan coaching terhadap proses dan hasil kerja. Tugas pimpinan mencari blind spot dalam setiap rencana inovasi. Fokus pada agen agen perubahan di sekitar anda. Stop untuk melayani drama dari orang yang menolak untuk berubah dan berinovasi. Pandang semua staf sebagai orang yang punya potensi untuk lakukan perubahan.

Dalam berinovasi semua pihak perlu terus bertanya pada diri sendiri untuk apa perubahan dilakukan. Tahapan inovasi dan prosentasi fokus serta usaha ada dibawah ini.

  1. Adakah hal yang baik selama ini dan bisa diteruskan atau bahkan diperkuat. (70 persen)
  2. Adakah hal yang ada didepan mata dan sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi lebih baik? (20 persen)
  3. Hal baru apa yang bisa dilakukan (10 persen)

5 Jenis pernyataan warga sekolah yang menolak untuk ikut arus perubahan

Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan punya karakter yang unik. Didalamnya ada warga yang terdiri dari berbagai macam latar belakang kepentingan serta keinginan. Ada pimpinan, guru serta orang tua siswa dan masyarakat. Harusnya nama lain dari sekolah adalah organisasi pembelajar, sebuah label yang malah banyak diadopsi oleh organisasi bisnis.

Sebagai organisasi pembelajar mestinya sekolah menjadi organisasi yang lincah dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan. Namun tidak semua setuju akan hal ini. Menjadi sebuah kewajaran dikarenakan ada banyak tipe individu yang ada di sekolah. Semuanya punya sikap tersendiri dalam memandang perubahan. Salah satu cara untuk menilai apakah ia setuju atau tidak dengan perubahan adalah dengan mencermati pendapatnya . Ada beberapa tipe pendapat yang bisa saya bahas

  1. Pernyataannya: “Saya ingin melihat dulu datanya”. Artinya: Perlu data yang cukup hingga orang ini mau ikut arus perubahan. Itulah sebabnya semua perubahan perlu didokumentasikan dan disiapkan rasional atau alasan kuat dibaliknya.
  2. Pernyataan: “Bukan cara itu yang biasa dilakukan disini”. Artinya: Perlu dijelaskan bahwa perubahan tidak sekedar mengganti cara lama namun justru memperkuat sesuai dengan tantangan jaman.
  3. Pernyataan: “Sudah biasa seperti ini”. Artinya: Perlu dijelaskan lagi tantangan kedepan seperti apa dan apa konsekuensi sebuah organisasi jika memilih untuk melakukan praktek yang lama.
  4. Pernyataan: “Saya sebenarnya mendukung, tapi saya ingin melihat dari jauh saja”. Artinya: Ia adalah tipe wait and see. Pastikan selama ia ada di luar sistem ia tetap netral dan tidak menjadi bagian dari masalah.
  5. Pernyataan: “Saya kok masih belum mengerti”. Artinya masalah bukan pada anda sebagai pemimpin tapi ada mental block yang menghalangi ia untuk bisa mendalami dan mengerti lebih jauh. Sepanjang anda sudah cukup menjelaskan dan memastikan support yang cukup bagi semua orang maka anda tidak perlu khawatir dengan orang jenis ini.

Sikap dan perkataan diatas adalah sebuah hal yang dipilih oleh individu saat berhadapan dengan perubahan. Sudah menjadi kewajiban bagi kepala sekolah untuk kuatkan dasar alasan perubahan termasuk visi misi kemana perubahan akan dibawa. Jika semua sudah dikuatkan maka semua jenis dan tipe kepribadian akan melihat fondasi untuk kemudian mereka akan memilih juga akan mulai darimana untuk ikut dalam laju perubahan. Atau jika mereka memilih untuk diam di tempat asalkan tidak mengganggu bukan lah menjadi masalah bagi organisasi.

4 cara membuat siswa punya motivasi dalam pembelajaran jarak jauh

Di tingkat SMP dan SMA dalam pembelajaran jarak jauh guru sering mengeluh bahwa siswanya diam saja selama pembelajaran. Mengapa hal ini terjadi? ada banyak alasan yang mendasari situsi ini.

  1. Intruksi dan pertanyaan anda tidak jelas. Daripada mendadak menanyakan pada siswa “siapa yang mau bertanya”. Lebih baik sampaikan seperti ini “Sebentar lagi, saya akan mengajukan pertanyaan. Mohon kalian berpikir dengan tenang tentang jawaban yang kira kira kalian miliki. Kemudian saya akan meminta tiga sukarelawan untuk membagikan jawabannya kepada kelompok.” Dengan gaya bertanya seperti itu maka mental siswa akan lebih siap dan akan lebih banyak siswa yang bersedia berpartisipasi.
  2. Standar guru masih sama seperti pada saat pembelajaran tatap muka. Banyak guru yang merasa bahwa pembelajaran jarak jauh akan mengaktifkan siswa. Dikarenakan situasi yang baru dan menggunakan teknologi yang dirasa akan akan mengaktifkan siswa. Namun kenyataannya tidak dikarenakan pada siswa timbul kebosanan. Maka salah satu solusi agar siswa aktif adalah melakukan think pair share. Caranya adalah guru memberikan pertanyaan kepada siswa dan meminta mereka berpikir kemudian mengupload di Google Docs jawabannya dengan cara mengetik atau merekam suara mereka. Kemudian guru meminta sukarelawan siswa berbagi dengan semua anggota kelas.
  3. Guru belum mengoptimalkan tools (perangkat) pada media pembelajaran jarak jauh. Zoom dan Google Meet keduanya punya perangkat seperti chat, gambar tangan, stiker dan lain lain yang bisa digunakan sebagai alat untuk meminta siswa menjawab pertanyaan. Cukup meminta siswa menjawab dengan stiker atau gambar tangan yang menunjukkan bahwa mereka masih aktif dan mengikuti pelajaran. Dengan fasilitas chat guru juga bisa memberikan pertanyaan kemudian siswa memberikan reaksi dengan cara menulis B (Benar), S (Salah) atau SS (sangat setuju), STS (sangat tidak setuju) dan lain sebagainya.
  4. Guru membagikan semua materi disaat yang sama pada saat pembelajaran berlangsung. Alih alih siswa akan aktif yang ada siswa akan merasa tidak bisa mengikuti dan berujung pada sikap mereka yang pasif. Untuk mengatasi ini guru bisa merekam dirinya dalam menjelaskan sebuah konsep atau pembelajaran. Guru kemudian membagikan sebelum pelajaran dilakukan dan memberikan kesempatan agar siswa melihat dan mencermati. Guru juga bisa meminta mereka menjawab pertanyaan yang singkat dan pasti mereka bisa jawab. Saat pelajaran dimulai guru bisa membahasnya sedikit dan meminta beberapa perwakilan siswa berikan tanggapan. Dengan demikian siswa akan aktif selama pembelajaran dikarenakan mereka merasa siap dengan jawaban.

Guru akhirnya akan diminta untuk terus menyesuaikan diri dan sedikit mengubah cara dengan tetap memperhatikan tanggapan siswa untuk kemudian terus mencoba mana cara yang efektif. Tujuannya agar jangan lagi guru hanya berceramah dan siswa mendengarkan namun kelas akan terasa hidup dikarenakan ada ‘percakapan’ yang berkualitas antara guru dan siswa serta siswa dan siswa. Siswa yang aktif bukan menjadi tujuan. Tugas guru adalah mencari sebanyak banyak nya metode agar siswa senang terlibat dengan sukarela dan tidak ada paksaan.

Bahasa guru mempengaruhi kinerja siswa

Menjadi guru berarti menjadi panutan dalam bersikap dan berkata-kata. Sebuah kata lahir dari pikiran yang ada pada seseorang. Sebuah pikiran lahir dari cara pandang. Sementara jika cara pandangnya ingin benar maka mindset nya juga mesti benar. Mindset guru adalah bagaimana dirinya menjadi sosok yang menstimulasi siswanya.

The mediocre teacher tells,
Good teacher explains,
Superior teacher demonstrates,
Great teacher inspires.

Guru yang biasa-biasa saja hanya berkata kata saja,
Guru yang baik menjelaskan,
Guru yang unggul mendemonstrasikan,
Guru yang hebat menginspirasi.

Anda ingin jadi guru yang memberi inspirasi? pasti bisa caranya adalah dengan ubah cara anda berkata kata dan berkomunikasi agar kata kata anda bisa menginspirasi. Tentunya sebagai guru anda ingin kelas yang aktif dan siswa yang tinggi motivasi belajarnya. Berikut ini adalah cara agar kata kata anda bisa menginspirasi siswa anda.

  1. Daripada: “Saya ingin kalian bertanya tentang materi ini”. Lebih baik: “Kelas kita akan makin seru jika kalian bersedia berbagi ide, tanggapan atau pertanyaan, silakan”.

2. Daripada: Berkata “Terima kasih ya kamu sudah mau bertanya dan memberikan tanggapan. Lalu meneruskan dengan kata kata, “Ayo siapa lagi yang mau berikan pertanyaan?” Lebih baik: Guru bersikap menjadi pendengar yang baik dan di akhir pemaparan siswa ia berterima kasih dan meminta siswa menunjuk rekannya agar memberikan pendapat.

3. Daripada: Guru mengatakan: “Oke berikan saya pertanyaan yang bagus mengenai materi ini” Lebih baik mengatakan “ayo siapa yang punya tanggapan atau pertanyaan untuk dibagikan?”

4. Daripada: Guru mengatakan “Anak anak saya berharap kalian semua kerjakan …”, Lebih baik: Guru ucapkan “Tantangan kalian berikutnya adalah …”

5. Daripada: Guru berkata “Saya ingin kalian…”, Lebih baik: Guru mengatakan “Apa tujuanmu …”

6. Daripada guru mengatakan “Ini tiga hal yang harus kalian lakukan …”, Lebih baik “Anak anak berikut ini tiga hal yang kalian mesti coba …”

7. Daripada Guru mengatakan “Saya telah membuat beberapa pilihan untuk kalian …”, Lebih baik: “Anak anak kalian memiliki beberapa pilihan untuk kalian pertimbangkan …”

Kita semua ingin siswa kita merasa dirinya dan harga dirinya aman, mampu berkolaborasi dengan baik dengan orang lain, merasa memiliki proses pembelajaran mereka sendiri, dan terlibat dalam pekerjaan mereka dengan gembira. Namun praktek yang guru lakukan di kelas bisa saja malah menjauhkan dari keadaan itu semua. Cara terbaik lepas dari belenggu praktek yang membuat anak menjadi diam saja adalah dengan mengubah cara berbahasa dari berorientasi guru kepada berorientasi kepada siswa. Bahkan intonasi juga memainkan peranan penting. Intinya bagaimana menyuruh siswa tanpa mereka merasa diperintah. Bahasa dan intonasi guru yang membuat kondisi siswa merasa senang berkata kata dan aktif di kelas yang kita ajar.

%d blogger menyukai ini: