8 Tips bagaimana membuat siswa mau ‘bersuara’ saat pembelajaran online.

Dalam pembelajaran online sering seorang guru merasa bahwa sulit sekali membuat siswa mau ‘bersuara’. Bersuara dalam hal ini adalah siswa mau berbicara bahkan mau bertanya. Tidak heran seorang guru sering mengatakan”siapa yang mau bertanya?” diakhir pembelajaran. Lebih jauh lagi guru menemukan bahwa rendah sekali keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang ia lakukan. Apalagi di masa pembelajaran jarak jauh. Guru banyak mengeluhkan mengapa siswa pelit sekali berbicara atau aktif dalam pembelajaran.

Siswa yang diam saja adalah siswa yang tidak merasa nyaman atau merasa khawatir. Jika hal itu terjadi tugas anda sebagai guru untuk fleksibel terhadap cara namun tetap dengan standar yang tinggi. Kata kata standar yang tinggi sering ditafsirkan sebagai test yang susah dan ujian yang jawabannya memusingkan. Jika itu terjadi tidak heran kelas anda sunyi senyap semua memilih mencari aman. Mungkin anda merasa berhasil karena kelas hening dan fokus namun percaya lah bahwa senyap nya siswa anda itu semu lebih pada perasaan mereka yang tidak ada ikatan kepada pembelajaran anda.

Sebenarnya mengapa guru menemukan tantangan saat meminta siswanya terlibat dalam pembelajaran. Padahal dalam menghadapi tantangan masa depan rasa percaya diri dan kemampuan seseorang berbicara di depan umum sangatlah penting. Apa saja ciri ciri sebuah kelas online yang membuat siswa enggan untuk ‘bersuara’?

  1. Komposisi guru berbicara di kelas adalah 80 persen dari durasi pembelajaran.
  2. Di ujung pembelajaran siswa hanya diminta mengerjakan LKS
  3. Variasi pembelajarannya minim tidak ada demonstrasi dari guru dan kolaborasi antar siswa.
  4. Siswa tidak diberikan pilihan bentuk kegiatan, hanya mendengar guru dan mengerjakan tugas .
  5. Pemahaman siswa tidak dicek. Mengecek pemahaman bukan sekedar bertanya; “sampai sini ada yang mau ditanyakan?”.
  6. Tidak ada komunikasi antara siswa dan guru pasca pembelajaran.
  7. Sumber belajar hanya guru dan buku atau meminta siswanya mencari berita atau artikel di lewat google.
  8. Teknologi digunakan hanya untuk mencari artikel atau informasi yang belum tentu siswa mengerti konteks nya.
  9. Siswa setelah mengambil informasi di internet langsung copas dan mengumpulkan kepada guru tanpa ada instruksi untuk mengelola informasi ke bentuk lain.
  10. Agar siswa fokus saat pembelajaran guru sering ingatkan siswanya bahwa akan ada test di akhir.
  11. Dalam situasi pembelajaran jarak jauh guru meniru mentah mentah suasana pembelajaran langsung tatap muka. Siswa harus mendengarkan sedemikian rupa seperti layaknya pembelajaran langsung dalam jangka waktu yang lama.

Jika semua faktor diatas ada pada kelas yang anda ajar maka saatnya menyesuaikan diri. Caranya adalah dengan membuka diri pada alternatif baru dalam mengajar dan belajar. Saat pembelajaran jarak jauh sedang dilaksanakan sekarang ini banyak potensi yang bisa guru bangkitkan dari diri sendiri untuk menjadi guru yang bisa menyesuaikan tantangan zaman.

Mari kembali ke topik ‘bagaimana membuat siswa mau bersuara saat pembelajaran’? Berikut ini adalah caranya.

  1. Jika anda ingin menilai siswa saat ia diminta bertanya atau aktif dalam diskusi jangan anda sebagai guru yang menilai keaktifan mereka. Minta mereka melakukan penilaian diri sendiri mengenai bagaimana mereka bisa memberikan pendapat dan umpan balik kepada orang lain.
  2. Silakan anda bertanya kepada diri sendiri dahulu mengapa siswa anda diminta bersuara atau berpartisipasi dalam diskusi: Apakah untuk membuat pemikiran atau pembelajaran mereka terlihat oleh orang lain? Apakah untuk membangun pengetahuan bersama, atau belajar dari, teman? Apakah untuk merasa menjadi bagian dari komunitas belajar? Apakah untuk terlibat dalam pemikiran metakognitif / reflektif? Jika itu semua adalah tujuannya anda bisa gunakan Padlet atau Jamboard. Sebuah aplikasi yang berguna untuk membuat siswa merasa nyaman berpendapat karena dirinya tetap anonim dan benar benar dihargai pendapat dan bukan siapa yang berpendapat. Siswa memang tetap tidak akan ‘bersuara’ atau berbicara langsung namun mereka akan mengutarakannya lewat aplikasi padlet dan jamboard yang gurunya sediakan.
  3. Jika anda ingin siswa anda bersuara hindari sekedar memberikan umpan balik (feedback). Umpan balik ternyata lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Dikarenakan umpan balik membuat guru menjadi membandingkan siswanya dan bukan berorientasi pada pengembangan. Bahkan bisa saja umpan balik akan lebih bernuansa nasihat yang akan justru fokusnya pada perilaku negatif siswa di masa lalu. Jadi saatnya memberikan umpan ke masa depan (feedforward). Jika ada siswa yang sudah bagus kinerjanya daripada sekedar memuji bahwa nilai dan kinerja nya bagus, lebih baik tanyakan “bagaimana yang agar karya kamu itu bisa bermanfaat bagi orang banyak?” atau “nah sekarang saatnya kamu buat video tutorial di youtube mengenai hal yang sudah kamu kerjakan dengan baik sekali, pasti akan banyak orang yang akan rasakan manfaatnya”. Siswa mau bersuara bukan karena dipuji atau diberi selamat. Ia akan berbicara ketika guru membukakan ‘pintu’ atau sebuah kemungkinan yang baru. Ketika itulah ia akan banyak berbicara dan menawarkan rencana. Saatnya feedforward dan bukan feedback.
  4. Biasakan diskusi mengenai kinerja atau proses dan bukan hasil. Jika anda membuka diskusi di kelas anda dengan membicarakan hasil pasti semua memilih diam. Dikarenakan hasil adalah sesuatu yang sensitif namun jika membicarakan proses banyak siswa yang jadinya malah akan jadi ‘curhat’. Curhat berarti bersuara dan itu gerbang menuju kelas yang aktif.
  5. Buka peluang siswa dan guru saling memberikan pendapat mengenai satu dan lainnya. Siswa diberikan kesempatan berkomentar terhadap kinerja diri dan kelompoknya bahkan diberikan kesempatan untuk memberikan saran perbaikan pada gurunya. Akan sangat baik jika sudah dibiasakan memberikan saran dalam bentuk feedforward (Saran yang orientasinya kedepan)
  6. Siswa akan bersuara jika ia tahu bahwa diujung pembelajaran anda ada banyak kemungkinan. Bahkan siswa yang paling introvert pun akan mengontak dan berbicara anda jika diujung pembelajaran anda ada banyak tawaran bentuk jenis kemungkinan produk (portfolio). Ketika portofolio menjadi bagian sehari-hari dari proses pembelajaran, siswa dapat menampilkan karya terbaik mereka, merefleksikan pertumbuhan mereka, dan menetapkan tujuan baru untuk sebuah target pembelajaran. Di sini, siswa meningkatkan aspek metakognitif mereka. Siswa akan mulai bersuara untuk saat mereka menentukan akan seperti apa hasil pengetahuan dari pembelajaran yang anda berikan ditampilkan. Pada akhirnya, situasi ini mengarah pada pemikiran siswa yang mendalam dan pembelajaran yang lebih baik. Secara tidak sadar dan siswa akan aktif bertanya dan sampaikan pendapat. Dikerenakan mereka tidak ingin hasil karyanya mengecewakan dirinya. Dengan demikian sudah ada ownership atau rasa memiliki dari dirinya terhadap pembelajaran. Biarkan mereka memilih platformnya sendiri bisa blog, podcast, video singkat atau platform digital lain yang mudah dan senang mereka gunakan.
  7. Buat test anda menjadi test yang sering, singkat dan fokus pada penguasaan keterampilan dan pengetahuan serta bukan sekedar hasil. Daripada anda mengetes mereka sekali saja dan langsung menjadi vonis lebih baik sering gunakan banyak tipe penilaian formatif. Hal ini membuat siswa sadar bahwa guru ingin melihat mereka berkembang, bisa dan mampu bukan sekedar dapat hasil yang bagus. Jika sekedar hasil akhir yang anda minta jangan heran jika siswa menjadi diam dan berjarak dengan anda sebagai gurunya.
  8. Meminta siswa bersuara bukan berarti memainta mereka untuk bertanya semaunya dan sesukanya atas nama anda senang siswa bersuara. Jika itu yang terjadi guru akan repot bukan kepalang. Ajarkan mereka ‘Three before T” atau lakukan 3 hal sebelum bertanya pada guru. 1. pikirkan sendiri dahulu jawaban dan solusinya. 2. cari di internet dahulu 3. dengan sopan tanya teman. jika masih belum ketemu juga baru tanyakan pada guru.

Cara diatas adalah cara agar suasana kelas anda adalah suasana kelas para pembelajar. Bahkan anda pun sebagai guru sedang belajar dan pastikan siswa tahu hal itu.Tetap pertahankan ekspektasi (harapan) anda yang tinggi – Jangan ubah ekspektasi Anda, yang perlu diubah adalah pendekatan. Semakin aktif kelas anda bukti bahwa anda adalah sosok yang tegas namun tetap ramah. Selamat memasuki semester genap dengan sukses. Tetap sehat semua wahai para pendidik.

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: