Percaya diri siswa sebelum dan sesudah pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran online bukan sebuah hal yang sederhana. Semua pihak masuk dalam situasi ini dengan keterpaksaan. Jika ada yang kelihatannya percaya diri adalah manajemen sekolah yang sebelum pandemi ingin guru terapkan pembelajaran online.

Ada informasi menarik saat pengambilan nilai setelah pembelajaran jarak jauh berlangsung. Guru merasakan bahwa hasil siswa cukup baik. Malah ada yang mengatakan bahwa hasil nya lebih bagus sebelum pembelajaran jarak jauh dilaksanakan.

Indikasi ini bisa saja terjadi karena jawaban siswa dibantu oleh orang disekelilingnya. Hal yang menarik adalah kemungkinan bahwa siswa bisa saja lebih rileks saat mengerjakan. Sebuah hal yang mesti menjadi perhatian dari semua pihak.

Keterlibatan penggunaan teknologi bisa juga menjadi penyebab trend positif ini.

Apapun penyebabnya sebuah trend positif layak disyukuri. Jika sebuah format pembelajaran era pandemi ingin segera diterapkan maka penting membuat rasa percaya diri siswa dan guru kembali seperti semula.

Percaya diri bahwa dirinya masih sebagus saat sebelum percaya diri berlangsung. Baik guru dan siswa jika ada hal baik yang layak diterapkan maka ini saatnya untuk serius dalam mengusahakannya.

Akan timbul rasa sedih kecewa dalam diri siswa jika semua prestasi dan hal baik saat pembelajaran jarak jauh menjadi hilang dan tidak diterapkan lagi.

Buat guru dan kepala sekolah segeralah duduk bersama. Catat semua praktek terbaik (best practice) yang pernah terjadi dan dilakukan. Walaupun praktek tersebut terjadi karena kepepet atau malah karena ketidaksengajaan.

Sepanjang itu semua demi kemajuan siswa mengapa tidak? Hindari menjadi orang yang merugi hanya karena malas dan enggan keluar dari zona nyaman hanya karena pembelajaran tatap muka konvensional lebih nyaman dan menyenangkan (bagi guru saja tapi tidak bagi siswanya)

Jadi praktek terbaik apa yang ingin anda teruskan saat pembelajaran tatap muka nanti diterapkan oleh kementrian? Yuk bagi dengan kami semua di kolom komentar.

Iklan

Penulis: agusampurno

Mitra menuju sekolah efektif dan guru profesional

Satu komentar pada “Percaya diri siswa sebelum dan sesudah pembelajaran jarak jauh.”

  1. Setuju Pak Agus. Harus diakui memang, bhw pmbljaran dg metode ap pun ad plus minusnya. Baik scr daring maupun tatap muka langsung.
    Ap pun itu, klau sy, kita mmang hrs mmbuat semacam catatan ttg best practice tsb.

    Di skolah sy jg menerapkan pmbljaran jarak jauh di masa pandemi ini, dan utk platform yg kmi pkai ad bbrp, tp utk sy sendiri sy memilih GC (Google Classroom). Bagi sy, platform ini lbih praktis sklgus komplet. Bisa menyimpan materi dg brbgai format, dan tentu ad fitur utk ujiannya dg berbagai format, baik dlm bntuk soal uraian maupun mncocokkan (PG).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: