Prinsip Pembelajaran Jarak Jauh yang memberi inspirasi

Dibawah ini adalah prinsip pembelajaran jarak jauh yang bisa anda ingat dan gunakan. Harap diingat bahwa dengan situasi sekarang yang tutup hanya gedung sekolahnya. Intinya pembelajaran tetap berlangsung dengan cara dan kecepatan yang menyesuaikan dengan situasi masing-masing.

  1. mendahulukan kekuatan dan potensi siswa daripada kelemahan mereka
  2. Pembelajaran jarak jauh memberikan pendidik peluang. Bahkan lebih menjanjikan dari situasi normal sekalipun
  3. Sama seperti pembelajaran tatap muka: Siswa akan bertanya pada gurunya Do you like me? Can you help me? dan Can I trust you?
  4. Jangan sampai hal yang belum anda kuasai mempengaruhi mutu pembelajaran anda, yuk belajar kembali
  5. Memberikan instruksi pembelajaran tidak sama dengan melakukan ceramah dalam pembelajaran jarak jauh ada banyak hal yang bisa dilakukan siswa lewat ‘independent learning’. Berikan bahan pelajaran dalam berbagai macam jenis dari bahan bacaan sampai presentasi, dari link youtube sampai foto foto bersejarah. Biarkan imajinasi dan pengetahuan siswa menyerap semua bahan ajar yang anda berikan lewat proses mereka belajar mandiri.
  6. Pembelajaran jarak jauh akan terasa slow, tidak apa terima saja. Hal yang terpenting anda tahu siswa akan lakukan apa dengan cara apa dan akan hasilkan tugas seperti apa.
  7. Pembelajaran jarak jauh seringnya akan membuahkan kejutan, tidak masalah sepanjang guru memposisikan dirinya sebagai aktifator atau orang yang memicu siswanya agar bisa lebih baik lagi.
  8. Pembelajaran jarak jauh punya dua sisi yang mengagetkan pendidik konvensional. Dikarenakan ia akan mengalami dan harus melakukan percepatan dan perlambatan jika diperlukan. Guru mesti siap dan tahan mental.
  9. Ingat ingat apa yang siswa sudah atau belum kuasai. Caranya dengan sering memberikan kuis singkat sehingga guru tahu posisi siswanya.
  10. Sering sering guru meminta pendapat orang tua siswa dan siswanya mengenai bagaimana ia menjadi guru saat pembelajaran jarak jauh. Refleksi sangat berharga lho.
  11. Pakai google meet, zoom online untuk seru seruan. Ini akan membuat siswa tak mudah bosan dan akan senang belajar dengan anda
  12. Kelas virtual adalah kelas anda selama PJJ ini. Jadi isi kelas anda dengan bahan ajar yang bermanfaat ya. Silakan membuat di google classroom, schoology sampai edmodo. Disana guru banyak terbantu menyimpan absen dan mengumpulkan pekerjaan siswa.
  13. Cara mudah membuat RPP satu kalimat. Anda hanya mesti cukup jawab pertanyaan ini The WHAT (apa yang ingin siswa anda pelajari), the HOW (bagaimana siswa anda akan belajar dan tugas apa yang anda berikan), dan  the WHY (mengapa siswa anda penting mengetahui tugas dan bahan ajar ini)
  14. Libatkan orang tua siswa selalu, bisa lewat rapat online sampai pelatihan online
  15. pembelajaran aktif? gunakan Mentimeter, Quizziz. jam board  sampai Socrative yang membuat anda senang dan siswa tidak merasa dirinya diceramahi terus menerus.
  16. Saat menilai siswa yang anda nilai adalah proses dan pengetahuan sebelum dan sesudah. Anda tidak menilai ujungnya saja. Dengan sistem penilaian yang mengedepankan umpan balik (feed back) anda akan diberikan kesempatan untuk melihat proses.

Biang inovasi

Kata biang berarti induk. Biang inovasi berarti seseorang yang dipandang menjadi inspirasi dari inovasi. Di masa pandemi ini mereka ada di sekitar kita.

Siapa mereka? Ada ciri yang paling tampak yaitu dirinya senang dan sabar melayani pertanyaan orang lain. Mohon bedakan antara menjawab pertanyaan dan membantu. Di banyak sekolah guru berstatus honorer dikaryakan sedemikian rupa oleh guru lainnya. Apakah mereka biang inovasi? Bisa iya bisa tidak.

Di masa pandemi semua bertemu dengan kenyataan. Guru yang tadinya anggap dunia TIK dunianya anak muda akan dipaksa untuk gunakan TIK secara mandiri.

Guru yang menjadi biang inovasi tahu betul kapan harus menjawab pertanyaan dan kapan harus menuntun langkah demi langkah.

Dengan sabar dan tanpa pamrih mereka menuntun guru yang memerlukan untuk kemudian memandirikan nya.

Anda bisa dan sangat boleh menjadi biang inovasi di sekolah anda. Caranya tentu bukan dengan menawar nawarkan diri agar orang lain mau dibantu. Cara terbaik adalah dengan terus belajar terus mencari dan menikmati setiap kegagalan untuk kemudian bangkit lagi.

Biang inovasi tidak perlu seorang yang menjadi kepala sekolah atau guru berprestasi yang levelnya sudah sampai istana.

Pada banyak situasi saya malah melihat guru guru yang hebat malah memeluk ilmu dan pengetahuan yang ia miliki bagai memeluk anaknya sendiri. Tidak ingin berbagi pada orang lain.

Pada banyak situasi guru yang menjadi biang inovasi malah lahir dari guru biasa yang santuy. Ia sibuk dengan diri dan kelasnya saja. Ia berbuat yang terbaik demi siswanya.

Ia hanya menjawab pertanyaan orang lain jika ditanya. Namun saat menjawab pertanyaan ia sabar dan tidak begitu saja membantu dan cepat bisa mengenali saat yang minta bantuan terasa ingin memanfaatkan. Itu karena tujuan ia membantu adalah membuat yang dibantu mampu melakukan sesuatu nantinya sendiri.

Seorang biang inovasi bisa seseorang yang mahir membuat presentasi sampai yang ahli membuat kelas online.

Jika anda adalah kepala sekolah cepat temu kenali biang inovasi di sekolah anda. Berikan ia ruang ekspresi seluas luasnya. Jika ingin belanja sesuatu untuk sekolah berinovasi tanyakan dia.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang punya banyak koleksi biang inovasinya. Ia tumbuh karena kepala sekolah membudayakan budaya belajar kepada siapa saja. Sekaligus menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang ramah intelektual bagi para inovator yang saya sebut sebagai biang inovasi ini.

Jika ini terjadi maka akan tumbuh guru senior yang tidak pasrah lagi karena dirinya mau pensiun. Akan tumbuh guru muda yang hebat apapun statusnya. Siapa yang akhirnya akan memetik manfaat? Tentunya siswa dan orang tuanya yang sudah percaya pada sekolah.

Daring dan luring

Ada banyak tantangan bagi seorang guru saat berikan penugasan jarak jauh. Sebagai pendidik ia harus memperhitungkan hal hal dibawah ini

1. Apakah siswa terhubung dengan gawai sendiri atau menggunakan gawai orang terdekatnya. Bagaimana dengan kondisi sinyal.

2. Tinggal bersama siapa siswa anda apakah ada orang yang memberikan ia support terhadap pekerjaan yang diberikan oleh pihak sekolah.

3. Bagaimana kecepatan belajar siswa anda selama ini. Apakah ia sering perlu bantuan?

Prinsip keseimbangan antara tipe penugasan digital (daring) dan non digital (luring) juga perlu dikedepankan. Terlalu banyak daring akan membuat siswa akan mengeluarkan dana untuk kuota yang tidak sedikit. Terlalu banyak luring akan membuat siswa menjadi kurang terbiasa dengan teknologi dari sisi etika dan penggunaan.

Bagaimana jika anda ingin memberikan penugasan tipe luring (non digital) Hal apa yang mesti jadi pertimbangan.

1. Penugasan nya punya kaitan dengan kurikulum

2. Guru memperhitungkan tingkat kesulitan dan hal apa yang mesti siswa lakukan agar bisa sukses mengerjakan sesuai tenggat waktu.

3. Guru memberikan pilihan penugasan. Dengan demikian tidak hanya satu tugas bagi semua orang. Ada beragam pilihan penugasan yang bisa dipilih setelah siswa mempertimbangkan.

Setelah per minggu guru membuat penugasan online dan offline untuk dikerjakan siswanya dan kemudian siswa mengumpulkan dengan cara mengirimkan fotonya. Saatnya guru memperhitungkan dimana ia akan memajang hasil karya siswanya. Situs Padlet dan Google Classroom bisa menjadi pilihan untuk memajang.

Siswa akan senang dan tetap merasa bersemangat dikarenakan ia yakin walau dikerjakan secara non digital tetap hasil karyanya akan bisa dilihat secara online.

Adaptasi baru – kebisaan baru.

Banyak hal baru yang selayaknya akan terus dikerjakan oleh guru bahkan mesti dikuasai agar lancar pembelajaran jarak jauh yang ia lakukan.

1. Menulis perencanaan mingguan. Formatnya bisa bermacam macam. Semuanya merujuk pada pertanyaan siswa akan belajar apa, menguasai apa dan dinilai dengan menggunakan penilaian formative yang bagaimana

2. Guru belajar situs aplikasi penilaian formative yang banyak dan semuanya seru. Saatnya guru menjadi kurator bagi diri sendiri mana yang ingin ia pakai.

3. Mengontak orang tua siswa tiap minggu satu persatu. Untuk menanyakan kabar dan mengecek apa tantangan saat pembelajaran jarak jauh.

4. Membuat resume pembelajaran yang bisa dipelajari siswa secara mandiri. Bentuknya bisa apa saja. Dari link YouTube sampai link website atau materi rangkuman buatan anda sendiri.

5. Merencanakan kapan siswa akan diminta untuk diskusi antar sesamanya. Menggarap tugas bersama secara kolaborasi di Google slide atau Google docs.

6. Merencanakan kapan akan mengajar siswa secara grup kecil. Dengan hanya beberapa orang didalamnya. Grup kecil akan memberikan kesempatan tiap siswa berbicara.

Semua kebiasaan baru akan menjadi kebisaan baru jika dilakukan secara bersungguh sungguh. Saat yang sama guru selalu berefleksi dan meminta umpan balik dari siapa saja agar mutu pekerjaan nya terus meningkat.

Penerapan pembelajaran berbasis proyek saat pembelajaran jarak jauh

Pembelajaran berbasis proyek adalah cara untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan menantang. Sebenarnya seorang guru bisa saja mengajar secara konvensional. Namun ujungnya mudah ditebak. Guru akan mengeluh siswanya tidak punya motivasi sampai menyalahkan kurikulum yang padat. Bahkan bisa saja menyalahkan situasi pandemi yang sedang terjadi.

Dalam pembelajaran jarak jauh guru diminta merubah cara dan pendekatan. Pembelajaran berbasis proyek memang belum banyak guru yang berminat menerapkan dikarenakan lebih nikmat mengajar apa yang ada di buku teks.

Dua hal diatas jika dipadukan maka hasilnya akan dahsyat.

Pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan bagi guru melakukan padu padan atau pemetaan terhadap mata pelajaran yang dia ampu. Saat yang sama guru mesti bertanya dengan efektif agar pertanyaan bisa berujung pada lahirnya kreativitas seorang siswa. Dengan demikian memberikan pertanyaan bagi seorang guru seperti memberikan masalah untuk dipecahkan.

Pembelajaran jarak jauh punya karakteristik yang unik. Ia melahirkan keterbatasan sekaligus memberikan kesempatan baru. Siswa terhindar dari mendengarkan guru yang membosankan cara mengajarnya. Guru punya kesempatan memberikan penugasan yang terstruktur dikarenakan waktu siswa yang fleksibel.

Bagaimana memadukannya?

  1. Buat sebuah permasalahan. Awali dengan pertanyaan. Bagi menjadi permasalahan yang ada hubungannya dengan IPA atau IPS. Banyak matpel yang bisa bergabung. Hanya saja Matematika memang tidak bisa dipaksakan.
  2. Guru memikirkan produk akhir pembelajaran nya berupa apa? bentuk akhir pembelajaran bisa macam macam. Dari hasil tulisan, video serta banyak hasil pembelajaran lain yang sesuai dengan gaya belajar siswa.
  3. Pikirkan ingin dengan cara apa berkomunikasi, memberi kpenugasan dengan siswa dan memberikan pengertian kepada orang tua siswa. Bisa dengan whatsapp sampai membuat kelas di edmodo dan schoology.
  4. Pikirkan mana penugasan yang mesti diberikan dilakukan secara online dan secara non online. Jika semua online siswa yang sinyal nya terbatas pasti akan kesulitan. Jika semua offline maka pembelajaran menjadi tidak menarik lagi.
  5. Rencanakan cara membuat siswa anda bisa terekspos dunia luar dengan karya yang dihasilkan. Bisa membuat portofolio online yang terdiri dari blog sampai  sampai membuat channel youtube sendiri yang membuat siswa bangga karyanya dikenal orang lain.

Selamat mencoba. Selamat mengambil manfaat dari krisis ini.

5 Prinsip Sukses Memasuki Tahun Ajaran Baru di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Jika boleh memilih sebenarnya guru dan sekolah lebih suka pembelajaran tatap muka segera diterapkan. Apa daya keadaan tidak memungkinkan. Walaupun di beberapa sekolah ada yang mulai masuk. Pihak pengelola sekolah yang sudah memberanikan diri tentu punya pertimbangan dalam memilih jalan untuk siswanya masuk kembali,

Jika sekolah anda masih melakukan pembelajaran jarak jauh di tahun ajaran baru ini layak untuk didiskusikan hal apa yang masih sama saat sebelum dan sesudah pembelajaran jarak jauh diterapkan?

Saat mencermati situasi sekarang ini sekolah seperti dihadapkan akan kata ‘perubahan’ terus menerus. Situasi ini bisa membuat komunitas yang ada di sekolah melewatkan kesempatan untuk mempertahankan hal yang prinsip untuk diterapkan. Sebuah hal yang prinsip berarti sebuah hal yang tidak boleh tidak ada.

Apapun situasinya. Bahkan dalam situasi penuh tantangan pun hal hal prinsip ini jangan sampai lolos untuk diterapkan.

Apa saja hal yang prinsip itu?

1. Pembelajaran yang autentik. Guru bisa saja mengatakan bahwa dunia digital lah jawaban dari semua tantangan dalam masa pandemi ini. Dibalik itu semua ada pembelajaran yang autentik sebagai ruh dari semua inovasi yang guru lakukan. “Belajar dengan cara yang otentik” berarti pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata dan proyek-proyek dan yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi dan membahas masalah-masalah ini dengan cara yang relevan untuk mereka. Secanggih apapun alat digital yang anda gunakan akan kurang maknanya jika guru masih terkungkung pada pembelajaran konvensional yang tidak menarik.

2. Komunikasi antara rumah dan sekolah dan sebaliknya. Komunikasi yang baik adalah akar dari semua kesuksesan belajar. Saat pembelajaran jarak jauh komunikasi tetap perlu dikedepankan. Dalam situasi ini rumah sama pentingnya dengan sekolah. di awal tahun ajaran baru saat yang terbaik untuk membuat sesi sesi yang bermanfaat bagi orang tua siswa. Lakukan banyak sesi untuk meneguhkan kerja sama sekolah dan rumah. Bisa dalam bentuk mengirimkan video parenting sampai mengadakan sesi zoom online yang dihadiri oleh semua orang tua siswa yang baru. Materinya bisa macam macam dari soal teknologi sampai soal parenting dan lain sebagainya.

3. Aturan pembelajaran yang jelas, terstruktur rapi dan mudah dimengerti oleh orang tua siswa. Orang tua siswa menjadi orang yang paling penting diberikan pengertian dikarenakan mereka lah yang akan mendampingi anaknya dalam pembelajaran jarak jauh ini. Sekolah bisa terus mengupdate aturan menyesuaikan dengan pembelajaran jarak jauh. Hal yang mesti diberikan adalah aturan mengenai bagaimana mendukung pembelajaran anaknya tanpa membuat anaknya tergantung pada bantuan orang lain saat mengerjakan. Serta aturan mengenai kemandirian dan kejujuran saat mengerjakan tugas dari sekolah.

4. Guru tahu kapan mesti memberikan tugas digital dan non digital. Saat memberikan tugas digital sekolah perlu tahu daya dukung siswanya. Termasuk kemampuan siswa dalam menyesuaikan dengan pembelajaran menggunakan digital. Dengan demikian di minggu pertama layak diberikan pelatihan dulu perihal penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Ada yang mengatakan siswa siswi kita anak yang cepat belajar teknologi namun guru tetap punya kewajiban mengajarkan hal yang fundamental. Tugas non digital adalah hal yang selama ini siswa kerjakan lalu difotokan dan dikirim kepada gurunya.

5. Mengubah pola pikir menilai hasil pekerjaan siswa menjadi memberikan umpan balik (feed back) kepada siswa selama mereka mengerjakan tugas. Banyak guru yang hanya ingin melihat hasil akhir kemudian menilainya. Hal ini lah yang membuat kegaduhan di rumah siswa. Dikarenakan siswa yang hasilnya ingin bagus di mata gurunya akan memaksa orang lain membantunya bahkan frustasi jika dukungan tidak didapatkan. Dengan demikian perlu bagi guru membagi siswanya dalam penugasan yang memungkinkan ia memberikan saran masukan umpan balik secara rutin dan merata kepada semua siswanya.

Pembelajaran jarak jauh tidak bisa menggantikan roh pembelajaran yg autentik. Guru tetap punya kewajiban melaksanakan semampunya. Selama pembelajaran jarak jauh masih menjadi pilihan maka sekolah dan guru punya tanggung jawab lebih untuk memastikan apapun jalan yang dipilih semangat pembelajaran autentik tetap hadir.

Mari berprasangka baik bahwa situasi seperti ini mengajak kita untuk berefleksi kembali tentang makna terdalam dari pendidikan. Selama ini kita hanyut di berbagai program pengajaran dan pembelajaran (digital dan non digital) dan tidak jarang menjadi lupa makna dari pendidikan.

Antara sekolah dan rumah

Situasi di rumah siswa akan berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa di sekolah. Saatnya guru dan kepala sekolah meningkatkan kualitas pembinaan terhadap orang tua siswa.

Pertanyaannya apakah orang tua sebagai orang dewasa perlu dibina juga? jawabannya harus dan dengan cara yang bervariasi. Buatlah banyak kegiatan yang melibatkan sisi peran dan tanggung jawab orang tua siswa. Buatlah kegiatan yang kental akan peran orang tua. Di masa pandemi sekolah bisa melakukan seminar online bagi orang tua siswa.

Mengadakan acara orang tua perlu mempertimbangkan beberapa hal. Waktu adalah hal yang perlu dipertimbangkan. Perlu dilakukan survey dahulu di waktu mana paling nyaman bagi orang tua siswa untuk terlibat. Hal lain adalah topik yang diangkat. Peran orang tua yang suportif di era krisis ini sangatlah penting untuk dikedepankan. Guru atau kepala sekolah bisa berperan sebagai moderator yang menjembatani situasi. Sesi untuk orang tua siswa bisa dimulai dengan pelatihan teknologi untuk mereka. Misalnya cara menggunakan sarana meeting online dan lain sebagainya.

Dalam era pembelajaran jarak jauh sekolah biasanya sibuk mengejar target kurikulum. Padahal sekolah perlu menyadari juga bahwa peran orang tua sangat penting. Orang tua perlu tahu bahwa dirinya pun diperhatikan oleh pihak sekolah. Semua saluran komunikasi yang mungkin selayaknya dibuka untuk orang tua oleh pihak sekolah.

Diharapkan peran orang tua akan sangat membantu sekolah. Dikarenakan orang tua siswa adalah mitra dalam membelajarkan anak anaknya di rumah. Orang tua siswa juga kepanjangan tangan guru di rumah.